30 Agustus 2013

Lebih dari Sekedar 'Hadiah'

Sedari kecil mungkin kita terbiasa mendapat kado, entah itu dari orang tua, teman atau mungkin.. pacar. Kalau dari orang tua tidak hanya saat ulang tahun saja, biasanya ketika kenaikan kelas atau dapat ranking, kado seolah jadi hadiah tanda sayang juga penghargaan mereka atas pencapaian yang kita dapat.

Saat menginjak perubahan angka kemarin, saya juga mendapat beberapa kado dari orang-orang terdekat. Bukan soal nominal uang akan pemberiannya, bukan soal jenisnya, bukan itu.. tapi makna dari pemberian hadiahnya.

Bahagia itu sederhana. Melihat orang-orang yang kita sayang ada disekitar kita itu juga sudah lebih dari sempurna, sebetulnya. Atau sebuah pesan singkat dari teman yang mendarat disertai dengan kata bernuansa doa dalam perjalanan saya. Luar biasa rasanya..

Dalam salah satu cerita berjudul Lilin Merah, misalnya, Dee menulis dengan indah sekali. Adakalanya kesendirian menjadi hadiah ulang tahun yang terbaik. Keheningan menghadirkan pemikiran yang bergerak ke dalam, menembus rahasia terciptanya waktu. Lilin merah berdiri megah di atas glazur, kilau apinya menerangi usia yang baru berganti. Namun, seusai disembur napas, lilin tersungkur mati di dasar tempat sampah. Hangat nyalanya sebatas sumbu dan usailah sudah. Sederet doa tanpa api menghangatkanmu di setiap kue hari, kalori bagi kekuatan hati yang tak habis dicerna usus. Lilin tanpa sumbu menyala dalam jiwa, menerangi jalan setapakmu ketika dunia terlelap dalam gelap. Berbahagialah, sesungguhnya engkau mampu berulang tahun setiap hari. 
Sesederhana itu..
 
Kadangkala hadiah istimewa itu tidak harus mewah. Yang sederhana, tapi memberi arti yang dalam, itulah hadiah terindah…

Terima kasih semuanya...

27 Agustus 2013

Menjamurnya Salon Internasional; Tantangan atau Peluang? [#10daysforASEAN-1]

Seperti yang diketahui bersama bahwa ASEAN Community (Komunitas ASEAN) kini sudah didepan mata, siap mewujud menjadi nyata dalam 2 tahun pada 2015 mendatang. Ya, Komunitas ASEAN merupakan sebuah organisasi internasional di kawasan Asia Tenggara yang mempunyai tujuan menyatukan seluruh warga didalam kawasannya dimana terdapat aliran bebas barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terampil, serta aliran modal yang lebih bebas menjadi satu komunitas. Sesuai semboyan ASEAN,  yakni One Vision, One Identity, One Community.



Adapun prinsip yang menjadi landasan Komunitas ASEAN, yakni people to people interaction, dimana kebebasan interaksi menjadi landasan utama yang mencakup berbagai bidang seperti bidang teknologi, perdagangan dan kerjasama disegala bidang. Nah, ternyata hal ini juga membuat para warga di negara ASEAN bebas bekerja di kawasan Asia Tenggara, termasuk mendirikan usaha atau pelayanan jasa mereka di negara ASEAN.

Tidak terbatas pada usaha besar saja tentunya, usaha atau jasa kecil pun tidak tertutup kemungkinan bisa dikembangkan oleh para warga ASEAN. Sebagai contoh kecil, bukan hal yang mustahil kelak mulai bermunculannya cabang salon-salon kecantikan dari Thailand atau negara tetangga pada tiap kota di Indonesia. Nah, selain melihat dari sisi persaingan yang semakin berat, tentu kita juga harus melihat peluang dan tantangan yang besar atas terjadinya perubahan-perubahan.

