31 Juli 2012

Sebuah Pesan Lama; Memahami Filosofi Leluhur Jawa..

Hmmm.. beberapa waktu yang lalu saya mendapat sebuah artikel dari seseorang, katakanlah ia seorang teman, tentang filosofi jawa yang dia kirimkan melalui email. Ha, lucu memang kalau ingat setiap cerita itu.. Dan hari ini dalam rangka membersihkan email dari pesan-pesan yang kiranya tidak lagi diperlukan, saya mendapati beberapa email, foto, dan chat history dengan dia. Betapapun kondisi kami saat ini, saya merasa senang sekali bisa mengenal dia, berdiskusi tentang banyak hal, berdebat dari hal penting sampai hal paling tidak penting sekalipun, tertawa sampai larut malam ..saya belajar banyak hal yang pasti. Sampai suatu malam dia berkata pada saya bahwa saya itu ibarat batu, keras kepala. Dan keesokan harinya dia mengirimkan artikel ini...

Memahami Filosofi Leluhur Jawa
Leluhur masyarakat Jawa memiliki beraneka filosofi yang jika dicermati memiliki makna yang begitu dalam. Tetapi, anehnya filosofi yang diberikan oleh para leluhur itu saat ini dinilai sebagai hal yang kuno dan ketinggalan jaman. Padahal, filosofi leluhur tersebut berlaku terus sepanjang hidup. Dibawah ini ada beberapa contoh filosofi dari para leluhur/nenek moyang masyarakat Jawa.
1) "Dadio banyu, ojo dadi watu" (Jadilah air, jangan jadi batu).
Kata-kata singkat yang penuh makna. Kelihatannya jika ditelaah memang manungso kang nduweni manunggaling roso itu harus tahu bagaimana caranya untuk dadi banyu.

Mengapa kita manusia ini harus bisa menjadi banyu (air)? Karena air itu bersifat menyejukkan. Ia menjadi kebutuhan orang banyak. Makhluk hidup yang diciptakan Gusti Allah pasti membutuhkan air. Nah, air ini memiliki zat yang tidak keras. Artinya, dengan bentuknya yang cair, maka ia terasa lembut jika sampai di kulit kita.

Berbeda dengan watu (batu). Batu memiliki zat yang keras. Batu pun juga dibutuhkan manusia untuk membangun rumah maupun apapun. Pertanyaannya, lebih utama manakah menjadi air atau menjadi batu? Kuat manakah air atau batu?

Orang yang berpikir awam akan menyatakan bahwa batu lebih kuat. Tetapi bagi orang yang memahami keberadaan kedua zat tersebut, maka ia akan menyatakan lebih kuat air. Mengapa lebih kuat air daripada batu? Jawabannya sederhana saja, Anda tidak bisa menusuk air dengan belati. Tetapi anda bisa memecah batu dengan palu.

Artinya, meski terlihat lemah, namun air memiliki kekuatan yang dahsyat. Tetes demi tetes air, akan mampu menghancurkan batu. Dari filosofi tersebut, kita bisa belajar bahwa hidup di dunia ini kita seharusnya lebih mengedepankan sifat lemah lembut bak air. Dunia ini penuh dengan permasalahan. Selesaikanlah segala permasalahan itu dengan meniru kelembutan dari air. Janganlah meniru kekerasan dari batu. Kalau Anda meniru kerasnya batu dalam menyelesaikan setiap permasalahan di dunia ini, maka masalah tersebut tentu akan menimbulkan permasalahan baru.
Dasar batu, itu yang selalu dia katakan saat kami beradu argumen. Dan ya, saya akui bahwa saya memang termasuk orang yang keras kepala, berpendirian kuat seperti baja, dan sangat jarang untuk mau mengalah ..terkecuali beberapa hal yang urgent tapinya. Lalu, dia bilang sifat itu memang tidak sepenuhnya jelek, hanya saja akan lebih baik jika saya merubahnya atau paling tidak mempergunakan sifat keras kepala itu untuk tujuan yang beralasan. Hmm.. terkadang saya memang menyadari bawasannya selama ini seringkali saya berselisih paham dengan beberapa orang yang pada akhirnya justru mengakibatkan konflik yang tidak berkesudahan.

Anda tidak bisa menusuk air dengan belati. Tetapi anda bisa memecah batu dengan palu

Kalimat ini yang membuat saya terdiam saat membaca artikel filosofi jawa diatas.. Anda tidak bisa menusuk air dengan belati.. Pemahaman saya cukup simple sebenarnya, yang saya pahami dari kalimat ini adalah bahwa air itu lembut tapi tidak bisa dihancurkan.. Dia bisa saja hilang menjadi uap, ditelan habis sinar matahari tapi pada akhirnya dia tetap akan menjadi hujan. Eh, betul ngga, sih?! Kalau tidak salah sih demikian hehe.

Lain halnya dengan batu, 'Anda bisa memecah batu dengan palu', untuk yang satu ini saya setuju.. tapi saya lebih setuju dengan kalimat ini 'Tetes demi tetes air, akan mampu menghancurkan batu'. Dua kalimat ini membuat saya tercengang sebentar, lalu dilanjutkan dengan anggukan kepala kecil sambil bergumam 'Oiya ya..!' Ibarat kata kita melihat bebatuan di dalam gua, stalaktit dan stalakmit, yang belakangan saat duduk di bangku SMA baru saya ketahui bahwa nyatanya bebatuan itu terbentuk akibat dari proses pelarutan air di daerah kapur yang berlangsung secara terus menerus. Air yang larut di daerah karst akan masuk kelubang-lubang (doline) kemudian turun ke gua dan menetes-netes dari atap gua ke dasar gua. Nah tetesan-tetesan air ini lama-lama berubah jadi batuan yang bentuknya runcing-runcing seperti tetesan air. Stalaktit adalah batu yang terbentuk di atap gua, bentuknya meruncing kebawah, sedangkan stalakmit adalah batu yang terbentuk di dasar gua bentuknya meruncing keatas.

Dan saya akui memang terkadang sifat batu saya ini menyusahkan diri saya sendiri. Ibarat senjata makan tuan, duh! Walaupun dalam beberapa situasi dan kondisi si batu ini juga bagus. Mungkin pelajaran yang bisa diambil dari filosofi tersebut adalah bagaimana seharusnya kita menggunakan sisi baik maupun buruk dari kedua elemen tersebut dalam kehidupan kita. Begitu, kan?! Seperti yang dikatakan sebelumnya, dunia ini penuh dengan permasalahan.. dan menurut saya ada kalanya kita dapat menyelesaikan segala permasalahan itu dengan meniru kelembutan dari air, namun ada kalanya pula kita harus meniru kekerasan dari batu. Oya, ada satu lagi hikmah yang saya ambil.. bahwa nyatanya persoalan dalam hidup bukan hanya soal memilih jawaban layaknya soal ujian nasional, tapi juga kita harus memilih jawaban dengan mempertimbangkan setiap kemungkinan benar atau salah berdasarkan hubungan sebab juga akibat..

30 Juli 2012

Sukses itu apa?!

Sukses..

