Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan pos dari Oktober, 2013

Dream, Faith, Fight!

“Gis, yang bisa kamu lakukan sekarang hanya memberi yang terbaik yang kamu bisa. Jika pun hasilnya buruk kelak, tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, itu tetap hal terbaik yang bisa kamu lakukan.
Jika kamu tidak berhasil meraih kesempatan ini, yakinlah, berarti Tuhan punya rencana lain, hadiah yang lebih besar lagi untukmu.
Jadi, berusahalah dan lepaskanlah.”


Pick your battles carefully. Be brave, gis! 

[Wonderful Indonesia] Bali, Definisi Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama

Beberapa waktu lalu saya menonton sebuah tayangan inspiratif yang menyentuh hati di salah satu stasiun televisi. Kisah seorang bidan di Bali mendapatkan gelar pahlawan dari stasiun televisi internasional CNN bergelar '2011 CNN Hero of the Year'. Kenapa dibilang inspiratif? Karena bidan bernama Robin Lim ini merupakan bidan asal Amerika Serikat yang telah mendedikasikan hidupnya di Ubud, Bali, selama lebih dari 20 tahun. Dikisahkan juga bahwa ia selama ini mendirikan Yayasan Bumi Sehat Bali untuk membantu persalinan ibu-ibu hamil yang tidak mampu secara cuma-cuma. Dan entah berapa banyak jumlah nyawa ibu dan anak yang telah tertolong oleh yayasannya.
Ibu Robin sendiri mengenal Indonesia sejak usia 8 tahun. Bapaknya yang kerja di pemerintah Amerika tinggal di Indonesia selama satu tahun. Namun ia, adik dan ibunya tetap tinggal di Amerika. Setiap bulan bapaknya mengirim wayang kulit melalui pos ke Amerika. "Sejak saya lihat wayang kulit itulah saya jatuh cinta dengan Indone…

Indonesia.Travel, ‘Buku’ Panduan Pariwisata Wonderful Indonesia

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya luar biasa melimpah juga beraneka ragam. Keindahan alam, keanekaragaman budaya, serta kekayaan peninggalan sejarah yang menarik untuk ditelusuri merupakan sebuah modal besar untuk pembangunan dan pengembangan perekonomian negara, khususnya melalui sektor pariwisata. Dan dalam beberapa tahun terakhir, seiring perkembangan dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi yang terasa begitu pesat mulai dirasakan manfaatnya dalam beberapa sektor industri, termasuk salah satunya industri pariwisata. Perkembangan ini telah membawa perubahan terhadap strategi pemasaran pariwisata di berbagai negara juga Indonesia. Penggunaan e-commerce pada industri pariwisata kerap disebut dengan sebutan e-tourism. Bila dilihat dari jumlah pengguna internet, baik di Indonesia maupun di dunia dalam lingkup lebih besar, e-tourism memang memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. 
Jika melihat kebelakang, kita ingat pada tahun 2008 lalu, pemerintah…

Terima Kasih, Papa..

Sejujurnya dulu tak banyak kenangan manis yang aku lalui bersama Papa. Dulu ia termasuk orang yang kaku, keras dan tegas terhadap kami, anak-anaknya. Ia tak segan memarahi ketika aku dan adikku melalaikan kewajiban lima waktu. Sifatnya yang keras adalah hasil didikan keras yang diterapkan kakekku semasa beliau masih ada. Itu pula mungkin yang ingin ia ajarkan pada kami. Disiplin.
Perubahan sikap Papa mulai terasa ketika aku mulai duduk dibangku kuliah. Jarak yang cukup jauh membuatku memutuskan untuk tinggal di sebuah rumah kos bersama temanku. Waktu pertemuan yang kurang membuat aku dan Papa lebih sering ngobrol hanya saat aku pulang. Dan semenjak itu pula aku rasa Papa mulai berubah menjadi super-protektif. Saat aku akan pergi dengan temanku, ia bertanya dari A sampai Z mau kemana, dengan siapa, dan mau berbuat apa dengan teman-temanku *halahhh, oke skip*. Begitu pun ketika hampir jam 9 malam aku belum pulang, puluhan sms beruntaian memasuki handphone-ku, menyuruhku segera pulang.

Hal Kecil yang Menyenangkan

Setelah dua hari kemarin berlibur, ya Senin dan Selasa, karena di hari Sabtu juga Minggu saya masih harus berkutat dengan setumpuk buku dan angka.. sungguh sangat menyenangkan! Minggu sore saya bergegas pulang ke Bandung dari Jakarta. Perjalanan singkat yang membuat saya sejenak terlelap. Oya, perjalanan sore itu ditemani hujan yang cukup lebat, tapi anehnya memasuki kawasan padalarang kering kerontang.
Dua hari berlibur saya habiskan dengan terlelap beberapa kali sehari. Rencana sebelumnya untuk menghabiskan waktu liburan di Bandung sama sekali tidak terealisasikan. Saya hanya nggak mau melewatkan waktu untuk berpergian tanpa orang rumah. Menulis, mengerjakan tugas kuliah, makan, mandi, menonton TV, sampai memandikan adik kecil saya. Saya berusaha memaksimalkan waktu untuk 'me time' yang tidak mementingkan diri sendiri dulu. Jika sebelumnya tiap kali ke Bandung pasti keluar sama teman-teman, sekarang saya lebih suka menghabiskan waktu dirumah, kalaupun main keluar pasti sama…

