28 November 2013

Nasihat Dikala Fajar Menjelang..

Tak perlu mengklarifikasi apalagi konfirmasi atas apa yang terjadi, atas apa yang orang lain pikirkan dari hasil pemikirannya sendiri, atas setiap moment yang mereka tangkap lantas jadi bagian memori .......biarkan mereka berdebat dengan dirinya sendiri. Dengan hatinya sendiri.

Karena..

Sekeras apapun, bagaimana pun cara atau sebanyak apapun penjelasan yang kamu utarakan, mereka takkan paham apa-apa, takkan paham ada apa dan bagaimana sebenarnya. Tak perlu lagi dengarkan apa kata orang. Biarkan mereka mengambil kesimpulan. Berkata sesuai apa yang ingin mereka katakan. Biarkan. Lepaskan. Jangan jadikan itu sebagai suatu beban.

Karena..

Akan begitu sangat melelahkan. Akan begitu sangat melemahkan.

Seperti apa kubilang, biarkan, lalu ikhlaskan.

Cukup, diamlah.


Dan nikmati semuanya berjalan..

26 November 2013

Menginjakkan Kaki di Tanah Sumatera via Selat Sunda

Sabtu kemarin, awalnya sih niatan udah mau main ke Objek Wisata Batu Qur’an di daerah Pandeglang terus lanjut kuliner dan lain sebagainya. Tapi seperti biasa dalam rangka mendadak disko, tiba-tiba saya kepikiran ingin ke Lampung. Ingin naik kapal ferry. Ingin nyebrang lautan. Ingin menginjakan kaki lagi di tanah Sumatera setelah sekian lama nggak kesana. Terakhir ke Lampung kalau nggak salah sekitar waktu saya duduk di bangku smp, kelas tiga. Duh, udah lama sekali rasanya.. 

Berhubung Kakek yang orang Lampung pun akhirnya memutuskan pindah ke sebuah desa kecil di kota Ciamis, juga Papa yang lahir di Lampung berjodoh sama orang Bandung, jadilahhh kami jarang lagi mudik kesana. Nggak banyak sih yang saya ingat, pokoknya yang tersisa diingatan saya ya gitu, Lampung identik sama hutan-hutan sepanjang perjalanan.



Sore itu berangkatlah kami menuju pelabuhan Merak untuk menyebrang selat sunda menuju Lampung melalui Pelabuhan Bakauheni. Kondisi pelabuhan hari itu sungguh sangat sepi. Begitu masuk kawasan dan membayar tiket masuk, kami langsung diarahkan untuk menaiki kapal ferry.

Didalam kapal sudah masuk beberapa mobil, motor dan juga beberapa truk besar. Setelah memarkirkan kendaraan, kami naik ke tempat duduk penumpang dibagian atas. Saya memilih duduk disisi paling pinggir supaya bisa melihat laut sepanjang jalan. Tak lama, para awak kapal mulai menarik tali pengikat dari dermaga dan akhirnya kapal pun mulai berjalan melewati selat sunda. 

22 November 2013

[DIY] Membuat Bros dari Sisa Kain

Okay, jadi ini ceritanya postingan suka-suka. Bukan mau bikin tutorial sih, soalnya nggak fotoin juga step by stepnya hehe.

Jadi awalnya ini gara-gara tikus nyasar lemari dan terus baju saya diobrak-abrik entah buat apa sama si tikus, jadilah dress itu bolong-bolong hiks. Nah, daripada dibuang dan jadi kain pel, makanya saya iseng aja bikin bros-bros gini daripada mubadzir juga. 

20 November 2013

Tips Bagi Wanita yang Sering Bepergian Sendirian

Berangkat dari pengalaman beberapa hari yang lalu dimana handphone saya hampir saja berpindah tangan saat menaiki bis malam dari Bandung menuju Merak. Dari awal pulang dari Bandung entah kenapa memang bawaannya nggak enak hati. Di bis pun penumpang nggak seperti weekend biasa saya pulang selalu ramai. Sebelum bis berangkat, seperti biasa, saya membaca doa agar sampai tujuan dengan selamat. Disamping saya pun duduk seorang bapak, ini juga karena saat awal datang saya memilih duduk dekat jendela jadi sebelah saya kosong. Setelah membayar ongkos bis, saya pun tertidur.