Itu kata-kata yang sering hinggap didalam pikiran saya sejak beberapa waktu yang lalu. Kata yang hampir setiap hari meracau didalam kepala saya. Kata yang hampir selalu menjadi mimpi buruk dalam setiap tidur saya. Bukan, bukan berarti saya pesimis untuk sukses.. tidak, tidak sama sekali! Saya yakin saya bisa sukses. Yang menjadi pertanyaan saya selama ini adalah apasih sesungguhnya arti sukses itu sendiri? Kaya? Pintar? Masuk Universitas Negeri Terkemuka? Lalu dapat pekerjaan di perusahaan asing? Apa? Apaaaaaa?

Saya kemudian mencoba untuk googled ‘arti sukses’, dan omgoogle yang super baik hati itu menjawab satu pertanyaan saya dengan ribuan jawaban! Wow! Mulai dari pendapat orang-orang terkemuka di dunia, para motivator super, arti dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendapat-pendapat para blogger pada web pribadi mereka, dan berbagai diskusi dalam berbagai macam forum. Saya juga mencoba mencari di twitter mengenai hal ini. Ada beberapa kata-kata yang saya suka dan diam-diam saya amini dalam hati.

Sukses itu...

Sukses itu bukan satu keadaan baik di masa depan, tapi urutan keadaan baik setiap hari.Mario Teguh

Sukses itu kolaborasi kemampuan berteman, berbagi dan bersyukur. -@mind_coach

Kesuksesan adalah kondisi pikiran. Kalau Anda mau sukses, mulailah berpikir bahwa kehidupan Anda adalah sebuah kesuksesan -@elliesutrisna

Sukses itu bukan pilihan, namun sebuah kewajiban. Karena kita dilahirkan sebagai pemenang. -@ipphoright

Tiga jalan untuk mencapai kesuksesan: Percaya diri, selalu jujur, bekerja keras dan tekun. -@mandirifiesta
 Move On! -@MoveOnVsGalau
Memang perjalanan sukses itu penuh dengan rintangan dan hambatan tapi ingatlah bahwa ketika sukses segalanya akan menjadi kisah cerita yg indah -@kata2bijak
Sebenernya sukses itu bukan di ukur dari besarnya materi/uang yang lo punya. Tapi berguna apa engganya hidup lo buat orang lain. -@DuniaKeras
Tak ada rahasia untuk menggapai suskes. Sukses itu dapat terjadi karena persiapan, kerja keras dan mau belajar dari kegagalan. -@Tweetbijak
Orang Sukses itu, tentu telah melewati proses kegagalan yg panjang, SUKSES : SUKa Sama prosES nya.. -@axltwentynine
Parameter sukses untuk masing-masing orang itu berbeda sih. Nggak bisa dipukul rata. -@benzbara

Sukses itu adalah suatu titik disaat kita dapat mencapai apa kita cita-citakan. Angi Martian
 Butuh pengorbanan, bro! Anggi


Ya, begitulah kurang lebih definisi sukses yang saya temukan. Tapi inti yang bisa saya ambil adalah bahwa setiap orang mempunyai pemikiran dan standarisasi definisi tersendiri akan kesuksesan. Ada yang mengartikan bahwa kesuksesan itu ditunjukkan dari berapa banyak kekayaan materi yang kita miliki, hmmm.. ada pula yang mengartikan bahwa kesuksesan itu bisa dirasakan oleh orang yang cita-citanya dapat tercapai sesuai harapannya.

Menurut saya definisi sukses itu adalah saat dimana apa yang kita impikan, kita kejar dan kita raih. Disamping itu, dengan kesuksesan yang telah kita raih, kita dapat membahagiakan orang-orang disekeliling kita, terutama kedua orang. Membuat mereka tersenyum bangga melihat kita dari kejauhan dan mengangguk sendu disertai tangis kebahagiaan..



Life isn’t about waiting for the storm to pass, it’s about learning how to dance in the rain. –Oprah Winfrey

27 Juli 2012

Let's try!

I like to learn something new, to create unusual decisions and answer ..also love people who have good sense of humor, like you~

26 Juli 2012

Quotes of The Day..

Dan apapun yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan ..Percayalah kamu akan mendapatkannya. Law of Attraction.

- The Secret

24 Juli 2012

Catatan di Pertengahan Tahun 2012

Di awal tahun 2012 lalu, saya membuat "Catatan Awal Tahun 2012" di buku catatan saya, tidak disini, yang kira-kira isinya sekumpulan harapan dan keinginan saya di sepanjang tahun 2012. Atau lebih dikenal sebagai Resolusi Awal Tahun, ya?!. Lalu nanti di akhir tahun 2012 saya ingin membuat semacam kilas balik apa saja hal yang sudah berlangsung sepanjang tahun.. Hmm apakah keinginan yang saya tulis di catatan itu sudah terwujud ataukah tidak. Ya, semacam reminder atas apa saja akhirnya yang saya lakukan dan saya dapatkan di sepanjang tahun ini kali ya seperti halnya yang saya lakukan di Tahun 2011 lalu. Lalu apa? Berhubung pada resolusi di tahun 2011 lalu masih banyak keinginan saya yang tidak bisa terlaksana, maka resolusi 2012 adalah meneruskan resolusi 2011 tersebut. Hahahahaha.. Sip.

Dulu saat awal tahun 2012, saya dihadapkan pada beberapa pilihan. Tapi kembali lagi, hidup nyatanya bukan hanya soal pilihan, bukan? We don’t know what will happen tomorrow, but surely we’ve got plans, ciee gitu kali ya kurang lebih. Seperti yang pernah saya bilang sebelumnya, nyatanya pilihan dalam hidup tidak semudah pilihan ganda dalam ujian Nasional ..pillihan dalam hidup itu seperti soal pilihan ganda yang harus selalu digabung dengan essai. Ahehe, sudahlah itu juga suatu pembelajaran, gie! Yang pasti pada Januari awal tahun ini saya menyambut 2012 dengan penuh senyum lebar dan penuh harapan. Setelah apa yang saya lalui dan saya dapat di tahun 2011, tentu saya ingin 2012 ini dapat menjadi tahun yang jauh jauh lebih baik bagi saya dan bagi orang-orang disekeliling saya. 

Lalu, maksudnya 'Catatan di Pertengahan Tahun 2012' ini apa? Hmm.. ternyata seiring berjalannya waktu keinginan dan harapan yang ingin saya capai di ini bertambah pula. Lalu, apa? Jawabannya: Banyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak!

1. SAYA INGIN KULIAH LAGI


Setelah pada akhir tahun 2011 kemarin saya dinyatakan berturut-turut mendapatkan Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik, LULUS dengan nilai A, dengan IPK yang hampir menjadikan saya mahasiswa Cumlaude, wisuda (walaupun tanpa toga. Ha!) dan kemudian mendapatkan pekerjaan bahkan sebelum wisuda.. Satu hal lagi yang belum terlaksana, YAP! Kuliah lagi! Selama membiayai kuliah sendiri pontang-panting jualan ini-itu saat kuliah aja bisa, masa sekarang yang notabene udah berpenghasilan tetap malah nggak bisa sih. Piye iki, duh. Dan kalau yang di Atas menghendaki, saya rencananya akan mendaftar untuk kuliah di tahun depan. Bismillah.

