8 Januari 2020

#30HARIBERCERITA : HOBI, BIKIN HIDUP YANG LEBIH HIDUP



Siapa yang dulu ngerasa punya banyak hobi, yang akhirnya sekarang ditinggalkan karena 'kemajuan jaman'? Saya tunjuk tangan hehehe

Dulu, waktu belum nikah dan belum terpapar medsos kayak sekarang ini, selain nulis, baca, dan merajut saya juga hobi banget masak. Bukan dalam artian jago ya, tapi seneng aja coba-coba berbagai jenis resep, entah itu dari web, youtube atau buku. Ya walaupun seringnya sih rasanya meleset dari harapan haha, tapi urusan enak gak enak kan bisa belakangan soalnya pasti ga enak pun dimakan kan sayang kalo dibuang haha.

Nah sekarang itu kadang kayak ngerasa bosen aja gitu. Setiap hari perasaan gitu-gitu aja. Berangkat kantor, istirahat, pulang, jemput anak, ke rumah, terus sedikit ngerjain ini-itu, dan tidur. Ya kadang kalo bangun pagi dan ga kesiangan nyempetin masak buat sarapan dan bekal makan siang, walau seringnya ke skip karena takut telat masuk hehe. Besoknya, repeat. 

Lagi ingin punya motivasi tersendiri untuk bisa menghidupkan hobi yang dulu bikin semangat. Jujur aja, saat ini saya ngerasa bosan, dan jadi orang yang membosankan. Kadang sering beralasan nggak punya waktu luang rasanya, padahal bisa sampai berjam-jam main handphone buat sekedar scrolling feed instagram.

Gimana pun bener kata orang, Laziness is a disease, and it's really hard to cure, especially when you have no purpose, no meaningful goals to set upon.

Jadi kira-kira apa yang bisa bikin hidup lebih hidup? Hm.

6 Januari 2020

#30HARIBERCERITA : SURAT CINTA UNTUK ANAK(ANAK)KU..


Alhamdulillah, masyaAllah tabarakallah. Puji syukur selalu dan nggak pernah bosen Ibun panjatkan ke Allah SWT karena udah memberikan rezeki yang indah banget, punya ghya dan sekarang adek yang masih akan terus bertumbuh di dalam perut Ibun. 

Kadang kalau liat ghya lagi tidur suka terharu sendiri, masyaAllah bayik kecil yang dulu masih dirahim sekarang sudah mulai besar. Udah bisa protes, banyak mau, udah bisa marah dan ini itu lainnya. 

Pun sama ketika tiba-tiba adek bergerak-gerak, entah itu nendang, entah itu gelitikin Ibun dari dalam perut. Terima kasih ya adek pengertiannya.. sudah melewati proses bersama sejauh ini tanpa ngerepotin Ibun..

Dalam setiap solat Ibun cuma bisa berdoa semoga Allah menjaga anakku dan adek yang masih ada dalam rahimku, sehatkan mereka berdua. Semoga ditetapkan hatinya keimanan hanya padaNya dan Rasul-Nya, Nabi Besar Muhammad SAW. Semoga Allah menjadikan kalian anak-anak yang shalehah, yang bisa membawa kami, kedua orangtuamu ke Surganya Allah. Semoga Allah menjadikan kalian utuh, sempurna, berakal cerdas. Dan semoga Allah melimpahkan kalian kesehatan jasadnya, panjang umurnya, dibaguskan rupanya, serta difasihkan lisannya untuk dapat berkata baik dan membaca hadits dan Al-Quran. 

Dan untuk adek, semoga Allah ridho hingga saat kelahiranmu secara mudah, sehat dan selamat tanpa kekurangan satu hal apapun ya..

Aamiin Allahuma Aamiin..

2 Januari 2020

#30HARIBERCERITA : A WHOLE NEW WORLD CALLED MARRIAGE

Sudah mulai perjalanan di 2020 aja ternyata. Well, sudah saatnya mengejar resolusi tahun 2019 yang belum tercapai, yang mungkin sebetulnya juga resolusi di 2018 lalu, dan malah ga sempat dijalanin di tahun 2017.. padahal sudah direncanain dari 2016, haha! 

Dalam rangka #30HariBercerita ditulisan pertama tiba-tiba saya ingin trowback ke 2017. Alhamdulillah sudah banyak hal baru yang terjadi, salah satunya ....menikah.



A marriage, totally a new life for sure.

Waktu masih single, mana pernah sih ngabar-ngabarin kalau tugas luar, pindah kosan, atau bahkan liburan bahkan sama orang tua. Nah setelah nikah kalau ke mana-mana harus laporan sama suami. Ya iyalah. Nah, pas awal-awal kan suka lupa. Berasa masih sendiri aja gitu berhubung memang LDM pula sama suami. Pergi jauh pun kadang suka lupa ngabarin kalau sudah tiba di lokasi.

It took me sometime to adapt..

Ini yang dulu awal-awal sering bikin berantem. Saya yang sudah biasa sorangan wae menikah dengan suami yang rasanya attached banget dengan keluarganya. Atau saya yang biasanya nggak betahan diem, seneng jalan-jalan kesana kemari, sampe rasanya kalo abis jalan diajak jalan lagi juga hayuk aja, ternyata suami orangnya mageran dan lebih seneng diem dirumah. Hehe yaa adaptasinya lumayan sih rasanya.. Dan rasanya sekarang ukuran syukur udah jauh berubah setelah menikah, bukan lagi karena punya segala kemewahan, uang ataupun jabatan. Bisa tidur tenang, bisa kumpul sama keluarga dalam keadaan sehat wal'afiat itu juga udah luar biasa mashaAllah.

