Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan pos dari Agustus, 2015

Another Year Older and Be happy!

Sometimes the journey to understand what we want to be in our life can very tough and full of challenges. Actually, I just realize that Allah is really kind to me, because Allah always teaches me how to be strong in life. After all mistake I've been done, soo many flaws,, Allah still loves me and never leave me alone.

They say people change, yes.. people change and (some people) growing up.. And growing up means have to accept flaws and try to fix it. Not just the flaws of people around, but most of all, your own. It means I also have to find my own way coping with loss, sadness, broken heart, and how to get back up after I fell so hard.

I’ve been loving the one who didn’t love me in return. Finally, I thought that was really enough. I’m not being needed anymore. Sometimes, I was sad, yes. But then I laughed and smiled, I thought that Allah is humorous when it comes to giving me life-lessons. I guess it's things like these that keep someone to be grateful and feel 'small'…

Dibalik Megahnya Masjid Agung Jawa Tengah Semarang

[Lagi] Semarang, Juli 2015
Masih dalam rangka mengunjungi Semarang karena ada pernikahan seorang teman, setelah berjalan kesana-kemari, akhirnya jemput dua teman seperjuangan dikantornya saat jam pulang. Niat awalnya mau makan tapi entah dimana dan akhirnya kekeuh ingin pergi ke Masjid Agung Jawa Tengah berhubung belum shalat ashar juga setelah dikasih tau teman-teman di WhatsApp group. 
Berhubung Ciska dan Dhita pun yang sudah hampir satu tahun nggak apal jalan kemari, jadi menggantungkan arah ke Google Maps, lagi. Sempat ditunjukkan jalan pintas yang ternyata lebih ribet dan berkelok-kelok karena masuk pemukiman penduduk. Menjelang sore jalanan Semarang pun mulai ramai dengan kendaraan. Entah karena memang bertepatan dengan jam pulang kerja atau karena menjelang akhir pekan.



Begitu datang di lokasi, bukannya buru-buru shalat, kami malah asik foto-foto. Ketika berkunjung ke beberapa kota dan melihat masjid Agung didaerah tersebut, saya merasa masjid ini memang luar biasa megahnya. Jika …

Semarang; Kelenteng Sam Poo Kong di Suatu Siang

Semarang, 24 Juli 2015 [Lagi]
Perjalanan di kota Semarang masih belum selesai. Setelah puas mengelilingi Lawang Sewu, sempat merasa 'tersesat' sebelum akhirnya sampai ke Goa Kreo dan Waduk Jatibarang, Klenteng Sam Poo Kong jadi tujuan selanjutnya. Karena penasaran dengan petunjuk jalan menuju beberapa desa wisata juga, tapi nggak kesampaian karena waktunya yang serba terbatas. 
Hari itu pengunjung ramai sekali. Aku memarkirkan kendaraan dan berjalan menuju tempat penjualan tiket masuk. 'Sendiri aja, Mbak?', tanyanya. Aku hanya tersenyum sambil mengangguk. Berbekal lima ribu rupiah, petugas tiket menukarnya dengan sebuah kertas tanda aku diijinkan masuk ke dalam lokasi Klenteng. Saat sudah didalam aku malah kikuk berjalan sendirian. Klantang klinting. Lirik kanan kiri seolah berharap bertemu seseorang yang kukenal. Tapi nihil hasilnya.
Jadi, kunjungan ke Klenteng Sam Poo Kong kali ini semacam studi banding antara Klenteng Bangka dan Klenteng Semarang. Aha! Di Bangka juga…

Goa Kreo, Waduk Jatibarang dan Google Maps!

[Masih] Semarang, 24 Juli 2015
Semarang bagiku tidak terasa asing. Tidak jauh berbeda dengan Bandung, Jakarta, dan beberapa kota padat yang pernah kukunjungi lainnya. Bangunan tinggi menjulang masih terlihat disana sini. Kendaraan hilir mudik juga tak ada habisnya. Hectic.

Setelah puas mengelilingi Bangunan Lawangsewu, aku mengemudikan kendaraanku lagi. Kali ini aku buat tujuan 'Goa Kreo' dengan bantuan Google Maps, karena sebelumnya Waze bermasalah, Not Responding, yang kemudian langsung ku uninstall saking kesalnya. Seperti sebelumnya aku hanya mengikuti petunjuk jalan yang diarahkan, belok kanan, belok kiri, lurus, hingga akhirnya di persimpangan jalan Google Maps berhenti. Berhubung malas ngotak-ngatik ditengah jalan, jadi aku ambil inisiatif untuk belok kanan dan lurus. Ketika jalanan mulai berbukit, menanjak, berbelok, diiringi truk-truk pengangkut pasir barulah aku berhenti. Sedikit was-was, tapi juga penasaran. Sial, salah jalan. Akhirnya aku memutar.



Kembali ke persimpan…

Lawang Sewu dan Kisah Seribu Pintu

Bandung, 23 Juli 2015 Stasiun Bandung. Bunyi Peluit. Dan perjalanan ini dimulai..


Ada perasaan aneh yang aku rasa sebelum memulai perjalanan ini. Ada hal yang berbeda dan menyesakkan dada. Sempat termenung beberapa lama hingga akhirnya suara panggilan penumpang untuk naik kereta dikumandangkan lewat pengeras suara. Senyum petugas check-in yang terlihat kurang bersemangat, entah karena kelelahan atau karena dia piket jaga malam dan belum tidur seharian, entahlah. Aku pun hanya membalas senyum dengan seadanya.

Pikiran yang mengawang keluar jendela memunculkan satu persatu memori yang seharusnya tidak datang. Untuk menenangkannya aku hanya bisa menarik nafas panjang.. Perjalanan malam Bandung – Semarang ini cukup melelahkan, tapi aku malah tidak bisa tidur semalaman. Pikiranku berjalan-jalan sepanjang malam.
***