28 Juni 2012

Fun Nature Tracking 10K ~ RUN RHINO RUN!

"Satu langkah kaki kami menggambarkan semangat pelestarian badak jawa!"

Begitulah slogan yang pertama kali disuarakan saat pembukaan kegiatan Fun Nature Tracking 10K yang bertajuk 'Run Rhino Run' yang dilakukan di Taman Nasional Ujung Kulon, Pandeglang Banten ini. WWF Indonesia dan Komunitas Indo Runners memaparkan tujuan mengadakan acara ini adalah untuk meningkatkan kepedulian publik bagi konservasi badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon. Saya sendiri merupakan salah satu dari 50 peserta yang beruntung karena berkesempatan mengikuti kegiatan ini. 
Fyi, ternyata Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) adalah spesies badak yang paling langka diantara kelima spesies badak yang ada di bumi loh! Berbeda dengan spesies badak lainnya yang dapat kita temui di kebun binatang, badak Jawa hanya hidup di habitat alamnya dengan tingkat reproduksi yang cukup rendah, karena ternyata hewan ini mempunyai tingkat sensitifitas yang cukup tinggi! Kata kak Laura, panitia dari WWF yang kebetulan merupakan LO di Bis saya, si Badak Jawa ini semacam hewan yang super 'moody'-an.

Lokasi Kegiatan

Kawasan TNUK secara keseluruhan memiliki luas 120.551 ha, yang terdiri dari daratan 76.214 ha dan laut 44.337 ha. Meliputi wilayah Semenanjung Ujung Kulon, Pulau Panaitan, Pulau Peucang, Pulau Handeuleum dan Gunung Honje. Semenanjung Ujung Kulon merupakan salah satu kawasan yang terkenal dengan jalur pantainya. Hamparan ekosistem Semenanjung Ujung Kulon memberikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang ke kawasan tersebut. Selain badak, macan tutul dan populasi Banteng (Bos javanicus) masih dapat ditemui di kawasan ini.

Peta Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) dan Desa desa penyangga di sekitarnya

Jalur lintasan sendiri ternyata melewati kawasan penyangga Taman Nasional Ujung Kulon, dengan pemandangan sawah, perbukitan hijau dan laut yang spektakuler, menawarkan pengalaman berlari yang benar-benar tak terlupakan pokoknya!

Hari ke-1..
Dan, disini semuanya dimulai......

Hari sabtu, 23 Juni 2012 kami diminta untuk berkumpul di Kantor WWF Indonesia di Graha Simatupang yang terletak di Jl. Tb. Simatupang untuk melakukan registrasi peserta terlebih dahulu.Dengan diantar teman saya, Maulana Al Idrus, saya pergi ke TKP yang dimaksud di pagi buta itu. Aaaaa~So excited! Saya bertemu begitu banyak teman baru disana. Mulai dari anak sekolahan, kuliah sampai yang sudah bekerja. 

Oya! Thank you, maul! ;)



Setelah pembukaan singkat dari perwakilan Panitia acara yang memberikan kami sedikit pengarahan mengenai jalannya acara ini nanti di lokasi, kami dibagi menjadi beberapa kelompok bis beserta dengan LO-nya. Dan saya sendiri masuk ke dalam Bis-4 dengan LO  seorang kakak cantik bernama Kak Laura. Ya! Lagi-lagi teman baru! Entah kebetulan atau apalah itu, saya duduk berdampingan dengan dua teman yang sama-sama hobi travelling. Bang Sukma dan Nawa! Sepanjang perjalanan kami mengobrol kesana kemari, bercerita dengan pengalaman kami masing-masing saat travelling, sharing pemikiran tentang banyak hal; mulai dari hal kecil sampai dengan politik Indonesia yang saya sendiri pun tidak begitu paham sebenarnya, hehe. 

Perjalanan Jakarta menuju Serang kurang lebih menghabiskan waktu hampir 2 jam. Itupun karena kami sempat beristirahat sejenak di rest area entah di kilometer berapa. Sebenarnya setau saya untuk menuju ke Pandeglang atau daerah Labuan bisa ditempuh melalui Serang maupun Anyer. Dan ternyata rute yang sudah dipilih melalui jalan Anyer yang kemudian masuk ke daerah Pandeglang, karena tidak dapat saya bayangkan bagaimana perjalanan kami jika melalui Anyer. Hih! No way!

27 Juni 2012

Poelang Kampoeng; Budaya Paling Indonesia!

Poelang kampoeng (pulang kampung-red) atau yang lebih kenal dengan istilah 'mudik' merupakan salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia yang PALING INDONESIA! Tau kenapa? Karena ternyata peristiwa 'mudik' ini hanya terjadi di Indonesia loh! 

sumber gambar klik disini

"Pulang kampung atau mudik ini sendiri yaitu kegiatan perantau atau para pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya." -Wikipedia

Lalu fenomena menarik dari mudik sebenarnya adalah berasal darimanakah budaya ini muncul yang selanjutnya berubah menjadi suatu pola kontinuitas yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia?! Nah, sebenarnya kalau diamati sebenarnya budaya mudik ini mayoritas terjadi di kota-kota besar saja, seperti misalnya di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan kota-kota besar lain. Hal ini bisa saja terjadi karena rata-rata para pemudik merupakan pendatang yang telah lama bekerja di suatu kota sampai akhirnya mereka memutuskan untuk menetap di kota tersebut. 