2. MENDAPAT PEKERJAAN YANG LEBIH BAIK
Bukannya tidak bersyukur atas nikmat dari pekerjaan yang sekarang, justru saya sangat sangat bersyukur, tapi saya rasa jika saya hanya 'stuck' di tempat ini saya tidak akan pernah bisa berkembang. Padahal saya yakin kalau saya bisa jauh jauh mengembangkan diri dari sekarang ini, yakin. Come on! Memang ya, manusia itu dasarnya serakah! Minta A, setelah diberi A ..lalu minta B, lalu minta C, begitulah seterusnya. Kalau jadi Dia saya pasti bilang, 'Apasih mau lo?', tapi untungnya Dia itu Maha Baik ya. 'Berdoalah maka akan Aku kabulkan', katanya. Yes, I'll do it! Give me the best, yaAllah..

3. KELILING INDONESIA

Jangan tanya kenapa! Saya ingin melihat secuil surga dunia disini, di Indonesia. Titik!

4. RAJIN OLAH RAGA

Buat yang satu ini agak susah susah gampang yah, haduh. Kadang kalau semangat lagi berapi-api tiap hari semangat lari pagi atau sepedahan sama si Abah kostan. Sekarang berhubung si Abahnya abis dioperasi dan sepedanya mesti direparasi, jadilah olahraganya keteteran ..males-malesan. Duh! Hello, apa kabar itu 49 kilo? Hiks :(

5. JADI PENULIS
Bukan cita-cita baru sih, tapi masih butuh banyaaaak sekali belajar untuk ini. And you will never give up easily, right? Yes, hap hap hap! Semangat! Untuk sekarang sih mulai dari hal-hal kecil, jadi koresponden majalah KSG, nulis untuk beberapa majalah online kalau ada request hihii, nulis-nulis ngalor-ngidul di blog. Apapun itu, mari mulai dari hal-hal kecil. Semangat, aguna! 

6. PENGEN BELAJAR MUSIK (LAGI)

Serius. Pingin belajar main gitar sama piano (lagi) lebih serius, tapi siapa yang mau ngajarin coba. Les? masa iya..

7. PENGEN NIKAH MUDA
HAHAHAHA. Nggak tau kenapa kepikiran aja pas nulis ini barusan. Sama siapa gie? Belum tau. Terus? Nggak ada terus. Udah. Gitu aja. Titik. Hahaha. Let seeee!


Oke, kurang lebih sih gitu padahal masih banyak sih maunya, mudah-mudahan kecapai di tahun ini ya. Aamiin.  


Sekian dan terima kasih.


Salam,

agistianggi

23 Juli 2012

Selamat hari anak, anak-anak!

Hore..!!! 27 hari lagi lebaran..

Padahal masih lama, yah buat nyemangatin yang puasa aja sih, hehe. Soalnya seharian di waktu puasa cuma saya abisin di kamar. Baca majalah, online, tidur, kekamar mandi, online lagi dan begitu terus sampe waktunya berbuka kecuali ada kegiatan, itupun kalo saya mau seperti berenang misalnya kayak kemarin.

Oh iya ini hari anak ya? Waaah! Selamat hari anak ya, Anak-anak! Spesial buat anak-anak indonesia deh, biar semakin cerdas untuk generasi kedepannya \o/ Hmm.. inget anak-anak itu jadi inget sama masa kecil sendiri gitu deh rasanya, I miss my childhood days.. No worries, play hard, laugh out loud, no responsibilities, no heartaches, no pain, ha! Ya, begitulah masa kecil kurang lebih. It was so much easier, right? Just plain fun and happy.
Sayangnya masa anak-anak sekarang sama jamannya kita nih beda banget yah, duh. Anak SD kelas satu aja mainannya udah geser-geser telunjuk doang main angry bird, pake iPad *sirik* haha. Padahal kan belum ngerti juga dia apa fungsi dan manfaatnya, paling dikasih gadget gituan biar naikin gengsi si orangtuanya aja buat ajang aktualisasi diri, pencitraan, kali ya entah.. Padahal anak yang masih kecil jangan di pegangin gadget atau smartphone, toh otak mereka belum terlalu nyampe, ujung ujungnya ntar di pake sama sesuatu yang tidak seharusnya. Terus, yang menyedihkannya lagi, sekarang itu udah gak ada tuh lagu-lagu anak kayak 'si lumba-lumba', 'Dubidam'-nya Enno Lerian, lagunya Meisy, Chikita Meidy, Sherina dan lain sebagainya.. Nah, justru anak-anak jaman sekarang itu dicekokin lagu cinta melulu, miris. Serius.

Soal film juga nggak beda jauh. Sebenernya dulu sempet tuh perfilman anak di Indonesia bangkit seiring munculnya film 'Petualangan Sherina', 'Joshua oh Joshua' dan film-film lainnya. Sayangnya, film porno yang dibalut mistis sekarang ini lebih digandrungi di Indonesia. Indonesia oh Indonesia.. padahal pasar film di Indonesia itu luas banget, tapi sayang pemerintah aja yang kurang mengapresiasi para kreator-kreator muda. Contoh aja tuh film-film kartun hasil karya anak bangsa, kayak si unyil aja bisa di buat animasinya sedemikian rupa sehingga jadi tontonan yang lebih menarik. Ya, kan? Iya sih film dari luar negeri pajaknya memang jauh jauuuuuh lebih murah, maklum bisnis. Tapi sadar ataupun nggak, hal-hal yang kayak gini nih yang bikin Indonesia semakin terjajah dan bodoh.

Ayo, maju anak Indonesia!




Selamat hari anak ya, Anak-anak!

20 Juli 2012

Hallo, Tanjung Lesung!

Hmmm.. kalau bicara soal obyek wisata pantai di Provinsi Banten, pasti tidak akan jauh jauh dari Pantai Anyer dan Pantai Carita. Setidaknya bagi saya yang merupakan warga Bandung seringkali mendengarnya begitu, hehe. Saya sendiripun saat itu belum pernah berwisata ke pantai-pantai tersebut, karena keluarga dan teman-teman saya cenderung lebih menyukai wisata alam ke daerah selatan. Tapi ternyata lain ceritanya ketika saya harus tinggal di kota ini dan akhirnya bisa berwisata ke tempat tempat yang orang lain ceritakan itu.
Yap, Pantai Anyer dan Carita memang yang paling sering saya dengar dijadikan tujuan wisata. Namun, ternyata terdapat satu pantai lagi yang jauh lebih indah dan eksotis jika dibandingkan dengan kedua pantai tersebut, yaitu Pantai Tanjung Lesung. Saya mengetahui pantai ini setelah mempunyai hobi baru, jalan-jalan! Sebenarnya sih bukan hobi baru juga, sebelumnya saya juga sering travelling kesana kemari ..tapi bedanya sekarang saya lebih suka mengabadikan setiap momen tersebut dalam bentuk gambar mati dan tulisan...

Nah, minggu lalu saya dan beberapa teman pergi kesana (14/7). Setelah berulang kali rencana mengunjungi Pantai Tanjung Lesung ini hanya menjadi wacana semata, akhirnya rencana itu terealisasi juga walaupun personil yang ikut tidak banyak. But, that's no problem. I'm so happy! Thanks, hey..

Dan, ini diaaaaa................ 

