28 September 2012

Bukan Jarak Pembunuhnya. Tapi Kita lah Pelakunya.

shitlicious: Bukan Jarak Pembunuhnya. Tapi Kita lah Pelakunya.:


Aku ingat bagaimana caramu menyapa..
Aku ingat bagaimana caramu tertawa..
Aku ingat bagaimana caramu menunjukkan dunia..
Meski kita sudah tak berjumpa sekian purnama..

Wajahmu bersih tanpa noda dan tanpa dosa..
Suaramu semerdu nyanyian surga..
Kedamaian menyapa setiap kali kamu menawarkan telinga..
Itulah kenapa setiap saat bersamamu aku ingin berlama-lama..

Bersamamu aku merasa bisa menghadapi dunia..
Kamu selalu di sana dan menjadi saksinya..
Dari saat mimpiku baru sekedar wacana..
Sampai saat mimpiku menjadi nyata..

Aku ingat saat pertama kali mata kita berteguran..
Senyum ramahmu menyuguhkan kenyamanan..
Dan senyum itu menciptakan sebuah keyakinan..
Kamu dan aku memang akan berjalan beriringan..

Dari kamu aku belajar tentang keberanian..
Bersamamu aku berani membuat keputusan..
Karena kamu aku bisa mengalahkan keangkuhan..
Dan demi kamu juga aku berani melakukan pengorbanan..

Aku ingat hal-hal bodoh yang pernah ku lakukan dulu..
Mengendap-endap di toko emas buat beli cincin tanpa sepengetahuan kamu..
Sampe ibu-ibu penjaga toko meneriakiku..
Tapi itu semua tertebus oleh sebuah tangisan haru..

Aku ingat saat pertama aku memelukmu..
Sengaja lama-lama aku ciumi pundakmu..
Seakan-akan aku bisa menghirup aroma bebanmu di situ..
Saat itu lah aku merasa menjadi pria berguna bagimu..

Tapi aku sadar, hidup ini mungkin terlalu panjang untuk cerita cinta kita..
Aku sadar, masa lalu biarlah menjadi nostalgia..
Aku hargai keputusanmu untuk menutup bab terakhir cerita kita..
Aku yakin, ini memang saatnya kamu membiarkanku sendiri menghadapi dunia..
Karena hanya kamu yang bisa benar-benar mengenaliku apa adanya..

Awalnya, aku mengira jarak lah yang patut disalahkan..
Tapi sekarang aku mengerti, kita lah yang layak dipertanyakan..
Mungkinkah cinta ini hanya sekedar selingan?
Atau cinta ini layak dibawa hingga akhir kehidupan?

Aku percaya jarak tak pernah salah..
Aku percaya jarak tak mampu membuat cinta musnah..
Aku percaya jarak tak pernah jahat..
Aku percaya jarak justru mendidik kita jadi pasangan yang hebat..

Tapi tampaknya kini kau menyerah..
Dan aku pun tak bisa melawan atau menebar amarah..
Karena kisah ini berawal dengan pertemuan yang indah..
Aku tak ingin semuanya diakhiri dengan rasa gelisah..

Aku ikhlas melepaskanmu..
Akan ku ceritakan kisah kita kepada anak-cucuku..
Agar mereka tau, aku pernah menghidupi kisah cinta sehebat itu..
Agar mereka sadar, cinta itu tak hanya sekedar "aku mencintaimu"..

Selamat tinggal cinta..
Terima kasih untuk pelajarannya..
Aku tak pernah berfikir ini semua sia-sia..
Justru kisah ini membuatku semakin dewasa..
Untuk menyikapi ceritaku di bab berikutnya..

26 September 2012

Describe yourself; Me, mine..

Atas tantangan seorang teman untuk mendeskripsikan diri dalam 1000 kata, maka saya membuat postingan ini. Haha! Sebenarnya saya termasuk orang yang sangat sulit malas untuk menceritakan diri sendiri. Tapi ternyata sifat ini merugikan saya sendiri untuk saat-saat tertentu, saat interview kerja misalnya.. Seringkali saya terdiam beberapa lama saat diminta mendeskripsikan diri sendiri kepada para interviewer. Beberapa kali saya diminta untuk menceritakan diri saya, lalu saya mulai cerita kesana kemari, tapi dalam waktu kurang dari 5 menit. Dan dengan raut muka heran salah satu dari mereka bertanya, 'Berapa umurmu?'. Tidak terpikirkan apapun, saya menjawab saat itu, '20 tahun pak'. 'Hmm.. 20 tahun kamu hidup, dan saat diminta untuk mendestripsikan diri kamu sendiri hanya dalam waktu kurang dari 5 menit?', timbalnya. Hasilnya? Jangan tanya. Ya, saya gagal dalam interview tempat kerja impian saya itu. Hahaha, tragis.