Bila dilihat lebih jauh lagi berdasarkan survey yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik, ternyata fenomena mudik ini juga menunjukan bahwa setiap tahunnya jumlah pendatang yang datang ke kota-kota besar semakin banyak jumlahnya. Urbanisasi! Ya, perpindahan dari desa ke kota. Faktor urbanisasi besar-besaran inilah yang menyebabkan semakin besarnya jumlah pemudik tiap tahunnya. Dan satu pertanyaan mendasar lagi yaitu kenapa mereka (para pemudik-red) melakukan urbanisasi? Disamping banyak faktor yang menjadi latar belakang perpindahan ini, salah satu faktor utama dari urbanisasi adalah karena adanya faktor pekerjaan. Mengapa? Karena banyak orang berasumsi bahwa kota besar lebih banyak menjanjikan mereka kesempatan untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik dari tempat asalnya. Dari situlah daya tarik sebuah kota besar menyebabkan arus urbanisasi ini kian hari kian melonjak.

Mudik sendiri sebenarnya seringkali dikaitkan dengan perayaan Idul Fitri atau lebaran, dimana hal ini secara tidak langsung juga menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam. Walaupun pada kenyataannya momentum ini juga dimanfaatkan oleh penduduk non islam untuk pulang ke kampung halamannya maupun untuk berlibur. Momen lebaran sendiri merupakan momentum yang tepat untuk pulang kampung, namun tentu saja bukan sekedar tradisi 'pulang ke kampung halaman' dan berkumpul dengan keluarga tetapi juga ada nilai-nilai kultural yang sudah melekat menjadi sistem nilai bagi masyarakat Indonesia itu sendiri.

Idul fitri atau lebaran dalam agama islam mengandung makna luas yakni kembali ke 'Fitri' atau 'suci'. Lalu, sebagian masyarakat Indonesia memaknai ini dengan cara kembali ke tanah kelahirannya untuk bertemu dengan orang tua, keluarga, tetangga maupun sanak saudara untuk meminta maaf, berziarah dan berbagi kebahagiaan di kampung halaman. Melalui mudik ini pula mereka mengenang kembali masa-masa awal saat mulai menjalani kehidupan, mengenal lingkungan sekitar, juga belajar tumbuh dan berkembang. Gaya hidup kota-kota besar yang cenderung menunjukkan tingkat individualisme yang tinggi serta tuntutan pekerjaan yang diburu waktu membuat para perantau ingin merasakan suasana kekeluargaan yang hangat dan akrab dengan keluarga yang benar-benar dikenalnya, dimana hal tersebut hanya dapat diperoleh di kampung halamannya. Maka tak heran jika mudik merupakan momen yang tepat untuk melampiaskan puncak kerinduan bagi masyarakat perantauan setelah setahun bergelut dengan hingar-bingar kota yang hampir tanpa koma.

Ya, entah kenapa peristiwa tahunan ini nyatanya mengalami penyempitan makna dimana pulang kampung selalu identik dengan lebaran..

Dibalik itu semua nyatanya banyak efek yang ditimbulkan dari budaya ini..
Nuansa mudik memang terasa begitu kental bahkan beberapa bulan sebelum hari lebaran itu sendiri tiba. Para calon pemudik biasanya sudah mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari memesan tiket perjalanan sekalipun harga tiket naik menjadi jauh lebih tinggi dari harga normal, memesan kamar hotel dari jauh hari, dan lain sebagainya. Budaya satu ini memang sangat konsumtif tapi masyarakat Indonesia sangat senang melakukannya baik dari kalangan jetset maupun kalangan menengah kebawah, tanpa melihat status sosial. Yang mana pada akhirnya berdampak positif luar biasa terhadap ekonomi musiman di Indonesia ini.

Namun terlepas dari latar belakang dan manfaat dari munculnya fenomena mudik itu, masalah yang ditimbulkan dari tahun ke tahun selalu sama; entah itu antrean panjang untuk mendapat karcis atau tiket transportasi; harga sembako, tiket bus, kereta api, kapal laut, pesawat terbang sampai ongkos angkutan kota, bajaj, dan ojek yang menanjak seketika; kemacetan lalu lintas dimana-mana, berdesak-desakan di panas dan pengapnya gerbong kereta api, antrian SPBU untuk mendapatkan bahan bakar, banyaknya kecelakaan lalu lintas karena bertambah padatnya pengguna jalan hingga banyaknya tindak kriminal yang mengancam keselamatan jiwa!

Kemacetan lalu lintas merak
 Sumber foto klik disini

Saya sendiri termasuk salah satu orang Indonesia yang menganut paham ‘mudik itu wajib!’. Perjalanan dari Bandung ke kampung halaman yang seharusnya dapat ditempuh hanya dalam 4 jam, tapi saat mudik saya bisa menempuh waktu 8 sampai 9 jam. Hal-hal seperti itulah yang paling menjadi ciri khas mudik sebenarnya. Tapi terlepas dari bayangan lelahnya kondisi fisik dan berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan, mudik menjadi suatu kenikmatan batin tersendiri bagi para pelakunya. Do you agree with me?! ;) 

Selanjutnya apa?!
Karena mudik memang tidak dapat dilarang, pemerintah telah berusaha menunjukkan komitmennya dalam memberikan fasilitas dan kenyamanan agar budaya mudik ini berjalan lancar, aman dan nyaman, meskipun tetap saja masih banyak yang perlu dibenahi disana-sini. Peningkatan pelayanan kualitas dan kuantitas infrastruktur jalan, transportasi massal, penerangan jalan, pos kesehatan, rest area sampai penurunan armada kepolisian untuk mengatur lajur lalu lintas sudah diupayakan demi mendukung kelancaran mudik lebaran.