Pantai Tanjung Lesung

Pantai Tanjung Lesung. Hmm.. dinamakan Pantai Tanjung Lesung karena lokasinya berupa daratan yang menjorok ke laut mirip ujung lesung, yaitu salah satu alat yang digunakan masyarakat tradisional Nusantara untuk menumbuk padi. Adapun dalam bahasa sunda, lesung itu identik dengan lekukan di pipi (lesung pipit) sesuai dengan pantainya yang menjorok. Sebelum mendatangi tempat ini, saya seringkali mencari tau informasi-informasi terkait dengan berselancar di internet, Ha! Dari sinilah sebetulnya ketertarikan saya untuk mendatangi tempat ini muncul, melihat keindahan-keindahan gambar dari internet.. dilanjutkan dengan aksi blogwalking membaca cerita orang-orang yang sudah pernah kemari. Dan, ah! Ternyata mereka benar, pantai ini sangat sangat indah.

Akan tetapi ada satu hal yang perlu saya klarifikasi barangkali.. berdasarkan hasil blogwalking, banyak yang menyebutkan bahwa wisata ke tempat ini membutuhkan budget yang cukup tinggi. Hmm.. iya sih memang, saya setuju, tapi itu kalau kamu berlibur kemari lalu menginap di hotel atau villa dalam kawasan Tanjung Lesungnya. Buktinya, saat kemari kami pertama kali memasuki kawasan dikenakan tarif hanya 5ribu rupiah untuk memasuki kawasan, setelah itu kami mengikuti arah jalan sampai ke ujung.. disana ada satu pos lagi yang memungut biaya masuk pantai, biayanya perorangnya hanya 15ribu kok. Murah kan?! Dan jika ingin menginap untuk menikmati kawasan ini, kita bisa menyewa cottage atau rumah milik penduduk sekitar yang harganya jauh lebih murah dari biaya sewa hotel. Jadi, siapa bilang wisata kesini butuh biaya super? Come on!
 
Pantai Tanjung Lesung terletak di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Indonesia. Atau lebih tepatnya berada di daerah Labuan, dekat PLTU Labuan. Kami sendiri kemari menggunakan sepeda motor. Perjalanan itu dimulai dari kota Serang, lalu melewati daerah pandeglang. Di sepanjang jalan itu banyak traffic sign yang menginfokan kemana arah untuk menuju ke Tanjung Lesung, jadi jangan khawatir akan kebingungan saat menuju kemari. Sayangnya, saat kami kesana perbaikan jalan masih sama seperti terakhir kali saya melewati jalan ini untuk menuju ke Taman Nasional Ujung Kulon dan Pantai Ciputih, masih banyak perbaikan infrastruktur jalan disana sini. Terhitung perjalanan kami menggunakan sepeda motor menghabiskan waktu hampir kurang lebih 3 jam, entahlah berapa lama waktu yang harus kami habiskan diperjalanan jika kami kemari menggunakan mobil. Duh.



Pantai ini memiliki panorama pantai yang alami dan indah ..masih memiliki pantai berpasir putih serta karang-karang yang cantik. Hamparan pasir pantainya yang landai memberi cukup ruang kepada para pengunjung  untuk melakukan berbagai macam kegiatan, seperti misalnya bermain pasir, berjemur, berolahraga (sepak bola pantai dan voli pantai), dan lain sebagainya. Oya, saat bermain disini kami juga berkesempatan untuk main banana boat loh, lumayan seruuuu! Hanya dengan biaya 25 ribu rupiah, itung-itung penglaris katanya. 


Dibandingkan dengan Pantai Anyer dan Carita, Tanjung Lesung memang memiliki citra yang berbeda. Jika Anyer dan Carita lebih identik dengan wisata semua kalangan, Tanjung Lesung, yang entah sengaja atau tidak, dicitrakan sebagai tempat wisata kelas menengah atas. Kehadiran resort-resort mewah memperkuat citra tersebut. Kawasan pantai Tanjung Lesung juga terlihat lebih terorganisasi sebagai tempat wisata berkelas. Lagi pula, menurut saya lokasinya ini memang sangat menjanjikan karena terdiri dari pantai putih, air laut yang jernih dengan pesona bawah laut yang masih asri, serta dukungan lingkungan sekitar yang memadai. Bentuk sebagian pantai yang menjorok ke dalam seperti teluk dan sebagian lagi justru menjorok ke laut, menghasilkan efek pemandangan yang unik serta indah.


Pantai Tanjung Lesung: Pesona Bawah Laut



How to get there?!

Dari Jakarta, terdapat dua alternatif rute menuju Pantai Tanjung Lesung. Pertama, mengambil rute jalan tol Jakarta-Merak, lalu keluar melalui pintu gerbang tol Serang Timur. Setelah melewati Kota Serang, perjalanan dilanjutkan ke arah Kota Pandeglang dan Labuan, dan berakhir di Pantai Tanjung Lesung.

Kedua, mengambil rute jalan tol Jakarta-Merak, lalu keluar melalui gerbang tol Cilegon. Kemudian, perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri pesisir Anyer-Carita, lalu ke arah Labuan, dan berakhir di Pantai Tanjung Lesung. Jakarta-Pantai Tanjung Lesung berjarak sekitar 160 km dengan waktu tempuh sekitar 2,5-3 jam perjalanan dengan menggunakan bus atau kendaraan pribadi.

Happy Holidayyyyy!

19 Juli 2012

Wisata Kuda a La Cowboy ..De'Ranch!



De'Ranch, area berkuda


Pernah dengar tempat De'Ranch?! Hmm.. Saya sendiri sih sering denger dan beberapa kali merencanakan untuk pergi kesana bersama teman-teman tapi selalu gagal. Nah, kemarin sepulang dari liburan singkat di Subang, saya menyempatkan diri untuk mampir sejenak ke tempat ini. Pernah juga sih saya lihat foto pre-wed teman saya disini, dan memang bagus. Maka jadilah saya semakin penasaran ada apa sih di De'Ranch?!

Yap, Bandung memang sudah menjadi salah satu tempat favorit untuk berliburnya warga perkotaan. Dan setelah saya menanyakan kepada beberapa teman-teman se-pekerjaan dan se-perkotaan saya, halahhh, salah satu tempat yang menarik untuk menghabiskan akhir pekan Anda di Bandung adalah adalah De'Ranch. Lokasi De Ranch adalah di daerah Lembang arah menuju Maribaya sekitar 200m dari pertigaan pasar Lembang, sangat dekat dengan Tahu Tauhid II, cukup mudah ditemukan, tempat parkir pun cukup luas. Dijamin sih gak bakalan nyasar, soalnya sepanjang perjalanan menuju tempat ini terpasang umbul-umbul yang seolah memberi petunjuk arah lokasi keberadaan De'Ranch.

De’Ranch memberikan nuansa baru dalam wisata alam dengan menampilkan nuansa peternakan, dimana kita dapat menikmati itu semua sambil menunggang kuda dengan kostum khas cowboy, lahan hijau dan banyak aktifitas lainnya yang cocok untuk liburan keluarga.

Untuk masuk ke area ini, kita hanya dikenakan biaya masuk Rp 5.000 per orang, lalu tiket tersebut dapat ditukarkan dengan segelas susu murni loh.Gratis!