Salon-salon lokal Indonesia memang sudah cukup banyak, mulai dari salon pinggir jalan sampai salon kelas atas yang menawarkan harga tinggi. Jika melihat tantangan dari persaingan masuknya salon-salon bertaraf Internasional, tidak tertutup kemungkinan salon lokal akan kalah saingan jika tidak menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Kabar baiknya adalah bahwa Indonesia mempunyai begitu banyak potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang luar biasa. Sebut sajalah aneka jenis perawatan atau produk lokal yang berasal dari ramuan tradisional diberbagai penjuru Negri. Tugas selanjutnya adalah agar terus dapat mengembangkan dan memanfaatkan potensi yang ada, meningkatkan kompetensi sumber daya manusianya dan tentunya tingkat pelayanan pelanggannya.

sumber gambar

Persaingan bukanlah lagi hal yang perlu ditakutkan, justru dengan ini masyarakat Indonesia harus dengan pintar mencari satu demi satu peluang yang dapat dikembangkan. Selanjutnya, Pemerintah pun turut serta dalam pembangunan dan melakukan sosialisasi gencar serta pelatihan sebagai salah satu upaya menyambut Komunitas ASEAN 2015. Bayangkan, jika semua lapisan masyarakat dan pemerintah seiring sejalan, akan banyak sekali manfaat dari segi ekonomi yang ditimbulkan setelah terciptanya Komunitas ASEAN.



26 Agustus 2013

Good Time, Good People, Have a Good Day!

Bertukar cerita, tertawa, saling mengejek menghina, main kartu sampai pagi buta, melakukan hal yang tidak biasa atau tidak sewajarnya, menjadi 'gila' seakan lupa usia, berlarian di pantai, dan melakukan kekonyolan-kekonyolan lainnya~ itu hal-hal menyenangkan yang selalu saya suka untuk dilewati bersama teman-teman.

Dan hari Sabtu kemarin, teman-teman dari Bandung datang berkunjung untuk berlibur di Pantai Anyer. Menginap di salah satu cottage, Pisita Resort. Perjalanan ke Pantai Anyer sekarang bisa dibilang jauh lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya, dimana jalan provinsi kondisinya berlubang dan menyebabkan macet parah. Sekitar kurang dari satu jam, akhirnya kami tiba...

 
Setelah tiba dan merapikan semua barang-barang, beberapa teman langsung berlarian ke pantai, sedang beberapa lainnya memilih tiduran didepan tivi karena kebetulan Persib main. Saya sendiri lebih memilih jalan-jalan ke pantai daripada buang waktu untuk diam apalagi tiduran. Nay! Dan seperti biasa.. foto itu ibaratkan suatu kegiatan wajib saat berwisata. horaay!



 


24 Agustus 2013

Belum Menginjak Angka 22 dan Saya Masih Muda!

Tidak ada yang salah dengan bertambah usia. Tidak ada yang salah rasanya dengan menjadi tua. Menjadi dewasa. Perlahan tapi pasti semua itu akan dialami manusia, begitu juga saya.

Sampai hari ini saya masih berusia 21, belum menginjak angka 22. Belum, tapi segera. Banyak hal yang harus dikejar, bekerja sambil menyelesaikan kuliah yang ternyata bukan hal mudah, mengejar mimpi dan lain sebagainya. Banyak hal yang terjadi dalam 2 tahun kebelakang, tapi seharusnya kita tidak boleh terlalu lama melihat kebelakang, ya? Lalu tiba-tiba sambil menulis tulisan ini saya tersenyum sendirian.. Saya rasa saya tahu kenapa mobil hanya diberikan spion kecil dan kaca depan yang besar.. Karena kalau terlalu lama melihat kebelakang, kita tidak akan fokus untuk memperhatikan apa yang ada di depan, kan? 

pic source
Merasakan dan berpikir sesuatu yang positif itu memang akan sangat menyenangkan. Menikmati segala sesuatunya hari demi hari, detik demi detik secara perlahan akan menyadarkan kita akan nikmat yang Tuhan berikan. Juga, belajar untuk tidak memaksakan diri membayangkan sesuatu terlalu jauh, sesuatu yang nantinya akan berakhir dengan kekecewaan karena tidak sesuai dengan keinginan.

