28 Februari 2013

Moving Out!

#DramaOfTheDay

x: Are you moving out?

y: I think that it's the best for us, to spend some time apart.

x: Do you still love me?

y: I do love you. I really do! But I'm leaving, because..

x: Because it's easier to walk away that to fight what you really want. Am I right?

y: You don't know anything. There are a lot of things going on here that are just outside of your reach!

x: Another chance? Tommorow night, please?

y: All right. Only if I get to plan the whole night out, start to finish and you go along with whatever I say.

x: Wow, sounds like dangerous.

y: Only to someone who's used to running the show.

x: Indeed.


Pic taken at Borobudur Temple; Yogyakarta (16/11/12)

26 Februari 2013

Katanya, Diam itu Emas

Katanya diam itu ibaratnya emas.. Katanya sih demikian. Katanya, saat kita tidak memiliki kata bermakna untuk diucapkan, maka diam adalah pilihan paling mulia.

Bagi saya diam itu teman. Beberapa teman bilang kalau saya pendiam, mereka bilang saya lebih baik  berkata-kata tanpa nada. Saya memang lebih suka berdiam. Diam, bukan berarti saya kehabisan kata atau tak ada tanda tanya.. saya diam karena seringkali saya mencari kapan waktu yang tepat untuk bicara.

Bagi saya diam itu teman. Dalam diam kita bisa dengan tenang memperhatikan dan mendengarkan lidah yang sedang merajut kata dengan nada.. dalam diam seringkali kita bisa mendapatkan kejernihan pandangan akan suatu perkara.. dalam diam, diam-diam kita bisa menangis tanpa jeda.. dan dalam diam seringkali hati bisa tersenyum penuh makna.

Diam, bukan selalu berdiam. Bagi saya, yang saya sadari, sekali membuka suara entah berapa ribu kata yang akan meluncur tanpa diduga. Kata bisa jadi suatu persoalan yang luar biasa. Kata bisa menjadi suatu perkara panjang tak berjeda. Bahkan tak jarang seseorang bisa tergelincir bukan karena sebongkah batu besar, tapi bisa jadi karena satu kerikil yang tidak disangka. Kata itu bisa menjadi bencana..

Bagi saya diam itu teman. Bagi dia, 'diam' saya itu sesuatu yang harus dilawan.


xx,
agistianggi

24 Februari 2013

Genangan dalam Kenangan

Tanpa disadari nyatanya banyak makna kiasan dibalik rajutan kata. Dia itu seolah jelmaan suara dari dalam hati yang bereinkarnasi menjadi deretan nada, yang kemudian terdengar melalui serentetan irama. Terkadang tersimpan kenangan disetiap detik peristiwa. Ada tangis dibalik tawa ..karena disetiap masa, kita akan selalu menyimpan setidaknya satu cerita.

Layaknya satu episode film tanpa jeda, layaknya satu baris kata yang berjalan mengelilingi otak kita ..Semua terjadi secara sempurna seperti yang diarahkan oleh yang Maha Kuasa.

Lalu yang dapat kita lakukan adalah merekamnya menjadi melodi-melodi yang terngiang disebelah kanan kiri terlinga kita. Membisiki kita bermacam kata hina sampai cinta. Menggelitik mereka tanpa cela, yang terkadang menghasilkan tangis maupun tawa..

Yang dapat kita lakukan adalah merekamnya, membuat keping-keping adegan tersebut dalam bentuk 'gambar hidup' sebagai suatu sistem memori yang turut memenuhi kapasitas otak kita.. gambar yang terbangun dari berbagai macam susunan kejadian. Kalau hujan meninggalkan genangan, maka kita sebut ia kenangan.

Selanjutnya..

Kepingan adegan itu akan memenuhi tembok galeri pikiran kita. Membuat kita sejenak terdiam untuk sedikit menangis atau tertawa akan nostalgia pada masa. Kepingan itu akan terus berjalan seiring berjalannya waktu, berputar silih berganti. Gambar-gambar itu mungkin tidak akan menempel langsung, akan ada jarak, walaupun nyatanya tidak banyak.. Ada kalanya kita harus mengalami suatu peristiwa dulu untuk mengingatnya, sehingga saat ada sorotan ingatan mengenai hal itu kepada objek ..terciptalah bayang-bayang yang jatuh ke dasar pikiran kita. Jauh dan jauh lebih dalam lagi.