Saat ditengah perjalanan, sekitar tol cikupa, saya sempat terbangun dan menyadari kalau orang sebelah saya sudah berganti. Deg. Rasa was-was itu mulai muncul lagi, deg-degan sepanjang jalan. Gerak-gerik orang ini mencurigakan, dia duduk bergeser-geser ke arah saya padahal tempat duduknya cukup luas kan untuk sendiri. Saya takut orang ini hendak berbuat 'senonoh' atau sejenisnya. Karena merasa nggak aman, akhirnya ditengah perjalanan saya berpindah ke depan, persis dibelakang supir. Salahnya, saya sempat mengecek handphone yang saya simpan di celana, lalu menyimpannya di tas.

Entah bagaimana ceritanya, pokoknya saya tertidur lagi. Sampai suatu daerah dekat Grogol, ada penumpang turun lalu seorang bapak di kursi sebrang membangunkan saya untuk mengecek dompet atau handphone dalam tas. Setengah sadar saya panik menyadari kalau hp nggak ada di tas. Untungnya, si bapak itu sudah curiga dari awal karena penumpang yang dibelakang ikut pindah ke belakang saya dan memperhatikan terus. Si kernet bis juga cekatan dan mengejar si pencuri tadi. Lagi lagi entah gimana ceritanya, saya masih pingak-pinguk dalam bis, setengah sadar sampai baru ngeh si hp dicuri, saya turun dari bis. Si kernet balik ke arah saya sambil bawa handphone saya sambil teriak-teriak ke arah si pencuri mengeluarkan bahasa 'kebun binatang' dan menyuruh saya naik lagi ke dalam bis. Alhamdulillah, handphone saya kembali. Alhamdulillah masih rezeki. Alhamdulillah masih dilindungi sama yang diatas. Alhamdulillah.

Nih, coba deh simak bagi para wanita yang kerap bepergian sendiri menggunakan berbagai jenis transportasi umum, angkutan kota, metromini, khususnya bis agar kejadian seperti yang saya alami tidak terjadi dan lebih berhati-hati kelak. 

  1. Jika menaiki bis, usahakan duduk tidak jauh dari supir. Kalaupun tidak dapat dan harus duduk dibelakang, carilah tempat duduk bersama wanita/ ibu-ibu yang juga sendirian. Jika masih tidak dapat juga dan memungkinkan, tunggulah hingga ada bis selanjutnya yang akan berangkat. Hal ini untuk memastikan kita aman kelak diperjalanan hingga sampai tempat tujuan.
  2. Jika ditengah perjalanan merasa ada gerak-gerik aneh dari pengunjung lain yang dirasa memperhatikan, segera waspada untuk berpindah tempat duduk atau turun bila perlu. Atau jika kita duduk sendiri lalu tiba-tiba ada yang berpindah duduk disamping kita, usahakan untuk mencari bangku lain atau duduk disebelah bangku supir saja.
  3. Walaupun mengantuk, usahakan untuk terus terjaga selama perjalanan. Hal ini bisa kita siasati dengan memasang alarm 10-15 menit sekali sekedar untuk memastikan barang-barang kita aman.
  4. Selalu menyimpan 'uang jaga-jaga' di saku celana, jaket ataupun tas, disamping menyimpannya dalam dompet. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi jika ternyata kita lalai dan tiba-tiba menyadari dompet sudah berpindah tangan.
  5. Jangan mencolok atau menampilkan barang-barang berharga didepan umum, seperti misalnya perhiasan, terutama barang-baraang elektronik, handphone, tab, laptop yang jelas akan menarik perhatian tangan-tangan tidak bertanggung jawab.
  6. Gunakan tas yang tertutup. Biasanya perempuan menggunakan jenis tas yang terbuka, dimana ada lubang kecil yang terbuka. Nah, sebagian ada yang mempunyai kebiasaan buruk menyimpan dompet atau handphone pada celah tersebut. Ini jelas sangat memudahkan para pencuri untuk mengambil barang milik kita. Usahakan untuk menyimpan handphone di saku celana atau saku jaket yang bersleting.