Begitu masuk, kios-kios makanan sudah menanti dengan berbagai menu yang sangat menggugah selera, mulai dari menu Amerika seperti Sosis, pizza sampai menu lokal seperti karedok, lotek dan sate. Mmmmh.. menurut saya fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh manajemen De'Ranch sudah cukup lengkap, seperti halnya toilet, mushola, tempat duduk dan lain sebagainya. Namun, entah karena saya datang disaat hari libur, fasilitas-fasilitas tersebut kurang terjaga kebersihannya.

Adapun berikut ini beberapa kegiatan yang tersedia di De'Ranch:

1. Kuda Tunggang








2. Fun Boat
3. Delman
4. The Gold Hunter


5. Balon Air


6. Sepeda Track


7. Flying Fox


8.  Dan masih banyak lagiiiiiii!



HAPPY HOLIDAY,



anggi



Referensi:

16 Juli 2012

Eksotika lain dibalik hamparan kebun teh!

Kalau denger kata-kata kota Subang pasti yang identik di kepala kita biasanya cuma Pemandian Air Panas Ciater atau Sari Ater. Betul nggak?! Hmmm.. atau paling populer sih mungkin Gunung Tangkuban Perahu dan perkemahan Cikole. Tapi tunggu duluuuuu! Ternyata ada banyak wisata alam yang tersembunyi di balik bukit dan gunungan kebun teh loh, salah satunya wisata Air Terjun atau disana lebih dikenal dengan istilah 'Curug'! Wohooooooooooo~

Jadi dalam rangka berlibur minggu lalu itu, kami memutuskan untuk menghabiskan waktu 'liburan singkat' itu dengan mengunjungi Pemandian Air Panas, Sari Ater. Sebenarnya itupun tidak melalui persiapan yang matang, sangat mendadak kalau boleh saya katakan. Saya sendiri sehari sebelumnya mencari penginapan melalui internet, walaupun pada akhirnya keesokan paginya setelah sampai di Bandung kami mendatangi lokasi sekalian memberi downpayment sebagai tanda jadi. Well, not too bad! Seriously! 

Penginapannya cukup nyaman, ya walaupun jalan akses menuju lokasi agak sedikit jelek. Jadi vila ini terbagi menjadi beberapa type ruangan. Dan kebetulan saya mendapatkan kamar untuk family size, dengan double tempat tidur, televisi, dan ruang berendam air panas. Rate harganya untuk weekend sih sekitar 400 s/d 800 ribu, sedangkan saat weekdays rate harganya berkisar jauh lebih murah mulai dari 250 s/d 500 ribu tergantung jenis dan fasilitas yang diberikan. Kebetulan saat saya kesana, dengan 1001 cara merayu sang pemilik villa, kami mendapatkan harga 300 ribu. Yeiyyyy!

Setelah beristirahat sejenak melepas lelah perjalanan Bandung - Subang, kami tidak ingin membuang-buang waktu tentunya. Partner saya, nopaleoo, mengajak untuk pergi ke kawasan objek wisata sekitar situ, namanya 'Capolaga Adventure Camp'. Kawasan ini merupakan kawasan wisata yang digunakan untuk melakukan kemping (camp), dan saat kami kesana banyak sekali anak-anak pramuka yang sedang melakukan berbagai aktivitas tersebut.

Tapiiiiiiii... sebelum sampai ke kawasan Capolaga, kami menemukan sebuah penunjuk arah yang bertuliskan 'Wisata Alam Curug Sadim, 300 M --->', dan tentu saja seperti biasanya saya merengek-rengek untuk mencoba melihat tempat tersebut, hehe. Kata dia, beberapa waktu yang lalu dia pernah ketempat ini, dan tempatnya kurang bagus, tapi saya tetap penasaran dan memaksa untuk melihat-lihat saja. Ya, aku menang! Ha!

Dan betapa terkejutnya dia saat melihat bahwa lokasinya jauh berbeda dari terakhir kali dia kemari. Bersih, dan airnya jernih! Disitu barulah dia ingat bahwa saat itu dia datang pada musim hujan untuk mencari tempat yang pas acara ospek himpunannya, maka jadilah air-nya berwarna kuning kecoklatan. Jadi, kalau boleh saya sarankan kalau mau berlibur kesini untuk menikmati pemandangan alam yang fantastis, gemericik air dan jernihnya air pegunungan, datanglah saat musim 'tak' berpenghujan.

Tulisan 'Selamat Datang' menyambut kami saat tiba di tempat ini. Biaya masuk tempat ini hanya 10 ribu rupiah saja loh untuk kendaraan bermotor. Hmm.. oya, kami kesini menggunakan sepeda motor loh, kalau kamu berlibur ke tempat ini menggunakan mobil mungkin diperlukan sedikit usaha dengan berjalan kaki untuk mencapai lokasi, hihi. Saat masuk, si Air Terjun-nya sendiri masih belum terlihat karena tertutup oleh bukit-bukit, setelah menyusuri sungai.. dibalik bukit barulah kita akan menemukan air terjunnya itu.

Curug Sadim, Subang
Nah, kebetulah saat kami kemari kawasan tersebut masih sangat sepi loh, padahal saat itu hampir jam 2 siang ..hmm dan jadilah tempat tersebut agak horor, hiiii. Dari awal masuk saya sudah takjub dengan kejernihan air mengalir yang berasal dari air terjun. Menyusuri sepanjang sungai kecil itu, saya juga memperhatikan ternyata disekeliling kawasan terdapat berbagai macam jenis tumbuhan yang telah diidentifikasi berdasarkan namanya. Hmmm sebenarnya sih tempat ini dapat saya katakan sudah cukup terjaga kebersihannya, akan tetapi ada beberapa fasilitas seperti mushola dan toilet yang perlu diperbaharui. Mungkin ini juga menjadi PR bagi para pejabat pemerintahan setempat, soalnya akan sangat disayangkan jika potensi alam yang dimiliki ini tidak dimanfaatkan dan dijaga kelestariannya.

Fasilitas didalam kawasan wisata

Dan saat itu  saya tidak tahan untuk tidak berenang, haha dan akhirnya saya cuma main-main air disekitaran air terjun. Aaaaa~ airnya itulooooooh minta banget buat diberenangin, saya bilang. Airnya dingin dingin empuk loh, Ha! Dan saking jernihnya kita dapat melihat ikan-ikan kecil berenang kesana kemari, juga kita bisa melihat warna warni bebatuan yang ada didasar sungai. Amazing! Sebenarnya sih saya masih betah untuk berlama-lama ditempat ini, akan tetapi karena ada beberapa tempat lagi yang katanya akan kami datangi maka dengan sangat terpaksa kami pergi..

Lokasi ke-2; Capolaga Adventure Camp

Nah! Setibanya dilokasi ini saya sudah mendengar gemericik air yang jatuh dari ketinggian. Dari berbagai sumber, saya mengetahui bahwa kawasan ini memiliki keindahan ekosistem Sungai Cimuja dan Sungai Cikoneng yang menghadirkan 4 curug unik. Keempat curug itu terbentuk dari pertemuan beberapa sungai yang melingkari kawasan wisata diantaranya Curug Cimuja, Karembong, Sawer, dan Goa Badak.