Salah satu slogan asuransi di Indonesia
Terlepas dari semua itu, yang tidak kalah penting adalah menghimbau agar para pemudik dapat turut bertanggungjawab untuk turut mensukseskan tradisi mudiknya secara aman melalui persiapan fisik dan mental yang memadai agar resiko kerawanan keamanan atau kecelakaan lalu lintas dapat ditekan sekecil mungkin.



Pada dasarnya momentum mudik ini membangkitkan semangat rindu kampung halaman secara massal. Mudik bukan hanya sekedar budaya, tradisi atau kebiasaan masyarakat Indonesia, tapi merupakan suatu kebutuhan dasar manusia akan cinta serta penghargaan secara penuh yang hanya dapat berasal dari lingkungan terdekatnya, keluarga ..kampung halaman!

Poelang Kampoeng, Budaya Indonesia Paling Indonesia!

Dan sekarang euforia Ramadhan dan Idul Fitri ini tidak terasa sudah semakin dekat saja. Jadi, sudahkah Anda mempersiapkan rencana mudik Anda di Tahun ini?


Blog Contest

25 Juni 2012

Kayanya Indonesia, Kayanya Banten!

-->
Indonesia.. Ah, alangkah kayanya negeri kita satu ini. Kaya akan ragam budaya, bahasa, wisata dan masih banyak hal lainnya. Indonesia ..ooh Indonesia! Dari sabang sampai dengan merauke berjajar pulau-pulau cantik nan indah luar biasa. Entah berapa banyak lokasi yang bisa dijadikan objek wisata di Tanah Air kita yang tercinta ini. Dan, saya selalu berdoa semoga Tuhan memberikan saya kesempatan untuk bisa menikmati setiap inci keindahan ciptaannya, agar saya bisa selalu bersyukur dan selalu mengingat kebesaran-Nya! 

Saya ingin keliling Indonesia!
Pernah mendengar kata-kata ini, “Setiap hal besar dimulai dari sebuah langkah kecil”?! And here I go.. Mulai dari langkah kecil, mulai dari daerah sekitar saya sekarang ini.. 

.........................Mari jelajahi, Banten! #TravelAsyik

Tepat pada hari sabtu tanggal 23 Juni kemarin saya berkesempatan untuk mengikuti acara Fun Nature Tracking 10K yang diselenggarakan oleh WWF Indonesia dan Komunitas Indo Runners yang bertajuk `Run Rhino Run` pada 24 Juni dengan tujuan untuk meningkatkan kepedulian publik bagi konservasi badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon, Pandeglang, Banten. Kepedulian bangsa ini dalam program 'Dukung Pelestarian Badak Jawa' memang sudah tidak perlu diragukan lagi. Salah satunya telah dibuktikan dengan pencanangan Indonesia sebagai tuan rumah Tahun Badak Internasional dari 2012 hingga 2013 yang telah diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup pada 5 Juni lalu.

Tak kenal maka tak sayang..
Secara geografis wilayah Banten terletak di antara pulau Sumatra, Jawa-barat dan Jakarta. Dari arah jakarta diperlukan waktu kurang lebih 2 jam untuk sampai di Serang. Adapun Banten beriklim tropis dengan 2 musim yaitu hujan dan kemarau, dengan suhu udara rata-rata 28 derajat celcius. Bagian selatan banten merupakan daerah berbukit yang landai, sementara bagian utara merupakan daerah dataran rendah atau pantai. Hasil utama banten diantaranya pertanian, berkebunan dan industri.

Apa saja potensi wisata yang dimiliki oleh Banten?
Banten memiliki beragam obyek wisata, mulai dari wisata bahari (Pantai Carita, Tanjung Lesung, Pulau Umang, Anyer, Pantai Ciputih, Pantai Sumur, Pantai Sawarna, dll), ekowisata (Taman Nasional Ujung Kulon, Gunung dan Pulau Anak Krakatau), wisata budaya (Kampung Baduy), wisata religi (Mesjid Agung Banten, Wihara Avalokitesvara, gua Sanghiang Sirah), edukasi wisata (Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama, Peninggalan sejarah Situs Keraton Kaibon, Keraton Surosowan), wisata belanja dan masih banyak lagi.

Namun saat ini daerah tujuan wisata favorite yang dijadikan alternatif liburan di Banten adalah Anyer. Desa kecil yang sunyi berubah menjadi daerah tujuan wisata karena pantainya yang indah berpasir putih dan adanya sejumlah tempat rekreasi, terutama wisata air seperti, surfing, diving, dan lain sebagainya.

Dimana sih Taman Nasional Ujung Kulon itu?
Taman Nasional Ujung Kulon terletak di bagian ujung barat Pulau Jawa yang keseluruhan memliki luas 120.551 ha, yang terdiri dari daratan 76.214 ha dan laut 44.337 ha. Kawasan ini meliputi wilayah Semenanjung Ujung Kulon, Pulau Panaitan, Pulau Peucang, Pulau Handeleum, dan Gunung Honje. Dan Semenanjung Ujung Kulon ini terkenal dengan jalur pantainya yang luas membentang nan indah. Hamparan ekosistem di Semenanjung Ujung Kulon ini memberikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang. Pantai-pantai cantik turut pula menjadi salah satu daya tarik wisata pantai karena keindahan pantainya yang masih alami.


Taman Nasional Ujung Kulon ini menawarkan berbagai macam aneka wisata bagi para pengunjung, diantaranya edukasi wisata, ekowisata, serta wisata alam akan pesona indahnya kawasan Taman Nasional dan pantai sekitar. Tempat ini bisa Anda jadikan salah satu alternatif liburan baru bagi keluarga maupun pasangan.