Terakhir dan yang paling penting, sebelum berangkat berdoalah dan minta restu orang tua agar selamat sampai tempat tujuan. Nah, buat kalian yang suka bepergian sendiri, harus selalu berhati-hati ya!

17 November 2013

Wonderful Indonesia! Jogja Kota Mempesona Sepanjang Masa

Akhirnya libur panjang yang dinanti-nanti itu datang juga. Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi tujuan wisata yang dinanti-nanti untuk dapat terlaksana. Ya, Jogja.. kota yang terkenal dengan julukan kota pendidikan, kota budaya, dan kota pariwisatanya ..si kota gudeg!

Jogja adalah sebuah kota dengan sejuta pesona yang selalu menarik perhatian untuk menghabiskan waktu liburan. Jogja adalah destinasi favorit bagi para pelancong terutama para backpacker, karena Jogja menawarkan begitu banyak tempat wisata yang menarik. Selain itu yang menarik dari Jogja adalah harga makanan, pakaian dan oleh-olehnya yang tidak menguras isi kantong. Jogja, dengan slogan 'Never Ending Asia' yang rasanya tak pernah habis untuk dijelajahi setiap incinya.

Kami pergi dari Serang, Banten menggunakan bis Rosalia Indah seharga Rp. 160.000,- per orang karena kehabisan tiket kereta untuk pergi. Siang itu sekitar pukul 13.00 bis pariwisata membawa kami pergi dari Kota Serang untuk menuju Jogja. Setelah menempuh perjalanan panjang sekitar lebih dari 15 jam karena kemacetan arus lalu lintas yang luar biasa ramai, akhirnya saya dan teman-teman lain sampai dengan selamat. 


Keesokan harinya begitu sampai kami berhenti di Terminal Giwangan, kami menunggu teman yang hendak memberikan kami tumpangan menginap selama berlibur di Jogja. Dari situ kami naik taksi, tapi ini bukan taksi biasa seperti di kota-kota besar, disini taksi yang kami tumpangi itu semacam mobil pribadi yang disewakan. Sejenis, ya kurang lebih begitulah. Setelah negosiasi harga, akhirnya kami deal diharga Rp.40.000,-. Sebetulnya harga ini masih terbilang agak mahal mengingat jaraknya yang tidak begitu jauh tapi berhubung memang saat itu juga taksi biasa tak ada yang lewat jadi kami menerima penawaran taksi ini. Tipsnya adalah agar pintar-pintar menawar harga untuk menyewa kendaraan disini, terlebih jika bisa menggunakan bahasa daerah setempat, dijamin harganya bisa lebih miring.

Oh ya, sebagai informasi juga, saat berlibur di Jogja, akhirnya kami memutuskan untuk menyewa sebuah mobil guna memudahkan mobilisasi kami dari satu destinasi ke destinasi lainnya juga karena terbilang lebih murah. Adapun harga sewa mobil per 24 jam seharga Rp. 250.000,-. Harga ini juga kami dapatkan setelah salah seorang teman bernegosiasi dengan pemilik yang ternyata juga berasal dari tanah Sumatera.




Dan destinasi pertama kami adalah Candi Prambanan!  

Candi Prambanan ini letaknya tepat di tepi jalan raya, katanya sih candi ini merupakan objek wisata andalan di Jogja karena memang letaknya yang sangat strategis dan mudah dijangkau, entah itu dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Nah, saat kemari saya baru tau kalau Candi Prambanan ini merupakan sejenis kompleks candi karena terdapat banyak candi, dan Candi Prambanan adalah bangunan utamanya dengan berbagai macam latar belakang sejarah yang juga tidak kalah mengagumkan. Indonesia oh Indonesia!
 

