Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan pos dari Desember, 2013

Museum Keraton Yogyakarta Memang Istimewa

Saat libur Natal dan Tahun Baru, Yogyakarta bisa jadi destinasi seru. Kalau mau pengalaman berbeda selain belanja dan makan di Yogya, yuk coba datang ke Museum Keraton Yogyakarta.
Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Keraton Yogyakarta, merupakan pusat dari museum hidup kebudayaan Jawa yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Mampirlah ke Museum Keraton Yogyakarta yang terletak di dalam area Keraton Yogyakarta.

Lukisan ini terdapat di salah satu gedung dalam kawasan Kraton Yogyakarta. Ketika berkunjung kemari Kraton sedang sepi pengunjung, lantas saya berjalan-jalan sendirian menyusuri satu per satu gedung. Namun tiba-tiba seorang abdi dalem menghampiri saya. Awalnya dia berbicara dalam bahasa Jawa yang pakem, setelah menjelaskan bahwa saya dari Sunda ia pun berusaha berbicara dalam bahasa Indonesia.
Sang abdi dalem menjelaskan bahwa tidak banyak orang tahu lokasi ini, kalaupun melihat tidak semuanya tertarik untuk berjalan kemari apa…

Vision Statement:

"Menanamkan dalam hati prinsip kebahagiaan bersama tiga kunci, -kreatif, tenang dan mandiri- melalui karya nyata untuk seluruh insan dan semesta."
Saya sangat senang jika bisa membahagiakan orang tua juga orang lain. Cita-cita sekaligus passion untuk menjadi seorang penulis sangat medukung visi ini.
Guratan tinta dan deretan kata yang mampu memberikan makna pada setiap yang membacanya, membuat saya optimis kalau value dan manfaat yang ingin saya bagi, dapat diakses dan diterima oleh semua orang.
Dan tentunya selain untuk sesama, saya juga ingin kalau karya saya dapat menjadi jalan untuk meraih cinta Sang Pemilik Semesta. :')

Semoga Allah senantiasa menuntun jalan kita..  kapanpun dan dimanapun kita berada, aamiin.


Kota Hujan, 25 Desember 2013 Puncak, Hujan dan Angin.

Mengintip Sejarah Kerajaan Banten di Mesjid Agung-nya

Jalan-jalan ke kawasan Banten Lama tak cuma mencari tahu cikal bakal Banten di Museum Kepurbakalaan. Masjid Agung Banten Lama rupanya juga punya peranan penting pada masa kejayaan Islam di Banten kala itu.
Ini masih dalam rangka menjelajahi objek wisata Banten Lama yang secara administratif terletak di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Kali ini saya tertarik dengan salah satu gambaran kejayaan kerajaan Islam Banten di masa lalu, yakni Masjid Agung Banten Lama.

Jadi ternyata objek wisata Banten Lama ini merupakan salah satu objek wisata Kerajaan Banten tempo dulu yang bernuansa Islami. Selain berkunjung untuk berwisata, kita juga bisa berziarah ke makam-makam para Sultan Banten beserta keluarganya.
Salah satu bangunan lain yang masih berdiri kokoh adalah Masjid Agung Banten Lama, berikut menara setinggi 23 meter. Masjid inilah yang paling terkenal di Situs Banten Lama dan selalu penuh sesak oleh para peziarah, terutama pada peringatan hari-hari besar Islam.



Berdasarkan pengamatan yan…

Sehari Tanpa Gadget? Ah, biasa!

Dalam rangka satu dan lain hal selama sepuluh hari penuh ke Korea dan ketemu ayang Lee Min Hoo *dikeplak* jadi sehari tanpa gadget itu harus mulai biasa.. sepuluh dong sepuluh!! Belum lagi pas diklat cuma boleh pegang handphone sabtu minggu. Nggak kebayang kalo blog ini tiba-tiba udah ada sarang laba-labanya.. zzzz Kalau soal sosmed, terutama facebook dan twitter sih, udah bukan masalah.

Udah ngalamin syndrom -when twitter ruins your day- sih ya haha. Saya sudah mulai tidak nyaman dan malas berada berlama-lama di Twitter. Alasannya bisa macam-macam; merasa asing, dan sering kali baca timeline itu mampu mematahkan ide atau bahkan mood. Oh! atau mungkin yang terakhir itu karena saya salah following aja, ya.. Bisa jadi.. bisa jadi..