How to get there?
Alternative-1 : Jakarta - Serang (1 1/2 jam via jalan Tol), Serang - Pandeglang - Labuan (1 1/2 jam) 
Alternative-2 : Jakarta - Cilegon (2 jam via jalan Tol), Cilegon - Labuan (1 jam)
Alternative-3 :  Bogor - Rangkasbitung - Pandeglang - Labuan (4 jam).
(Sumber: Dephut)

Cerita Singkat Jakarta - Taman Nasional Ujung Kulon..
Sabtu pagi kami; para panitia wwf, Rhinocare, volunteer, IndoRunners dan para pemenang kontes, berkumpul pada pukul 05.00 WIB di Kantor WWF Indonesia yakni Gedung Graha Simatupang di Jalan Letjen. Tb. Simatupang Jakarta. Kegiatan diawali dengan registrasi seluruh peserta dan pengumuman pembagian bis serta LO. Setelah seluruh panitia dan peserta lengkap, perwakilan panitia memberikan sambutan singkat sebagai pembukaan acara untuk mengarahkan seluruh peserta dalam perjalanan menuju Ujung Kulon.

Tepat pada pukul 06.00 WIB, 11 Rombongan mini bus Big Bird melaju beriringan menuju Taman Nasional Ujung Kulon. Perjalanan kami terbilang cukup lancar karena perjalanan dari Jakarta menuju kota Serang melalui Jalan Tol. Sekitar 1,5 jam kemudian sampailah kami di Kota Serang, lalu dilanjutkan ke arah Pandeglang. Estimasi waktu yang sudah kami perkirakan sampai pada pukul 13.00 WIB ternyata mengalami kemunduran, karena pada saat perjalanan beberapa kali kami melakukan istirahat di Rest Area maupun di pom bensin terdekat.

Sepanjang jalan dari Pandeglang menuju Labuan kami disuguhi pemandangan deretan pohon kelapa, sungai dan pantai yang luar biasa indahnya.. Namun ternyata, setelah sampai di Labuan, untuk mencapai Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon masih harus melalui jalanan yang cukup panjang juga berliku. Hal ini bertambah lagi dengan sedang dilakukannya perbaikan infrastruktur jalan di beberapa titik yang menyebabkan perjalanan mengalami sedikit hambatan. 

Hmm.. belum lagi setelah memasuki daerah Labuan, masih banyak jalan rusak berbatu yang membuat perjalanan kami sedikit terganggu.. tapi semua itu terbayarkan!


..deretan pohon, hutan, sungai, pesawahan, pantai, dan laut!


Pemandangan sekitar

Lagi-lagi pemandangan itu yang memanjakan mata kami selama perjalanan panjang ini. Ah.. sungguh indahnya! Perjalanan panjang nan meletihkan itu terbayar sudah oleh pemandangan sekitar selama kami berjalan menuju hotel tempat kami bermalam. Mata kami terbelalak seketika saat melihat sajian alam yang sungguh luar biasa ini. 

Welcome~

Kami menginap di Ciputih Hotel & Resort yang lokasinya berhadapan secara langsung dengan Pantai Ciputih. Wow! Hanya kata itu yang berulang kali saya ucapkan ketika kami sampai di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB. 



Tidak mau buang waktu, walaupun merasa lelah karena perjalanan panjang Jakarta-Ujung Kulon ini memakan waktu hampir lebih dari 9 Jam.. Sambil melepas lelah, saya melihat-lihat penduduk sekitar yang sedang memamerkan cara dan hasil karya mereka dalam membuat ukiran Badak Jawa yang dibatik. Cantik!

Wawancara para pengrajin

Salah satu pengrajin sedang mengukir badak!

Rhinooooo :D


Malam untuk membatik badak..
Rhino setengah jadi

Yeiyyy! Batik Badak special for me!

Setelah puas melihat para pengrajin batik badak ini, saya segera bergegas untuk main di pantai.  Daun-daun kelapa langsung bersautan menyambut kedatangan kami diiringin hembusan semilir angin pantai yang kencang. Saya beserta kawan-kawan yang lain berlomba mencari spot-spot foto untuk mendapatkan hasil gambar yang bagus, sambil menunggu sunset..




 


Sunset

Malam itu, kami disuguhi berbagai macam hidangan khas laut diiringi oleh Tarian Bendrong Lesung dan Debus!


Sungguh saya tak henti-hentinya dibuat takjub akan kekayaan alam dan budaya Indonesia. Bayangkan saja gugusan kepulauan terbesar di dunia yang menyimpan ratusan suku dan budaya yang paling beragam sedunia, surga para penyelam sejagat yang juga menyimpan banyak gunung berapi aktif. Saking indah dan luasnya bisa dibutuhkan waktu sekian lamanya untuk menikmati surga dunia yang satu ini. Indonesia oh Indonesia! Sungguh salah satu ciptaan Tuhan yang Maha Indah..

Dan, keesokan harinya ..Fun Nature Tracking 10K membawa kami untuk menyusuri trayek sekitar Taman Nasional Ujung Kulon. Mulai dari perbukitan sekitar, Pantai Sumur, Pulau Umang, dan Pantai Ciputih..

Matahari dari Ujung Kulon


Di pagi hari yang cerah itu matahari juga tak lupa menyambut kami dengan ceria. Matahari dari Ujung Kulon, saya bilang.

Pemandangan yang tidak kalah indah kami dapatkan saat kami memasuki wilayah Pantai Sumur. Wilayah ini sedang mengalami perbaikan infrastruktur saat kami datang, sehingga kami tidak dapat bermain-main disekitar pantai dengan leluasa. Dan yang membuat kami sungguh terperangah adalah pemandangan alam dan kejernihan air lautnya yang benar-benar jernih..