Oke kita mulai.. satu dua tiga...
Nama saya Anggi Agistia, biasa dipanggil Anggi, atau agis oleh teman-teman dekat saya. Saya merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Adik saya yang pertama laki-laki, namanya Pilar Mochammad Noor, sedangkan si bungsu perempuan, namanya Aurellia Mutiara Rahma. Nama indah yang saya siapkan dari beberapa bulan sebelum kelahirannya tiga tahun lalu. Oya, kedua orangtua saya bekerja sebagai entrepreneur, alias wiraswasta. Semenjak kecil hingga lulus kuliah saya tinggal di kota Bandung, kota Paris van Java. Saya suka menulis, membaca, dan travelling. Pada saat SMP, saya bergabung dengan Organisasi Siswa Intra Sekolah dan menjadi pengurus Palang Merah Remaja pada saat itu. Sedangkan saat SMA, saya bergabung dengan tim jurnalistik sekolah yang bernama Seven Journalist Team dan ekstrakulikuler teater, Bocah Sma Tujuh. 
Dari kedua organisasi tersebut, saya banyak belajar tentang media. Karena kedua hal tersebut sama-sama berhubungan dengan media. Menjadi seorang jurnalis sekolah membuat saya harus selalu up-to-date tentang perkembangan informasi tentunya. Saya juga sering melakukan liputan kepada beberapa orang untuk dijadikan people-of-the-month sebagai bahan pertimbangan redaksi, entah itu untuk bulletin ataupun majalah dinding. Saya juga sering ditugaskan untuk meliput event-event, baik internal maupun eksternal, seperti konser musik, bazzar, pameran dan hal sejenisnya. Dan tak jarang saya mendapat teman baru dari kegiatan ini. And I’m totally falling in love with this duty! Seriously.
Selain mengharuskan saya untuk selalu kreatif dan aktif mencari informasi, saya juga mencintai kegiatan ini karena saya bisa berinteraksi dengan banyak orang dalam berbagai golongan. Oya, saat itu juga kebetulan saya menjabat sebagai ketua organisasi. Sebagai ketua, saat itu saya belajar banyak hal dalam membangun suatu teamwork yang baik, belajar membagi tugas dengan sama rata, dan belajar mengatasi konflik internal organisasi. Memang agak cukup sulit, tapi nyatanya semua itu bisa dilalui, selalu ada jalan keluar untuk setiap permasalahan, itu prinsip saya.
Sebenarnya saya juga ingin ikut organisasi Pecinta Alam, tapi sayangnya gak dapat ijin dari orangtua. Untuk itu sering kali beberapa kali saya, dan beberapa teman, melakukan kegiatan camping dan hiking tanpa ijin. Kami biasanya melakukan kegiatan ini dengan sangat mendadak, tanpa persiapan yang matang. But, that’s the point! Saya, belajar banyak  tentang kehidupan di alam bebas, belajar betapa kebersamaan bersama teman ditengah hutan saat malam hari ditemani hangatnya api unggun, petikan gitar dan alunan alam berpadu itu merupakan perasaan yang tidak bisa terungkapkan dengan kata-kata. Bahagia itu sederhana, kurang lebih sih begitu kalau orang-orang bilang. Saya juga belajar bagaimana caranya bekerja sama dengan teman-teman saat tenda roboh sedangkan hujan semakin lebat dan tenda terendam air, belajar bertahan hidup saat cadangan makanan hampir habis, bagaimana kami harus saling berbagi tanpa memikirkan egoisme masing-masing dan bahkan rela mengalah disaat-saat tertentu. Damn, I miss you all!
Di kampus tidak banyak aktivitas yang saya ikuti, hanya beberapa, termasuk himpunan, itupun tidak selalu setiap kegiatan saya datangi. Ya, jadwal kuliah yang terbilang cukup padat ditambah tugas yang seabrek membuat saya mengurangi kegiatan sosial dikampus. Sebenarnya sih ini tidak bisa dijadikan alasan. Hmm.. Kuliah dari mulai pukul 7 pagi sampai jam 5 sore, full day, hampir setiap semester saya jalani. Bahkan karena jarak dari rumah ke kampus bisa dikatakan tidak dekat, di tahun pertama dan kedua saya memilih untuk menyewa sebuah rumah kos bersama seorang teman, ajeng.
Dapat dikatakan saya bukan anak dengan IQ diatas rata-rata, saya tidak pintar, sungguh. Tapi, saya tipikal anak yang rajin dan ulet, setidaknya begitu yang saya rasa dan teman-teman bilang. Seringkali teman-teman meminjam catatan harian saya untuk mereka salin dirumah. Saya juga termasuk mahasiswi yang rajin mengerjakan tugas, saya rasa, jika dibandingkan dengan teman-teman saya. Saya punya kenangan buruk dengan copy-paste, lucu sih sebenarnya, dulu setiap selesai mengerjakan tugas pasti seringkali ada beberapa teman menanyakan kepada saya dan meminta dikirimkan hasil pekerjaan saya by email dengan alasan 'hanya sebagai contoh'. Nyatanya? Memang berbeda, judulnya. Isinya bisa dikatakan bagai pinang dibelah dua, sama. Kecewa? Jelas. Tapi toh saya tidak bisa berbuat apa-apa.
