Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

CINTA SEMBILAN PULUH JUTA

Gambar
*** Tulisan ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, mungkin itu adalah kebetulan semata atau bisa jadi ada sedikit unsur kesengajaan. lol *** pic source Di suatu kota, menjelang petang.  Mika menutup lacinya perlahan lantas memutar kunci ke sebelah kiri sebanyak dua kali, kemudian berjalan menyusuri koridor untuk menuju mesin absensi sambil membetulkan letak earphonenya. Dia membiarkan suara David Cook meracuni pikiran kalutnya. “Tumben jam segini sudah mau pulang,” ujar suara itu tiba-tiba. Mika refleks membalik. Albara, –pemilik suara itu, laki-laki yang beberapa tahun belakangan menjadi tempat sampah dan teman curhatnya itu, sudah berdiri di belakangnya. Mika hanya tersenyum, kemudian meneruskan langkahnya disusul Bara. Banyak yang mengatakan, mustahil bagi sepasang laki-laki dan perempuan untuk bisa membangun persahabatan tulus tanpa melibatkan perasaan, hati, atau cinta diam-diam. Namun kenyataannya...

Pukul 2 dini hari..

Yang kutahu langit di luar sana sudah terlewat kelam. Bukan lagi ungu merona atau sekedar biru tua. Gelap. Hitam. Entah sudah berapa kali aku mengintip jendela hanya untuk melirik warna diluar sana, harap-harap segera berganti menjadi biru muda. Malam terasa dua kali lebih lama dari biasanya. Hari ini aku dilanda insomnia, lagi. Jarum jam di tanganku sudah mengarah ke angka 2 dini hari, tapi aku sama sekali belum mengantuk.  Massa kelopak mataku serasa bertambah berat, tapi anehnya ia tak kunjung ingin terpejam. Saat seperti ini, menghitung domba pun tak ada guna rasanya. Apa mungkin ini karena dingin yang masih saja memelukku erat, seolah menembus setiap celah pori-poriku. Bahkan, empat lapisan baju hangat pun tak kunjung membuatku lebih baik. Aku masih menggigil ditengah lamunku.    Entah ini memang karena cuaca dingin atau apa ini yang dinamakan jatuh cinta? Ah, sungguh tak adil rasanya jika cinta membuatku harus merelakan jam tidur sekian jam lamanya.. Tapi aku ...