Ya, nostalgia jaman dulu waktu belum booming-boomingnya sosmed lah. Hidup senang, weekend tenang. Saat ‘memiliki’ akhir pekan itu adalah perkara luar biasa. I meant, luar biasa karena di luar kebiasaan. Selain itu juga karena sebagai penanda kalau saya ingin me…

Desa Wisata Tembi, Kampung Seni yang Kreatif di Yogyakarta

Yogyakarta identik dengan keraton, gudeg dan Malioboro dan candi-candinya. Selain belanja dan berwisata kuliner, turis juga bisa berwisata budaya di Desa Tembi. Inilah wajah lain Daerah Istimewa Yogyakarta.
Daerah Istimewa Yogyakarta tak henti menyuguhkan lokasi yang ingin dikunjungi, salah satunya Desa Wisata Tembi. Desa ini berlokasi di sebelah selatan Yogyakarta, tepatnya di Dusun Tembi, Desa Timbulharjo, Kabupaten Bantul. Jika hendak pergi ke Pantai Parangtritis sebetulnya kita melewati jalan untuk masuk ke kawasan ini lho!




Desa Wisata Tembi sendiri merupakan nama yang diadaptasi menjadi sebuah lembaga kebudayaan Rumah Budaya Tembi. Di desa ini kita bisa menginap di cottage maupun rumah-rumah warga. Dengan membayar Rp 50-100 ribu per orang, kita sudah bisa menginap semalam dan juga diberi sarapan pagi. 

Entah mau diberi judul apa..

Minggu. Entah mengapa, ketakutan tiba-tiba menghantui. Ini jawaban doa-doa yang saya sampaikan kepada Tuhan dalam sujud dan sholat saya. Ini jawaban yang tiba-tiba hadir di depan mata dan tinggal selangkah lagi diwujudkan. Saya sedikit merasa tidak tidak siap. Saya takut ini... Saya takut itu...

Jadi beberapa hari ini rasanya saya merasa kosong. Badan saya ada, tapi pikiran saya hilang entah kemana. Rasa rindu, senang, takut, khawatir, menghinggapi diri saya bercampur jadi satu. Rasanya detak jantung saya berdegup semakin kencang. Pikiran juga semakin melayang-layang. Hidup serasa tak tenang. Ah, sepertinya saya mengenal perasaan ini. Ya, sebuah perasaan kehilangan.

Apa saja yang harus saya lakukan kelak? Bagaimana nanti kehidupan saya di sana? Bagaimana kalau begini? Bagaimana kalau begitu? Bagaimana Bagaimana Bagaimana? Pertanyaan demi pertanyaan itu terus berkecamuk.

Tapi saya sadar kenyataan dan takdir berkata lain. Saya memang harus terus berjalan ke depan. Banyak hal yang harus say…

Bergelut dengan Perasaan Khawatir

Pernah mengalami hal serupa? Semacam berperang dengan diri sendiri, dengan pemikiran sendiri, akan satu persatu perasaan khawatir yang berujung ketakutan berlebihan.
Katanya orang yang bergolongan darah A mempunyai tingkat rasa khawatir yang cukup tinggi, saya salah satunya. Panikan dan lain sebagainya. Saya sih tidak toh sepenuhnya percaya kalau sifat ini karena golongan darah, justru saya lebih berpikir kalau hal ini disebabkan cara berpikir atau keadaan yang ada. Situasional. Euh, cukup rumit rasanya. Serumit setiap skenario dalam pikiran yang menimbulkan kekhawatiran itu sendiri. Menyebalkan, memang. Mau marah pun bingung, harus marah pada siapa. Sungguh sangat menyebalkan. Begitu menguras energi, menyita pikiran dan kerap menghabiskan banyak waktu. Menyusahkan. 

#BN2013; Cuci Mata di Malioboro Sampai Nongkrong Angkringan

Menyambung cerita sebelumnya tentang perjalanan sehari semalam menuju Jogja demi Blogger Nusantara. Setelah siang menuju sore hari akhirnya kami tiba di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta!
Sebelumnya di kereta sempat bingung menggunakan apa kelak ketika sampai di stasiun, sebab info yang didapat dari website Blogger Nusantara, para peserta yang dijemput hanya yang datang diatas pukul 8 malam. Sempat wara-wiri mencoba sms Jogja Transport untuk menanyakan soal kendaraan menuju penginapan, tapi nggak juga dapat jawaban. Hingga akhirnya tiba di Lempuyangan, kami melihat beberapa orang melambai-lambai membawa sebuah kertas bertuliskan 'Blogger Nusantara 2013'. Aha, Panitia!