Kemudian bayang-bayang itu seolah membentuk suatu tema tersendiri, saling sambung menyambung yang tumpah tindih satu sama lainnya, berperang disana untuk menjadi yang pertama.. Namun terkadang, bayangan itu justru tercipta dalam bentuk gambar yang kabur, samar-samar. Lalu ada yang berlomba disana, mencari-cari, saling bertanya kesana kemari ..untuk menjawab teka teki.

Lalu kamu mulai bingung.. kamu mulai bertanya-tanya.. kamu mulai tidak tau harus berpegang kemana.. satu persatu pertanyaan mulai berterbangan seperti bunga putri malu yang sering kamu tiup di taman, bertebaran disapu angin, ditemani awan..

Apa itu? Siapa mereka? Apa yang mereka mau? Dan.. Apa sebenarnya yang kamu mau?

'Efek itu bernama kenangan, sayang', bisik seseorang.

'Oh ya?', tanyamu. 'lalu dimana dia sekarang? mengapa aku tidak bisa melihat dan menggenggamnya?'

'Dia tidak nyata, makanya dia diberi nama kenangan', jawab seorang lainnya. 'Kamu tidak bisa lagi melihatnya, apalagi menggenggamnya ..Karena kamu memilikinya, disana. Hanya ada disana, di hati kamu.'

Mereka adalah pikiran dan hati kita.


xx,
agistianggi

19 Februari 2013

Terjebak dalam Zona Nyaman!

I woke up it was 7
I waited 'til 11
To figure out that no one would call
I think I got a lot of friends
But I don't hear from them
What's another night all alone
When you're spending every day on your own
And here it goes

*) I'm just a kid
and life is a nightmare
I'm just a kid 
I know that its not fair
Nobody cares
'cause I'm alone and the world is
Nobody wants to be alone in the world
And the world is
Having more fun then me
Tonight*

And maybe when the night is dead
I'll crawl into my bed
I'm staring at these four walls again
I'll try to think about the lasr time
I had a good time
Everyone's got somewhere to go
And they're gonna leave me here on my own**

What the hell is wrong with me
Don't fit in with anybody
How did this happen to me?
Wide awake I'm bored and I can't fall asleep
And every night is the worst night ever~

-Simple plan; I'm just a kid

Rencana yang sederhana ya artinya simple plan? tapi bukan.. bukan itu maksudnya. Beberapa waktu belakangan lagu ini lagi menggambarkan isi hati, aihhhh~ mulai deh anggi. Grrrr! Hmmm.. mungkin saat ini saya telah sampai pada suatu titik dimana saya telah benar-benar merasa bosan. Jenuh.. Melakukan hal yang sama setiap hari terus-menerus yang kemudian menciptakan suatu pola yang sungguh sangat membosankan. Saya lelah.  

Yes, maybe I'm just (like) a kid. Tapi saya hanya merasa telah sampai pada suatu titik dimana saya telah benar-benar merasa -katakanlah-tidak-bersemangat. Semacam-tidak-berguna.. Sejenis itulah. Well, entahlah.. sulit untuk diungkapkan dalam kata saya rasa atau lebih tepatnya terlalu menyakitkan untuk saya ungkapkan dengan rasa. Mungkin.

Setiap hari melakukan rutinitas yang sama. Bangun, kerja, pulang, sedikit belajar dan mengajar, tidur, bangun lagi, siap-siap kerja lagi.. terus dan terus begitu setiap harinya. Terkecuali weekend, terkadang pulang ke kota Bandung, bertemu keluarga, teman, temannya teman, temannya temannya teman, dan lain sebagainya. Tapi entah kenapa saya lebih suka berdiam dikamar, diam, sendiri. Aneh? Bisa jadi.

Saya suka berdiam didalam kamar berukuran kurang dari 4 x4 meter ini. Dengan dinding yang berwarna biru kelabunya. Dengan segala pakaian tergantung dibelakang pintunya. Dengan segala macam tempelan di dindingnya. Dengan aneka rupa foto, harapan, bahkan cita-cita yang tertempel disana. Dengan debu yang menggumpal karena terkadang lupa saya bersihkan. Dengan sarang laba-laba kecil di ujung atas kamar yang sangat sulit saya jangkau, walau dengan sapu sekalipun. Dengan semua yang ada didalamnya walaupun apa adanya. Dengan winamp volume maksimal dan dengan sesuka hati menyanyi walaupun tau suara sumbang luar biasa. Yap, saya suka tempat ini dengan semua isinya, dengan baik bahkan buruknya.