Kegiatan masyarakat sekitar Pantai Sumur

Dari Pantai Sumur, terlihat Pulau Umang. Pulau Umang merupakan kawasan wisata yang berdiri di atas pulau kecil berukuran hanya 5 hektar, adapun katanya Pulau ini dikelola oleh sebuah perusahaan swasta. Pulau berada di Teluk Panaitan dan sebelah selatan Ujungkulon ini, memiliki daya tarik dengan pantainya yang berpasir putih serta panorama alam yang memukau. Sayangnya kami tidak sempat untuk menyebrang ke Pulau ini karena adanya keterbatasan waktu. Oneday, I'll be there! I promise!

And here we goooooooo! Pantai Ciputih! Yeiyyyyyy! Soooooo beautiful :")

 

So blue, so beautiful. Ciputih beach.. I love you.

Perjalanan mengitari kawasan Taman Nasional Ujung Kulon kami akhiri di Pantai ini, kami bersenda gurau, menyanyi lalu menari seakan ingin membuat waktu berjalan 10 kali lebih lambat dari biasanya..

"Orang yang paling kaya bukan yang paling banyak hartanya. Tapi yang paling banyak jalan-jalan dan melihat dunia." -@Amrazing

Itu kata-kata yang sangat saya suka.. Kata-kata yang selalu menginspirasi. Saya ingin melihat Indonesia, saya ingin melihat seisi dunia!

Dan itulah, sungguh kayanya Indonesia. Sayangnya banyak kekayaan Indonesia yang masih belum bisa tergali potensinya. Maka saya pikir objek wisata di Banten ini bisa menjadi salah satu alternatif wisata bagi kalian yang ingin refreshing, sejenak melepas penat akan kesibukan dan hingar bingar kota besar. Selain menyajikan berbagai macam keindahan alamnya, wisata Banten juga tak kalah menyajikan edukasi wisata yang pastinya akan banyak bermanfaat bagi kita.. Yang pasti dengan mengunjungi Banten dan sekitarnya kita akan semakin sadar akan pentingnya menjaga dan melestarikan kekayaan yang Negeri kita miliki..

Sekian cerita liburan saya kali ini, sampai jumpa lagi..




Tulisan ini dibuat untuk mengikuti #TravelAsyik dari http://anakasyik.com berhadiah jalan-jalan bareng @TrinityTraveler. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.

21 Juni 2012

Nostalgila!

Tanpa saya sadari bahwa dari kecil saya sangat suka menulis... 

Mulai dari nulis diary (dear, diary! HAHAHA doh!), nulis puisi, bikin cerita pendek yang saya tulis di halaman paling belakang buku jaman SD dan berimajinasi membuat film pendek yang saya putar dalam otak saya sendiri.

Hmmm.. kali ini saya mau bahas mengenai diri saya sendiri. Tentang hobi saya, tentang ketertarikan saya di dunia jurnalistik ....dunia tulis menulis.


Memasuki jaman SMP, saya mulai benar-benar suka nulis puisi (oke, walaupun saat saya baca, saya tertawa-mentertawakan diri sendiri, lalu bilang ‘ya ampun, kalau kata anak jaman sekarang saya pasti dikatain alay!'). Tapi untuk ukuran anak smp puisi yang saya bikin keren juga, sayangnya lembaran-lembaran puisi yang saya kumpul di booknote itu hilang entah kemana. Dan ini pasti kerjaannya papap yang ngiloin buku-buku saya ke tukang loak. Errrrrr.

Daaaan saat SMA, kegiatan tulis-menulis ini saya tuangkan dengan bergabung dengan tim jurnalistik sekolah, namanya SEJUTA, singkatan dari Seven Journalist Team. Disinilah hobi saya tersalurkan. Tiap satu kali dua minggu, saya, kami, membuat majalah dinding sekolah. Ya, begitulah. Isi majalah dinding berkisar antara membuat artikel, rubrik opini, wawancara, info-info terbaru mengenai dunia luar, info kesehatan, zodiak dan beberapa hal lain yang saya sendiri lupa. Sempat juga saya mengikuti beberapa kompetisi majalah dinding. Hmm.. seingat saya dulu kami pernah ikut berpartisipasi dalam lomba majalah dinding antar SMA se-Bandung Raya yang diadakan oleh PMI, lomba majalah dinding dari salah satu majalah lokal di Bandung  dan beberapa kompetisi sejenis lainnya, tapi yang paling saya ingat adalah ketika kami mengikuti lomba majalah dinding di Universitas Padjajaran.

Lomba yang diselenggarakan oleh Jurusan Ekonomi Studi Pembangunan Universitas Padjajaran itu mengusung tema ‘Wall Battle Magazine ESP UNPAD’. Saya sendiri tidak begitu ingat kapan lomba itu dilaksanakan, yang pasti di sekitar awal tahun 2006, kalau tidak salah. Jadi, bisa dikatakan sebagai newbie di dunia tulis-menulis, saya menganggap kompetisi ini cukup bergengsi karena diikuti oleh lebih dari 50 tim. Adapun satu tim terdiri dari 3-4 orang, dan kebetulan dari sekolah saya ada 2 tim yang turut serta. Disanalah semua berawal, kompetisi berlangsung sangat seru, hampir setiap hari tim kami melakukan koordinasi untuk mempersiapkan hari-H! Mulai dari menyiapkan materi, konsep tata letak, hiasan dan lain sebagainya. Singkat cerita.. dari sekian banyak tim, ternyata hanya disaring 15 tim yang masuk babak final. Dan tim saya termasuk salah satunya! Yes! Ehm.. boleh dong agak bangga soalnya saya ketua timnya, haha. Walaupun agak pesimis untuk menang melihat teman-teman lain juga yang masuk final bisa dikata tidak bisa diremehkan, tapi kami tetap semangat! Tidak sedikit dana pribadi yang kami keluarkan untuk mengikuti lomba ini, mengingat dulu anggaran dari sekolah bisa dikatakan kurang dari ‘cukup’, tapi rasanya semua terbayar lunas dengan apa yang kami dapat. Ya, memang gelar juara tidak kami dapatkan. Tapi setidaknya kami menjadi favorite. *Cheers!*

