31 Januari 2013

Berburu Durian Jatohan Punya Haji Arif!

DURIAN! Siapa coba yang nggak tau buah berbau tajam satu ini? Diluar orang yang suka ataupun malah sebaliknya, tidak menyukai durian, ternyata bau dan aroma yang menyengat juga rasa luar biasa enak yang dimilikinya banyak membuat orang tergila-gila dan memburu buah yang satu ini.

Nah, sekitar 2 minggu lalu, saya beserta 14 orang teman mencoba berburu Durian Jatohan punya Pak Haji Arif! Duh, berburu disini memang bukan dalam arti sebenarnya, hehe. Pondok Durian Jatohan Haji Arief ini terletak di antara kota Serang dan Pandeglang, atau katanya sih daerah Baros, entahlah saya pun nggak begitu hapal. Oya, tempatnya sendiri tampak seperti sebuah rumah makan sunda yang menyajikan makanan secara prasmanan loh menurut saya dengan gubuk bambu beratapkan daun rumbia.


Dari kota Serang, perjalanan itu ditempuh kurang lebih selama kurang dari 1 jam dan sampai lah kami di tempat tujuan. Setelah sampai, kami memilih untuk mencari tempat duduk dan membiarkan para lelaki memilih durian bersama abang-abang penjualnya, hihi. Disini mulai dari jenis sampai harga durian ditawarkan sangat bervariatif loh. Harga yang ditawarkan sendiri mulai dari 25.000 sampai 100.000an.

Warung durian punya Pak Haji Arif ini buka selama 24 jam loh selama sepanjang tahun! Wow! Kenapa wow? Karena saya baru tau kalau ternyata durian itu berbuahnya musiman. Eits, tapi disini kita bisa menikmati durian kapanpun loh. Konon katanya durian lokal yang ada di tempat ini berasal dari puluhan ribu pohon yang tersebar dari berbagai penjuru daerah di Indonesia.






Soal nama, saya juga sempat bertanya-tanya kenapa disebut durian jatohan. Ternyata diberi nama demikian karena durian yang dijual di tempat ini adalah buah yang matang di pohon, atau istilahnya durian yang siap jatuh sendiri, bukan matang karena diperam (kalau bahasa sunda sih dibilangnya 'dipeuyeum'). Tapi tapi durian di Pak Haji Arif ini juga bukan durian yang jatuh ke tanah, para durian ini katanya diikat dengan tali plastik. Kenapa? Soalnya kalau durian-durian dari atas pohon jatuh langsung ke tanah, katanya lagi sih buahnya bakalan pecah. Udah gitu wanginya juga menyebar jadi rasanya kurang legit.

Uniknya lagi jenis durian disini bervariasi dalam hal ..warna. Serius, pas liat foto durian di pondokan saya sempat mengira kalau itu bukan durian, atau kalaupun durian paling itu cuma editan photoshop, tapi ternyata bukan.. itu durian asli. Sayangnya, untuk menikmati durian yang unik ini kita terkadang harus memesan dari jauh-jauh hari untuk menikmatinya. Wah, spesial ya kayak martabak durian satu ini. Krikrikkk.

Oya, ada satu lagi nih keunikan Durian Jatohan Pak Haji Arif. Kayaknya yang punya berprinsip bahwa 'Pembeli adalah raja', nah maka dari itu untuk menjual durian mereka menerapkan sistem garansi. Maksudnyaaaaa, jika pembeli mendapatkan tidak puas atas durian yang dibeli, apakah rasanya tidak enak, tidak manis dan lain sebagainya, kita sebagai pembeli bisa meminta garansi alias ganti.

Kamu mengaku pecinta durian? Datang dulu kesini! Yeiyyy, selamat mabok durian!


Salam JalanJajan, 
agistianggi
 

29 Januari 2013

Ini Soal Hari dan Hati..

Hai Hari, Hai Hati!

Selamat pagi, semangat pagi..
Selamat pagi hari, semangat lagi hati!

Pertama, aku ingin meminta maaf sempat mengabaikanmu belakangan ini..

Hari ini aku ingin berkisah tentang hari dan hati saja boleh? Ah, iya tentu saja.

Hari ini, seperti biasanya, aku mencintai pagi hari. Aku mencintai mentari yang tak pernah ingkar janji untuk menerangi bumi. 
Hari ini, seperti biasanya, aku juga menyukai siang hari. Aku menyukai mentari siang hari, tak perduli walau terkadang teriknya membakar hingga ke kulit ari..
Hari ini, seperti biasanya, aku bercengkrama dengan sore hari. Aku berbincang mengapa langit jingga selalu setia mengiringi..
Hari ini, seperti biasanya, aku memuja malam sebagai akhir dari sebuah hari. Aku memuja malam, walaupun terkadang suara jangkrik membuat sepi.

Hey!
Ingin rasanya kobarkan semangat agar ia terus membara mengejar hari dan hati dengan lebih berarti.

Hey Hari, kamu yang membuat Senin ataupun Selasa tak ada beda..
Hey Hati, kamu yang membuat yang kedua ataupun yang ketiga takkan pernah ada..

Aku menikmati setiap hari dan kemana hati ini akan membawa.


Mungkin hari ingin hati tau, kalau ini tandanya hari ingin menikmati hati dengan cara yang berbeda.. Mungkin..

Oh ya, aku bertemu hari dan dia menyampaikan pesan untukmu. 

"Hati-hati, Hati! dalam menjalani Hari!"


xx,
agistianggi

25 Januari 2013

Mendaki Gunung, Lewati Lembah di Gunung Batu Lawang!