Kebanggaan; Hasil dari Sebuah Proses Perubahan

Setiap orang tentu ingin menjadi seorang pemenang dalam hidupnya. Bicara soal kemenangan bukan soal kompetisi saja, kan? Menang bisa jadi soal suatu hal dalam hidup, pencapaian-pencapaian yang selama ini diharapkan atau setidaknya memiliki banyak makna tersendiri bagi setiap orang. Nah, kemenangan yang diperoleh inilah yang merupakan keberhasilan dari serangkaian usaha, kerja keras atau proses panjang yang telah dilakukan sebelumnya. Saat seseorang mencapai sesuatu yang telah direncanakan, dia pun memetik dan menikmati keberhasilan itu. Lalu pada akhirnya keberhasilan itulah yang kerap menimbulkan kebanggaan; rasa bangga.
Tapi bukan disitu menurut saya pointnya, bukan semata persoalan rasa bangga saja. Untuk mencapai kemenangan setiap orang akan selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik, menjadi yang terbaik, tentunya dengan memperbaiki diri. Terkadang, kita melihat begitu mudah seseorang mencapai kemenangan atau mendapat apa yang diinginkan. Kita kerap berpikir bahwa orang-orang …

Transformasi Keragaman Menuju Kesatuan Demi PLN Bersih No Suap

“Character is like a tree and reputation like its shadow. The shadow is what we think of it, the tree is the real thing. The real thing is the only way to generate trust and ultimately credibility’. – Abraham Licoln
Beberapa tahun terakhir ini kredibilitas kerap menjadi kosakata yang paling banyak menjadi topik utama diberbagai media massa. Sepanjang tahun ini pula, hampir setiap hari suguhan layar kaca maupun media cetak mengulas soal gambaran tingkat kredibilitas baik itu dari sebuah lembaga, kalangan pejabat atau bahkan kalangan selebritis. Tontonan demi tontonan yang membuat kita geleng-geleng kepala, lalu berkata, 'Hah? Sungguh?' atau 'Ah, udah biasa itu sih'. Memprihatinkan, bukan? Pada dasarnya kredibilitas seorang pemimpin ditinjau dari aspek kualitas, kapabilitas, atau kekuatan untuk menimbulkan kepercayaan. Sedangkan dalam kaitannya dengan sebuah instansi, kredibilitas dapat didefinisikan sebagai suatu dimensi bagaimana instansi tersebut mendapatkan kepercayaa…

Ukuran Nilai Suatu Hal

Bulan lalu, genap dua taun lebih menginjak angka dua puluh. Ada yang bilang 'baru', sebagian lagi ada yang bilang 'sudah'.  Betapa relatifnya waktu bagi sebagian orang..
Jika sebelumnya saya lebih sering pulang ke Bandung, sekarang saya harus lebih pintar-pintar membagi waktu dengan kuliah yang berlokasi di Jakarta. Perjalanan yang pada awalnya terasa sangat jauh, sangat lama dan cukup berat. Selain, menghabiskan cukup banyak waktu, juga tentu biaya yang lebih besar. Tapi, lama kelamaan malah jadi biasa. Bahkan, belakangan ini jarak itu terasa sedikit kurang jauh. Hanya sebentar..
Betapa relatifnya jarak dan waktu..
Jika biasanya makan 20ribu di suatu tempat sudah terbilang lumayan mahal, di tempat lain harga segitu nggak malah ada apa-apanya. Jika dulu sebelum kenaikan BBM harga bis Jakarta-Bandung hanya 50ribu, sekarang harganya naik jadi 60ribu. Bagi sebagian orang harga segitu tidak ada apa-apanya, tapi bagi sebagian lagi cukup mencekik anggaran bulanan.
Betapa re…

#QuotesOfTheDay

“The person who gets the farthest is generally the one who is willing to do and dare more, because there are three ingredients in the good life and getting success: learning more, earning more, and yearning more"

-Unknown

Entah mau diberi judul apa..

Jet lag, mungkin istilah yang sedikit kurang tepat jika harus dibandingkan dengan apa yang terjadi dalam 2 minggu kebelakang. Mulai dari urusan keluarga, orang tua, soal kerjaan, masalah dengan teman, perkuliahan dan berapa hal-hal kecil yang juga ikut campur bikin mood saya berantakan. Kalau udah gini, BAM! udah deh suka lupa segalanya, mendadak migrain, sakit, moody, segala yang jelek-jelek keluar. Dan, yang lebih menyebalkan, suka mulai banding-bandingin kondisi masa lalu sama masa sekarang.
Ya, awalnya terpaksa sih atau secara nggak sengaja aja karena segala sesuatu tentang masa kini kan nggak bisa lepas dari masa lalu. Hmm, bukannya nggak bisa move on, cuma bercermin pada masa lalu juga terkadang memang harus.. siapa tahu ada hal buruk yang harus diperbaiki atau barangkali ada hal baik yang mesti diteruskan. Sesekali menoleh ke belakang boleh kok. yang nggak boleh itu nelpon mantan, apalagi minta balikan… *halahhh* *krikrikkk*