29 September 2013

#QuotesOfTheDay



Di belakang kita ada kekuatan tanpa Batas,

Di depan kita ada kemungkinan tak berakhir,

Di sekitar kita ada kesempatan tak terhitung,

Dan didalam hidup kita, ada Allah yang selalu ada diantaranya...


Dikutip dari sebuah buku pedagang asongan saat berada dalam bis Jakarta menuju Bandung sepulang kuliah..




Keep a faith! Go fly high and don't afraid to fall, God will catch you!

26 September 2013

Fathimahkan dirimu, Ali-lah kekasihmu..


Entah berasal dari buku apa dan buku siapa, saya mendapat capture tulisan ini beberapa waktu lalu dari twitter.

“Ketika kita mengharap dipertemukan dengan jodoh yang mulia, berusahalah mulai sekarang untuk memuliakan diri”

Siapa sih orang yang nggak berharap dipertemukan dengan jodoh terbaik? Rasanya nggak ada satu manusia pun yang ingin mempunyai teman hidup yang ‘buruk’, bahkan seorang berandalan atau orang paling jahat didunia pun rasanya ingin berjodoh dengan yang baik, setidaknya menurut pemikiran mereka sendiri. Dalam sebuah ta’lim yang biasanya saya datangi setiap minggu sore, Ustadz bilang kelak jodoh kita adalah gambaran diri kita sendiri. Untuk itu, jika mengharap dipertemukan jodoh yang mulia, kita sendiri yang harus berusaha untuk memuliakan diri, memperbaiki dulu kualitas pribadi.

“Karena inilah janji Allah; Orang baik akan dipertemukan dengan orang baik

Di salah satu arti ayat surat Al-Qur’an saya memang pernah membaca, bahwa orang baik akan dipertemukan dengan jodoh yang baik pula. Pun begitu sebaliknya. Bukan hal yang mudah kelihatannya memang, tidak ada suatu standar akan tingkat ‘kebaikan’ atau iman seseorang, tapi setidaknya secara pribadi kita bisa menilai nilai akan diri sendiri.

Muhammad-kan dirimu, agar Allah meng-Khadijahkan jodohmu. Fathimahkan dirimu, agar Allah meng-Alikan kekasihmu.



Memperbaiki diri, memantaskan diri, agar kelak Yang Maha Punya memberi kita jodoh yang pantas pula. Insya Allah..
 
 
 
 
#EdisiGalau eh #EdisiReligi

23 September 2013

Secepat Kilat; Waktu

Pohon yang ditanam akan menghasilkan beberapa ranting yang tumbuh bersama, seiring waktu berlalu jarak mereka akan semakin berjauhan walaupun masih dalam pohon yang sama. Begitu pun dengan teman-teman..

Beberapa teman yang kita temui saat jaman sekolah dulu, teman kampus, teman rumah, teman les, atau bahkan teman-nya-teman, mungkin beberapa diantaranya masih ada yang kerap menjalin hubungan baik, tapi tak jarang juga sisanya banyak yang kehilangan kontak sama sekali. Selepas SMA atau selepas kuliah, beberapa dari kami masih ada yang sering berkumpul, sisanya hilang entah kemana. Dengan setiap kegiatan dari kehidupan masing-masing yang berbeda, menjadikan frekuensi bertemu juga semakin jarang.

pic from here
Saya baru sadar, kalau ibarat pohon, ranting-ranting itu semakin membesar, menjauh, menghasilkan ranting-ranting kecil lainnya. Tidak, ini bukan hanya soal beberapa teman yang sudah mempunyai anak. Menghasilkan ranting bisa jadi berarti dia sudah berhasil mendapatkan 'sesuatu' entah dalam bentuk materi maupun non-materi. Ada yang sudah menikah, lulus, melanjutkan kuliah, pindah ke kota lain, punya anak dan lain sebagainya. Beberapa ranting yang dulu makan berdua sepiring, sekarang banyak yang terasa asing. 