Makanya saya seringkali bosan kalau ada yang berkata, 'Nggak bosan apa seharian di kamar?' atau 'Ngapain aja sih dikamar mulu'. Kalau boleh dibilang kata orang sunda mah, 'Kumana aing weh lah' Hih! Sebodo apa kata orang yang penting nggak ngerugiin toh..

Sejujurnya udah sejak lama saya berniat untuk mencari tempat baru, mencoba menikmati kota ini dengan ruangan berbeda, dengan rasa yang berbeda juga. Ya, beberapa kali merasa sedikit bosan juga berasa ditempat ini. Tapi buktinya sampai saat ini saya masih anteng aja disini, ditempat ini, dikamar ini. Kalau kata Taylor Swift sih, people are people, and sometimes we change our minds. Terjebak pada zona nyaman, itu barangkali ya masalahnya..

Nyaman.

Apa yang salah sebetulnya dengan kenyamanan? Bukankan kenyamanan adalah salah satu hal yang dibutuhkan setiap orang dalam setiap perjalanan? Ya. Setidaknya menurut saya begitu. Begitupun dalam perjalanan hidup yang sedang saya jalani, nyaman adalah salah satu dari sekian hal harus saya dapatkan. Itu juga yang jadi bahan pembicaraan saya saat berbincang dengan seorang teman soal 'keluar dari zona nyaman'. Terkadang ketika dihadapkan untuk keluar dari zona ini kita memikirkan berbagai macam kemungkinan buruknya. Kalau nanti A gimana ya.. Kalau nanti B gimana ya.. Lagi lagi soal pilihan kan? Ah, yang benar saja.





14 Februari 2013

Happy Birthday, Love!









Namanya Pilar Mohammad Noor. Lahir 13 tahun lalu, 14 Februari 2000, tepat dengan Hari Kasih Sayang. Dari kecil dia dipanggil iyang, bukan.. bukan karena dia lahir tepat di Hari yang-katanya-penuh Kasih Sayang. Panjang ceritanya. Intinya, semoga kelak kamu jadi anak yang sholeh, pintar, berbakti pada orang tua. Juga bisa membuat aku dan mereka bangga. Bisa menjadi berguna bagi agamamu, bangsamu, dan orang-orang disekelilingmu. Terlebih, semoga kamu panjang umur dan sehat selalu. Kaka sayang iyang :D



Selamat Hari Kasih Sayang, Kesayangan! 
Selamat Ulang Tahun, Adikku Tersayang!




xoxo,
agistianggi

13 Februari 2013

Sushi Tei, Tempatnya Para Sushi Lovers!

Kali ini mau storytelling ah soal nggak jadi nonton konser Tworism di bazzar 2 awal bulan lalu yang berujung wisata kuliner membabibuta dan menghabiskan sabtu malam liat bintang di bukit bintang, aihhhh~ haha kelupaan terus rasanya. Jadi si udin, teman saya, ngasih informasi kalau weekend itu ada bazzar yang diisi beberapa band besar maupun band lokal. Hmm, ada Sheila on 7, Raisa, Maliq & D'Essentials, Pure Saturday dan sederet nama-nama yang mungkin nggak asing lagi buat para pecinta musik Indonesia, cieee~

Nah, dari jauh-jauh hari saya bilang sama partner saya untuk membeli tiket pre-sale, karena selain jelas lebih murah juga kemungkinan untuk dapet tiket on the spot sangat kecil. Dia sendiri udah mulai cari tiket presale dari hari kamis, tapi ternyata habis karena kuota yang terbatas. Untungnya dihari jumat dia dapet tiket, cuma satu.. Jreng jreng~ masa iya mau nonton konser sendirian? Krik. :|



Lalu terbuktilah di hari-H setelah semangat menggebu pergi dari rumah yang bahkan bawa si uwen, yang super rewel hari itu, kita akhirnya nggak dapet tiket buat nonton. Kita datang sekitar jam10an, kuota pertama terlewatkan karena terbatas dan kuota kedua dibuka jam 1 siang, krikrikkk. Akhirnya saya memutuskan pergi ke Rumah Buku buat cari buku, yaiyalahhh.