Candi Prambanan memiliki tiga candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wishnu, Brahma dan Siwa. Dan konon ketiga candi itu adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Candi ini sungguh cantik, konsep arsitektur yang simetri, relief candi yang dibuat sedemikian cantik dan sempurna, bangunan indah yang menjulang tinggi, dan struktur bangunan yang terlihat begitu kokoh. 

Candi Prambanan ini mempunyai gaya arsitektur yang indah ..menurut seorang teman arsitek yang pernah bercerita kalau filosofi pembangunan candi ini ada ilmu matematikanya loh. Oh ya, untuk bisa menikmati setiap lekuk pesona bangunan sejarah disini, kita dikenakan biaya sebesar Rp. 30.000,- per orang dan biaya parkir mobil Rp. 5.000,- seharian.


Setelah puas berkeliling lokasi candi dan mengambil beberapa gambar disana kami berencana untuk pergi ke Pantai Parang Tritis. Nah, sebelum pulang, selama berjalan menuju pintu keluar kami disuguhi nyanyian dari band lokal yang personilnya bukan lagi anak muda. Penyanyinya seorang wanita paruh baya tapi suaranya aduhai juara. Sepanjang perjalanan menuju mobil kami juga melewati kawasan penjual cendramata dan aksesoris khas Jogja seperti batik, tas, sandal dan lain sebagainya untuk dijadikan oleh-oleh. 



#Pantai Parangtritis

Perjalanan dari kawasan Candi Prambanan menuju ke Pantai ini ternyata tidak terlalu jauh, kurang lebih hanya sekitar 45 menit. Sesampainya di kawasan Pantai, kami dikenakan biaya sebesar Rp. 5.000,- per orang. Setelah mencari tempat parkir, kami turun ke pantai, dengan biaya parkir mobil seharga Rp. 15.000,-. Ini kali pertama saya kemari, dan menurut cerita orang-orang sih belum sah rasanya kalau ke Jogja belum ke pantai ini. Yang saya tau soal pantai ini ya paling, tebingnya, andong dan pantai, itu sih yang paling sering saya liat juga di serial FTV. Kawasan pantainya cukup bersih, hanya saja menurut saya susunan lokasinya kurang tertata dengan rapi. 


Selain bermain di pantai banyak juga alternatif permainan yang dapat dilakukan oleh para wisatawan, beberapa diantaranya main ATV, naik andong atau kereta kuda menyusuri pantai, banana boat, jetski dan juga aneka jenis permainan lainnya.

Untuk harga makanan disini terbilang cukup mahal sih, ya maklum lah lokasi wisata. Ya, akhirnya setelah puas menikmati pemandangan sekitar pantai dan berfoto ria, kami memutuskan untuk pulang dan bersiap untuk pergi ke Malioboro pada malam harinya. 


15 November 2013

Wonderful Indonesia! Terhipnotis Mantera di Bumi Tengger Bromo

Foto: dokumentasi pribadi
Saya setuju setiap ada yang mengatakan jika Gunung Bromo tercipta bersama seribu pesona yang tak pernah gagal menghipnotis siapa saja yang jadi tamunya. Cantiknya panorama alam, entah itu siang atau malam, memang tak bisa lagi dielakkan. Sulit rasanya untuk menolak jatuh cinta pada Bromo..

Terletak di antara Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo, menempuh perjalanan selama kurang lebih 3 jam dari Kota Surabaya ke Malang yang kemudian dilanjutkan menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Taman Nasional yang kian meroket popularitasnya seiring suksesnya film 5 cm pada akhir tahun lalu.