Ya gitu deh, time goes on and so does life. Waktu terus berjalan maju, ada yang tinggal, ada juga yang pergi, orang-orang yang berada disekeliling kita juga banyak yang berganti. Ya mau gimana lagi, suka tidak suka, mau tidak mau, toh tetap terjadi. Kadang lucu rasanya seperti kehilangan banyak teman, tapi nggak juga sih, mungkin sudah punya prioritas yang nggak sama lagi.

Saat terakhir berkumpul bersama teman-teman, saya mendengarkan.. ada yang bercerita soal kesibukan pekerjaannya, tentang pacar barunya, ada juga tentang rencana pernikahnnya bahkan cerita tentang perkembangan anak pertamanya. Ya, time goes on and so does life. Ada yang berjalan secepat kilat; waktu. Sampai seorang teman bertanya, 'Lalu bagaimana dengan kamu?'


Aku?

18 September 2013

Mencicip Ice Cream Italia di Ibu Kota

Beberapa waktu lalu selepas menghadiri sebuah undangan event dari salah satu majalah di Jakarta, saya dan seorang teman menyempatkan diri untuk sekedar berkeliling. Nah, lalu tanpa sengaja setelah lelah hanya berjalan-jalan, kami memutuskan menyimpan kendaraan di daerah sekitaran Kota Tua, ke Stasiun Kota, kemudian naik kereta ke Monas. Nggak ada kerjaan? Memang.

 
  
Kami turun di stasiun Juanda (kalau nggak salah) dan setelah itu menyempatkan shalat isya di Masjid Istiqlal. Dari situ barulah, berjalan lagi menyusuri jalan pinggir istiqlal untuk sampai di tempat tujuan. Ditengah perjalanan, saya melihat sebuah toko yang ramai oleh pelanggan. Ragusa, Es Italia. Sering saya dengar dari teman-teman tapi belum pernah sempat mencoba es krim disini yang katanya enak..

16 September 2013

Sayonara, Long Holiday!

So many things happened this year. Whether ups or down. So many memories, bitter or sweet. Yes, some people came and went, or just passed by, sometimes. This is the year when soooo many mixed feelings have been playing around. The year that introduced me to some new people, both good or bad. I could barely decide whether this is the year I love or the year I loathe. sigh*

And yes it's time to say goodbye to every favourite time, day and hour spent during 'holiday'. To say goodbye to the super quality time spent at Bandung with family and friends, even only to make chocolate pudding, cooking with mom, or stay until midnight at cafe. Also, to every moment waking up late (hehe), lazy-ing time at my room or just reading books all day long, watching some serial movies several times or just.. taking a nap!hehe

Yes, it's time to let go (holiday). Time to say 'goodbye and see you again' in few years later. And finally, the right time to free every burden and move onto the new day. So let's get back to reality, work again, study hard, and pray harder!



*)Trouble and problems are something that we can’t resist..
maybe i’m not strong enough, but somehow ‘ i will survive’

12 September 2013

Peri..

Kebanyakan anak kecil pasti percaya akan adanya sosok peri. Ada yang membayangkan peri itu cantik, berambut panjang, bersayap, menggunakan mahkota, membawa sebuah tongkat ajaib ataupun aneka imajinasi lainnya. 

Kata Putri, Peri itu berkulit putih dan tinggi, ia mengenakan gaun panjang berwarna pink dengan mahkota dan tak lupa tongkat pink yang menyala ketika kita mengucapkan permohonan.

Kata Icha, Peri itu cantik juga baik hati. Selalu mewujudkan apapun keinginan kita. Selalu setiap saat datang dan menemani kita jika memanggil namanya.

Tapi anehnya ada satu anak yang selalu mengatakan bahwa Peri itu tidak pernah ada. Ia tidak pernah percaya kisah Peri baik hati yang diceritakan Ibu guru dari buku-buku cerita. Di sekolah ia selalu berdebat jika ada temannya yang menceritakan kisah tentang Peri menebar bahagia ataupun suka cita.

