Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Workbook Prompt Day #01

Jika ditanya apa yang dipikirkan saat memikirkan uang, aku menyadari bahwa sering kali ada dialog kecil di dalam kepalaku yang berjalan otomatis. Bukan hanya sekedar tentang 'punya atau tidak punya', tetapi juga tentang apakah sesuatu itu layak dibeli, apakah harga yang dibayar sepadan, atau bahkan apakah keputusan yang diambil sudah tepat.  Setelah jalan, kami mencoba beberapa tempat makan, tetapi ternyata cukup ramai, bahkan ada yang waiting list. Tubuhku rasanya kurang nyaman jika harus mengantri panjang hanya untuk makan. Akhirnya kami memilih mencari tempat lain. Dalam perjalanan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, aku menyadari pikiranku terus bekerja membandingkan banyak hal—menu apa yang ingin dimakan, harga yang harus dibayar, dan apakah semuanya terasa worth-it atau justru sebaliknya. Ternyata, saat berhubungan dengan uang, tubuh dan pikiranku sering otomatis masuk ke mode “menghitung” dan “menimbang”. Ada bagian diriku yang ingin menikmati momen, tetapi ada ju...

Workbook Prompt Day #00

Ada satu fase dalam hidup di mana akhirnya aku sadar, ternyata lelah yang sering dirasakan bukan hanya karena pekerjaan menumpuk atau bahkan rutinitas sehari-hari. Ada rasa berat yang diam-diam tinggal di tubuh dan pikiran. Rasanya seperti selalu berjaga, selalu waspada, selalu takut kekurangan. Bahkan ketika sesuatu hal yang baik datang, aku sering kali tidak benar-benar bisa menikmatinya. Alih-alih merasa tenang saat menerima, aku justru merasa cemas, tidak enak hati, atau takut semua itu akan hilang. Dari situlah memutuskan ikut mencoba receiving therapy ini. Awalnya hanya penasaran. Benarkah tubuh dan pikiran kita bisa “diprogram ulang” untuk belajar menerima dengan lebih sehat? Tapi semakin mengenali diri sendiri, semakin sadar bahwa selama ini aku lebih terbiasa memberi daripada menerima. Aku terbiasa menguatkan diri, menahan semuanya sendiri, dan mengukur keamanan hidup dari seberapa keras aku bekerja atau seberapa banyak harus membahagiakan orang lain. Tanpa sadar, hubungan yan...

SELF-LOVE ISN'T SELFISH

You cannot truly love another until you know how to love yourself , katanya. Memperbaiki diri untuk diri sendiri, menjadi layak untuk dirinya sendiri dan menjadi sempurna versi diri sendiri bisa menjadi goals untuk mulai mencintai diri sendiri deh. Sekarang rasanya lagi ingin sekali mencoba hidup tanpa berekspektasi apapun sama siapapun... mencoba 'to be happy, you only need yourself', in a good way tentunya.  Salah satu cara untuk menemukan diri sendiri dalam versi terbaik adalah dengan cara mencintai diri sendiri. Dengan cara ini, kita akan menemukan hasil yang manis dari apa-apa yang sudah kita lakukan. Namun, terkadang untuk mencintai diri sendiri akan lebih sulit daripada mencintai orang lain. Banyak hal yang membuat kita tidak puas dengan apa yang terjadi dengan diri kita saat ini. Padahal mencintai diri sendiri sangat penting, seperti halnya menjalin hubungan baik dengan orang lain. Dengan mencintai diri sendiri kita dapat menerima keadaan dari diri kita yang sekarang ap...