Suka duka saya saat menjadi mahasiswa sungguh sangat banyak, ditengah sistem kuliah diploma dan berbagai tuntutan hidup lainnya, tapi justru disitu kesannya banyak pelajaran dan hikmah yang bisa diambil. Setidaknya diluar itu semua, dari sifat rajin dan ulet yang saya miliki selama dua tahun berturut-turut saya bisa mendapatkan beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik). Alhamdulillah. Hal itu bisa saya jadikan suatu kebanggaan tersendiri, karena dari akhirnya saya bisa membiayai kuliah sendiri sampai akhir tanpa membebani kedua orangtua saya lagi.
Pada dasarnya saya adalah seorang yang berwatak keras. Seorang yang tidak akan dengan mudah merubah pendiriannya terutama jika memang saya merasa bahwa memang saya benar. Begitulah. Aktif di berbagai organisasi membuat saya tidak sulit untuk bergaul dengan siapapun, hanya saja pada awal pertemuan dengan orang maupun lingkungan baru, saya biasanya cenderung terlihat pendiam, berusaha mengenali dulu segala hal dalam hal baru tersebut, mencoba beradaptasi ..membaur diri dengan cara yang benar.
Saya juga tipikal orang yang sedikit spontan, seringkali melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Hal ini lebih sering saya lakukan dalam traveling. Yap, saya sangat suka traveling. Enjoy traveling, tasting new places and having new friends, that’s all. Sering sekali saya merencanakan liburan dadakan, tanpa persiapan yang matang, and here we go! Entahlah, bagi saya hal-hal demikian justru terasa lebih menantang. Bukan berarti saya tidak suka mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, hanya saja untuk hal satu ini feel yang saya rasa saat berlibur akan dua kali lebih berkesan.
Sukses, kesuksesan, menurut saya tidak hanya bisa dinilai dari hasil yang kita dapat atas suatu proses yang kita lakukan. Seiring berjalannya waktu saya belajar bahwa sukses itu bermakna luas. Sukses nyatanya bukan hanya dapat dinilai dari materi semata, setiap orang mempunyai standar nilai tersendiri untuk kesuksesannya. Dulu, saya selalu berpikir bahwa hasil adalah segalanya, sukses atau tidaknya kita akan suatu hal dilihat dari bagaimana hasil akhirnya. Lalu, seseorang menunjukkan saya suatu paradigma baru, dimana proses-lah yang bisa dijadikan parameter suatu kesuksesan. Karena, pada dasarnya suatu hasil akhir tanpa proses sama dengan nol besar. Tidak berarti apa-apa.
Dan, kurang lebih sejak setahun belakangan ini saya menyadari satu hal, saya sangat suka menulis, walalupun sejauh ini saya belum tau hal apa yang sesungguhnya saya minati dan apa yang akan menjadi fokus saya ..saya suka menulis. Apapun. Saya suka menulis tentang pengalaman saya melakukan travelling, saya suka menulis tentang review tempat makan yang saya kunjungi, saya suka menulis tentang perasaan saya, terkadang, ya itu dia apapun.. Randomly. Saya suka menulis, dan terkadang memasukkan tulisan-tulisan saya ke beberapa media dalam sebuah kompetisi. Pada hal ini saya merasa kalau ini hanya untuk aktualisasi diri, karena pada beberapa bulan belakangan tanpa ada hal yang harus dikerjakan terkadang membuat saya merasa bahwa saya tidak berguna, dan semacamnya. Sedangkan apresiasi dari tulisan itu, baik berupa materi maupun pujian, lebih tepat diletakkan dalam posisi sebagai suatu ‘timbal balik’ atau mungkin ‘bonus’ dari apa yang telah saya kerjakan. Hanya dapat bersyukur pada yang Maha Kuasa, Alhamdulillah.
Belajar mandiri, belajar melakukan berbagai hal sendiri dan berani bertanggung jawab atas hal tersebut. Ini juga yang sedang saya pelajari selama setahun belakangan. Tinggal terpisah ratusan kilometer dari kedua orang tua dan adik-adik membuat saya harus bisa mandiri, harus bisa belajar beradaptasi dengan lingkungan baru yang notabene berbeda dengan kota asal saya. Menghargai dan dihargai merupakan suatu hal yang saling berkaitan erat, menurut saya. Aturannya mudah, siapa yang ingin dihargai harus bisa menghargai orang lain terlebih dahulu, begitu kan?! Perbedaan budaya, kebiasaan, bahasa, suku, ras, agama dan lain hal sebagainya merupakan beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat memasuki suatu lingkungan baru, terlebih mengingat Indonesia merupakan Negara yang kaya akan keanekaragaman budaya. Ya, intinya tetap saja ..belajar.
Sekarang saya sedang belajar menghilangkan sifat keras kepala saya. Saya juga belajar untuk menilai sesuatu secara objektif, melihat satu hal dari berbagai sisi, dan mencoba menyebutkan beberapa kemungkinan atas penyebab terjadinya hal tersebut. Seseorang mengajarkan kepada saya bahwa nyatanya hidup ini memang penuh dengan berbagai kemungkinan, dan untuk itu kita tidak boleh berhenti berusaha untuk mendapatkan kemungkinan yang terbaik. Sehingga nantinya kemungkinan-kemungkinan itu akan menjelma menjadi suatu ‘kepastian’ yang bisa jadi membuat kita bahagia. Prinsipnya, saya selalu yakin bahwa pasti selalu ada penjelasan yang masuk akan untuk semua hal yang terjadi.
Kurang lebih itu yang bisa saya ceritakan. Tidak ada kata yang bisa saya katakan selain 'ya inilah saya..'.