Curug pertama adalah Curug Cimuja. Curug ini terletak di kawasan paling hulu. Berdasarkan informasi yang saya baca, konon pada zaman dulu curug ini sering digunakan untuk memuja dan bersemedi memohon sesuatu. Pemujaan biasanya dilakukan pada malam hari dan bila sang pemuja sudah selesai menyampaikan doa-doanya, ia harus mandi pada malam hari di bawah tumpahan curug ini. Hiiiii! Mistis.
Curug Cimuja dan Goa Badak
Saya sendiri sih saat kemari agak sedikit kecewa, setelah disuguhi pemandangan curug sadim sebelumnya, melihat curug ini rasanya tidak terlalu terkejut. Mungkin memang tempat ini sudah dikelola sedemikian rupa, sehingga pengunjungnya pun jauh lebih banyak dan wajarlah kalau tempat ini kebersihannya tidak terjaga. Hmm.. walaupun sebenarnya menurut saya tidak wajar karena seharusnya setiap pengunjung menyadari tanggung jawab mereka masing-masing untuk turut serta menjaga lingkungan sekitar. Oya, ditempat ini sedang diadakan perkemahan, kalau saya lihat sih sekitara anak-anak SMP, sepertinya loh. Berhubung tidak terlalu nyaman dengan tempatnya dan diburu waktu, kamipun segera bergegas ke tempat selanjutnya...

Curug Karembong
Curug kedua adalah Curug Karembong. Untuk mencapai ke tempat ini diperlukan perjuangan lebih ekstra loh, soalnya jarak dari Goa Badak ke tempat ini harus melalui jembatan gantung dan medan jalan yang menanjak ke arah perbukitan. Sesuai namanya, curug ini menyerupai karembong (selendang) dengan ketinggian sekitar 20 m dengan tebing batu-batu yang tersusun rapi. Sayangnya saat kita kemari, air di curug ini sedang kecil arusnya.. Tapi jangan khawatir, air curugnya tetap bersih kok.

Disekitar curug ini juga ternyata sedang diadakan perkemahan oleh salah satu sekolah putri, dan secara kebetulan saat kami kemari mereka sedang melakukan persiapan untuk suatu acara ..jadilah tempat tersebut riuh ramai oleh suara-suara teriakan kecil disana sini.

mmmmmhh.. jadi ingin kemping lagi :(

Dan ditempat ini kalau boleh saya nilai tingkat kebersihannya masih jauh lebih baik daripada di curug sebelumnya, meskipun ditempat ini terdapat warung-warung untuk jajan para wisatawan. Oya, ditempat ini juga sudah dilengkapi fasilitas mushola dan kamar mandi yang jauh lebih baik, loh.

Dan perjalanan panjang yang cukup melelahkan itu berakhir di Curug Sawer yang masih terletak di area perkemahan. Curug ini tinggi hanya 5 meter. Jadi filosofi nama curug sawer ini berasal dari jika saat arus airnya sedang besar, curug ini menyerupai bunga yang ditaburkan ...daaaaaan sawer dalam bahasa Sunda bisa diartikan tabur bunga. Di bawah tumpahan Curug Sawer terdapat kolam berukuran lebar sehingga pengunjung dapat mandi di tempat ini. Eng ing eng.. dan saya tentu saja dengan senang hati ingin bermain-main ditempat ini, ngapain udah jauh-jauh capek pula terus kesini cuma bengong, hih!
Curug Sawer!
Serius aku gak mau pulang! itu yang saya rasa setelah bermain-main disini. Aaaak~opaaaaang! Ya, tapi berhubung waktu sudah menunjukkan pukul setengah 4 sore, jadilah mau-tidak-mau kami pergi meninggalkan lokasi curug sawer itu berhubung cacing cacing diperut juga udah pada unjuk suara cari perhatian. Hiks!

Setelah meninggalkan lokasi, kami berniat untuk mencari tempat makan, tapiiiii saya masih penasaran dengan salah satu penunjuk arah pertama yang kami lewati saat memasuki kawasan ini, 'Wisata Alam Curug Mandala'. Hmm.. akhirnya kami memutuskan untuk mencoba masuk ke kawasan ini, menghilangkan rasa penasaran juga. Begitu masuk, sekitar 4-5 meter dari petunjuk arah, kami dihadapkan pada pertigaan jalan tanah yang berbatu, dan dengan feeling kami memutuskan untuk mengikuti jalanan lurus ..tidak ke kanan ataupun ke kiri. Dari awal saya sudah mulai khawatir sih melihat kondisi jalan yang rasa-rasanya kurang memungkinkan untuk dicapai menggunakan motor biasa, menanjak, berbatu, berlobang dan di tengah-tengah kebun teh ..berdua! Hiiiiii~ Membutuhkan perjuangan ekstra untuk mencapai puncak bukit, saya sendiri berkali-kali turun dari motor dan berjalan untuk menaikinya karena takut. Sampai disuatu titik, kami dihentikan oleh jalanan berlubang, hopeless ..akhirnya saya bilang, 'Udah yuk, gak usah aja, takut udah sore pula'. Dia setuju, dan kami berputar arah ..pulang.

Hari ke-2

Dihari kedua, entah ada angin apa tiba-tiba dia tanya saya apakah saya masih penasaran dengan tempat kemarin, dan tentu saja saya jawab 'iya' ..lalu kami pergi lagi kesana. Dengan keyakinan penuh meluncurlah kami kesana, bedanya sampai di pertigaan jalan kami diam sebentar untuk mencari petunjuk. Daaaan ternyata ada sebuah papan kecil yang menunjukkan jalan ke arah curug mandala, ke arah kanan jalan, melewati perkebunan teh yang jalannya hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki ataupun satu motor.

Hmmmm.. awal perjalanan kami disuguhi pemandangan indah hamparan kebun teh ..hijau, permai, damai! Ya, mungkin ini ya alasan kenapa orang-orang kota selalu suka berlibur kemari disaat akhir pekan, karena di kota tidak ada pemandangan seperti ini.. yang ada hanyalah gedung-gedung tinggi pencahar langit disertai deru deru mesin si kuda baja ..kemacetan, bising, polusi udara!

Saat diperjalanan menuju lokasi curug mandala, kami sempat ragu juga apakah benar ini jalan menuju lokasi.. medan jalan sepanjang kebun teh masih terbilang bagus, sampai akhirnya kami memasuki jalanan yang semakin bagus dan berbatu diantara ilalang-ilalang tinggi. Agak ngeri juga sih, pertama karena jalanan berbatu, kedua tempatnya sangat sepi dan ketiga.. kami cuma berdua. Glekk! Dia juga sempat bertanya sih, 'Yakin mau lanjut?', dan dengan pede-nya saya bilang 'Dibalik perjalanan panjang dan berliku itu pasti ada keindahan yang tersembunyi' hahaha, bisa aja deh. Dan perjalanan kami lanjutkan, kalau boleh jujur sih sepanjang perjalanan saya tidak henti-hentinya berdoa. Kenapa? Karena sejujurnya saya sendiri takut, hehe.

Daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan ..ini dia!
Taken by agistianggi

Saat tiba dilokasi saya takjub luar biasa! Seriuuuuuuuuus! Ini curug paling indah dari kelima curug yang kami temui. Subhanallah. Akhir yang indah, Yeiyyyy!

