Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

SEBUAH REFLEKSI; MARAH, BUKAN MARAH-MARAH..

Marah adalah salah satu bentuk emosi. Ia alami, manusiawi dan suatu hal yang kadang nggak bisa kita hindari. Setiap orang pernah merasakan marah; ketika disakiti, tidak dipahami, dikecewakan atau saat keinginannya tidak berjalan sesuai dengan kenyataan, dan pasti masih banyak lagi alasan lainnya. Dalam konteks ini, marah bukan musuh. Itu justru sebuah sinyal—bahwa ada sesuatu dalam diri kita yang merasa terusik, tidak sesuai atau bahkan membutuhkan perhatian.  Sama halnya kayak sedih, senang atau kecewa. Marah  kadang datang begitu aja, tanpa permisi, nggak hanya karena hal besar.. kadang hal sepele juga bisa jadi penyebabnya. Marah juga bagian dari sistem pertahanan diri.  Marah dan marah-marah itu dua hal yang berbeda, jauh, menurut saya. Kalau marah itu bentuk emosi, marah-marah lebih ke cara kita 'mengeluarkan' emosi tadi. Sebagai manusia yang pernah menyesal karena terbawa emosi, marah hingga marah-marah. Bisa jadi, di balik marah-marah ada akumulasi stress, rasa tid...

INNER PEACE

Ada satu hal yang sering kita kejar ke luar—validasi, pengakuan, kenyamanan—padahal sumber terkuatnya justru ada di dalam: inner peace. Inner peace bukan berarti hidup tanpa masalah sih menurutku, tapi justru sebaliknya.. hidup pasti tetap penuh dengan tantangan, rintangan, tapi kita punya ruang di dalam diri yang nggak ikut goyah setiap kali badai datang. Walaupun katanya badai pasti berlalu. (Berlalu lalang maksudnya? Ha!). Mungkin terdengar cukup klise ya, tapi kalau coba diperhatikan kalau lagi di dekat seseorang yang kelihatannya tenang, nggak banyak drama dan auranya.. adem? Rasanya tanpa dia harus ngomong banyak juga udah bikin nyaman.  Dulu saya suka berpikir dan mungkin lebih ke berharap ya, dimana lingkungan jadi lebih baik dulu; keluarga lebih pengertian, teman yang lebih supportif, kerjaan yang lebih ringan, dan hal-hal lainnya untuk bisa merasakan 'tenang'. Padahal, kalau nunggu semua itu bisa sesuai yang kita harapkan baru kita bisa tenang, bisa-bisa nggak akan pe...