Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan pos dari April, 2014

Menyusuri Sungai Musi Menuju Pulau Kemaro

Jadi, setelah fix dapat ijin untuk keluar dari Pihak manajemen Udiklat Palembang, waktu itu saya dan teman-teman setengah 'memaksakan diri' atau bisa dibilang nekat untuk pergi ke Pulau Kemaro. Soalnya dari Pihak keamanan sih bilang kalau untuk pergi ke daerah sini agak rawan, maklum lah ternyata Kota Palembang ini tingkat kriminalitasnya memang cukup tinggi ternyata se-Indonesia. Jalan satu-satunya dan terakhir yang bisa kami pakai waktu itu akhirnya berbohong bilang mau ke Palembang Indah Mall sekedar jalan-jalan aja hehe.
Bermodal kata-kata 'mumpung disini, kapan lagi coba?' berangkatlah kami menuju jembatan Ampera. Nah, dari sana barulah kami mencoba menawar harga perahu yang biasa dipanggil 'ketek' oleh orang Palembang untuk menuju ke Pulau Kemaro. 
Setelah salah seorang teman asal Medan bernegosiasi, akhirnya kami mendapat harga 120ribu satu perahu untuk 10 orang. Sayangnya mesin kapal ini beberapa kali mengalami gangguan karena ada sampah yang tersangku…

Gedung Sate, Bandung dan 39

Selama hidup hampir 20 tahun di Bandung, belum pernah rasanya sekali pun sengaja datang ke Gedung Sate buat foto-foto. Padahal dari luar kota sana banyak orang yang sengaja kemari cuma buat sekedar foto depan gedung sate, sebagai bukti kalau mereka pernah ke Bandung hahaha. Nah, sewaktu main sama teman-teman 39 berhubung janjian kumpul di depan gedung sate, akhirnya kesampaian juga buat foto. Dari waktu janjian jam 8 pagi, akhirnya kumpul semua sekitar jam 11 siang. 



Meet Up at Rocca & Co Cafe

Finally! Setelah sekian lama nggak ketemu karena satu dua tiga dan lain hal, akhirnya bisa kumpul juga walaupun bisa dibilang cuma sebentar. Sebetulnya ini juga pengganti ketemuan yang harusnya di hari pernikahan tamio, berhubung saya masih di Jawa Timur minggu lalu hiks. Daaaaan, kejutan lainnya pas pertama dateng udah liat cilla pake jilbab, alhamdulillah hihi. 
Ngobrol ngalor ngidur kanan kiri atas bawah, tapi sih yang paling rame ya godain manten baru hahaha. Aku kangen kalian ibu ibu dan bapak bapak! Semoga sampai menua nanti tetep sering ketemu jalin silaturahmi yap :')




Berjuang Hingga ke Bukit Moko

Libur di Bandung 12 hari itu rasanya tetap kurang, masalahnya bukan kurang waktu liburannya sih, tapi bagi-bagi waktu antara teman SD sampai teman kuliah yang rata-rata cuma bisa main di hari Sabtu atau Minggu aja, disamping dengan orang tua atau keluarga tentunya.. karena adanya keterbatasan waktu juga jarak bagi mereka yang bekerja di Ibu Kota ataupun luar kota lainnya. Sampai akhirnya dengan terpaksa bagi waktu bertemu 3 kelompok teman berbeda dalam satu hari, ck.

Mulai dari pagi bertemu teman kuliah sampai siang, lalu siang hingga isya main dengan teman-teman SMA, terus lanjut lagi kumpul sama teman-teman main. Fufufu, capek? iya, memang. Tapi terbayarkan sudah semuanya. Maklum lah, berbulan menjalani pendidikan di Jakarta, Bogor hingga Pandaan Jawa Timur, hari Sabtu-Minggu yang biasanya bisa liburan atau sekedar kumpul diganti dengan kegiatan 'belajar' yang cukup membosankan hehe.

Jadi, setelah sekian lama di Bandung sering saya dengar teman-teman mengajak main ke Bukit …

Bandung, Taman Pasupati dan Teman yang Menyebalkan

Cerita yang bersamaan ditulis oleh Yudith Tri Susetio...

Selama diberi kesempatan 12 hari berlibur kemarin di Bandung, ada begitu banyak tempat yang saya datangi rasanya. Beberapa ada yang saya lalui dengan hanya sekedar berjalan-jalan sendirian berkeliling dan sejenisnya, beberapa ada pula yang saya lewati dengan bertemu teman-teman dan sahabat terdekat.
Berawal dari pembicaraan panjang via whatsapp ketika saya masih menjalani pendidikan di Pandaan. Entah kenapa saya selalu merasa bersalah ketika chatting dengan orang satu ini, seorang sahabat kecil luar biasa yang selalu mengaku dirinya masih berusia 17 tahun, karena saya masih berhutang sebuah kado di ulang tahunnya tahun lalu juga sebuah oleh-oleh dari Jogja yang saya beli saat event Blogger Nusantara dan sekarang entah berada dimana. Kami berjanji untuk meluangkan satu hari ketika saya berlibur, dia akan datang ke kota Kembang, disamping 'jadwal padatnya' menyelesaikan banyak tugas kuliah dan pekerjaan. Tentu, tidak lupa…

Berkeliling di Tanah Wong Kito Galo, Palembang!

Hallo hallo, Palembang!
Setelah sehari sebelumnya mendarat di Bandara Sultan Mahmud Baharuddin II dan kemudian menginap di Hotel Royal Asia hingga jumat nanti, akhirnya saya dan dua orang teman, Ayu dan Mas Ryan, berjalan-jalan keluar hanya sekedar untuk tau seperti apa sih Jembatan Ampera itu. Soalnya orang bilang belum sah ke Palembang kalau belum menyempatkan diri berfoto disini haha.
Dari Hotel Royal Asia yang terletak di Jalan Veteran, kami menaiki bis ke arah Jembatan Ampera. Bis ini kalau di Jakarta semacam Kopaja gitu. Awalnya agak sedikit ragu untuk naik mengingat rawannya transportasi jenis ini sewaktu tinggal di Jakarta karena kami harus berdiri didalam bis selama perjalanan, tapi karena kepalang tanggung akhirnya naik juga.
Kurang lebih selang waktu kurang dari 20 menit sang kondektur bus memberitahu kami tempat untuk turun dan melanjutkan perjalanan ke Jembatan Ampera dengan berjalan kaki. Daaaaaan... ini diaaaaa! Jembatan Ampera!

Bye Bandung, Hallo Palembang!

Ini hari terakhir di Bandung juga sekaligus hari pertama saya menginjakkan kaki di Kota Mpek-Mpek, Palembang. Tempat dimana dalam 2 bulan kedepan saya dan 145 teman lainnya harus 'berperang' tapi juga diselingi dengan 'bersenang-senang'. Tempat bagi kami untuk mengaplikasikan berbagai ilmu yang diberikan kemarin selama pendidikan berbulan-bulan. Tempat bagi kami sebagai salah satu pembuktian..