30 Oktober 2014

Pantai Rebo; Melihat Lebih Dekat Masyarakat Pesisir Pulau Bangka

Terletak di Sungailiat, Kabupaten Bangka, Pantai Rebo mempunyai garis pantai yang membentang panjang sejauh mata memandang. Awalnya kami, saya dan teman, pergi kemari karena iseng saja mengikuti petunjuk jalan saat hendak menuju Pantai Parai. Sebelumnya, saat pergi ke Pantai Tanjung Pesona memang sempat melihat arah pantai ini hanya saja tidak sempat rasanya jika memaksakan diri mampir kemari.

Dari jalan utama kami tidak mengira sih kalau ternyata untuk sampai ke Pantai ini lumayan jauh juga. Perjalanannya kurang lebih sekitar 20 menit saja, tapi saat itu rasanya was was nggak karuan sepanjang jalan karena bahan bakar kendaraan kami hampir habis. Dar! Lucu rasanya jika membayangkan kami kehabisan bahan bakar dijalan sepi yang dikelilingi pohon-pohon tinggi dan rimbun. Tapi akhirnya kami sampai juga di kawasan Pantai Rebo.


Pantai ini memang bukan, atau memang belum, dikomersialisasi oleh Pemerintah daerah setempat untuk dijadikan kawasan wisata. Disekitar pantai sendiri terdapat banyak bangunan semi-permanen terbuat dari kayu, yang kalau dari pengamatan saya sih pasti ini rumah para nelayan sekitar sini.


10 Oktober 2014

Menyaksikan Jejak Kejayaan Timah di Pulau Bangka

Bicara soal timah, bicara soal Pulau Bangka. Saya tau mengenai dua pulau ini saat membaca dan menyaksikan buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Saat membacanya pikiran seolah mengawang-awang seperti apa pulau ini, bagaimana keindahan yang digambarkan didalamnya, dan tentang kehidupan sosial budayanya yang beraneka ragam tapi hidup dengan tentram. Dalam cerita itu juga diceritakan bagaimana dulu pertambangan timah pernah mengalami masa kejayaannya, pada masanya. Sempat tidak terbayangkan bahwa sekarang, saat ini hingga beberapa tahun kedepan, saya harus menetap di pulau ini. Sungguh.

Nah, di kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka, terdapat tempat yang menyajikan wisata sejarah sekaligus edukasi yakni Museum Timah. Museum ini terletak di Jalan ahmad Yani, sekitaran kompleks PT Timah. Untuk mencapai kemari nggak sulit kok, karena dari arah pemandangan depannya saja sudah mencolok ada semacam bagian depan lokomotif kereta dan tulisan 'Museum Timah Indonesia'.


Awalnya saat hendak berkunjung kemari saya agak ragu karena tidak ada terlihat penjaga maupun orang didalam museum. Tapi akhirnya mencoba memberanikan diri untuk masuk dan ternyata memang tidak ada siapapun didalam. Setelah mengisi daftar tamu, saya mulai melihat-lihat satu demi satu benda yang dipajang didalamnya.

Jadi, ternyata Bangka dan timah ini dua hal yang tidak terpisahkan. Nama pulau Bangka berasal dari wangka yang artinya timah. Dijelaskan juga disana bawah hasil pertambangan timah dipulau ini dulunya sangat melimpah dan bernilai jual tinggi. Namun, seiring berjalannya waktu pengeksploitasian timah yang terus menerus membuatnya kian menipis. Hingga pada akhirnya harga timah pun jatuh.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...