Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan pos dari November, 2015

Dream a New Dream at Dreamland Beach

Sebuah papan bertuliskan 'Welcome to Dreamland Beach' menyambut kedatangan kami sebagai pengunjung sore hari itu. Seharusnya dari siang hari aku sudah berada ditempat ini, tapi karena satu dua tempat lain yang bisa dikunjungi sebelum bisa sampai kemari jadilah tempat ini jadi tempat yang paling akhir dikunjungi. 
Dari arah Pantai Padang-Padang, aku berjalan melalui semacam pemukiman penduduk yang awalnya sepi hingga akhirnya hanya tinggal perkebunan-perkebunan. Ini jalan terdekat ya, gumamku saat melihat arah jalanan di google maps. Baiklah baiklah. Hingga akhirnya tiba diujung jalan yang ternyata justru merupakan jalan sebuah kompleks perumahan elit, aku sempat ragu dan bertanya pada satpam setempat. 


Senyum ramah dua orang satpam menyambut saat aku menghampiri pos jaga. Setelah bertanya dan memastikan kalau memang itu jalan yang benar, aku melanjutkan lagi perjalanan. Rasa was-was selama perjalanan nyatanya bukan berasal dari google maps yang sering hilang muncul, terlebih …

Sacred Sanctuary Monkey Forest Ubud; Awas Ada Monyet!

Suasana kehijauan saat memasuki daerah Ubud mulai terasa, hawanya pun sedikit berbeda dengan kawasan Bali lain rasanya lebih sedikit dingin. Masih berbekal teman setia google maps, hari kedua di Bali aku rencanakan untuk menjelajahi daerah Ubud dan sekitarnya dengan estimasi waktu kurang lebih 60 menit dari arah Kuta tempatku menginap.
Nah, di Bali ada satu obyek wisata yang berkaitan dengan hewan dan namanya juga sudah mendunia yaitu Sacred Sanctuary Monkey Forest Ubud. Sesuai namanya, tempat ini lokasinya di daerah Ubud, Bali tepatnya di Jalan Wenara Wana Desa Padangtegal, Ubud – Gianyar. Sepanjang jalan menuju kemari pemandangan berbeda disuguhkan lain dari biasanya, areal pesawahan yang sedang menghijau jadi semacam sajian pembuka menuju Ubud.

Mengubah Pola dengan Perspektif Berbeda

"Setiap hari kami belajar: Bahwa Tuhan Maha Kaya dan milikNya lah segala sesuatu di langit dan di bumi, bahwa Ia Maha Menghitung tetapi sekaligus Maha Mengampuni, bahwa Allah Maha Menguasai Segala Sesuatu. 
Saya mengangguk. Tak ada manusia yang tak memiliki beban dalam hidupnya. Bahkan para rasul pilihan Tuhan sekalipun. Laa nufarriqy bayna ahadin-min rusulih, tak ada yang dibeda-bedakan, semua akan menghadapi masalahnya masing-masing.
"Kita punya Allah. Selama Allah bersama kita, semua akan baik-baik saja." Kalimat Rizqa yang terakhir benar-benar membuat saya jauh lebih tenang... Jauh lebih tenang... Jauh lebih tenang dari sebelumnya.
Tiba-tiba terasa, ayat terakhir dari surat Al-Baqarah benar-benar bermakna untuk menguatkan hati siapa saja yang cemas: Laa yukallifuLlahu nafsan illa wus'aha. Allah tidak akan membebani seseorang dengan sesuatu yang tak sanggup dipikulnya. Allah tak akan membebani hambanya di luar kesanggupannya.
... Dan hari ini saya mengerti pesan Papa…

#MainSebentar; Menjelajahi Pantai Rambak Bangka

Dalam rangka bosan karena hampir beberapa minggu belakangan disibukkan dengan aneka urusan ini itu soal pekerjaan, soal pelimpahan kerjaan karena salah seorang teman kantor yang cuti melahirkan, soal SPI, soal sibuk pindahan dan lain sebagainya. Akhirnya aku dan seorang teman, Kawells, minggu lalu nekat berduaan pergi ke salah satu kawasan pantai di Sungailiat naik motor.
Awalnya kami sempat ragu juga mengingat asap yang memang juga sedang cukup pekat beberapa hari kebelakang. Tapi tanpa pikir panjang akhirnya pagi itu kami pergi juga untuk main sebentar, dengan perjanjian awal nantinya akan dilakukan pergantian shift bawa motor! Ha! Bahasamu, nak nak. Sebetulnya aku sih yakin aja bisa bawa motor seharian kalau inget perjalanan di Bali selama 4 hari sendirian, berhubung ini boncengan jadi lain ceritanya.

Selain asap, hal lain yang jadi masalah adalah operasi zebra yang sedang marak dilakukan pihak kepolisian. Kenapa panik? Karena kami berdua sama-sama belum punya Surat Izin Mengemudi…