Sekian dan terima kasih.

xx,

agistianggi


Nb: Dan, look! I can do it well, right?! But, i dont know how to make it real in reality. I'm better as silence, yes?

25 September 2012

E-commerce, masa depan marketing dalam bisnis!



Seiring berjalannya waktu, teknologi informasi dan komunikasi pun berkembang begitu pesat, hal ini termasuk perkembangan dunia online beserta berbagai perangkat pendukungnya. Perkembangan ini akan terus dan terus berjalan seiring dengan perkembangan peradaban manusia yang dipicu akan kebutuhan informasi secara cepat, tepat dan akurat. Dan tanpa disadari, kini berbagai aspek kehidupan kita, baik secara langsung maupun tidak, seperti cara belajar, cara bermain dan cara bersosialisasi lambat laun telah berubah selaju dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Para pebisnis tentu tidak mau melewatkan kesempatan emas saat melihat perkembangan ini sebagai salah satu sarana yang dapat menciptakan peluang pemasaran yang sangat besar, baik dari sisi peluang membangun ekuitas merek (branding) maupun peluang untuk meningkatkan penjualan. Dengan media ini, para pebisnis dapat mengembangkan bisnisnya dengan lebih efektif dan bahkan dengan biaya yang jauh lebih efisien jika memiliki strategi yang tepat. Media ini lebih dikenal dengan sebutan e-commerce.