22 Agustus 2013

Bergandeng Tangan Menyongsong Peluang dan Tantangan Komunitas ASEAN 2015

Pada 8 Agustus 1967 merupakan tahun yang bersejarah bagi 5 negara di Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina, karena ditahun tersebut ASEAN (Assosiation of Southeast Asia Nations) dinyatakan secara resmi terbentuk dengan ditandatanganinya Deklarasi Bangkok. Seiring berjalannya waktu jumlah anggota ASEAN bertambah dengan bergabungnya beberapa negara lain di lingkungan Asia Tenggara, diantaranya Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Laos dan Kamboja.
pic source

Pembentukan ASEAN ini tentu tidak semata-mata tanpa makna, ASEAN dibentuk dengan didasarkan pada beberapa hal seperti untuk saling menghormati kemerdekaan, kedaulatan, persamaan derajat, integrasi teritorial dan identitas semua bangsa. Selain itu juga untuk mengakui hal negara anggota untuk hidup bebas tanpa ada campur tangan atau intervensi dari pihak luar dan paksaan. Lebih lanjut, ASEAN diharapkan dapat menjalankan kerjasama yang efektif atau menyelesaikan masalah/sengketa yang terjadi secara damai.


Asas-asas didirikannya ASEAN adalah sebagai organisasi yang memikul tanggung jawab utama untuk memperkokoh stabilitas ekonomi dan sosial di kawasan Asia Tenggara, menjamin perdamaian serta kemajuan perekonomian, bertekad menjaga stabilitas dan keamanan dalam menghadapi campur tangan dari luar dalam bentuk apapun serta memelihara kepribadian nasional anggotanya sesuai dengan cita-cita juga aspirasi rakyat negara masing-masing. Sesuai semboyan dari ASEAN yakni, ‘One Vision, One Identity, One Community’ (Satu Visi, Satu Identitas, Satu Komunitas).


Pada 1997 di Kuala Lumpur dituangkan Visi ASEAN 2020 yang berisi tentang kesepakatan untuk mengembangan suatu kawasan yang terintegrasi dengan membentuk suatu komunitas negara-negara Asia Tenggara yang terbuka, damai, stabil, dan sejahtera, saling peduli
, diikat bersama dalam kemitraan yang dinamis. Untuk merealisasikan harapan tersebut, dibentuk komunitas ASEAN (ASEAN Commuity) yang dipercepat menjadi tahun 2015 dan tertuang dalam Bali Concord II pada KTT IX ASEAN di Bali tahun 2003 lalu.

Komunitas ASEAN 2015 bukan hanya tinggal wacana semata, tapi akan mewujud jadi nyata dalam dua tahun kedepan. Komunitas ini sendiri dibentuk dengan tujuan untuk dapat menciptakan integrasi perekonomian seluruh negara anggota ASEAN sebagai sebuah pasar tunggal dan basis produksi yang memiliki iklim ekonomi kompetitif, pembangunan ekonomi merata dan berintegrasi dengan perekonomian global.

 
Adapun disebutkan mengenai 3 pilar pembentukan ASEAN Community, yakni:
  1. ASEAN Political-Security Community (APSC),
  2. ASEAN Socio-Culture Community (ASCC),
  3. ASEAN Economic Community (AEC).

Permasalahan mengenai konflik perbatasan, demokratisasi dan perlindungan HAM, ketahanan pangan, energi, ekonomi dan perdagangan, pembangunan berkelanjutan, penanganan bencana alam, lingkungan hidup, perubahan iklim, terorisme hingga kejahatan lintas batas menjadi isu-isu sentral yang menjadi pembahasan setiap pertemuan negara-negara anggota ASEAN. Tidak hanya Indonesia, setiap negara anggota ASEAN senantiasa selalu berupaya untuk mempersiapkan juga memperkuat peranan negaranya guna memastikan terciptanya kawasan yang stabil, aman dan damai sebagai salah satu syarat pembangunan ekonomi dan perwujudan Komunitas ASEAN 2015


Upaya demi upaya terus dilakukan untuk mendukung terciptanya perdamaian (norma culture of peace), kerjasama (cooperation) dan kemitraan di kawasan (partnership), salah satunya dengan mengupayakan integrasi konstruktif berdasarkan kerakyatan (people centered). Dan untuk menyambut hadirnya Komunitas ASEAN 2015 nanti, Indonesia mempunyai setumpuk 'PR' yang harus dipersiapkan segala sesuatunya mengingat peluang serta tantangan yang juga semakin besar.




20 Agustus 2013

Makna Cinta dari Dua Sudut Pandang Berbeda..