Nah, sayangnya di Rumah Buku dan juga di Togamas, buku yang saya cari hari itu nggak ada, sedang proses cetak ulang sih katanya mah. Alhasil disana si uwen yang super rewel ini minta beli buku juga. Tadaa! Buku Aktivitas Seru Dunia Peri yang dia pilih. Kenapa? Karena didalemnya banyak stiker-stiker lucu. Dasar bocah. :|
 


Singkat cerita kami kembali ke Sabuga buat ngantri tiket kuota kedua. Nahasnya setelah partner saya antri dibawah terik panasnya sinar mentari, lagi-lagi tiket habis dan tepat didepan mata. Udah mah hari itu si uwen rewel kebangetan, panasnya juga kebangetan hikssss. Sedih? Kalau boleh jujur, iya :cry: Udah lama banget rasanya saya nggak nonton pertunjukan live gitu.. Tapi kemudian sushi membayar semuanyaaaa~ hahahaha

Seperti biasa kalau saya marah, bete atau sejenisnya, partner saya yang satu ini paling bisa banget ngerayu pake iming-iming makanan, apalagi sushi! Dan semarah apapun saya kalau udah denger kata sushi pasti deh diem kayak anak kucing minta makan, hih anggi! And here we go! Sushi Tei, I'm coming! :cool:

Ini kali kesekian saya ke Sushi Tei yang letaknya di Jalan Sumatra, Bandung. tapi rasanya nggak pernah bosen deh, selain tempatnya yang comfy kalau dibandingkan gerai Sushi Tei yang lain, disini juga saya rasa sih lebih 'enakeun' aja pokonya mah. Nah, sesampainya disana kami langsung dikasih buku menu. Setelah melakukan rapat dengan hasil sesuai musyawarah dan mufakat berdasarkan pertimbangan isi dompet serta kemaslahatan umat *halahh okesip* akhirnya kami memesan 2 menu, Sashimi Salad dan Fushion Sushi -yang-entah-apa-namanya- juga 2 gelas ocha dingin. Oya, dan beberapa piring tambahan sushi dari meja berjalan. Yippiee! Intinya, rakus. :P









Sushi yang berjalan dimeja harganya sesuai dengan warna piring-piring kecil itu. Saya nggak hapal semua sih, tapi kalau ga salah piring putih yang paling murah harganya 12.000 sedangkan yang paling mahal piring hitam yang harganya sekitaran 50.000. Tapi ya seperti kita tau, ada kualitas ada kuantitas, harga sushi berbanding lurus dengan rasanya ..dan harga yang mahal ininih yang bikin ngiler hehe. Nah, kalau fusion sushi yang saya pesan ini modelnya paketan, aduh bahasanya paketan, harganya sekitar 120.000, keitung lebih murah sih daripada ambil satu-satu dari meja berjalan itu. Kalau soal rasa udah nggak perlu diragukan lagi kali ya. Cuma saya baru nyoba saladnya disini, ternyata enak dan gak bikin enek. Nagihlah intinya mah.

Sehabis mabok sushi sore hari itu kami pergi ke bukit bintang, seperti biasa cuma diem, ngopi dimobil, udah. Titik. Ah, semakin nggak jelas tujuan tulisannya. Intinya sih postingan ini dibuat dan didedikasikan untuk orang yang lagi ngidam sushi sengidam-ngidamnya. Semoga baca dan ngiler! Selamat! Muaah :D 


xoxo,
agistianggi

11 Februari 2013

Merasakan Euforia Imlek di Vihara Avalokitesvara

Kemarin tanggal 10 Februari seluruh warga Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek yang ke-2564. Mungkin, menurut pendapat pribadi saya, segala sesuatu yang berkaitan dengan hal yang baru baik itu Tahun Baru Islam, Tahun Baru China, dan mungkin tahun-tahun baru lainnya sama. Intinya tentu setiap perayaan Tahun Baru diliputi rasa syukur dan bahagia karena telah mampu melewati tahun lalu dengan baik. Juga tak lepas dari dipanjatkannya doa agar setahun kedepan dapat dilalui dengan sebaik-baiknya.

Tapi walaupun tahun lalu sudah terlewati, mungkin masih banyak hal yang belum tercapai dan bukan berarti semua akan terlewatkan begitu saja. Selama yang Maha Berkehendak menghendaki, segala harapan dan cita-cita masih siap untuk kita gapai dengan usaha disertai doa. Setidaknya menurut saya sih begitu, terlebih tantangan yang akan dihadapi kelak, dari hari ke hari, bulan ke bulan, bahkan mungkin tahun ke tahun selanjutnya akan semakin kompleks.

Disadari atau tidak, menurut saya (lagi), Tahun Baru memang identik dengan semangat baru untuk memulai sesuatu yang baru. Tentu setiap orang yang hidup ingin hidupnya mengalami kemajuan dan bukan sebaliknya. Maka dari itu kebanyakan orang kerapkali membuat suatu perenungan berupa flashback ke masa lalu serta membuat daftar resolusi untuk memperbaikinya dimasa depan.