Baru saja menginjakan di kaki ditempat ini, hawa dingin yang menusuk langsung terasa hingga tulang sendi. Walaupun habis melakukan perjalanan panjang, rasanya tak ada sedikitpun keinginan untuk mandi. Menjelang tengah malam rasa kantuk tak kunjung datang, secangkir kopi atau minuman panas sejenis lainnya, juga kawan menjadi perpaduan yang lebih dari sekedar menyenangkan. Selepas tengah malam jemari tangan mulai terasa kaku, membuat kami harus ekstra melawan hawa yang terasa kian membeku.

Jam 3 pagi kami segera bersiap menuju ke view point di Pananjakan. Disini para pengunjung dapat menyewa Jeep Hardtop dengan tarif berkisar Rp 300.000, dan kapasitas 5 orang, karena pengunjung yang membawa mobil tidak diperkenankan membawa kendaraan ke dalam kawasan taman nasional mengingat medan yang curam dan berpasir. Supir hanya akan mengantar sampai termpat parkir Bukit Pananjakan. Nah, dari sana barulah kita olah raga alias berjalan kaki. 

Tepat pukul 4 pagi, langit masih berwarna keunguan berselimut kabut. Tak lama, sang fajar seolah malu-malu mengintip dari balik gunung. Bias cahaya kuningnya membelah langit, menakjubkan sekali, seolah Bromo adalah gambaran Tuhan akan serpihan kecil keindahan surga-Nya. Tubuh hanya bisa mematung, mata seakan tak berkedip menyaksikan pemandangan yang menakjubkan. Bromo, salah satu maha karya tuhan yang luar biasa. Ya, harus kita sadari bawasannya alam paling pandai menyimpan amanat, menabur iman di setiap sudutnya, menyelipkan keyakinan akan kebesaran-Nya.

Foto: Dokumentasi Pribadi
Melihat ratusan anak tangga yang tinggi menjulang menuju puncak sedikit menambah rasa lelah. Tapi untuk menghibur diri, saya iseng menghitung jumlah anak tangga itu. Beberapa saat hitungan terhenti karena separuh tangga berselimut pasir membuyarkan konsentrasi. Saya tak bisa berhenti berdecak kagum mengagumi Bromo dan Gunung Semeru yang terlihat begitu gagah, dibumbui pemandangan alam pepohonan dan awan cantik yang mengelilinginya.

Selanjutnya kami ke arah kawah Bromo Sesampainya di bibir Kawah Bromo, jantung pun berdebar karena kawah berpasir ini tidak berpagar. Perpaduan rasa ngeri dan kagum beradu melihat lubang hitam Kawah Bromo yang seperti hendak menelan siapapun yang berani melongoknya. Tak berhenti sampai disitu saja ternyata, panorama savana di balik gunung sudah menanti menjadi salah satu bagian suguhan dari Bumi Tengger. 

Oya, jika punya banyak waktu, mendaki Gunung Semeru yang konon dikenal sebagai Gunung Agung, Gunung yang dianggap paling suci dari semua gunung oleh umat Hindu ini bisa jadi pilihan seru. Mungkin bagi yang sudah menonton film 5 cm, film yang berkisah tentang persahabatan 5 orang pemuda ibu kota yang bermimpi untuk dapat berdiri diatas puncak tertinggi di Pulau Jawa itu, sungguh terlihat sangat menyenangkan tetapi juga penuh dengan tantangan.  

Informasi menarik lainnya soal Bromo adalah soal penduduk dan budaya lokal masyarakat setempat. Penghuni Gunung Bromo atau yang kerap dikenal dengan masyarakat suku Tengger merupakan penganut agama yang memadukan unsur-unsur agama Hindu dan Buddha Mahayana. Biasanya dalam satu kali setahun atau pada hari ke-14 bulan Kasada, masyarakat bumi Tengger melakukan upacara Yandya Kasada dengan mempersembahkan sayuran, buah, hewan ternak dan uang yang dibuang ke dalam kawah gunung berapi untuk dipersembahkan kepada para dewa.