'Mendaki gunung lewati lembah.. Sungai mengalir indah ke Samudera.. Bersama teman bertualang' -Ost. Ninja Hatori

Wo hoooooo!

Jadi ceritanya kemarin, saya dan 8 orang teman lainnya menjelajahi Gunung Batu Lawang. Wah, selama hampir 1 tahun berada di Provinsi Banten, saya baru tau kalau selain pantai, Banten juga punya salah satu objek wisata yang nggak kalah cantik; pemandangan dari atas gunung. Yap! Gunung yang berada di wilayah Gerem Merak ini menawarkan lingkungan alam yang masih alami, sejuk dan pemandangan yang tentunya indah.






Gunung ini dapat dibilang masih mempunyai udara yang segar tanpa polusi. Maklum saja, Provinsi Banten kan memang terkenal dengan kawasan Industri yang notabene nggak bisa dijauhkan dengan image debu dan polusi udara. Nah, perjalanan menuju Batu Lawang-nya sendiri membutuhkan perjuangan yang sedikit menantang selama kurang lebih 1-2 jam. Bayangkan saja, diawal perjalanan kami harus mendaki jalanan yang cukup terjal. Untungnya, jalan menuju puncak yang kami lalui terbilang sudah cukup bagus. Oya, gunung ini cocok juga buat dijadikan track para penggemar hiking loh.

Perjalanan yang cukup melelahkan itu nyatanya terbayar sudah begitu kami bahkan baru mencapai setengah perjalanan. Keindahan alam menghiasi sepanjang perjalanan kami siang hari itu. Dari atas gunung, saya bisa melihat pemandangan kota Serang, Cilegon, Merak dan sekitarnya. Menariknya lagi, diatas puncak terdapat tiga buah gazebo beratap biru yang bisa kita gunakan sebagai pelepas lelah sambil menyaksikan pemandangan yang indah.

Lalu, Batu Lawang sendiri ternyata cukup besar. Batu ini berbentuk seperti kodok raksasa. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, konon batu ini membelah dua gunung, yakni Gunung Batur dan Gunung Gede yang merupakan perbatasan antara Merak dan Bojonegara, atau tepatnya terletak di Gunung Pengobelan. Katanya lagi, nama Batu Lawang diambil dari batu yang sangat besar dan membelah dua gunung tersebut yang kemudian dijadikan pintu atau dalam bahasa sunda disebut lawang.








Saking penasaranannya, saya dan dua teman wanita yang lain juga ikut menaiki puncak batu ini walaupun agak sedikit ngeri mengingat dibawahnya adalah jurang yang bisa dikatakan cukup tinggi. Dan subhanallah, pemandangan dari atas sana sungguh sangat menakjubkan.. Ke sebelah kiri kita bisa melihat laut Bojonegara, kalau saya tidak salah ingat.. Sedangkan ke sebelah kanan kita bisa melihat pemandangan pantai Anyer dan sekitarnya. Bahkan dari atas batu, saya bisa melihat jelas kawasan industri Krakatau Steel loh, dimana lokasi Krakatau Daya Listrik, Krakatau Posco, bahkan Krakatau Bandar Samudera, hehe.

Setelah puas menikmati pemandangan alam dari atas Gunung Batu Lawang, kami akhirnya memutuskan untuk turun dan pulang. Tapi ternyata perjuangan belum selesai.. jreng-jeng.. ceritanya kami tersesat dan tak tahu arah jalan pulang *halahhhhh* Setelah perjalanan pergi yang menghabiskan waktu hampir 2 jam itu, saat perjalanan pulang langkah kami mulai goyah, kelelahan. Sialnya lagi, persediaan air minum saat itu sama sekali tak bersisa. Lengkap sudahhhhh~

Akhirnya setelah mengarungi kebun kacang, padang ilalang dan jalanan licin nan berliku, kami mulai menuruni bukit dengan menyusuri semak belukar menuju areal persawahan. Sebetulnya itu bukan jalan pintas yang seharusnya kami lalui untuk pulang, tapi apa daya mau tidak mau jalanan itu yang harus kami tempuh untuk sampai dengan cepat dan selamat. Horaaaaaaaaaay!


22 Januari 2013

Perubahan Hanya Milik Para Pemberani

Terinspirasi dari sebuah tulisan di sebuah harian Ibu Kota, 'Perubahan Hanya Milik Para Pemberani', begitu katanya. Perubahan-Hanya-Milik-Para-Pemberani. Sengaja saya ulang untuk mencari filosofi makna pemilihan kata-kata ini..

Di umur saya yang ke 21 sekarang ini, nyatanya banyak sekali tantangan yang saya rasa sangat sulit untuk ditaklukan. Beberapa diantaranya soal kebiasaan buruk dan menghilangkan rasa malas. Mereka bilang semua tantangan itu harus dihadapi, atau tinggal menunggu waktu yang tepat saja. Menurut saya, beberapa tantangan bisa ditempuh dengan sebuah tekad dan keberanian, tapi beberapa sisanya tidak cukup hanya bermodalkan tekad saja ternyata.

Seringkali saya berpikir dan merenung sampai akhirnya berani memberikan suatu kesimpulan bahwa untuk perubahan, sebuah keberanian itu harga mati. Keberanian merupakan modal awal, yang tidak bisa ditawar menawar, hal ini berlaku jiga kita ingin berubah, ingin menaklukan suatu tantangan atau bahkan ingin menjadikan suatu halangan menjadi hal yang justru menantang. Niat, keinginan dan kesempatan hanya sebagian kecil dari satu hal: keberanian.