20 Juni 2012

Rumah Payung; Recommended Place for Romantic Candle Light Dinner

BANDUNG. Ya! Pastinya sudah tidak asing lagi bukan kota tersebut ditelinga kita? Selain dikenal sebagai 'Paris Van Java', si Kota Kembang satu ini juga dikenal sebagai surganya wisata kuliner.


Rumah Payung bisa menjadi salah satu alternatif yang bisa Anda pilih untuk menghabiskan malam romantis bersama pasangan. Nuansa yang ditawarkan oleh resto ini adalah  konsep terbuka, pekat dengan atmosfer romantis. Candle light dinner adalah salah satu alasan yang paling banyak dipilih oleh para pengunjung restoran. Siap-siap larut dalam romantisme malam diselimuti dinginnya udara bandung! x')
Rumah Payung Resto & Resort

Keindahan Kota Bandung sudah bisa dinikmati sejak Anda memasuki kawasan Dago Pakar. Untuk sampai di tempat ini, Anda akan disuguhkan view kota bandung yang sukar digambarkan dengan kata-kata. Dan pemandangan tersebut bisa lebih dieksplorasi dan dinikmati ketika malam menjelang. Sepanjang jalan menuju Rumah Payung, keindahan kerlap-kerlip lampu seantero kota berkedip seakan menggoda Anda. Makanya tak heran banyak pengunjung yang kemudian sengaja mendatangi tempat ini di malam hari, karena pemandangannya yang benar-benar indah dan cantik, serta aura romantisnya yang tambah demikian terasa.

Bangunan cantik dengan desain apik akan menyambut Anda sesampainya di tempat ini. Mayoritas bangunan dan furniturnya kebanyakan terbuat dari kayu. Saat malam hari, lampu yang redup menghasilkan suasana yang dijamin akan melumerkan hati. Resto ini juga menyediakan beberapa pilihan tempat duduk sesuai selera kita, ada kursi, sofa dan ada pula saung untuk lesehan seperti foto dibawah ini. 

Saung; tempat makan lesehan.
Ada banyak menu pilihan yang disajikan oleh Resto ini. Bukan hanya makanan khas Indonesia yang tersedia, namun juga Asian Food dan Western Food seperti steak, salad, ice cream, dan lain sebagainya. Anda bisa memesan salah satu makanannya sesuai dengan selera dan keinginan. Hmm.. dan untuk harga, Anda tidak perlu khawatir. Harga di Resto yang satu ini masih sangat terjangkau loh..

Range Harga

Appetizer       : 4.000,- s/d 18.000,-
Main Course  : 11.000,- s/d 80.000,-
Beverages      : 4.000,- s/d 28.000,-
Dessert           : 13.000,- s/d 23.000,-

Rekomendasi 

Adapun menu favorite yang saya rekomendasikan yaitu ..Bebek Peking Betutu Bumbu Bali! Yummy!
 




Bebek Peking Betutu Bumbu Bali
 
Chicken Cordon Bleu


Cola Float Vs. Chocolate Milkshake


Cola Float, Chocolate Milkshake, and peaceful..

Bagi Anda yang ingin merasakan kenikmatan makanan, keromantisan sekaligus juga keindahan Kota Bandung di malam hari bisa langsung saja datang kesini. Dijamin puas dan yummy makanannya!

Lokasi 

Alamat: Jl. Terusan Ranca Kendal No. 99 Bandung (Dago Resort )
untuk lebih jelasnya, anda bisa melihat peta lokasi di http://www.streetdirectory.co.id/
Website : www.rumahpayung.co.cc





Saran saya, pilihlah area ini dan nikmati makanan sambil memandangi geliat Kota Bandung saat malam hari . Oya, yang membuat tempat ini semakin romantis adalah adanya live music, dan bahkan Anda bisa turut menyumbangkan suara Anda loh! Petikan gitar menyatu dengan suara piano dan bass dipadu dengan sang biduan yang bersuara merdu, sempurnaaaaaaaaaa! ............Melewati malam dengan senandung romantis, gemulai cahaya lilin dan suasana hangat akan jadi satu memori yang takkan terlupakan. Jangan lupa menggunakan pakaian yang cukup tebal atau memesan makanan hangat untuk melawan udara dingin di sana. Hangatkan diri dengan menciptakan kenangan romantis juga bisa pereda dingin yang menyenangkan. 

  
Selamat mencoba! ;) 




Tulisan ini diikutsertakan dalam Event Blogger "Lomba Menulis Tempat Makan Favorit Blogger dan pasang Widget Peta" yang diselenggarakan oleh Blogger Plus Indonesia (BPI).

19 Juni 2012

Menang Kontes (Lagi!)

Hallo hallooooooo...

Aaaaaaaaaaaaaaa~~~ Rasanya ingin salto jumpalitan deh saat tau saya salah satu dari 50 orang yang beruntung untuk ikut berpartisipasi dalam kampanye pelestarian Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon.