Internet marketing sebenarnya sudah mulai populer di berbagai Negara maju sejak tahun 1999, dimulai dengan lahirnya berbagai mesin pencari dan email web based seperti yahoo, google dan beberapa mesin pencari lain. Kenyataannya, saat ini bagi sebagian orang internet sudah menjelma menjadi sebuah kebutuhan pokok karena dengan internet kita dapat memperoleh berbagai macam informasi terkini baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Juga banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan hanya dengan adanya koneksi internet, diantaranya, berbelanja secara online, online banking, kuliah online, sosialisasi online melalui facebook, twitter, serta berbagai jejaring sosial lain yang bahkan kini banyak dijadikan sebagai sarana advertising online.

Maka dari itu, para pelakon bisnis melihat dunia tanpa batas ini sebagai salah satu peluang yang sangat menggiurkan. Berdasarkan survey yang dilakukan, perkembangan bisnis berbasis online ini kian hari kian meningkat dalam berbagai sektor seiring meningkat pula jumlah penggunanya. Adapun jumlah pemakai internet di Indonesia sendiri yang terhitung cukup besar juga menjadikan Indonesia sebagai pasar yang begitu potensial untuk pemasaran bisnis secara online. Transaksi jual beli secara online ini bahkan sering dijumpai pada berbagai forum, mailing list, blog, website, bahkan social media terpopuler saat ini seperti facebook dan twitter.

Hal ini terlihat pada setiap kali membuka internet dan browsing di internet, banyak sekali iklan melalui web yang menawarkan berbagai jenis produk yang diperjual belikan dengan promosi online. Nah, setelah ini tugas seorang marketer-lah yang berperan penting untuk membuat media promosi ini efektif, bagaimana cara berkomunikasi efektif dengan para pelanggan, bagaimana membuat tampilan yang indah dan menarik beserta info lengkap mengenai produk atau jasa yang dijual agar para pelanggan tertarik dan berminat untuk membelinya.

Social media memang merupakan salah satu peluang potensial dalam memasarkan produk. Dengan mempertajam aktivitas marketing serta melakukan analisa secara mendalam mengenai perkembangannya, para pebisnis bisa tahu apa saja yang diinginkan konsumen dan selanjutnya mencari cara bagaimana untuk menyelaraskan dengan bisnisnya tersebut.  Yang penting diingat adalah bahwa social media dan sejenisnya tak lebih sebagai sarana saja, karena yang jauh lebih penting adalah bagaimana para pebisnis tersebut mampu mengoptimalkan pelayanan sehingga mampu melayani pelanggan sebaik mungkin sehingga para pelanggan puas dan bahkan melakukan repeat order. 

Dan saat ini ada satu lagi sarana teknologi informasi yang dapat dimanfaatkan dalam bisnis yakni pemanfaatan mobile device atau ponsel. Mobile device kini tak hanya sekadar alat komunikasi semata, lebih jauh alat satu ini kini telah menjelma sebagai fashion statement seseorang. Penggunaan smartphone dan gadget-gadget canggih sejenisnya bahkan nyatanya kini sudah menjelma sebagai salah satu kebutuhan primer, karena mobile device juga seiring perkembangan teknologi telah dilengkapi dengan berbagai fitur-fitur yang dapat menunjang kegiatan bisnis. 

Di era teknologi informasi seperti sekarang ini, sadar atau tidak, mobile marketing adalah masa depan marketing. Dalam hal ini, ponsel adalah salah satu sarana yang sangat potensial untuk melakukan promosi, karena alat satu ini dapat selalu dibawa kemanapun kita pergi dan umumnya selalu dapat on selama 24 jam sehari. Bahkan dalam menjalankan bisnis online, beberapa bisnis menggunakan sistem dalam pengerjaanya, sehingga tugas para pebisnis tersebuth hanya memberikan follow up atas permintaan yang telah diterima sistem. Dengan hal ini, setiap dering telepon, sms, maupun aplikasi dengan fitur koneksi internet bisa menjadi sebuah peluang bisnis yang menguntungkan.

Kemampuan mobile device dipadu dengan teknologi informasi, dalam hal ini infrastruktur jaringan mobile broadband yang dapat mentransmisi pesan-pesan komunikasi, menciptakan kapabilitas konsumen dan model marketing yang baru. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu media promosi yang sangat kuat dengan penyampaian konstekstual dan real-time. Tentu saja hal ini dapat menjadi sinyal positif bagi para pebisnis. Meskipun demikian, para pelakon bisnis harus tetap berhati-hati dalam melakukan promosi melalui media ini, karena bagaimanapun tanggung jawab pemakai teknologi informasi dalam pemanfaatan dunia bisnis online sangat penting untuk diperhatikan. Peranannya disini adalah dengan tahu cara menggunakan teknologi informasi dan keterbatasannya dalam berbagai situasi, juga menggunakannya dengan benar dan sesuai dengan standar etika bisnis yang ada sehingga tidak melanggar hak, privasi dan keberadaan orang lain atau pesaing bisnisnya.