Sadar ataupun tidak, rasa takut ternyata adalah salah satu jebakan dari keinginan akan perubahan itu sendiri. Rasa takut menjadi suatu gejala umum yang menjerat kita dari keinginan untuk berubah. Maka dari itu saya pun berani mengklaim kalau perubahan hanya milik para pemberani, atau paling tidak bagi mereka yang bisa mengubah apapun dalam diri maupun lingkungannya dari hal buruk ke arah yang lebih baik, ia pantas diberi predikat pemberani.

Di dunia ini, konon segala hal telah pasti akan berubah.. Ilmu pengetahuan, teknologi, musim, semua berubah dan berkembang seiring perkembangan jaman. Tidak ada yang pasti, karena yang pasti hanya ketidakpastian itu sendiri. Ya, bahkan satu detik ini dan satu detik sebelumnya pun berubah. Tak ada yang sama. Bahkan, dalam setiap helaan nafas kita menghisap udara yang berbeda. Bagaimanapun, waktu terus berjalan maju, bukan?

Lagi, bagi saya terkadang perubahan memang selalu bahkan terlalu menyakitkan, walaupun itu bergerak ke arah yang lebih baik. Kadang kita terkejut dan merasa tidak siap begitu suatu perubahan kecil terjadi. Kita yang sebelumnya telah terbiasa dibuai kenyamanan, akan merasa terkejut saat bertemu satu perubahan kecil saja. kebanyakan dari kita demikian, mungkin, saya rasa. Kenyamanan kerapkali membuai kita sehingga kita  tak juga bisa menyesuaikan diri begitu angin perubahan datang tanpa bisa dihadang. Masalahnya lagi, seringkali kita takut menempuh suatu tanjakan walaupun tahu di depan setelah itu akan ada turunan bahkan jalan mendatar.

Jadi, setiap perubahan harus dikumpulkan dari keping-keping keberanian agar tantangan-tantangan didepan kita bisa ditaklukan. Tanpa adanya keberanian tak mungkin ada perubahan. Lagi-lagi begitu katanya..

Kelak kemudian sering saya harap tangan saya lebih dari dua.. untuk membantu sesama, merekam jejak mimpi meraih asa dan cita, juga sambil bersujud serta berdoa selagi malam.. Atau melakukan semuanya dalam satu hitungan. Ah, khayal. Semoga doa dan harapan bisa menjadi penerang, juga semoga setiap untaian detik demi detik setahun ke depan penuh dengan kejutan dan pembelajaran diiringi keberanian untuk suatu perubahan. Semoga.



xx,
agistianggi

21 Januari 2013

Katanya: Resolusi



Mungkin bagi saya, juga sebagian orang, resolusi bisa diartikan sebagai suatu bentuk tekad untuk mencapai suatu harapan yang kelak ingin dicapai. Saya yakin diantara sebegitu banyak orang di dunia ini mempunyai tujuan hidup dan pencapaian yang berbeda-beda. Ada yang bertekad untuk segera menyelesaikan skripsi, ada yang ingin pindah bekerja, ada yang ingin segera mendapatkan pekerjaan baru, ingin berlibur, membangun rumah, membeli mobil, gadget canggih, punya pacar dan bahkan ada juga yang ingin menikah. Untuk hal yang terakhir, saya sempat berdiskusi dengan seorang teman pria, dia bilang memilih untuk menikah sekarang ini lebih pantas dikatakan nekad dibandingkan tekad. Lalu kami tertawa, atau lebih tepatnya dia membuat saya tertawa..

Setiap tahunnya saya tidak biasa menuliskan resolusi-resolusi saya di awal tahun, justru biasanya saya menuliskannya di pertengahan tahun. Kenapa? Karena di awal tahun rasanya terlalu mainstream, halahhh. Nggak, bukan itu sih permasalahannya. Karena satu dan lain hal saya akhirnya biasa menulis resolusi di pertengahan tahun, juga sebagai review apa yang sudah dan akan saya capai kemudian.

Seperti 2012 lalu, begitu banyak hal-hal tak terduga yang terjadi dalam hidup saya. Bahkan pada bulan-bulan akhir, saya banyak dikejutkan dengan berbagai hal tak terduga. Mulai dari mendapatkan hadiah dari cerita travelling dari detikTravel, menjadi juara 2 kompetisi menulis 'How to be a Good Blogpreneur' yang diadakan oleh Universitas Padjajaran, menjadi salah satu pemenang kontes blog yang diselenggarakan oleh PT PLN, dan terakhir menjadi Juara Pertama 'Citizen Journalism' yang diselenggarakan oleh Kabar Indonesia. Seiring berjalannya waktu saya juga belajar bahwa ternyata menang-kalah itu adalah hal yang biasa. Menang itu bukan segala-galanya dan bahwa tidak selamanya menjadi nomor satu itu hebat bukan? Setidaknya sih begitu, katanya..

Tahun 2012 sudah berakhir, tahun yang digadang-gadang suku Maya sebagai tahun terakhir bumi ternyata tidak terbukti. Wallahualam. Di tahun 2012 juga sungguh banyak syukur yang tercurah karena Ia memberikan saya banyak kesempatan untuk banyak berjalan-jalan. Pantai Tanjung Lesung, Pantai Ciputih, Pantai Badur, Taman Nasional Ujung Kulon, Pulau Tidung, Situ Cileunca, Yogyakarta, Malang, Surabaya dan Madura. Setiap tempat mempunyai kisah dan cerita sendiri. Dan semoga di tahun 2013 ini, akan lebih banyak tempat-tempat indah yang bisa saya datangi dan nikmati. Aamiin.

