19 Januari 2012

Fenomena seorang ibu yang merangkap sebagai wanita karir.

Saya sejujurnya tertarik akan hal ini dari jauh-jauh hari sewaktu saya masih duduk dibangku SMA. Waktu itu saya dan beberapa teman saya berdiskusi mengenai banyak hal, mau kuliah dimana kita nanti, bakal jadi apa kita nanti, 5 tahun kedepan seperti apa ya kita, 10 tahun kedepan sudah jadi apa daaan masih banyak hal lain yang kami diskusikan.

Salah satunya yang menarik adalah ketika kami diskusi soal bagaimana kelak kami menikah, bekerja, dan punya anak..

Saat itu kami berdebat seru. Sebutlah mereka B, C , D, E, dan F.

F          : Nanti gue kalo udah nikah mau kerja aja pokoknya, jadi wanita karir.
B          : Iya, gue juga maunya gitu. Kan enak kita bisa punya duit sendiri, nggak gantungin sama suami.
F          : Benerrrrr banget! Kita tetep punya penghasilan, urusan dapur mah tetep kudu minta suami dooooong. Itumah lain urusan.
E         : Ntar kalo kita punya anak gimana tuh?
F         : Kan kalo kerja kita pasti punya jatah cuti melahirkan kaliiiiiii.
B         : Iya, lagian kan bisa sambil hamil kerja, paling pas mau lahiran sama beberapa setelahnya kita minta cuti gitu.
A         : Nahhhh, ntar abis cuti anak kite mau diurus siapeeeee.
F, B, C : Kan bisa pake babysitter! (KOMPAKKKKK!)
E          : Hih ntar jadi anak bibik dong, bukan anak mama. *curhat*
A          : Hah, dasar kalian wanita modern! Kalo gue sih abis nikah itu pinginnya diem dirumah titik!
E          : Setuju gueeee!
F          : KUNOOOOOO!
A, E     : BODOOOOO!



Dijaman yang serba canggih dan modern kayak sekarang ini, pandangan orang pun bisa ikut modern, udah nggak 'kolot' lagi cara pikirnya dan bahkan udah mulai jarang orang percaya namanya 'pamali'. Ya, mungkin seorang ibu yang memutuskan untuk bekerja pun mempunyai alasan tersendiri, kebutuhan ekonomi yang semakin tinggi misalnya. Tapi yang membuat saya berpikir ulang adalah ketika pada kenyataannya dikantor banyak sekali ibu-ibu yang bekerja, mereka menitipkan anaknya pada keluarga maupun pembantunya. Yang lebih mirisnya lagi mereka kerap kali berbohong akan segera pulang, padahal pekerjaan di atas meja masih menumpuk yang artinya mereka harus lembur. Bahkan, ada yang bercerita kepada saya bahwa temannya ada yang bekerja, dia pergi saat anaknya masih tidur dan pulang saat anaknya sudah tertidur. Sedih.

Hmmmm, jadi inget dulu nasehat nenek, katanya gininih "Yang namanya perempuan itu udah kodratnya di dapur, di sumur sama di kasur" HAHAHA. Saya pun sejujurnya pada saat itu berpikiran kalau nenek itu pikirannya kolot banget deh, sekarang kan udah bukan jaman-jaman dulu yang perempuan kerjanya cuma dirumah, ngurus suami, ngurus anaknya, ngurus dapur.. Sekaran jaman udah berubah, nek!

Tapi saya salah..

Sekarang saya sadar kalau semua yang dibilang nenek itu bener. 100% saya yakin kata-katanya itu bener.

Sebagai perempuan yang mulai beranjak dewasa (uhuk!) saya mulai berpikir tentang masa depan saya tentunya.. Mau seperti apa saya nanti, menikah dengan siapa saya nanti, jodoh saya seperti apa ya nanti, mau punya anak berapa ya nanti, bla bla bla blaaaaaa~ semua hal mengenai masa depan itu seperti burung yang mengitari kepala saya setiap harinya.

Tapi setidaknya saat ini saya sudah punya gambaran mengenai masa depan saya.

Di umur saya yang ke-20 ini saya ingin fokus bekerja dulu dan jika memungkinkan saya ingin mencari tempat yang lebih baik. Bukan berarti sekarang tidak baik, bukan. Tapi toh saya juga manusia biasa, jika ada tempat yang bisa menawarkan penghidupan yang lebih layak, kenapa tidak kan?
Di umur saya yang ke-21 nanti kalau bisa serta ada kesempatan saya juga ingin meneruskan kuliah. Karena saya ingin merasakan wisuda yang sebenarnya, saya ingin saat foto wisuda nanti saya sudah memiliki calon suami hihihi. Daaaaan, yang pasti saya ingin merasakan pakai toga sebenar-benarnya!
Di umur saya yang ke-24, saya ingin menikah dan punya anak. *amieeeeeeeeeeeen!* Dan itu berarti saya akan berhenti bekerja. Saya mau setelah menikah nanti, dengan siapapun, saya ingin seluruh waktu yang saya miliki saya gunakan untuk mengurusi suami dan anak-anak saya nantinya (Aihhhhh! uhuk uhuk!)

Oke, mungkin bagi sebagian orang ini terlihat kuno. Tapi sebodo amat lah apa kata orang, saya punya pandangan sendiri mengenai hal ini. Menurut saya, ketika sudah menikah maka tugas utama seorang perempuan adalah melayani suaminya. Saat sudah menikah nanti saya tidak ingin mempekerjakan seorang pembantu rumah tangga, saya tidak ingin orang lain yang mencuci baju suami dan anak saya nantinya, saya tidak ingin anak saya lebih dekat dengan orang lain dibandingkan dengan ibunya sendiri, saya tidak ingin suami dan anak saya nantinya memuji masakan orang lain, NOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO! Maka dari itu saya suka belajar masak. Suatu hari nanti, setelah berhenti bekerja, saya ingin punya catering, bakery dan punya coffee shop (amieeeeeeeeen ya Rabb) :)

AMIEEEEEEEEEEEEEEN! XD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...