Cara promosi dengan mobile device ini haruslah kreatif dan sesuai standar etika bisnis. Karena apabila tidak, promosi yang dilakukan akan dianggap sebagai spam atau sampah semata. Namun, jika dilakukan sesuai standar etika yang benar, besar kemungkinan para pelakon bisnis bisa mendapatkan berbagai keuntungan. Seiring berkembangnya penggunaan mobile device sebagai sarana promosi (mobile advertising), hal ini dengan sendirinya akan mengubah pola perilaku konsumen karena kemudahannya melakukan transaksi hanya dengan sekali klik. 

Selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah strategi apalagi yang harus disiapkan untuk dapat memenangkan pangsa pasar online yang begitu besar ini?





Artikel ini diikutsertakan dalam blog competition 'Padjajaran Blogpreneur Competition' dengan tema Pemanfaatan Teknologi dalam Bisnis.



Anggi Agistia

Selamat ulang tahun, Bandung! \o/



Selamat Ulang Tahun, Ibu Kota Priangan!
Selamat Ulang Tahun, Kota Paris van Java!
Selamat Ulang Tahun, Kotaku! 
Selamat Ulang Tahun, Bandung!
Selamat 202 \o/


Stay cool and Lovely! Always, B. Love.

20 September 2012

Winner

Alhamdulillah, hanya kata itu yang saya ucapkan berulang-ulang sore itu saat mendapat sebuah email dari detikcom. Antara terkejut, senang dan senaaaaang rasanya saat saya mulai membaca baris demi baris isi email yang saya baca melalui smartphone saya. 

Woooow! Saya sendiri agak nggak nyangka sih bakal jadi pemenang d'Traveler (lagi), karena dibulan yang sama juga saya menjadi pemenang cerita mudik detikTravel. Nah, ternyata kali ini saya dinyatakan sebagai salah satu dari 10 pemenang d'Traveler periode Bulan Agustus 2012. Hooo, alhamdulillah. Terima kasih, yaRabb.

Saking penasarannya, saya buka webnya detikTravel dan langsung cari column box 'Detik Travel Inside' dan klik..


Aaaaaaak~ ternyata beneran nama saya tercantum disana. "Bulan Agustus telah dilewati dengan berbagai cerita dan foto yang menarik. 10 d'Traveler yang telah berbagi pengalaman traveling pun terpilih menjadi pemenang bulanan kali ini! bla bla blaa....

dan..



Horeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeyyyy!



Ternyata posting cerita liburan saya ke Pantai Tanjung Lesung yang masuk kategori ini. Dengan judul, Tanjung Lesung, Eksotisnya Alam di Ujung Pulau Jawa. (klik link for read more)

18 September 2012

Dear, F..

Thanks for encouraging me to be patient and grow to be a better person. Thanks for the honesty that only a true friend can give. I can’t begin to thank you for all the superhuman effort that you put into my life.. I wouldn’t have survived all the day if you weren’t there. I can’t begin to tell you all how much your support means to me. You all are the part of my life, my story. ..thank you, bee! for all the years of support and friendship. You all are the best! Always.


xx,

agistianggi

14 September 2012

Mencari jalan yang benar..

Hampir semua orang mempunyai pandangan tersendiri mengenai mana hal yang benar dan mana hal yang salah. Juga, kriteria yang digunakan untuk menentukan yang benar dan yang salah ini pun berbeda-beda. Entah berapa banyak orang yang mencari kebenaran, namun tidak juga mendapatkannya. Ada pula mereka yang tidak mencari kebenaran karena mereka yakin bahwa kebenaran itu akan muncul dengan sendirinya. Tapi, adapula mereka yang sama sekali tidak berusaha mencari kebenaran namun beranggapan sudah benar. 

Yang jadi pertanyaan, apakah iya kebenaran itu sepenuhnya bisa dipikirkan berdasarkan logika? Entah itu logika sendiri maupun mungkin logika orang lain yang berkompeten di bidangnya, bisa jadi. Entah lah.. 