Sebetulnya, saya rasa dari tahun ke tahun resolusi saya tetap sama, tak banyak yang berubah rasanya. Begitu banyak cita, begitu banyak asa. Mewujudkan re-solusi. Re-solusi? Ya, re-solusi artinya pemecahan kembali. Standar, saya ingin hidup bahagia, kisah percintaan saya berjalan baik-baik saja (uhuk), dan kelak mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Standar kan?

Kelak, ke depannya nanti, saya ingin menata kepingan-kepingan pixel hidup yang sempat tersusun secara acak.. untuk menjadikan kepingan itu indah, bernilai seni dan menarik hati orang yang melihatnya, seperti sebuah gambar atas maha karya tuhan yang luar biasa. Mereka bilang sih jalan hidup, atau lebih terkenal dengan takdir. Begitu.


Dalam suatu perbincangan dengan seorang pecinta fotografi, teman saya, dia menceritakan bahwa resolusi dalam sebuah kamera memang kerapkali dianggap nomor satu oleh para fotografer ..amatir. Lalu, kening saya tak henti berkerut, tak juga mengerti apa maksudnya.. Dia menjelaskan bahwa sesungguhnya lensa-lah yang teramat penting. Jika dimaknai lebih jauh, mungkin bisa dimaknai lebih  mendalam untuk kehidupan kita. Mungkin.

Menurut saya, bisa jadi lensa itu ibaratnya mata. Dan tentu saya, kita pasti setuju bahwa mata itu penting untuk kehidupan. Entah itu mata secara fisik, mata hati, dan mungkin juga mata pencaharian. Halahhhh.

Resolusi saya di 2013 ini standar, ingin bahagia, dibahagiakan dan membahagiakan. Definisi selanjutnya akan meluas dan bermakna seiring berjalannya waktu..

Sekian.


xx,
agistianggi

15 Januari 2013

Batik, Si Cantik yang Membuat Dunia Melirik..

Mungkin masih lekat diingatan kita beberapa waktu lalu negara tetangga mencoba mengklaim Tari Tor-Tor yang berasal dari Sumatera Utara sebagai warisan budaya mereka. Belum jelas alasan dari pihak bersangkutan mengapa menyebut bahwa Tari Tor-Tor sebagai bagian dari budaya mereka, namun yang pasti kasus klaim atas kebudayaan Indonesia ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, pun Reog Ponorogo yang merupakan salah satu kesenian budaya dari Jawa Timur turut pula menjadi sasaran.

Pada Januari 2009 lalu masyarakat Indonesia sempat dihebohkan dengan isu bahwa batik diklaim, lagi-lagi oleh negara yang sama sebagai warisan budaya mereka. Lalu berbagai reaksi muncul dari segala penjuru Indonesia mengecam aksi tersebut. Pengakuan tersebut sempat membuat resah para pengrajin batik juga menuai amarah rakyat Indonesia. Tapi kemudian klaim atas batik ini akhirnya dimenangkan oleh Indonesia dengan ditetapkannya batik sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009.

Menurut saya pribadi, hal itu justru menghasilkan hal yang positif. Kenapa? Karena nyatanya semenjak kejadian itu, seluruh warga Indonesia mempunyai kesadaran penuh untuk menjaga dan melestarikan warisan dan budaya bangsa yang dimiliki Indonesia. 

Batik Indonesia telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non-bendawi pada tanggal 2 Oktober 2009 yang kemudian ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Hari Batik Nasional. Pengakuan UNESCO ini meliputi teknik, teknologi serta motif Batik Indonesia. Inilah salah satu upaya menjaga warisan budaya dunia yang lahir dari Indonesia.

Pada awalnya baju batik kerap dikenakan pada acara acara resmi untuk menggantikan jas. Tetapi dalam perkembangannya semenjak masa Orde Baru baju batik juga dipakai sebagai pakaian resmi siswa sekolah dan pegawai negeri yang menggunakan seragam batik pada hari Jumat. Perkembangan selanjutnya batik mulai bergeser menjadi pakaian sehari-hari terutama digunakan oleh kaum wanita. Pegawai swasta biasanya memakai batik pada hari kamis atau jumat. Ssstt, ternyata bukan hanya orang Indonesia yang pantas mengenakan pakaian batik, para tokoh dunia juga terlihat keren dalam balutan batik  loh!
eh, kita telisik lebih jauh soal batik Indonesia yuk!

SEJARAH BATIK
Seni pewarnaan kain dengan teknik pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 sebelum Masehi, dengan di ketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok semasa Dinasti Tang (619-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). Di Afrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal.

Di Indonesia sendiri, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau abad XIX. Pada masa itu batik yang dihasilkan adalah batik tulis sampai dengan sekitar awal abad XX. Kemudian semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul, dikenal sebagai batik cap dan batik cetak.

Kata 'batik' berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: 'amba', yang memiliki makna 'menulis' dan 'titik' yang bermakna 'titik'. Dalam Konvensi Batik Internasional di Yogyakarta pada tahun 1997, telah disepakati definisi batik adalah proses penulisan gambar atau ragam hias pada media apapun dengan menggunakan lilin batik (wax/malam) sebagai alat perintang warna. Pada pembuatan batik, lilin batik diaplikasikan pada kain untuk mencegah terjadinya penyerapan warna pada saat proses pewarnaan. Meskipun demikian, masyarakat awam lebih mengenal batik sebagai kain yang memiliki corak dan motif yang khas, bukan sebagai teknik pembuatannya.