Hari ini, pas lagi hectic-hecticnya kerjaan, ditambah membayangkan jadwal kuliah semester depan, merelakan beberapa jadwal liburan, juga ngetik sambil baca materi buat tulisan, ngejar dateline yang kejar tayang, uhuk! terus tiba-tiba ada seorang bapak (J), yang juga merangkap seorang kakek, nyamperin saya buat ngasih undangan pernikahan anaknya. Dari undangan, lalu berlanjut ke pembicaraan-pembicaraan ngalor ngidul lainnya.. sampai berujung pada cerita soal anak-cucunya..

Menceritakan pengalaman hidup memang nggak akan ada habis dibahas ya rasanya. Dan tadi siang saya mengambil satu pelajaran dari dua percakapan orang tua, seorang ibu dan seorang kakek, tentang makna cinta untuk anak dan cucu dari sudut pandang yang berbeda.



Dari sudut pandang seorang kakek, bapak (J) menceritakan bagaimana antusiasnya mempunyai cucu, bagaimana pada akhirnya mereka diasuh dirumah oleh neneknya karena ibu-bapaknya sama-sama bekerja, bagaimana repotnya mengurus balita saat badan mereka tak kuat lagi seperti waktu muda, bagaimana lelahnya mengejar bocah dibawah lima tahun yang lincah berlari kesana kemari, bagaimana sayangnya Ia pada anak dari anak-anaknya.. Baginya, tidak ada nilai yang sebanding jika diukur dengan kebahagiaan saat dia melihat cucu-cucunya tumbuh berkembang. Dengan antusias dia menceritakan tentang perjalanan yang mereka lalui, bahkan saat cucunya itu baru berumur beberapa bulan.


18 Agustus 2013

Dear, Virgo...

Jadi, jum'at malem lalu saya lagi asyik mantengin timeline twitter, terus tiba-tiba @aMrazing tweet karakter-karakter orang lewat zodiak. Saya sih bukan orang yang percaya sama ramalan zodiak. Nope. Tapi kalau soal karakter orang yang dilihat dari kebanyakan zodiak hampir sering saya iya-kan. Well, terus saya iseng aja gitu salin itu semua tweet karakternya buat cari jawaban apa bener karakter saya sesuai dengan pembacaan berdasarkan zodiak. Iseng aja sih, karena lagi nggak ada ide sedangkan dateline tulisan berbarengan minggu ini *sigh* lumayan menghibur diri juga sebagai bahan intropeksi.

Disclaimer: ini bukan ramalan zodiak macam jodoh percintaan karir and all that craps. Gue baca karakter berdasarkan zodiak.


  • Let’s start with a question. Dear Virgo, why everything has to be perfect? Why do you have to be a control freak? Kalau sama Virgo, semuanya harus serba teratur. Mereka harus tau semua yang terjadi, harus take control of everything.
When I was growing up it was always drummed into me that things should be done properly or not at all. But, actually life is too short to try and control everything, right? I learned, to give what I can within the framework that I’ve been given and learn to just let things go that I can’t. Think about what I can do and achieve rather than what I can’t and I'll feel a lot better! Sounds better for you, Virgo? Haha

  • Virgo: they HAVE to know when things are done. How they are done. Who did it, etc, etc. Ujung-ujungnya, suka bete dan capek sendiri.
Oke, well, ya. Ketika melakukan sesuatu dengan baik saya harus tau detailnya, kapan, dimana, bagaimana dan siapa yang terlibat didalamnya. Juga saat segala sesuatu yang direncanakan terjadi diluar kendali, saya jadi orang yang paling sibuk cari detail perkaranya, apa penyebabnya, dimana kendalanya. Kalau semua terjadi diluar kendali pasti ujung-ujungnya kecewa sama hasil dan capek sendiri. Dem!

  • Virgo: they expect the best from people around them. They want everything to be perfect. Well… expectation kills, eh? xD
Haha! Don't expect too much. Ketika sesuatu berjalan sempurna di awal dan tiba-tiba satu hal kecil merusaknya di akhir, diluar ekspektasi, bye bye! Semua hal terlupa dan berantakan. Good job, girl! *toyor*

  • Virgo suka menelan kekecewaan karena hal-hal berjalan nggak seperti yang mereka harapkan. Loosen up a bit, dear Virgo.
Yes! So, the less you care, happier you'll be ;)



15 Agustus 2013

Bandung, Liburan, Teman, dan Segala Perkara Menyenangkan Lainnya

Teman lama. Reuni. Berkumpul. Tertawa.