Nyatanya, kita selalu dihadapkan pada berbagai alternatif pilihan, dalam berbagai hal.. Bahkan terkadang dalam suatu persoalan, pilihannya tidak selalu hanya benar atau salah, baik atau buruk. Tidak melulu. Terkadang ada pilihan jelek dan sangat jelek, atau bagus, sangat bagus dan sangat sangat bagus. Pada situasi-situasi tertentu, kita bahkan memerlukan bantuan untuk memilih dua, tiga atau bahkan empat alternatif sekaligus dalam satu waktu.

Tentu sangat wajar jika dalam setiap tindakan untuk memilih berbagai alternatif yang muncul itu kita harus berhati-hati. Yang sulit, menurut saya, adalah ketika kita diberikan alternatif yang kemudian harus kita cari korelasi antara hubungan sebab dan lalu akibatnya ..menggabungkan 5 W dan 1 H, Apa ..Mengapa ..Kenapa ..Siapa ..Kapan ..dan Bagaimana! Ya, begitu lah. Setiap tindakan yang diambil harus dipikirkan dengan matang, jangan sampai kita menyesal di kemudian hari. Sebenarnya penyesalan (pun) terjadi atas keputusan kita saat memilih, sadar ataupun tidak saat memilih suatu alternatif pilihan kita tau semua konsekuensi yang muncul dari pilihan kita tersebut. Am I right?

11 September 2012

Menang, lagi ( !!! )

Hmm.. kali ini saya beruntung (lagi) karena memenangkan hadiah dari menulis cerita liburan yang diadakan oleh detikTravel. Jadi waktu itu secara tidak sengaja saya melihat sebuah info dari detikcom, induk dari detikTravel, dimana sedang diadakannya suatu lomba menulis cerita liburan.. Sayangnya waktu itu saya mengetahui hal ini tepat 2 hari sebelum lomba ditutup. Maka, jadilah hari itu, saya dengan cerita seadanya menceritakan kembali liburan saya ke daerah Ciater, Subang.. mengitari suatu pesona alam dibalik hamparan kebun teh, Air Terjun! here

Walaupun agak sedikit pesimis saya terus menulis cerita, lagi dan lagi.. sampai kurang lebih 3 sampai 4 halaman kertas A4 saya isi dengan kata, cerita dan sedikit rasa, ciee. Sampai akhirnya, keesokan harinya tulisan saya di publish. Sejujurnya sih.. saya sedikit merasa kecewa. Kenapa?! Soalnya tulisan saya di sunting disana-sini oleh pihak redaksi bersangkutan, sehingga alur cerita pengalaman saya menjelajah tempat-tempat tersebut sama sekali tidak terarah, ngalor-ngidul. hhhhh..

Lalu, satu persatu tweet komentar bermunculan.. sampai kurang lebih 100 tweet. Setelah membaca term & condition lomba, dijelaskan bahwa pemenang dinilai dari banyaknya pembaca dan pemberi komentar. Dari situ barulah saya publish tulisan tersebut ke dalam twitter, facebook, google+ dan via bbm. 

Selagi menunggu pengumuman pemenang juga ternyata saya jadi d'Traveler of The Day versi detikTravel, uhukkkk!



Seharusnya sih pengumuman pemenang diumumkan tanggal 11 agustus waktu itu, namun entah kenapa sampai malam hari pun belum ada kabar beritanya. Dan lalu, sekitar 2 hari kemudian pengumuman itu akhirnya muncul juga. Dengan judul tagline 'Ini dia pemenang cerita mudik detikTravel'. Wo hooooo! We are the champion! We are the champion! Hoho.



10 September 2012

Lately...

  • Writting. I wanna love something that much.
  • I have never stopped loving photograph & travelling.
  • Realized that I need to travel more.. within Indonesia! 
  • Never stopped dreaming and believing. yes.
  • Feel so happy to see one by one of my friend getting married. 
  • I love when I can creating something from nothing.
  • Being creative, more and more!
  • Love wearing hijab. 
  • Feel like need a looooooooooot of time to spend with my parents, my brother and my little sister.
  • Realized that mistakes are the best lessons in life.. you just need to learn and get better!
  • Really loves cooking! 
  • Really like fire wings level 3 Richeese Factory, although it make me crying! Ha.
  • I wanted to feel as passionate about something, mmhh something that can make me happy, maybe. Like, something that make me alive. Yes, 'alive'!
  • Wanna helping as many people as I can.
  • Love A more and moreeee..


xx,

agistianggi

7 September 2012

Bias


Melihat senja saat menuju malam. Melihat hitam saat akan hujan. Melihat bias merah. Kuning, orange, merah, kuning, orange, biru, kuning     ........ah, kamu! Kangen.

