18 Januari 2015

Sebuah Pantai, 07.40, Angin Kencang

Minggu pagi. Tidak seperti minggu biasa, yang biasanya hanya bangun untuk shalat subuh lantas tidur lagi hingga matahari hampir mencapai puncaknya. Pagi ini sedikit berbeda memang, aku bersiap pergi berjalan-jalan dan pantai menjadi pilihannya..

Alunan lagu yang tersalur melalui earphone menjadi teman perjalanan yang menenangkan, walau rasanya nada lagu dan arah pikiran tidak seirama. Tidak sejalan.

Tiba di pantai, aku mencari tempat nyaman untuk duduk, bukan karena tumpuan kaki yang sudah kelelahan menentukan langkah, tapi alasannya mungkin hanya karena diam bisa jadi pilihan tepat. Itu saja. Aku suka mendengar suara ombak, kecuali jika hari sedang hujan, aku lebih suka mendengarkan hujan dibawah atap rumah. Riuh keduanya sama-sama bisa menyamarkan debar jantung yang sedang bergejolak. Ramai tidak karuan. Berantakan.

Sebuah buku menemaniku pagi itu. Sejenak Hening, karya Adjie Silarus. Ditengah membaca tiba-tiba aku teringat obrolan panjang dengan seorang teman disebuah kedai penjual nasi goreng malam sebelumnya. Orang datang dan pergi silih bergantian. Soal perasaan, masa depan juga tentang ketidakpastian.

Dia orang yang lucu, pikirku. Walau sedikit moody, tapi sekaligus juga orang yang tidak ambil pusing soal keadaan. Hal yang juga selalu aku coba tapi belum pernah mencetak nilai sempurna dalam kenyataan. Belakangan ini dia tidak bercerita apapun soal kesedihannya, dia tetap ceria, tetap lepas tertawa. Tapi, bagaimanapun, tanpa ada kata pun, setiap orang bisa melihat bahwa ada yang berbeda dan tidak biasa, ada yang dia sembunyikan. 

“Ya, mungkin memang sudah jalannya begini ya. Aku cuma bersyukur Tuhan membukakan segalanya sebelum terlambat”. Pernyataan itu tergelincir begitu saja, lantas ia tersenyum sambil kembali memakan sisa makanannya. Aku hanya memperbaiki posisi duduk dan menghela nafas panjang.


11 Januari 2015

Bangka Botanical Garden; Bangka Rasa Bandung!


Bangka Botanical Garden; Selama hampir memasuki 6 bulan tinggal di Pulau Bangka ini, beberapa kali pula saya mengunjungi Pantai Pasir Padi, setiap akan check in aplikasi Path pasti muncul nama ini sebagai salah satu alternatif lokasi terdekat dari posisi dimana saya berada. Memang sebelum tiba di Pantai Pasir Padi ada semacam sebuah cafe yang bertuliskan nama tempat ini, tapi saya kira hanya sebatas cafe untuk ngopi dan sejenisnya, nyatanya saya salah.

Bangka Botanical Garden atau kerap disingkat masyarakat sekitar dengan sebutan BBG ini salah satu agrowisata di Pulau Bangka yang luasnya mencapai 300 hektar. Sore itu, selepas mendatangi acara open house dalam rangka tahun baru 2015 salah seorang senior kantor, kami tadinya hendak pergi ke daerah Sungailiat untuk ke Pantai. Namun, sayangnya cuaca dan angin sore itu sungguh tidak bersahabat. Jadilah, Pantai Pasir Padi jadi pilihannya..

6 Januari 2015

Pemeran Utama

Ada yang bilang kalau kita menilai diri kita dengan mengukur dari apa yang kita rasa mampu untuk kerjakan, sedangkan orang lain menilai diri kita dengan mengukur dari apa yang telah kita lakukan. Ketika kita merasa telah melakukan semaksimal mungkin hal yang harus kita lakukan tapi selalu dirasa kurang oleh orang lain. Lantas kita bertanya-tanya lagi harus bagaimana. 

Saya rasa sudah terlalu banyak orang yang mengeluh betapa pekerjaan mereka sungguh tidak menyenangkan, juga saya salah satunya. Begitupun beberapa bulan ini saya merasa ada sesuatu yang kurang, ada sesuatu yang terasa salah dan membuat tidak nyaman. Lagi lagi seseorang menasehati saya, dia bilang menikmati suatu pekerjaan bukan soal apa kita menginginkan pekerjaan itu atau tidak. Menikmati adalah bagaimana kita menghargai diri kita sendiri. Semakin kita mampu menghargai bahwa kita bisa mengerjakan lebih baik, semakin juga kita menikmati apa yang kita kerjakan. Bukan hanya memberikan lebih banyak hal yang bisa dinikmati, disyukuri, lebih dari itu rasanya hidup juga akan terasa jauh lebih menyenangkan.

Sama halnya ketika kita melakukan suatu hal yang baik, bukan untuk mengharapkan sesuatu, namun memang karena kita sadar bahwa itulah yang seharusnya dilakukan. Menyingkirkan batu besar ditengah jalan yang akan kita lalui, bukan saja agar kita tidak dibuat luka, namun untuk menjaga agar tak ada orang lain yang celaka karenanya, bukan? Jadi, meskipun suatu hal yang kita lakukan untuk orang lain tidak dianggap apa-apa, biarlah. Mungkin orang lain tak memahami hal itu, karena mereka menganggap memang itu yang seharusnya.

Menikmati setiap hal yang kita kerjakan adalah memahami setiap hal sebagai bagian dari permainan. Karena setiap orang adalah pemeran utama dalam cerita hidupnya sendiri, (kan?)



Selamat malam dan semoga mimpimu menyenangkan..



Pangkal Pinang, menjelang tengah malam


1 Januari 2015

Jadi, Selamat Datang 2015!

2014.. This year I've changed. This year was hard, but I learned a lot. Yap, setelah perjalanan yang berliku sepanjang tahun lalu, rasanya memang harus berhenti sejenak. Menarik napas panjang, berpikir lebih jernih, dan memperbaiki apapun untuk menjadi lebih baik. Klasik. Segala kesulitan lalu memang fase yang harus terlewati dulu. Setidaknya dengan melalui banyak pelajaran, pemahaman dan semoga kelak pemikiran jadi jauh lebih matang. Semoga.

Intropeksi diri. Berkaca dari apa yang sudah dialami setahun kebelakang. Menurut saya itu perlu, agar kita tetap on the right track. Bukan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, tapi karena masih banyak kesalahan lain yang harus dicoba. Ha! People changed and growing up.

Tadi malam seseorang menelpon saya dan mengucapkan selamat tahun baru, menyampaikan banyak doa serta jutaan harapan yang hanya saya jawab dengan satu kata. Aamiin. Semoga doa dan harapan bisa jadi penerang. Semoga untaian detik demi detik setahun ke depan penuh dengan kejutan dan pembelajaran yang menyenangkan.

Soal resolusi 2015? Biar saya rapalkan doa hanya dalam sholat dan sujud saja. Karena saya tahu harapan takkan pernah meninggalkan mereka yang menggenggamnya. Saya selalu bersyukur melihat cara Tuhan ‘menyadarkan’. Saya berterima kasih pada orang-orang yang memberi teladan dan menebarkan harapan perbaikan hidup pada kita.

Jadi, selamat datang 2015!



Pangkal Pinang, 01 Januari 2015
Awan mendung, angin kencang


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...