Pic source
 ***

Ketika berumur 5 tahun, Ayahnya pernah bertanya, 'Nak, kamu percaya Ibu Peri itu ada?'

'Iya yah, kata guruku Ibu Peri itu cantik dan baik hati.'

'Nanti Ayah bawakan Ibu Peri untukmu ya. Ia akan menjaga kamu, menggantikan Mama yang sekarang berada di surga', kata Ayah.

'Asyikkkkkkk! Aku akan bercerita pada semua temanku kalau aku punya Ibu Peri, Ayah!' jawab anak itu berbinar.

*** 

Ya, anak itu percaya akan adanya Peri. Tapi itu dulu, dulu, sebelum Ibu Peri (yang katanya baik hati) membuat kulitnya biru lebam-lebam disekujur badan.

*** 

Terlintas dari kian maraknya kasus penyiksaan anak oleh orang tuanya sendiri. Be wise, people..

10 September 2013

Perjalanan & Pulang

Ada pepatah lama mengatakan..



Perjalanan & berkelana akan membuatmu mengerti apa arti kata rumah dan 'pulang'



Saat ini, perjalanan baru saja dimulai. Hanya tinggal menjalani dan meyakini bahwa tidak akan pernah ada perjuangan atau pengorbanan yang sia-sia.* 


So, just be happy and have a faith!

Viva la vida


*) But remember, when you're down, there'll be so many other thing that could bring you down more, deeper. And vice versa.

3 September 2013

Untuk Temanku di Surga..

pic source

“Hey, ayo semangat dong, gis!” 

Aku ingat dan hapal betul bagaimana ekspresi serta suara saat ia mengatakan hal itu. Berulang-ulang kali, entah dihadapanku ataupun dibalik sambungan telpon. Gadis yang selalu ceria bagaimana pun keadaannya. 

“Besok lusa aku nggak jadi main ke rumahmu ya, dokter bilang harus cuci darah lagi,” katanya sambil cengengesan. Disaat menceritakan hal yang sebenarnya memilukan bagi sebagian orang, ia selalu tersenyum seolah dia anak yang paling bahagia. Giginya yang putih selalu tersungging diantara kulit sawo matangnya. Bobot tubuhnya tidak seperti anak seusia kami pada umumnya. Mata bulatnya selalu tampak berbinar saat bercerita seolah dia ingin bilang kalau dia benar baik-baik saja.

“Icha-nya ada, tante?” tanyaku beberapa hari setelahnya. Ada rasa bersalah saat pada akhirnya aku ingat belum menanyakan kabarnya karena kesibukan pindahan sekolah baru. “Icha masih dirumah sakit, neng. Katanya besok mau pulang ke rumah, main kesini ya..” Setelah berbicara panjang menanyakan keadaannya, aku meng-iya-kan, menyanggupi untuk datang.

“Gimana sekolah baru? Kamu sibuk ya?” tanyanya lewat sambungan telpon di Jum’at sore. Dan berulang kali aku meminta maaf, bukan karena melupakan janji, tapi karena tak semenitpun meluangkan waktu untuk menanyakan kabarnya. “Maaf ya, minggu ini aku janji main ke rumah kamu.”

2 September 2013

Strategi Mundur Teratur..

Kita tidak pernah sadar sesuatu itu berharga sebelum merasakan yang namanya kehilangan. Kata-kata itu yang dalam seminggu kebelakang terngiang-ngiang di kepala. Perlu beberapa tahun untuk saya akhirnya dapat mengerti apa yang dimaksud dari setiap makna kata-katanya..

Tidak, saya sedang tidak kehilangan sesuatu yang berharga dalam bentuk uang atau barang, tapi bernilai lebih daripada itu sesungguhnya. Sesuatu yang tidak akan pernah bisa diulang. Sesuatu yang tidak bisa disetarakan dengan nominal. Sesuatu yang sekarang kerap disebut masa lalu. Sesuatu yang kerap diburu. Waktu.

pic source

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...