Batik merupakan salah satu kerajinan yang mempunyai nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak dahulu kala. Pada mulanya tradisi membatik merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Bahkan beberapa motif batik dapat memunjukkan status seseorang, adapun beberapa motif batik tradisional hanya dipakai oleh keluarga keraton saja. Di masa lampau, para perempuan Jawa menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga membatik merupakan pekerjaan eksklusif perempuan.

Oya, tau tidak? Batik pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB. Kemudian setelah itu dalam beberapa kesempatan, diantaranya saat menjamu Perdana Menteri Australia, Gough Whitlam di Yogyakarta pada tahun 1974, lalu saat Indonesia kedatangan Presiden AS, Ronald Reagan dan Istrinya, Nancy di Bali pada April 1986 serta beberapa pejabat negara lain, Beliau memberikan batik sebagai cinderamata dari Indonesia.
Pic from here

Puncak kepopuleran batik sebagai kebanggaan bangsa Indonesia mencapai puncaknya pada November 1994 di Bogor, Jawa Barat, ketika Bapak Presiden Soeharto atas bantuan rancangan Iwan Tirta, memaksa 17 kepala negara dan kepala pemerintahan dari kumpulan negara-negara APEC (Asia Pacific Economic Cooperation), memakai batik tulis yang khusus di buat dengan corak yang melambangkan simbol negara masing-masing dengan sentuhan etnis Jawa. Termasuk Presiden AS Bill Clinton, yang untuk kedua kalinya presiden AS memakai batik.


14 Januari 2013

Pukul 2 dini hari..

Yang kutahu langit di luar sana sudah terlewat kelam. Bukan lagi ungu merona atau sekedar biru tua. Gelap. Hitam. Entah sudah berapa kali aku mengintip jendela hanya untuk melirik warna diluar sana, harap-harap segera berganti menjadi biru muda. Malam terasa dua kali lebih lama dari biasanya. Hari ini aku dilanda insomnia, lagi. Jarum jam di tanganku sudah mengarah ke angka 2 dini hari, tapi aku sama sekali belum mengantuk. 

Massa kelopak mataku serasa bertambah berat, tapi anehnya ia tak kunjung ingin terpejam. Saat seperti ini, menghitung domba pun tak ada guna rasanya. Apa mungkin ini karena dingin yang masih saja memelukku erat, seolah menembus setiap celah pori-poriku. Bahkan, empat lapisan baju hangat pun tak kunjung membuatku lebih baik. Aku masih menggigil ditengah lamunku.   

Entah ini memang karena cuaca dingin atau apa ini yang dinamakan jatuh cinta? Ah, sungguh tak adil rasanya jika cinta membuatku harus merelakan jam tidur sekian jam lamanya.. Tapi aku tetap gelisah. 

“Belum tidur, Kak? Mau saya buatkan teh?”, ucap seorang penjaga rumah tempatku tinggal. 

“Tidak. Tidak bi, terima kasih”, jawabku sambil tersenyum. 

Biasanya kopi menjadi teman setia yang menemaniku saat tetap terjaga, bukan teh, tapi tidak kali ini, aku ingin menikmati semuanya. Jantungku berdegup kencang dari sore kemarin, membayangkan bahwa aku telah jatuh cinta.. tidak, ini bukan cinta pada pandangan pertama, ini cinta pada pandangan ke sejuta.. Ah, sial! Wanita ini hampir saja membuat aku gila!








xx,
agistianggi


Cerita Flash Fiction ini diikutsertakan dalam #13HariNgeblogFF hari kedua dengan judul 'Pukul 2 dini hari'

12 Januari 2013

Berjalan..


“Ah, sudahlah! Tangisan sudah kehabisan akal menenangkanku. Tak ada guna pun aku berlarut. Sedih ini harus segera berakhir atau lebih tepatnya harus segera diakhiri, sebelum segalanya menjadi semakin rumit sehingga aku sulit berkelit. Aku harus bangun, berdiri, kembali berjalan, menapaki waktu dan cita yang makin mengabur. Yah, mulai berjalan, karena hanya dengan begitu segalanya bisa dilupakan. Dan kukabulkan maafmu, Masa Lalu, mungkin memang hanya dengan maaf kamu akan menjinak dalam ingatan.”


11 Januari 2013

Nostalgia Permainan Anak Tahun 90an!

Hari ini tiba-tiba saya dapet sebuah broadcast dari teman lama, teman semasa jaman SMP, jaman waktu masih culun-culunnya hihi. Jadi broadcast ini ceritanya soal apa-apa aja yang sempat menjadi trend dikalangan anak yang lahir sekitaran tahun 1980-1990an gitu deh. Lucu juga sih memang kalau diingat. Dan kalau mau dipikir lebih jauh, jamannya dulu saya kecil itu model-model mainan atau hiburannya jauuuuuuuuuuuuh banget sama anak jaman sekarang ini. Duh.

Saat membaca isi broadcast tersebut saya senyam-senyum sendiri membayangkan masa kecil saya. Tapi sayangnya seiring majunya jaman disertai teknologi, perlahan tapi pasti permainan-permainan itu hilang ditelan waktu..