InshaAllah tahun ini memasuki tahun ketiga. Menikah ternyata bukan akhir, tapi justru awal dari ibadah seumur hidup yang telah saya pilih ketika suami meminta saya untuk menjadi istrinya. Masih berproses untuk terus saling mengenal, saling sabar, saling menerima satu sama lain  dan saling-saling lain yang mungkin akan terus membuat kami belajar satu sama lain.

Dear Suamiku, semoga semoga keluarga kecil kita senantiasa dilimpahkan kebaikan, rezeki dan kesehatan oleh Allah ya.. Semoga semua upaya dan lelahmu bagi keluarga kita bernilai ibadah di mata Allah. Semua langkah kita dijauhkan dari hal-hal yang membawa keburukan. 

Yang suka terlupa adalah bahwa bahagia dapat lahir dari hal-hal kecil yang sederhana.
​Semoga diantara kekuranganku dan kekuranganmu, kita saling menggenapkan.
Kita harus saling mendoakan agar dapat saling menemani dalam bahagia, suka juga duka hingga kita kelak menua bersama.



Dan semoga Allah senantiasa menjaga keluarga kita ya..
Aamiin Allahuma Aamiin..



9 Desember 2019

MAKE UP NATURAL; CANTIK TIPIS MINIMALIS

Jika bicara soal make up hmm rasanya make up natural dan flawless ala korea hingga saat ini masih populer deh. Bukan apa, make up tebal yang cenderung ke menor juga malahan kadang jadi kurang bagus dipakai bagi sebagian orang ya, menurut saya. Maksudnya flawless disini dalam artian wajah segar, bermake up tapi tipis tipis minimalis. 

Memiliki kulit kombinasi, kering tapi kadang berminyak, terkadang bikin repot juga ternyata. Yaa kalau nggak rajin-rajin membersihkan wajah, kulit jadi mudah sekali berjerawat. Nah, gara-gara masalah ini saya benar-benar picky dalam memilih aneka jenis make up untuk dipakai. Minimal banget kalopun nggak glowing flawless bak artis-artis korea, setidaknya mukanya segar dan ga berjerawat aja gitu hehe. 

Kalau urusan make up, saya pribadi bukan tipikal orang yang bisa dandan. Lah, urusan bikin alis aja saya angkat tangan. Selain larangan agama saya yang mengharamkan wanita cukur alis, jadi soal ini saya pasrah apa adanya aja alis dengan tipikal ulat bulu tebal ini. Nah kalaupun harus banget make up-an, saya lebih suka Natural make up yang standard aja yang penting ngga keliatan lusuh banget. Minimal banget sehari-hari pakai eyeliner dan lipstick, that’s it. Soalnya kalau nggak kok rasanya kayak orang sakit pucet amat biasanya dikomentarin orang. 

1 Desember 2019

BACKPACKERAN KE YOGYAKARTA DENGAN KERETA

Hmm kali ini ceritanya agak sedikit throwback aah beberapa waktu lalu, saat saya akhirnya nekat backpackeran dengan adik hanya berdua saja dengan menggunakan kereta api. Memutuskan untuk berwisata dengan ala ala backpacker tentunya banyak hal yang harus dipikirkan matang-matang, terutama ide untuk berwisata kali ini sedikit berbeda karena membawa travelmate anak kecil.

Dari jauh-jauh hari tiket kereta api sudah saya pesan menggunakan aplikasi Pegipegi melalui mobile app. Tiket kereta sudah ditangan, voucher hotel sudah aman, namun rencana awal untuk bisa pergi bertiga dengan Mama tiba-tiba batal karena satu dan lain hal yang tidak bisa ditinggalkan, jadilah dengan tekad kuat dan semangat dari Abah serta meyakinkan diri akan 'aman' jalan-jalan berdua dengan si kecil. Bukan apa, berhubung mood anak kecil yang kelewat manis banget kalau lagi lapar dan ngantuk, belum lagi bayangan kalau tiba-tiba dia ngompol di kasur hotel tengah malam, glek, makanya sempat ragu awalnya.

Perjalanan dengan menggunakan kereta malam dimulai. Dari dulu saya memang selalu lebih suka melakukan perjalanan malam, alasan pertama karena jika perjalanan menuju suatu tempat dilakukan pagi atau siang pasti lebih banyak menghabiskan waktu dijalan, alasan kedua karena saya nggak suka menghabiskan waktu dijalan. Nah!

Kurang lebih 10 jam perjalanan, kereta kami tiba di Jogja sekitar pukul 4 pagi dengan kondisi mendadak rental motor tidak bisa dihubungi. Deg! Singkat cerita akhirnya kami dapat alternatif lain penyewaan motor. Setibanya penyewa motor, kami berbasa-basi sedikit dan saya menyerahkan 3 identitas diri sesuai ketentuan dari mereka, SIM, NPWP dan identitas pegawai. Selepas mengisi ini-itu dan membayar biaya sewa, kunci pun berpindah tangan lantas saya yang mulai bingung tujuan kami selanjutnya hendak kemana berhubung jam check-in hotel yang masih jam 12 siang nantinya.

'Dek mau ke Kebun Binatang atau Pantai?', tanya saya. Dan tanpa pikir panjang dia jawab pantai. Saya menghela nafas panjang. Alasannya, panas heeey haha.


Sampai di Pantai dia teriak-teriak girang dan kekeuh ingin main air dengan catatan saya pun harus ikut main air. Nggak lama dari itu dia justru tertarik dengan andong yang hilir mudik lewat dihadapan kami dan mulai merayu untuk naik andong. Setelah 'berdiskusi' soal harga akhirnya mas andong luluh dan memberi kami harga 50 ribu untuk bisa jalan-jalan mengitari pantai dari harga awal 100 ribuan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...