Jadi curug ini masih sangat sangat perawan, kalau menurut noval. Agak agak ambigu ya kata-katanya, duh. Ditempat ini sama sekali belum dilengkapi fasilitas-fasilitas seperti halnya curug lain, hmm mungkin karena jarak tempuh menuju curug ini yang agak sedikit sulit dan butuh perjuangan ekstra. Oya, disini juga belum ada pungutan masuk, dan saat kami kemari tidak ada satu orangpun. Ah, tapi sudahlah, pemandangan alam disini membuat rasa takut kami hilang seketika dan membuat ingin main air. Sungguh.

Curug itu tercipta dari aliran sungai yang mengaliri dua buah bukit batu besar, daaaan menghasilkan panorama yang begitu indahnya. Aliran air mengalir dari puncak batu sebelah atas terlebih dahulu, dari sana barulah tercipta semacam kolam kecil berkedalaman sekitar 10 cm diatas mata kaki.. selanjutnya air air itu mengalir ke batu yang lebih rendah, lalu dari sini barulah keindahan itu akan kita rasa sempurna. Aliran air tersebut jatuh dan menghasilkan suara gemericik air yang merdu ..tempat terjatuhnya air berwarna biru, hmm pernah kamu lihat gradasi air laut dangkal dan laut yang lebih dalam?! Nah! Kurang lebih seperti itulah. Saya dan dia mengira-ngira berapa kedalaman tempat tersebut, makanya kami hanya berani bermain-main disekitaran pinggir curugnya.

Setelah puas berfoto-narsis-ria sampai menaiki tebing batu hanya untuk mengambil gambar kawasan sekitar dan sebagainya, kami memutuskan untuk pulang. Well, great! I'm so happy. Senang sekali rasanya melihat satu lagi kebesaran Tuhan yang Maha Segala-galanya itu, dan saya bersyukur masih diberi kesempatan melihat panorama alam yang luar biasa cantiknya ini..

Dan tidak hanya sampai disini saja, sepanjang perjalanan kami masih disuguhi hamparan hijau kebun teh yang berbukit-bukit..



Lokasi

Terletak di Dusun Panaruban, Desa Cicadas, Kecamatan Segalaherang, Kabupaten Subang, Propinsi Jawa Barat.

Peta dan Koordinat GPS: 6° 42' 59.94" S 107° 38' 6.34" E

Aksesbilitas

Berjarak tempuh 15 menit dari Segalaherang, 30 menit dari kota Subang atau 1 jam dari Bandung. Adapun kondisi jalan menuju kesana sebagian masih berupa jalan batu. Untuk menuju kawasan jika dari kota Bandung arahkan kendaran ke Tangkuban Perahu atau ke kota Subang. sesampainya di titik pertigaan antara Bandung, Ciater, dan Desa Cicadas berbeloklah ke kiri (ke arah Desa Cicadas). Arah belokan ini ditandai adanya tugu kecil dan sebuah jalan desa tepat di samping tugu itu. Ambil jalan itu dan ikuti sepanjang 3 km melewati hamparan perkebunan teh. Sepuluh menit kemudian akan ditemui kawasan wisata alam “Capolaga Adventure Camp” Pintu masuk ke kawasan ini ada dua, dimana pintu kedua berjarak sekitar 1 km dari pintu pertama.

Untuk jarak tempuh antar-curug yang satu dengan lainnya, berbeda. Jarak antara Curug Cimuja dan Curug Karembong lebih kurang 250 meter, Curug Karembong-Curug Sawer lebih kurang 200 meter, Curug Sawer-Curug Goa Badak lebih kurang 550 meter. Jadi, total untuk menyambangi keempat curug tersebut lebih kurang 1.200 meter dari pintu masuk gerbang kawasan.


Oya, di kawasan ini selain menikmati kebun teh yang menghijau atau alam pegunungan yang segar, kita juga dapat melakukan aktivitas rekreasi lain seperti Out Bound, Outing Family atau Company Gathering, Adventure Sport, Tracking Tea Walk, Bird Watching.


sumber: Wisata Alam Subang

13 Juli 2012

Eduwisata di Timur Kota Bandung, Observatorium Bosscha!

Pernah nonton film 'Petualangan Sherina'?! Hmmm.. ituloh film musikal yang dibintangi oleh artis Sherina Munaf sewaktu kecil. Petulangan Sherina adalah film yang banyak berisi pesan moral kepada anak-anak menurut saya. Dan film ini juga menjadi suatu awal kebangkitan film nasional ditengah buruknya perfilman Indonesia waktu itu, ck! 



Nah, kalau pernah kamu pasti tau banget nih tempat satu ini. Yap! Observatorium Bosscha! Dan kalau belum pernah nonton, untuk kalian yang kelahiran antara 1990-1999, kasian banget deh, hii...

Observatorium Bosscha adalah lembaga penelitian astronomi moderen yang pertama di Indonesia. Observatorium ini dikelola oleh Institut Teknologi Bandung dan mengemban tugas sebagai fasilitator dari penelitian dan pengembangan astronomi di Indonesia, mendukung pendidikan sarjana dan pascasarjana astronomi di ITB, serta memiliki kegiatan pengabdian pada masyarakat. Observaitorium ini juga merupakan sebuah Lembaga Penelitian dengan program-program spesifik yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Observatorium Bosscha juga mempunyai peran yang unik sebagai satu-satunya observatorium besar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara sampai sejauh ini. Peran ini diterima dengan penuh tanggung-jawab: sebagai penegak ilmu astronomi di Indonesia. Glek!

Dalam program pengabdian masyarakat, melalui ceramah, diskusi dan kunjungan terpandu ke fasilitas teropong untuk melihat objek-objek langit, masyarakat diperkenalkan pada keindahan sekaligus deskripsi ilmiah alam raya. Dengan ini Observatorium Bosscha berperan sebagai lembaga ilmiah yang bukan hanya menjadi tempat berpikir dan bekerja para astronom profesional, tetapi juga merupakan tempat bagi masyarakat untuk mengenal dan menghargai sains.

Nah, minggu kemarin saya dan partner saya menyempatkan main ke tempat ini setelah terakhir kali berkunjung saat saya masih duduk di bangku sekolah pertama. Sayangnya, sebelum main ke tempat ini kami tidak berusaha mencari tahu dulu mengenai jadwal kunjungan ke tempat ini, dan ternyata hari itu Bosscha di tutup untuk umum :(

Setelah hampir sekian lama kemari, tempat ini tidak jauh berbeda ..masih sangat rapih dan bersih. Mungkin karena pada hari itu Bosscha tidak menerima kunjungan, jadi pengunjung pun sepi, terhitung hanya ada 2 keluarga dari Jakarta selain kami yang secara kebetulan ingin berkunjung kemari dan tidak mengetahui waktu kunjungan Bosscha. Dan jadilah.. tempat ini serasa objek wisata pribadi hihi. Kesempatan ini tidak kami sia-sia kan dong, kami dan mereka mengabadikan setiap momen-momen kunjungan ini ke dalam bentuk gambar mati, foto. Narsis, ya? Ah, tapi ya sudahlah toh menurut teori Kebutuhan Maslow, hal ini merupakan kebutuhan aktualisasi diri, hehe. Ya tapi sayangnya saya tidak bisa mengambil gambar-gambar dari dalam observatoriumnya.