Saya masih ingat dulu ketika saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar, saya rajin ke toko kaset untuk membeli album para penyanyi cilik.. Sherina Munaf yang terkenal dengan lagu 'Dia Pikir' featuring Derby Romero di Petualangan Sherina, Joshua yang terkenal dengan lagu 'Diobok-obok', Chikita Meidy, Maisy dan masih banyak lagi.. Coba bandingkan sama lagu anak-anak jaman sekarang. Bahkan yang saya lihat penyanyi anak-anak pun bergenre cinta-cintaan. Alamakkkkk..

Terus dulu itu pas SMP banyak banget kejadian temen-temen bawa komik Doraemon, Dragon Ball, Kungfu Boy atau Conan ke kelas lalu disita guru. Nggak tau deh anak jaman sekarang masih kayak begini apa nggak.. Yang lebih lucu, dulu jamannya anak laki rebutan main dingdong, atau mungkin yang punya uang dibeliin nintendo, sega atau gameboy buat main game Mario Bross sama Sonic. Oya, ada juga nih depan sekolah abang-abang yang nyewain gameboy gitu 500 rupiah entah per setengah jam apa per berapa menit, saya sendiri lupa.

Dulu Tamagochi satu-satunya permainan canggih yang saya punya. Didalam tamagochi kita bisa memelihara hewan secara virtual. Ah, saat itu berasa paling canggih deh.. Perawatannya juga nggak kalah sama hewan asli, tiap hari kita harus mandiin, ngasih makan, belajar, ngajak main, olahraga, tidur dan bahkan 'pup' virtual.. Oya, bawa ke dokter juga kalau sakit dan bahkan bisa sampe meninggal. hihihi lucu banget lah kalau diinget-inget.


Oya, ada juga permainan monopoli dan ular tangga. Aduh kayaknya udah lama banget saya nggak main mainan semacam ini. Kangen rasanya. Maklum, masa kanak-kanak saya tumbuh kembang dengan mainan-mainan semacam ini, hihi. Betapa waktu main monopoli dengan dramatisnya kadang jadi berasa kaya beneran kalau ada lawan yang tiba-tiba harus berhenti di Negara yang sudah kita beli. Udah gitu setiap ada kesempatan bangun rumah terus-terusan bahkan sampai hotel segala supaya makin mahal harganya.. Belum lagi kalau tiba-tiba kita jatuh miskin kehabisan uang atau harus masuk penjara yang ekspresi depresinya berlebihan, hoalaaaah masa kecilkuuuu.. Nah, main kwartet juga nggak kalah seru, kalau kalah mukanya dicoret pakai bedak. Waaaaa~


Lagi nih, jaman dulu ponsel atau handphone masih jadi barang langka karena harganya yang terbilang cukup tinggi, apalagi untuk dipakai anak-anak. Lain halnya sekarang ini, anak SD kelas satu udah megang gadget super canggih ..liat anak SD main Ipad, pake BlackBerry keluaran paling terbaru atau boyong-boyong PSP bukan lagi hal langka. Saya ingat jaman dulu, waktu pager, telpon koin dan wartel, atau yang lebih canggih sedikit ya telpon kartu masih berjaya.. Setiap kali ingin menelpon harus ke wartel atau kalau mau telpon kecengan jailin gitu cari telpon koin pinggir jalan terus kalo udah diangkat telponnya langsung tutup. Halah nggi kelakuan.




7 Januari 2013

Mengarungi Arus Deras di Sungai Ciberang Banten!

Yeiyyyyy! Liburan singkat itu akhirnya terealisasi juga, setelah sempat hampir ditunda karena satu dan lain hal hohoooo. Ciberang, kami dataaaaaaaaang!

Sabtu kemarin, saya beserta 11 teman, eh 1 om-nya teman kantor, mencoba rafting di kawasan Sungai Ciberang. Nah, Sungai Ciberang ini terletak di Kampung Muara, Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Setelah sebelumnya mencoba untuk rafting di Pangalengan, Sungai Ciberang memberikan suatu sensasi yang berbeda dari pengalaman rafting sebelumnya.

Kami memulai perjalanan melalui Kota Serang yang kemudian mulai memasuki kawasan Passanggrahan, Petir. Sepanjang jalan dari Serang menuju kemari, jalanan aspal begitu rapih tanpa ada lobang. Selain itu juga kami disuguhi pemandangan indah perbukitan, pepohonan rindang, dan hijaunya perbukitan. Namun sayangnya, begitu memasuki kawasan dekat pasar petir (bukan dalam arti sebenarnya, ha!) jalanan mulai berlubang disana-sini. 

Tak lama, jalanan seperti itu kami lalui sampai akhirnya mencapai Rangkasbitung. Setelah beristirahat sejenak untuk sarapan di sebuah minimarket, kamipun melanjutkan perjalanan itu.. Sesaat saya melihat sebuah keterangan jalan bahwa kami sedang berada di kawasan warung gunung. Entah apa filosofi pemberian nama daerah ini, tapi menurut saya ini agak sedikit aneh dan unik, hihi. Perjalanan yang terbilang cukup panjang itupun nyatanya tak membuat saya terlalu lelah. Kenapa? Karena lagi-lagi mata kami dimanjakan oleh pemandangan yang luar biasa menakjubkan. Ah! Hamparan lahan pertanian yang baru menguning, bukit, gunung, sungai...