Setelah berkenalan dengan panitia kami menunggu sebentar untuk segera diantarkan ke Eduhostel, tempat dimana kami akan menginap malamnya. Kurang dari 15 menit akhirnya kami tiba di Eduhostel. Menyelesaikan urusan registrasi dan lain sebagainya, mendapat kunci kamar, menyimpan semua barang bawaan, kemudian kami ber…

2nd Anthology; Biarkan Hijabku Berkibar

"Kami muslimah dan kami tidak perlu sampai harus mempertontonkan dada kami supaya suara kami didengar. Kami tidak perlu menonjolkan lekuk tubuh kami untuk membuat kontribusi kami diakui oleh masyarakat atau bahkan dunia sekalipun. Kami menutup aurat dengan sempurna dan kami bertebaran di seluruh dunia membawa serta ilmu-ilmu yang kami dapat dari institusi-institusi ilmu terbaik di tanah air kami." (Kutipan kalimat tulisan Tazkia dalam tulisan 'Kami Tak Butuh Penyelamat!')
Ya, meski berbalut kain lebar, prestasi tidak akan tertutupi. Dengan penuh kesadaran, kami taati perintah-perintah Tuhan. Pilihan ini bukan tanpa konsekuensi. Hati dan diri harus terjaga agar sepadan dengan pakaian kami. Ya, mungkin masih banyak yang sangsi. Menganggap bahwa pakaian tertutup akan menghambat laju prestasi. Tetapi, kami berkontribusi bukan dari tubuh, melainkan otak kami.

Lihatlah, kami bisa tunjukkan kiprah. Kami adalah dokter, guru, pegawai negeri, pendongeng, ilmuwan, pemandu wisat…

#BN2013; Sehari Semalam Menuju Jogja Demi Blogger Nusantara

Dalam rangka Blogger Nusantara 2013 tanggal 30 November sampai 1 Desember lalu, saya udah wara-wiri bingung juga awalnya mau ikut apa nggak. Kalau soal jatah cuti sih masih banyak. Masalahnya adalah bingung mau berangkat dari Merak, Jakarta atau Bandung. Jreng jreng tiba-tiba Bang Aswi ngasih info soal keberangkatan bareng teman-teman Bandung lainnya. Horeee, setelah komunikasi panjang via message facebook akhirnya diputuskan Teh Erry yang beli tiket kereta untuk kami berempat, saya, Teh Efi, Teh Ima plus si kecil, Bayan.

Kamis malam saya berangkat dari Serang menuju Bandung, setelah sholat maghrib. Sempat ada perasaan was-was juga sih soalnya sampai jam 8 bis menuju Bandung masih belum muncul, khawatir semakin malam artinya semakin subuh juga saya sampai dirumah. Nggak lama akhirnya si Bus pun datang dan singkat cerita saya tiba dirumah jam 2 subuh. Deg. Setelah membereskan beberapa pakaian yang mau dibawa, niatnya mau tidur sebentar terus nyalain alarm jam 4an. Etapi ya emang dasar…

Menikmati Suasana Car Free Night di Kota Bandar Lampung

Menyambung tulisan dalam rangka jalan-jalan Menginjakkan Kaki Tanah Sumatera via Selat Sunda beberapa waktu lalu. Setelah sampai di Pelabuhan Bakauheni, perjalanan kami lanjutkan untuk menuju daerah kota. Kondisi jalanan dari arah Pelabuhan Bakauheni ini sangat buruk menurut saya. Bisa jadi karena jalan akses tersebut kerap dilewati berbagai angkutan besar yang memuat banyak barang bawaan seperti bis, truk, kontainer, dan kendaraan sejenisnya.

Sejujurnya sepanjang jalan saya merasa sangat ketakutan, bukan apa, dari awal beberapa puluh meter dari pintu keluar pelabuhan ada sebuah bangkai truk yang hangus terbakar habis kecelakaan. Hih, jadi sepanjang jalan mulut saya komat kamit baca doa, semoga diselamatkan, semoga diberi kelancaran. Atau sebetulnya memang sayanya aja yang takut berlebihan.

Setelah sekian lama kendaraan kami melaju, saya awalnya masih terheran ketika mendapati sebuah tulisan 'Selamat Datang di Kota Kalianda'. Loh? Lampungnya mana? pikir saya. Dan ternyata dari…