5 September 2012

Le Marly Pantry

Sewaktu puasa bulan kemarin, saya dan beberapa teman, mengunjungi salah satu resto baru di daerah Citarum, dekat jalan Riau ..Le Marly Pantry!


Pada awalnya saya juga agak bingung mengenai lokasi tempat ini, karena memang baru saya dengar.. tapi ternyata tempatnya gampang banget, patokan arahnya dari riau belok kanan setelah masjid istiqomah, langsung deh disitu kita bisa liat baligo resto ini dengan jelas..
 
Tempatnya lumayan cukup luas dengan interior yang cukup unik seperti pantry. Aktivitas di dapur bisa dengan bebas kita lihat karena memang cafe ini mengusung konsep open kitchen. Tamu yang datang bisa melihat langsung aktivitas di dapur dari balik kaca tembus pandang. Selain itu di setiap dinding dihiasi dengan berbagai macam ornamen peralatan dapur. Pencahayaan dan suasana disini dijamin deh bisa bikin kita betah berjam-jam ngobrol, hehe. Oya, ada sepasang perosotan dan ayunan juga buat anak-anak loh. Selain itu juga ada private room yang katanya sih bisa dipakai untuk meeting, tapi sayangnya pake kaca transparan, yang kalau menurut saya malah jadi kurang private deh.

Pertama datang kami diberi daftar menu makanan yang ada diatas sebuah papan berukuran besar, uniknya menu minuman disimpan di botol bekas wine gitu. Kami sempat bingung soal menu makanan yang terlihat sangat asing, buat saya. Untungnya para pelayan disini sangat membantu kami untuk menanyakan detail makanan dibalik nama menu-menu yang ada di list tersebut hehe.


Untuk range harga sendiri berkisar mulai dari 30k sampai dengan 150k. 

Dan kami memesan beberapa menu makanan, here it is....

Spicy Chicken Baked Rice

Beef Baked Rice

Prawn Dori Fish & Peach Tea


Pesto de Riso
Ice Cappucino

Peach Juice
Untuk rasa, saya kasih nilai 4 dari 5 deh. Hmm.. anyway boleh juga deh masukin Le Marly ke dalam daftar urutan tempat kuliner yang wajib dikunjungi kalau jalan ke Bandung. Cheeeeers! Hoooo~

4 September 2012

Birthday gift!

Di ulang tahun saya ke-21 kemarin, saya mendapat beberapa kado dari partner, teman, keluarga dan hmm mantan pacar, hihiyyy! Ya, apapun bentuknya itu saya ucapkan terima kasih.. terimakacihhhhhhh! hooo!

Selain dapet birthday cake (as always), saya juga dapet sepasang sepatu, beberapa birthday card, satu necklace dan satu CD ucapan selamat ulang tahun dari nopaleo dan teman-teman lainnya. Hmm.. saya juga dapet satu notebook kecil, hehe alhamdulillah. Satu baju baru dan satu jam tangan juga, Aaaa~ Thanks!







Tapi, kado yang paling saya suka adalah CD dari nopaleo yang berisi ucapan-ucapan selamat ulang tahun dari dia, teman-teman Himas 08, teman-teman kelasnya, teman-teman segeng dan keluarga saya. It's really sweet! Bukan hanya ucapan, tapi juga dia memasukkan video-video yang sering dia buat secara candid saat kami masih bersama. Saat menonton video ini saya menangis sambil tertawa ..haru. Antara senang tapi campur aduk dengan sedih. Ah, entahlah! Thank you so much, nopaleo! xx





Special thanks to Allah SWT, my Parents, my Little Sister dan Brother, Nopaleo, Tyas, Abaw, kolevs, Himas 08, obos, mbe, beruk, praja, dan  teman lain yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu persatu disini. Thank you! It means a lot for me. 

Love.

3 September 2012

Mungkin seperti itukah, kita?!

'Layaknya mentari dan bulan, diciptakan berpasangan tapi tidak pernah bisa berdampingan.'

-anonymous
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...