Ternyata, baru saya tau kalau rangkasbitung ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk menuju Bogor. Nah, perbatasan banten-bogor ini adalah kawasan cipanas, tempat pemandian air panas. Hujan menyambut kedatangan kami saat mulai memasuki kawasan cipanas, semua pemandangan indah juga kabut yang turun tak juga menurunkan kadar keindahan yang diciptakan Tuhan di tempat ini. Karena hujan semakin deras akhirnya kami menepi untuk meneduh di sebuah Pondok Pesantren Latansa.

Setelah hujan mereda, perjalanan kami lanjutkan lagi. Kali ini kami (tetap) disuguhi pemandangan indah, tapi dengan jalan yang cukup terjal dan berliku.. Sampai akhirnya kami tiba di lokasi point awal untuk keberangkatan rafting..


Begitu datang, hujan menyambut lagi kedatangan kami, gerimis. Sambil bersiap kami sebelumnya berganti pakaian dulu. Tempatnya lumayan bersih dan tertata rapi. Masing-masing ada 3 bilik kamar mandi untuk pria dan wanita. Yap, lalu kami diberi peralatan perang untuk segera berperang mengarungi arus deras Sungai Ciberang. Wo hoooooo!

Kondisi Sungai Ciberang ini memang sangat cocok untuk dijadikan lokasi arung jeram. Sungai Ciberang yang berada di dalam Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Nah disini kami memilih track pendek dengan jarak tempuh 10 KM dan menghabiskan waktu kurang lebih 2,5 jam, dengan harga satu paket lengkap 205.000,-. Ada juga sih track panjang 25 KM dengan waktu tempuh yang katanya mencapai 5,5 jam seharga 350.000,-. Halah, tak terbayang lelahnya..

and we're ready!



4 Januari 2013

Pekan Kondom Nasional 2012; Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati!

Berdasarkan hasil penelitian, para ilmuan pada umumnya berpendapat bahwa AIDS berasal dari Afrika Sub-Sahara. Sekarang ini AIDS bahkan telah berubah menjadi sebuah wabah penyakit dan telah menginfeksi hampir 38,6 juta orang di seluruh dunia. Penyakit ini merupakan salah satu wabah yang paling mematikan dalam sejarah karena telah diklaim menyebabkan kematian sebanyak 2,4 hingga 3,3 juta jiwa hanya pada tahun 2005 saja. Dan yang lebih menyedihkannya lagi adalah lebih dari 570.000 jiwa diantaranya merupakan anak-anak.



Di Indonesia sendiri, penderita HIV/AIDS kian hari kian bertambah jumlahnya. Sejak pertama kali ditemukan pada Tahun 1987 sampai dengan September 2012, kasus HIV/AIDS tersebar di 341 dari 497 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Berdasarkan hasil laporan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia di website Komisi Penanggulangan AIDS pada Triwulan III Tahun 2012 lalu, jumlah kumulatif kasus HIV yang dilaporkan sebanyak 92.251 kasus dengan Jakarta sebagai jumlah tertinggi disusul Jawa Timur, Papua, Jawa barat dan Sumatera Utara. Sedangkan jumlah kumulatif kasus AIDS dilaporkan sebanyak 39.434 dengan jumlah terbanyak diduduki Papua yang kemudian diikuti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, dan beberapa wilayah lain dengan rentang usia 20-29 tahun. 
***

HIV/AIDS
Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV, atau infeksi virus-virus lain yang mirip menyerang spesies lainnya (SIV, FIV dan lain-lain). Virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) sendiri merupakan virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Nah, orang-orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor.

Pada umumnya berbagai gejala AIDS tidak akan terjadi pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Kebanyakan kondisi tersebut diakibatkan oleh infeksi bakteri, virus, fungi dan parasit, yang biasanya dikendalikan oleh unsur-unsur sistem kekebalan tubuh yang dirusak HIV. Disini, HIV dan virus-virus sejenisnya bisa ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membrane mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal dan air susu ibu. Sedangkan cara penularannya sendiri dapat terjadi melalui hubungan intim, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS.

Nah, berdasarkan info yang diberikan oleh Menteri Kesehatan RI, pada 2012 lalu pola penularan HIV/AIDS tertinggi yaitu melalui transmisi seksual sebesar 81,8%. Sedangkan pada penularan akibat penggunaan alat suntik yang tidak steril hanya 12,4%. Dan itu bisa berarti bahwa kesadaran untuk tidak bertukar jarum suntik para pengguna narkotika mulai meningkat. 



3 Januari 2013

Habibie & Ainun; Gambaran Cinta Menggapai Cita

Oke, jadi walaupun agak telat gaul baru nonton tadi malam karena beberapa kali ke bioskop dan selalu kehabisan tiket.. Akhirnya kesampean juga buat nonton film ini. Film yang menceritakan kisah perjalanan cinta dan menggapai cita yang diangkat dari buku biografi salah satu mantan Presiden Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie (atau lebih dikenal Bapak BJ. Habibie) dan istrinya Ibu Hasri Ainun Besari (Ibu Ainun).

Film Habibi & Ainun
Walaupun lagi-lagi, ratusan lembar cerita yang termuat dalam satu eksemplar buku pastinya tidak akan dapat digambarkan dalam film yang hanya berdurasi 2-3 jam, film ini cukup mengharukan menurut saya. Habibie yang diperankan oleh Reza Rahadian, sedangkan Ainun diperankan oleh Bunga Citra Lestari..