Saya memang tidak merayakan Tahun Baru Imlek, tapi saya selalu senang dapat menikmati euforia saat Imlek. Ornamen merah, baju tradisional china, lampion, barongsai dan segala keramaian perayaan dihari ini. Nah, untuk bisa merasakan euforia Tahun Baru Imlek tahun ini saya dan teman-teman pergi ke Vihara Avalokistesvara, salah satu Vihara tertua di Indonesia yang terletak di Objek Wisata Banten Lama. Here we go!




8 Februari 2013

Titik (?)

“Titik, bukan akhir. Kenapa harus bergantung pada titik itu. Masih ada banyak tanda baca, banyak sekali hal yang masih bisa kamu lanjutkan.”

-Uchank; Infinity Atmosphere


*) Didedikasikan untuk diri sendiri yang sangat sedang tidak bersemangat unuk menulis. Thanks.

5 Februari 2013

Teman Setiaku..

Hari ini kita melakukannya lagi sayang, berjalan bersama peluh yang sedari tadi meleleh karena teriknya sinar mentari. Memang siang itu ia terlihat lebih nakal dari biasanya. Tak apa, mungkin ia tersinggung melihat kita yang hampir-hampir menyainginya, hampir melupakannya, dan bahkan hampir membuat panasnya tak bermakna apa-apa dibanding semangat kita.

Sayang, bersamamu aku merasa aman, nyaman, dan tenang. Kamu setia menemani langkahku setiap saat, bersama panas, hujan bahkan badai. Tanpamu hidupku menjadi sedikit rumit rasanya. Ah, entah apa jadinya jika hidupku tanpamu. Tak pernah terbayangkan olehku. Lihatkan, bagaimana hari-hariku menjadi lebih baik saat aku bersamamu. Jadi, kuatlah mendampingiku, jangan pernah pergi meninggalkanku.

Oh ya, aku ingat awal perjumpaan kita. Hari itu sangat cerah. Bersama kawanku, sebelum kamu, kami berjalan menyusuri pertokoan di lantai dua. Entah kebetulan atau tidak, aku melihatmu, kamu begitu manis dan sederhana. Kamu terlihat paling hitam bersinar diantara yang lainnya. Disana kamu berdiri dengan cantiknya, tinggi dan rupawan. Pita-pita berbunga yang menghiasimu dan membuatmu kian tampak cantik lagi menarik. Aku jatuh cinta padamu sejak saat itu. Kini, aku sudah memilihmu, sepenuhnya memilikimu..

Tak usah khawatir hidup bersamaku, aku akan selalu membantumu saat terjatuh. Aku akan merawatmu jika kamu terluka. Sejak pertama kali kita bertemu, aku sudah berjanji untuk menjagamu. Walau kelak langkahku mulai linglung, ketika dihadapkan pada jalan menanjak dan berliku. Walau kakiku luka terkikis aspal jalanan yang menyebabkan ia panas memerah. Jangan khawatir, aku masih bisa memapahmu ketika kamu tergelincir, langkahmu meragu ataupun saat kamu takut meloncati lubang yang menganga.

Kota ini adalah sebuah pot besar yang menampung mimpi setiap orang didalamnya. Kita juga tidak mau ketinggalan untuk menanam dan memupuk mimpi disini. Kita berjuang untuknya dan berharap kelak mimpi itu menjelma menjadi nyata. Aku selalu senang beriringan denganmu. Dari gedung perkantoran tingkat dua puluh dua, hotel bintang lima, bahkan dari gang ke gang yang sempit disudut kota, di perempatan jalan, di emperan toko, disetiap lampu merah bahkan dalam sebuah kubangan air setelah hujan, kau setia menemaniku. Denganmu ada cinta, denganmu pula banyak cerita.

"Seberapa jauh lagi kita akan berjalan?", tanyamu sambil menatapku, masih tetap bersemangat.

Terima kasih selalu setia mendampingiku, terima kasih karena kamu sudah menemaniku sejauh ini, Sepatu. Kelak jika saatnya kamu tak lagi bisa menopangku, aku akan mencari pengganti yang tepat untuk menggantikan posisimu dikakiku. Memulai langkah baru.. mungkin dengan salah satu kawanmu. Jangan marah, Sepatuku.. Aku tetap menyayangimu.
xx,
agistianggi 

Tulisan Flash Fiction ini dibuat untuk memenuhi tugas Modul II Pelatihan Menulis Kabar Indonesia tema Sepatu.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...