Dan berakhir sudah memanjakan mata dengan panorama alam di sini. Hari itu juga saya harus pulang dengan berat hati dan hanya membawa potret Maha Karya Tuhan dalam bentuk gambar. Selama masih bisa, saya akan terus merekam apa yang tersaji di hadapan mata walau hanya melalui lensa kamera. Memang, sebuah foto bisa sangat terasa hidup, membuat para penikmatnya berdecak kagum menikmati keindahan yang ditampilkannya ..tapi melihat seluruh pemandangan dan nuansa itu secara langsung, menghirup udaranya, merasakan dingin atau panas cuacanya, mendengar suara paduan alam didalamnya, akan terasa ratusan kali lebih terasa indahnya. 

Bromo, tidak hanya untuk dinikmati pemandangannya, tetapi juga suasananya apalagi dengan orang-orang tersayang. Termasuk teman salah satunya. Semoga kamu juga bisa merasakannya. (atau sudah merasakannya?)

Jika ingin pergi ke Bromo, sebelum berangkat naik kereta kuda api atau alternatif transportasi lainnya, website Indonesia.Travel bisa jadi rujukan yang paling lengkap berisi panduan tentang apa saja lokasi wisata yang ada disekitar kawasan Bromo, Malang & sekitarnya juga informasi lengkap mengenai kuliner, tempat berbelanja juga akomodasi serta transportasinya  Sedikit gambaran Bromo dalam bentuk video dari Indonesia.Travel



Tulisan ini diikutsertakan dalam Wonderful Indonesia Blogging Contest dari Indonesia.travel

13 November 2013

How I miss you and all of silly moments!


Malam ini, seperti biasa saya sedang duduk didepan laptop, ditemani sekumpulan lagu dari winamp yang disetel dengan volume sedang, segelas cokelat panas instant, dan suara kipas yang tak lagi enak didengar. Sebenarnya saya sedang tidak ingin menuliskan apa-apa. Semua tugas sudah saya selesaikan. Tak ada deadline tulisan yang sedang saya kejar. Jadilah malam ini saya hanya sekedar buka folder-folder lama, foto-foto teman jaman SMA. 


Seperti yang saya bilang sih beberapa waktu lalu dalam postingan Secepat Kilat; Waktu, time goes on, so does life. Saya lagi merasa kangen sekangennya sama mereka. Semasa kuliah masih sering pada menyempatkan waktu untuk sekedar main-temu-bully walau curi-curi waktu dari pacaran atau pelampiasan kalau lagi berantem sama pacarnya (hahaha!). Tapi sekarang ya lain soal, setiap orang sudah prioritas masing-masing atau istilahnya apa ya saya juga bingung mengibaratkannya.

12 November 2013

#QuotesOfTheDay



"Kita tidak akan pernah bisa menyeberangi lautan hanya dengan berdiri dan memandangi air laut, apalagi menunggu airnya surut."

-Unknown

11 November 2013

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasaan sih ya. Nah, sebelum berangkat terus makan cuanki dulu dari abang-abang keliling sampai rasanya kekenyangan. Dan akhirnya, jam 9 malam baru jalan menuju Lembang. *tepok jidat*

Sepanjang jalan dari rumah Rhais yang ada di Jalan Ahmad Yani terus ke Jalan Riau kondisi lalu lintas ramai lancar. Masuk kawasan Setiabudi, depan deretan FO barulah sedikit padat merayap, tapi setelah itu sampai ke daerah Lembang lancar selancar lancarnya.


6 November 2013

Menyusuri Hutan Menuju Cagar Alam Rawa Danau

Berangkat dari rasa penasaran selama ini, kami akhirnya memutuskan untuk mencari lokasi Cagar Alam Rawa Danau. Sebelumnya, omDJ dan seorang teman, sempat beberapa kali mencoba menyusuri jalanan kawasan menggunakan sepeda untuk mencari tempat ini, tapi hasilnya masih nihil. Dari situlah, berbekal informasi minim dari blog maupun website wisata Banten ditambah sedikit modal nekat tanpa berbekal GPS, berangkatlah kami menuju kawasan Cinangka, Anyer sebagai salah satu jalan alternatif kesana.