Apa yang biasa dilakukan ketika bertemu teman-teman semasa sekolah? Apa yang biasa kalian perbincangkan ketika semua teman lama sudah terlihat jauh berbeda? Teman SD, teman SMP, teman SMA, teman les? Atau bahkan teman saat kuliah? Semuanya, mungkin.

Kalau saya, juga teman-teman, lebih sering menertawakan kenangan. Iya, kenangan. Cerita-cerita masa sekolah, kisah-kisah cinta ala anak muda, cerita soal guru killer semasa SMA, kekonyolan kata atau tingkah yang membuat kami tertawa, membicarakan apapun sesukanya. Anehnya, setiap kali bertemu seringkali hal-hal itu saja yang kami tertawakan. Hal yang sama dan selalu diulang-ulang.

Reuni itu bagai sebuah cerminan masa-masa bahagia yang menjelma jadi ‘kenangan’ yang dibukukan dalam hati karena walau bagaimanapun, dengan cara apaun, kita nggak akan bisa lagi kembali ke masa-masa itu, kan? Masa-masa dunia serasa hanya milik kita. Masa-masa ketika muda segala yang salah mendapat pengecualian. Masa-masa yang nggak akan pernah tergantikan dengan apapun. 

14 Agustus 2013

Potongan Pagi Hari Ini...

Perjalanan pagi ini bebas hambatan. Tidak ada macet juga motor yang kian berseliweran. Angin berhembus lembut, tidak panas, tidak juga hujan. Saya suka langit kota Baja pagi tadi. Walaupun setengah jiwa masih tertinggal sisa-sisa liburan, tapi semangat harus tetap ada. Atau dipaksakan harus ada. hhe

Terlepas dari banyaknya deadline tulisan dan pekerjaan yang harus saya selesaikan hari ini, saya harus memulai hari dengan tersenyum—seolah mengajari diri sendiri untuk bisa tetap merasa bahagia sepanjang hari. Berusaha menanamkan pemikiran positive tiada henti.

Ternyata belum selesai sampai disitu. Perasaan menjadi lebih baik lagi ketika duduk dimeja, membuka mozilla, memasukkan email dan passwordnya, tadaaaa~ tiba-tiba senyum-senyum sendirian karena dapat email invitation acara awarding salah satu writing competition yang saya ikuti, walaupun belum tentu menang, walaupun belum tentu bisa hadir di hari-H karena satu dan lain hal. Oya, satu lagi... mendengarkan musik! Ihiyyy!

Semesta, terima kasih. Tak ada yang kuharap lebih :')


10 Agustus 2013

Belajar dari Sepotong ‘Keberuntungan’ di Bulan Ramadhan

Masih dalam suasana Idul Fitri dan program menaikan berat badan (dibaca: pemalesan-tidur-makan) dirumah karena liburan terasa amat sangat panjang dan mulai sedikit membosankan. Kalaupun keluar pasti diajak mama buat belanja yang saya tolak dengan halus berhubung pasti nantinya mempengaruhi keamanan saldo tabungan masa depan *halah*. Juga berhubung teman-teman kebanyakan pada mudik ke luar kota, jadilah mendingan leye-leye dirumah sendirian.

Bulan Agustus kali ini merupakan tahun ke-3 meninggalnya nenek yang saat 17 Agustus 2010 lalu bertepatan dengan bulan ramadhan. Pun, kakek yang wajahnya cuma bisa saya lihat melalui foto karena wafat tepat 8 hari sebelum kelahiran saya ke dunia ini, 17 Agustus 1991. Entah kebetulan atau tidak, nenek dan kakek mempunyai tanggal wafat yang sama, hanya saja berselang 19 tahun lamanya. Entahlah, tapi saya beruntung mempunyai nenek dan cerita soal kakek yang luar biasa hebatnya. Sekarang cuma doa, ungkapan sayang yang bisa sampaikan untuk keduanya..



7 Agustus 2013

Happy Eid Mubarak!