Jadi kontes ini dilakukan dari tanggal 31 May 2011 sampai dengan 14 Juni. Adapun saat saya tau mengenai kompetisi ini tanggal 9 Juni, tepat 5 hari sebelum kompetisi kampanye pelestarian ini DITUTUP! Walaupun agak-agak pesimis untuk menang saat melihat banyaknya dukungan yang sudah diterima teman-teman lain yang ikut kontes lebih dulu, tapi entah kenapa saya tetap bersemangat untuk ikut! Ha! Dasar batu..


Jadi.. Dasar dari acara ini sejujurnya adalah panggilan batin saya untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial ini (uhuk!), haha. Oke okeeee! Alasan lainnya, ya karena saya memang sangat hobi travelling, saya ingin mendatangi tempat-tempat baru ..hmm ini juga termasuk dalam rencana #VisitBanten yang sudah saya susun. Dan syukur alhamdulillah, ternyata Allah yang Maha Baik itu punya rencana yang diluar dugaan saya.. Bolehlah Anda pikir ini suatu kebetulan saja, tapi saya tidak bisa berpikir demikian hehe. Kalaupun iya, saya berpikir ini adalah kebetulan-(keajaiban)-kebetulan yang sengaja Allah beri untuk saya ;D

15 Juni 2012

Conversation..

A : You spend too much time thinking about what things mean..
A: Sorry! But, there's so much going on in my head right now. I'm just trying to figure out the right thing to do..
A: What do you need right now?
A: A little time, some space. Not just with you, but with everybody.
A: Hmm.. We can get some space here. It's okay. I care about you. So, I'll wait. You dont need to say anything, you just need to know that.
A: Ok, thank you!
A: Hey, I worry about you..
A: Yes, I know! I'm okay. Sure.

13 Juni 2012

Seminar Jurnalistik pada ESC III PT Krakatau Steel & Group

Bertempat di Hotel Permata Cilegon, pada hari senin tanggal 4 Juni 2012 diselenggarakan acara Executive Steering Committee (ESC) Krakatau Steel Group ke II di tahun 2012 yang dihadiri oleh Dewan Direksi serta jajaran manajemen setingkat General Manager dan Manager SPI PT Krakatau Steel (Persero) Tbk & Group. Pada pertemuan ESC kali ini dilaksanakan juga acara Serah Terima Jabatan dari Direktur Utama PT Krakatau IT., Erwanto kepada Tjoky Hidayat, yang kemudian dilanjutkan dengan acara pengenalan jurnalistik yang diberikan langsung oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., Fazwar Bujang selaku ketua ESC membuka acara sekaligus menyampaikan beberapa arahannya untuk seluruh anak perusahaan Krakatau Steel Group. Dalam pesannya disampaikan agar semua pihak ikut aktif berperan serta dalam program yang sedang digalakan oleh pemerintah, yakni mengenai pembatasan penggunaan BBM bersubsidi. Maka dari itu dihimbau untuk seluruh Direksi dan Pejabat PT Krakatau Steel (Persero) Tbk & Group yang memakai kendaraan dinas untuk kegiatan operasional untuk tidak menggunakan BBM Bersubsidi. Hal ini telah disosialisasikan dalam bentuk surat edaran dan akan segera diimplementasikan dengan dibuatnya stiker khusus.

Agenda selanjutnya diisi dengan presentasi pengenalan jurnalistik yang diawali oleh Kamsul Hasan, Ketua PWI Cabang DKI Jakarta, mengenai Hukum Komunikasi Indonesia guna memahami dasar UU Pers dan keterbukaan informasi publik. Seperti yang diketahui bahwa pada perjalanannya suatu perusahaan tidak bisa terlepas dari peranan media sebagai salah satu sarana untuk menyampaikan informasi guna meningkatkan citra perusahaan. Dijelaskan pula bahwa baik media massa maupun perusahaan dalam posisi saling memanfaatkan dan saling menguntungkan satu sama lainnya. Adapun sebagai Badan Usaha Milik Negara yang sudah go public PT Krakatau Steel (Persero) Tbk & Group mempunyai kewajiban untuk menyediakan informasi publik secara terbuka dan transparan.

Beliau menambahkan bahwa untuk menetapkan dan mengawasi pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik serta memberikan pertimbangan dan mengupayakan penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus-kasus yang berhubungan dengan pemberitaan pers dibentuklah suatu Dewan Pers yang Independen. Adapun Dewan Pers menerima pengaduan masyarakat menyangkut pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik atau kasus-kasus pemberitaan pers lainnya yang bisa dilakukan dengan mengakses www.dewanpers.or.id dengan mengisi formulir pengaduan. Lebih lanjut penjelasan rinci mengenai kode etik jurnalistik dijelaskan oleh Ismet Rauf, Ketua Dewan Kehormatan Daerah PWI Cabang DKI Jakarta Raya. Acara pada hari itu ditutup dengan adanya sesi tanya jawab antara Direksi PT Krakatau Steel (Persero)., Tbk & Group dengan para anggota Persatuan Wartawan Indonesia. (AA)



Majalah KSG (Krakatau Steel Group)

Diterbitkan oleh:
Divisi Protocolaire & Internal Communication
PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk

9 Juni 2012

Si cula satu yang tidak boleh jadi satu-satunya!