Walaupun hari libur nyatanya pengujung Pantai Anyer relatif cukup sepi. Hanya saja memang terjadi kemacetan di salah satu titik ruas jalan Anyer berhubung sedang dilakukannya perbaikan jalan dan jembatan. Dari kawasan Anyer, daerah Cinangka berada disebelah kiri jalan, atau jika dari arah Pantai Carita sekitar beberapa puluh kilometer disebelah kanan jalan.

Begitu masuk daerah Cinangka, pemandangan perkebunan juga pesawahan siap memanjakan mata setiap yang melewatinya. Kondisi jalanan yang cukup baik juga mendukung perjalanan siang hari itu walaupun rutenya sedikit menanjak dan berliku. Tak lama kami tiba di Pasar Padarincang. Berdasarkan petunjuk dari salah seorang teman, dari sana kami menuju sebuah jembatan besar dimana nantinya ada semacam gapura yang menunjukkan kawasan Rawa Danau.

Setelah lama menyusuri jalan, akhirnya kami bertanya pada warga sekitar mengenai lokasinya, dan mereka bilang kami sudah lumayan jauh melewatinya. Maka setelah berputar arah, perlahan kami mengamati satu persatu jalan sesuai dengan petunjuk warga barusan. 'Disebelah kanan jalan setelah jembatan, ada pangkalan ojek, dari sana lurus terus mengikuti jalan', katanya. Sampai akhirnya kami menemukan jalan itu, desa Citasuk namanya, kalau tidak salah ingat. Namun sayang, kondisi jalan memasuki desa ini cukup memprihatinkan, setidaknya bagi kami yang tidak menggunakan motor cross.

Sekitar 15 menit menyusuri jalanan desa, kami sampai diujung jalan dekat pematang sawah. Pemandangan hamparan sawah, buruh-burung berterbangan juga para ibu-ibu tani yang hendak pulang ke rumah juga jadi hiburan tersendiri. Disana jalanan tak lagi bersahabat dengan motor biasa. Seorang ibu tani malah mengatakan bahwa jalanan 'ledok' (bahasa sunda) yang saya tahu artinya becek berlumpur, cukup berbahaya bagi motor jika hendak melaluinya. Tapi karena kepalang tanggung, akhirnya kami nekat melewati pematang sawah itu menggunakan motor sampai pemukiman warga sebrang sawah. Barulah disana kami memarkirkan kendaraan.




Dari pemukiman warga kami menyusuri hutan. Dari awal informasi Bu Tani saat hendak melewati pematang sawah memang disebutkan kalau kami hendak ke Rawa Danau harus menggunakan perahu yang dapat disewa ke warga sekitar. Berhubung keterbatasan waktu juga personil akhirnya kami hanya berniat untuk melihat-lihat lokasi saja.

Pepohonan yang menjulang juga ilalang-ilalang tinggi sempat membuat pikiran kami membayangkan sesuatu yang dapat dikatakan sedikit menyeramkan. Ya, bagaimana tidak, sepanjang perjalanan kami hanya pertemu satu dua orang petani yang hendak pulang. Pemandangan hutan tergantikan dengan aliran sungai yang kami temukan. Jika dulu di Pantai Sawarna jembatan gantung saya katakan mengerikan, menurut saya ini juga tidak kalah menakutkan. Bayangkan saja bambu-bambu ini hanya ditumpuk, lalu kemudian diikatkan dengan tali rafia. Tapi kemudian, untunglah ada seorang petani yang mengatakan kami salah jalan. Aha! Seharusnya kami tak perlu menyebrang jembatan, hanya menyusuri sepanjang jalan sungai saja.