Alhamdulillah, sudah sebulan penuh ternyata kita melewati bulan suci Ramadhan, menjalani puasa melawan segala hawa nafsu. Alhamdulillah..

Kalau bicara soal Idul Fitri pasti banyak yang berlomba-lomba bercerita soal makna dibalik moment besar umat Islam satu ini. Bagi saya, Idul Fitri merupakan moment untuk berkumpul bersama keluarga. Hanya saja semenjak kepergian nenek, rumah yang biasanya dijadikan 'basecamp' mendadak sepi karena giliran kami yang berkeliling ke tempat sanak-saudara yang lebih tua.

Nah! Yang nggak kalah seru adalah moment-moment menjelang Idul Fitri. Lagi, seisi rumah jadi Master Chef, untuk menyiapkan hidangan di hari H-nya. Mulai dari mama, papa, adek laki, saudara yang tinggal dirumah sampai adek perempuan paling kecil ikut nimbrung di dapur buat masak-masak. Moment yang akan selalu dirindukan setiap tahunnya memang. 

Hari ini, Ramadhan terakhir sudah berakhir dan besok sudah masuk bulan baru, 1 Syawal 1434 H. Banyak cerita di Ramadhan kali ini. Moment susahnya bangun sahur, shalat tarawih berjamaah di mesjid, ajang reuni di acara buka bersama, dan serentetan kegiatan lain yang mungkin hanya bisa dirasakan dibulan penuh berkah ini.

Dan pagi ini seisi rumah sudah bebenah, mulai dari bersih-bersih rumah, tata meja ini-itu, masak-masak, cuci ini-itu.. semua sibuk menyambut hari nan fitri esok hari. 

Selamat jalan bulan Ramadhan, semoga Allah memperkenankan kita bertemu tahun depan ya. Dan selamat merayakan hari kemenangan, hari yang dinanti semua umat muslim diseluruh penjuru dunia. Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita kembali fitri ya :')


Happy Eid Mubarak!



Note: Ketika puasa dan lebaran, kita berlomba-lomba membahagiakan keluarga dan sesama ..mencari pahala dan ridha-Nya. Semoga setelahnya semangat ini akan selalu terus dibawa ya..

2 Agustus 2013

Mudik? Waspadalah waspadalah!

Wah nggak kerasa bulan puasa udah mau selesai, tinggal tunggu hari Suci umat Islam, Idul Fitri 1434 H. Anak-anak sekolah udah pada libur dan hari ini adalah hari terakhir kerja buat orang-orang kantoran kebanyakan. Yuhuuuu! Packing, packing, packing. Mudik mudik mudik! Bandung, Bandung, Bandung! Kalau dari pengalaman mudik tahun lalu sih jumlah kendaraan bermotor meningkat drastis dan kepadatan arus lalu lintas bisa dipastikan sangat ramai alias macetcetcetttt.

Euforia menyambut hari raya memang erat kaitannya dengan mudik. Bila dilihat lebih jauh lagi berdasarkan survey yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik, ternyata fenomena mudik ini juga dipengaruhi oleh jumlah pendatang ke kota-kota besar yang tiap tahun semakin banyak jumlahnya. Jadi, momen Idul Fitri sendiri memang dirasa momentum yang paling tepat untuk pulang ke kampung halaman. Menurut saya, mudik ini bukan lagi sekedar tradisi 'pulang ke daerah asal' lalu berkumpul dengan keluarga atau kerabat dekat, akan tetapi juga ada nilai-nilai kultural yang sudah melekat dan kemudian membentuk suatu sistem nilai tersendiri bagi masyarakat Indonesia saat ini.

Mayoritas pemudik merupakan para warga yang memutuskan untuk pindah dari kota asalnya, baik itu untuk bekerja mencari nafkah atau lain sebagainya. Gaya hidup di kota besar yang cenderung menunjukkan tingkat individualisme tinggi serta tuntutan pekerjaan membuat para perantau ini ingin merasakan suasana kekeluargaan yang hanya bisa didapat di daerah asalnya. Jadi bukan hal yang aneh ketika mudik menjadi momen untuk melampiaskan kerinduan bagi para perantau setelah setahun bergelut dengan hingar bingar kota yang hampir tanpa koma, kan?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...