Indonesia adalah Negara yang dianugerahi kekayaan alam yang sangat besar. Salah satu dari kekayaan alam tersebut adalah adanya berbagai hewan dan tumbuhan langka yang hanya dapat hidup dan tumbuh di Indonesia. Namun sayangnya karena ulah orang-orang yang tidak bertanggungjawab, banyak hutan yang notabene merupakan tempat tinggal hewan dan tumbuhan tersebut rusak. Keadaan tersebut semakin bertambah parah dengan adanya aktifitas perburuan liar. Akibatnya seperti yang kita ketahui, sekarang ini ada beberapa jenis spesies hewan yang semakin sulit dijumpai, bahkan ada yang dilansir sudah musnah sama sekali dan tidak lagi dapat dijumpai di alam bebas. Dengan demikian kehidupan hewan dan tumbuhan langka Indonesia semakin terancam.
    
Menyadari hal tersebut pemerintah Indonesia dan berbagai lembaga sosial kemudian mengambil kebijakan untuk melindungi mereka dengan melakukan berbagai langkah terpadu, diantaranya dengan membuat peraturan perundang-undangan dan program untuk bersama-sama melestarikan hewan-hewan langka tersebut serta mendirikan tempat untuk melindungi mereka. Tempat perlindungan tersebut diantaranya seperti suaka margasatwa, cagar alam dan taman nasional. Faktanya, praktik perburuan liar dan jual beli hewan langka tersebut kerapkali masih sering terjadi dan menyebabkan populasi hewan yang dilindungi semakin menipis. 

Untuk itu, diperlukan suatu langkah yang terintegrasi dalam proses pelestarian hewan-hewan langka tersebut, beberapa diantaranya yaitu memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian binatang langka untuk tetap hidup di habitatnya. Selain itu kita dapat turut serta dalam mendukung setiap aktivitas pelestarian hewan yang dilakukan oleh berbagai lembaga sosial, salah satunya adalah WWF, dengan turut serta menyuarakan kampanye serta memberikan dukungan moral dan finansial misalnya. Langkah lain yang dapat dilakukan dan yang kini sedang digencarkan oleh pemerintah sekarang ini adalah dengan membuat tempat penangkaran bagi hewan-hewan langka agar bisa berkembang biak dan selanjutnya melepaskan mereka ke alam bebas agar dapat hidup secara alamiah. 

Badak Jawa adalah salah satu dari sekian banyak hewan langka yang harus dilindungi dan dilestarikan, guna mempertahankan kehidupan spesies tersebut yang semakin hari semakin sedikit jumlahnya serta mengantisipasi punahnya spesies tersebut. Taman Nasional Ujung Kulon memiliki kawasan seluas 1.206 km² yang mencakup 443 km² kawasan laut. (sumber: rhinocare). Terletak di bagian paling ujung barat Pulau Jawa, Taman Nasional Ujung Kulon merupakan habitat satu-satunya yang paling baik bagi populasi Badak Jawa di dunia.
sumber: http://sumbergambar.com/binatang/badak+jawa+badak+bercula+satu.html


World Wide Fund for Nature (WWF) adalah sebuah organisasi non-pemerintah internasional yang menangani masalah-masalah tentang konservasi, penelitian dan restorasi lingkungan. WWF adalah organisasi konservasi independen terbesar di dunia dengan lebih dari 5 juta pendukung di seluruh dunia yang bekerja di lebih dari 100 negara, mendukung sekitar 1.300[4] proyek konservasi dan lingkungan (Sumber: Wikipedia). Untuk di Indonesia sendiri ada WWF Indonesia (klik link untuk informasi lebih lanjut) yang mempunyai misi melestarikan keanekaragaman hayati di seluruh penjuru Indonesia dan mengurangi dampak yang disebabkan manusia.

Lalu tindakan nyata apa yang dapat kita berikan untuk pelestarian hewan satu ini?

Menjadi “orangtua angkat” dari Badak jawa tersebut. Tapi tentu saja menjadi "orangtua angkat" disini bukan dalam arti kita mengurus dan merawat badak-badak ini sendiri dirumah lohh, namun kita menjadi "orangtua angkat" secara simbolis. Ya! menjadi orangtua angkat dengan cara mengikuti program donasi guna yang dikelola secara langsung oleh WWF Indonesia. Ada beberapa jenis donasi berupa pilihan paket yang bisa kita pilih, (klik link ini untuk informasi lebih lanjut).  Dengan turut serta program ini kita juga ikut membantu upaya konservasi Badak Jawa melalui aktivitas patroli kawasan, manajemen habitat, riset genetik dan regenerasi tumbuhan pakan serta penanggulangan ancaman kesehatan maupun keselamatan Badak Jawa yang terdapat di Taman Nasional Ujung Kulon. 

WWF percaya keberhasilan upaya pelestarian dan pemberdayaan masyarakat setempat perlu didukung oleh kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi badak Jawa. Untuk itu WWF juga membuat program lain yang turut serta melibatkan masyarakat setempat (warga daerah Taman Nasional Ujung Kulon) untuk melakukan upaya pemberdayaan tempat wisata Ujung Kulon. Adapun salah satu berbentuk kegiatan sosialisasi tersebut, WWF Indonesia bersama dengan komunitas pelari Indo Runners yang akan melakukan fun nature tracking 10K (lintas alam) bertema “Run Rhino Run” pada tanggal 24 Juni 2012. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak para pecinta lari dan lingkungan untuk berpartipasi dalam kampanye pelestarian badak Jawa.


Jadiiiiiii, mari kita Dukung Pelestarian Badak Jawa sebagai salah satu kontribusi kita untuk pelestarian hewan gembul satu ini! :D

SI CULA SATU TIDAK BOLEH JADI SATU-SATUNYA!


RUN RHINO RUN! 



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...