3 November 2013

#1st Anthology Book: Gaza Negri Syuhada


JUDUL : “GAZA NEGRI SYUHADA”

HARGA : Rp. 35.000,-

PENULIS : Tim @WritingForGaza (Nenny makmun, Aisya Rifisani, Samara Azalea El-Mutawakkaela, Lauh Sutan Kusnandar, Amilatun Sakinah, Dzikri Rahmanda, Dwi Putri M, Annisa Nur Illahi, Mery T. B, Arinda Shafa, Ina Munawaroh, Wilda Riyanti, Nura Amanah, Winda Elvinta, Prastyo Amirulloh, Arief Eko Priyo Atmojo, Farid Fadhly, Andita Dwi Sefiani, Husna Mafaza, Unis Sagena, Ari Mutia Sari, Anggi Agistia, Dona Mayang Sari, Titi Haryati, Dwi Octaviani, Nurini Anjarwati, Nesia Three Rantia, Arif Wardani).

Diterbitkan melalui NulisBuku.com dan Lingkar grafik.

Hasil penjualan dari buku ini 100% disumbangkan.


Dengan judul “Gaza Negri Syuhada” Buku kumpulan puisi yang ditulis dan didedikasikan untuk saudara-saudara kita di palestina. Dalam buku ini tersaji berbagai ragam puisi dari sumbangsih para penulis atas keprihatinan kami terhadap kondisi Gaza hingga saat ini. kami menyadari perjuangan kami tidaklah sebanding dengan perjuangan mereka, para Syuhada Gaza. kami mengajak pembaca untuk tetap mendoakan mereka dalam berjuang di Bumi Para Anbiya. Semoga puisi yang tersaji didalam buku ini dapat memberi pemahaman bagi pembaca akan arti sebuah perjuangan dan keikhlasan bersedekah dan jihad di jalan Allah. Didalam buku ini juga penulis menyumbangkan tweet 140 karakter dan motivasi yang didedikasikan untuk anak-anak palestina dan jalanan. hasil dari penjualan buku ini akan disumbangkan bagi mereka yang membutuhkan.


Selamat membaca..



Nb : Buku dapat dipesan melalui website http://www.nulisbuku.com 
atau melalui email: admin@nulisbuku.com juga dapat dipesan melalui sms di 0898 265 6669

2 November 2013

Daydream daydream daydream!

Life got a bit boring lately. It's like repeating all these used-to-be new stuffs. Waking up in the early morning, going to work, working eight to five, going to campus, studying, going home, sleeping, waking up again, going to work again, and on, and on. Just try when I was wake up in the morning with the thought that something wonderful is about to happen.

I know, I'm just being ungrateful to life by saying this. I just really never like something-routin​​e, doing the same things over and over again in the period of time. I need some times off and do totally different things awhile. Just a little while. And I'm thinking of it now. Every time I blogwalking, it always inspires me about what another new thing to do next. And so many interesting things will pop here and there in my mind. It's exciting. Really. Just like what I have in mind now. How about writing fiction again, or makes some handmade crafting, or just make a plan for short-holiday, and etc, etc (end of thinking capacity? oh, ha!) Yes, I'm always good at figuring something out. What is not is starting it.

my handmade last week. post the tutorial soon ;)

Someday, I want to stop working this way. But.. I couldn't. I mean, not now. Maybe within at least three or four years more. I could imagine myself home, busying with some novel writing target or, maybe, some other exciting activities, while, some other times figuring some fresh menu or new design for my culinary and crafting business. Yes, it's a life I dream.

Oh daydream, daydream, daydream! 



I hope the days come easy and the moments pass slow, then each road leads us where we want to go!
aamiin.


Good night, people..




1 November 2013

Be Happy and Let Life Surprises You



Be happy. Because you only need yourself to be happy, and because you can. Allow yourself to be happy. With or without someone else. Isn’t it such a great feeling to realise that we can be happy on our own? As soon as we have allowed ourselves to be happy on our own, then we can be happy with another person. 

Perhaps it’s best not to expect anything at all, and let it be a surprise. Let life surprises you. 




Enjoy your n-L-ovember. It’s my favourite time of the year, usually. I hope it’s going to be yours too. 



**) Cheers!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...