Berlatarkan Jerman dan Indonesia, film ini kemas dengna jalan cerita yang apik dan menarik. Selebihnya, film ini tidak hanya bercerita tentang kisah cinta dua pasangan, tapi juga ada unsur nasionalisme dan patriotisme yang melekat erat didalamnya. Film ini bagus untuk menjadi salah satu motivasi para anak muda Bangsa. Cerita bagaimana seorang anak Indonesia yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata dapat berprestasi di Negeri orang tapi kemudian dengan sepenuh hati ingin berbakti bagi Negeri-nya sendiri. Seabrek gelar dan penghargaan yang disandang beliau melalui perjuangan keras dan berliku.

Kisah ini dikemas dengan sederhana, dan disana ada kata sederhana yang saya, juga mungkin semua orang suka..

"Aku tidak bisa memberikan apa-apa kepadamu, tapi aku berjanji akan menjadi suami yang  baik", ucap Habibie.

Lalu jawaban yang terlontar dari Ainun, "Mungkin aku tidak bisa menjadi istri yang baik, tetapi aku berjanji akan selalu mendampingimu"

Ah, tuhan romantisnya... Kisah itu ternyata tidak sepenuhnya berjalan mulus, pasang surut juga dialami keduanya. Semenjak menikah dan menetap di Jerman, mereka hidup pas-pasan dan tinggal di sebuah flat kecil. Putus asa sempat menghampiri Ainun dan Habibie menghiburnya, "Kehidupan ini seperti kereta api, melewati sebuah terowongan gelap yang tidak tahu dimana arahnya, tapi diujung sana pasti ada seberkas cahaya dan aku janji akan membawamu kesana". *tissue mana tissue* Hiks.

Perjuangan dan pengorbanan itu ternyata berbuah manis, setelah sempat ditolak oleh Indonesia, tak lama berselang Habibie diminta untuk pulang dan mengabdi untuk Indonesia ..untuk mengabdikan ilmunya bagi ibu pertiwi ..untuk merealisasikan mimpi besarnya membuat pesawat terbang buatan bangsa sendiri. Lagi, untuk itu, ada jalan yang harus dilalui, sebuah rintangan dan godaan atas harta, tahta dan wanita. Untungnya keteguhan Ainun dan kuatnya Habibie dalam menjaga integritas tak membuatnya terjerumus..

Hingga akhirnya segala kerja keras, pengorbanan, tenaga dan waktu berbuah manis. Gatotkaca N 250, pesawat terbang buatan anak bangsa siap diterbangkan perdana pada 10 Agustus 1995. Dengan siaran langsung televisi lokal saat itu, pesawat itu sukses terbang disaksikan jutaan mata. Setelah itu, tahun 1998 Habibi diminta mantan Presiden Soeharto untuk menjadi wakilnya. Saat itu krisis moneter melanda Negeri, perekonomian merosot akiba krisis multi dimensi, Indonesia kacau balau.. Hingga akhirnya Soeharto diminta mundur, dan Habibie menggantikannya sebagai wakil Presiden menjadi Presiden.

Selama Habibie menjabat sebagai Presiden, Ainun menyembunyikan sakitnya.. Tahun 2000 Habibie tidak lagi mencalonkan diri sebagai presiden, dan akhirnya dapat kembali bersua dengan keluarga. Dalam suatu perjalanan berkunjugn ke hanggar IPTN, tempat ia membuat pesawat dulu, dia melihat pesawat yang dibuatnya dnegan kerja keras itu berdebu.. Sebuah kerja keras yang harus dibayar mahal dengan mengorbankan waktu dan perhatiannya kepada istri dan anak-anaknya, tapi Ainun berbesar hati sama sekali merasa tidak dikorbankan.

Lambat laun penyakit Ainun mulai semakin parah, kanker ovarium stadium 3 telah menyebar ke beberapa bagian tubuh. Habibie melakukan segala cara dan upaya untuk menyembuhkan Ainun dnegan perawatan terbaik, mereka pergi ke Jerman. Namun Tuhan punya rencana-Nya sendiri, Ainun kembali kepangkuan-Nya pada 22 Mei 2010. 

Kisah Bapak Habibie dan Ibu Ainun ini banyak dikagumi orang-orang. Ada sepenggal bait puisi yang menggambarkan kesedihan Pak Habibie atas kepergian ibu yang kemudian disangkal merupakan buatannya. Isinya begini..


Ainun… Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.

mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan,

Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,

kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku,

selamat jalan,calon bidadari surgaku …

Buku Biografi BJ. Habibie
Soundtrack film ini semakin membuat cerita mengharu biru, alunan lagu dan lirik berjudul Cinta sejati yang dinyanyikan oleh pemeran Ainun, Bunga Citra Lestari menambah keharuan saat menonton film ini..

Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan
Pasti tahu cinta kita sejati~
 
xoxo,
agistianggi
 

1 Januari 2013

Happy New Yearrrrrr. Welcome, 2013!



HAPPY NEW YEAR, DUDE!




Well, it's not always about being happy at the end, or being happy all the time. 2012 was sooooo amazing! Much of happiness, sadness, tears, smile, laugh and doubt feeling, duh. And what made my life beautiful, is all of those mixed moments. When I look back to the year 2012, along the time, I see an emotional journey that resembles happiness in such a different way. The feelings of sad and happy, up and downs, love and being hurts, light and dark, also good and bad. It means that every single moment can be valuable. I thank God, for everything. 2012 also full of dreams and hope. And in 2013,  I know that the best way to make my dreams come true is wake up.

2012, thank you for inspiring me all the time and for making one of my dreams come true. Enjoy the years and happy!

Hope in this years full of happiness and blessing. 

xoxo,
agistianggi

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...