Oya fyi, Observatorium Bosscha TIDAK menerima kunjungan pada:
  • Hari Senin (ada perawatan instrumen)
  • Hari Minggu dan hari libur nasional
  • Pergantian tahun (tanggal 29 Desember 2012 - 5 Januari 2013)
  • Bulan puasa dan libur Idul Fitri (19 Juli - 25 Agustus 2012)
  • Libur Idul Adha (27 Oktober 2012) 

Seperti yang sudah diketahui bahwa kegiatan utama Observatorium Bosscha adalah penelitian dan pendidikan, namun sejalan dengan Tridharma perguruan tinggi, Observatorium Bosscha juga memiliki program pengabdian masyarakat, diantaranya dengan mengadakan program kunjungan siang dan kunjungan malam untuk umum.







12 Juli 2012

Helarfest 2012


Helar Fest merupakan sebuah festival yang digagas oleh komunitas kreatif Bandung, yaitu Bandung Creative City Forum (BCCF). Helar Fest ini sendiri adalah sebuah kegiatan yang menjadi wadah bagi puluhan kelompok atau komunitas kreatif yang ada di Bandung dan daerah sekitarnya loh! Adapun kegiatan ini bertema 'LIGHTCHESTRA', Sebuah acara konser musik dan permainan laser di dalam hutan kota Babakan Siliwangi, dimana acara ini diisi oleh para musisi dan seniman kota Bandung serta komunitas kreatif kota Bandung yang dibuka mulai tanggal 5 hingga 7 Juli 2012.

Predikat Kota Kreatif Bertaraf Dunia
Oya, berdasarkan informasi yang saya baca dari beberapa media, dikatakan bahwa ternyata melalui Helar Fest yang diselenggarakan pada 2008 dan 2009, Kota Bandung, oleh The British Council, dinobatkan sebagai salah satu kota kreatif bertaraf dunia lohhhh. Dengan Helar Fest 2012, kegiatan kreatif di Bandung akan semakin dikenal di dunia. WOWWW!


Saya sendiri datang pada Acara ini di Sabtu malam tanggal 7 Juli lalu. Sebagai orang Bandung saya sangat bangga tentunya, Bandung sudah berhasil mengembangkan berbagai industri kreatif misalnya saja dengan maraknya Factory Outlet dan berbagai tempat wisata kuliner yang sangat beragam. Dan kegiatan Helarfest ini lagi lagi membuktikan bahwa warga Bandung memang mempunyai kreatifitas yang tinggi.



Kegiatan Helar Fest diawali dengan aktivitas komunitas kreatif di Hutan Kota Babakan Siliwangi yang lokasinya tepat di tengah kota dikelilingi Jalan Taman Sari dan Babakan Siliwangi, tidak jauh dari pusat belanja Cihampelas dan Jalan Dago ..hmm atau lebih tepatnya di Lapangan Sabuga (Sasanana Budaya Ganesha) belakang kampus ITB. Helarfest 2012 ini diselenggarakan dengan memanfaatkan 4 ruang publik di Kota Bandung untuk melaksanakan kegiatan kreatif, yaitu hutan kota, taman kota, kampung kota dan sungai kota.


Beragam kegiatan kreatif diadakan ditempat ini, mulai dari konser musik, kampanye-kampanye pelestarian alam, dan masih banyak lagi. Sebagai hutan yang berada di tengah kota, tempat ini memiliki udara yang sangat segar, sehingga selain menyaksikan beragam kegiatan Helar Fest, kita juga dapat menikmati suasana hijau hutan di Kota Bandung kalau datang di siang hari. Daaaaaaan, yang paling menarik perhatian saya adalah adanya sebuah konser musik dan permainan laser di dalam hutan saat malam harinya. Lucunya, jadi ditengah kegelapan hutan kota, kita diarahkan untuk berjalan mengikuti cahaya lampu. Lokasi ini juga banyak dijadikan objek foto bagi para pecinta photografi. Oh ya, ada juga lomba photografi yang diadakan oleh panitia bagi para pengunjung.

sumber dari sini
Festival ini diharapkan akan semakin meningkatkan minat kreatif warga Bandung sebab Helar Fest layaknya seperti Luminato Festival, salah satu festival seni dan kreatif terbesar di Kanada.

Nah, kita juga dapat ikut berperan serta dalam kegiatan Helar Fest yang diselenggarakan satu tahun sekali ini loh. Kita dapat ikut berpartisipasi di dalamnya, bukan hanya bagi warga anggota komunitas saja, tetapi warga luar Bandung pun dipersilakan ikut ambil bagian menghangatkan Helar Fest 2012. (tgh/R-2)

Jadwal Kegiatan Selama Festival 
 Kegiatan Helar Fest ini berlangsung cukup lama, yakni sekitar empat bulan dan memiliki empat agenda utama.

I. LIGHTCHESTRA
Sebuah acara konser musik dan permainan laser di dalam hutan kota Babakan Siliwangi, dimana acara ini akan diisi oleh para musisi dan seniman kota Bandung serta komunitas kreatif kota Bandung yang akan diadakan pada:
Hari/Tanggal : Kamis 5 Juli – Sabtu 7 Juli 2012
Tempat           : Hutan Kota Dunia Babakan Siliwangi
Contact Person: Panca Dwinandhika (0818-09688298)


II. PRUUNG OUT!
Sebuah acara festival kuliner bulan Ramadhan yang diadakan di ruang umum (public space) di kota Bandung, dimana acara ini akan diisi oleh para penggiat kuliner asli kota Bandung yang akan diadakan pada:
Hari/ Tanggal : Kamis 9 Agustus 2012 s/d Minggu 12 Agustus 2012
Tempat            : Lapangan Gasibu Bandung
CP                   : Kunyid (0813-22909056)



III. KAMPOONG FESTIVAL
Sebuah acara yang menjadi bagian program BCCF yakni “Akupuntur Kota” dengan mengedepankan potensi-potensi kreatif di Kampung Urban yang selama ini luput dari perhatian sebagian besar masyarakat serta merupakan unjuk kabisa dari 5 (lima) Kampung Urban di kota Bandung yang puncaknya pada festival kampung yang akan diadakan pada:
Hari/Tanggal : Kamis 20 September 2012 s/d Minggu 23 September 2012
Tempat           : Kampung Tamansari Bandung
CP                   : Arya (0856-2253742)


IV. CIKAPUNDUNG RIVER FRONT FESTIVAL
Sebuah acara yang ide dasarnya adalah pengaktifasian bantaran sungai Cikapundung yang membelah Kota Bandung dimana akan diadakan berbagai macam kegiatan berupa olimpiade air, teater terapung dan mural yang akan diadakan pada:
Hari/Tanggal : Jumat 26 Oktober 2012 s/d Minggu 28 oktober 2012
Tempat          : Bantaran Sungai Cikapundung Babakan Siliwangi
CP                  : Meizan (0812-14002634)

Keempat kegiatan besar tersebut akan direspon oleh berbagai macam komunitas kreatif di kota Bandung yang akan terlibat dalam Helarfest 2012. Hmmm, dan akhir kata saya harap acara-acara semacam ini dapat menjadi salah satu kegiatan atau agenda tetap kota Bandung yang dapat dilaksanakan setiap tahunnya.


sumber informasi kegiatan : suave magazine

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...