INNER PEACE

Ada satu hal yang sering kita kejar ke luar—validasi, pengakuan, kenyamanan—padahal sumber terkuatnya justru ada di dalam: inner peace.

Inner peace bukan berarti hidup tanpa masalah sih menurutku, tapi justru sebaliknya.. hidup pasti tetap penuh dengan tantangan, rintangan, tapi kita punya ruang di dalam diri yang nggak ikut goyah setiap kali badai datang. Walaupun katanya badai pasti berlalu. (Berlalu lalang maksudnya? Ha!).

Mungkin terdengar cukup klise ya, tapi kalau coba diperhatikan kalau lagi di dekat seseorang yang kelihatannya tenang, nggak banyak drama dan auranya.. adem? Rasanya tanpa dia harus ngomong banyak juga udah bikin nyaman. 

Dulu saya suka berpikir dan mungkin lebih ke berharap ya, dimana lingkungan jadi lebih baik dulu; keluarga lebih pengertian, teman yang lebih supportif, kerjaan yang lebih ringan, dan hal-hal lainnya untuk bisa merasakan 'tenang'. Padahal, kalau nunggu semua itu bisa sesuai yang kita harapkan baru kita bisa tenang, bisa-bisa nggak akan pernah sampai kesana. 

Menjaga inner peace itu bukan egois, justru itu sebagai salah satu bentuk tanggung jawab. Dari kita untuk kita sendiri. Karena saat kita stabil, kita nggak akan mudah melukai orang lain dengan emosi yang belum selesai, nggak gampang meledak-ledak nggak karuan, nggak gampang tersinggung dan pada akhirnya lebih jernih dalam bersikap dan mengambil keputusan. 

Ada satu hal kecil yang mungkin sering nggak disadari, tapi nyata banget dampaknya dalam satuan keseharian. Energi yang kita bawa setiap pagi, setiap memulai hari. Bagaimana kita merespon hal-hal kecil, mengatur nada bicara, ekspresi wajah, semua itu pasti 'terbaca' oleh orang sekitar kita. 

Hal lain yang nggak kalah penting menurut saya adalah membatasi hal yang menguras energi. Ingat, nggak semua hal harus ditanggapi. Nggak semua hal harus dimenangkan. Mulai belajar bilang 'cukup-tidak-silakan' sebagai bagian dari menjaga diri dari hal-hal yang drained energy juga bagus buat diri sendiri. Kita nggak bisa ngatur orang lain, tapi kita selalu bisa memilih cara merespons, kan?

Mungkin, ada kalanya satu hari di mana kita mulai kembali overthinking, marah atau merasa bener-bener kacau. Normal. Tapi semoga, kita bisa cepat 'kembali' ke pusat diri kita, dengan lebih sadar, lebih tenang. 

Mari mulai yapping di blog lagi! Bener-bener cuma post setahun sekali haha tolong!