27 Maret 2017

MENULARKAN KEBAHAGIAAN


Terilhami dari beberapa kejadian yang saya alami dalam minggu ini, mendadak saya ingin menulis. Setidaknya dengan menulis ini saya tidak akan lupa atau suatu hari nanti saya akan ingat cerita ini saat membaca older-page blog ini kembali. 

Saya percaya bahwa e​very single person takes responsibility for what they have done, gitu. Jadi dibandingkan percaya adanya karma, saya lebih meyakini bahwa setiap hal yang kita lakukan, sekecil apapun itu, akan kembali lagi ke diri kita sendiri. Semacam apa yang kamu tanam, itu yang kelak akan kamu tuai, kan?

19 Maret 2017

PERSIAPAN PERNIKAHAN DAN BLA BLA BLA...



Ini gimana? Itu gimana? Anu gimana? Una gimana?

Ah!

Kok kayanya nggak habis-habis nyiapin ini-itu. Mungkin karena memang baru pertama kali dalam keluarga. Mungkin juga karena keterbatasan jarak saya yang berada diluar pulau, ingin semua persiapan sempurna tapi ya-gitu-deh.

Terus terang, saya bukan penggemar kegiatan membuang-buang uang dalam jumlah yang besar dalam satu hari saja (dibaca; resepsi), sering kali lihat satu per satu teman nikah, saya malah justru belum terpikir mau pakai baju seperti apa, pelaminannya mau kayak gimana, maharnya apa, dan aneka apa-apa lainnya.. setelah melewati persiapan yang cukup riweuh rasanya cuma ingin bilang, 'Bisa nggak sih kita nikah di KUA aja? Satu jam kelar terus honeymoon ke Maccu Pichu. Oya, maharnya MacBook Pro aja ya, sayaaaang' hahaha dan jawabannya nggak bisa shay! Kalau mau dijabarkan alasannya bisa nyaingin antrian kendaraan di tol pasteur kalau lagi libur long weekend.

18 Februari 2017

TANJUNG KERASAK; HIDDEN PARADISE-NYA SELATAN BANGKA



Katakanlah saya kecanduan. Saya kecanduan mendengar suara angin dan debur ombak pesisir pantai. Hampir dua setengah tahun ini merantau yang saya anggap liburan, karena kebetulan ditempatkan di pulau yang setiap sudutnya punya tempat yang menyenangkan bahkan hanya untuk sekedar dikunjungi dalam selingan pekerjaan.

Kali ini Pantai Tanjung Kerasak yang berlokasi di Desa Pasir Putih yang kebetulan bisa saya datangi. Setelah sebelumnya Pelabuhan Sadai yang kami kunjungi, searah jalan pulang petunjuk arah menuju pantai ini membuat kami iseng pun sekaligus penasaran untuk mampir sebentar.

Pantai ini mempunyai panorama yang sangat indah dengan pasirnya yang putih. Bebatuan granit besar berserakan ditepi-tepi pantainya ditambah dengan air lautnya yang jernih kebiru-biruan jadi paduan yang sulit terbantahkan indahnya. Memiliki karakteristik pantai yang landai dengan gelombang yang tenang, pantai ini memang sangat cocok dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata keluarga. Sayangnya kali ini cuaca mendung saat kami kemari.

9 Februari 2017

My Weekend, Lately.


Minggu lalu kebetulan saya sedang bosan berada di Selatan dan akhirnya langsung pergi ke Pangkalpinang hari Jumat sore sepulang jam kantor. Lantas seperti biasa langsung menuju rumah Fenty dan Amrina untuk ikut menginap selama weekend.

Tanpa rencana tiba-tiba Sabtu siang saya dapat informasi soal adanya event pelepasan lampion yang sepertinya diselenggarakan karena masih dalam suasana perayaan imlek, di Pulau Bangka yang memang didominasi oleh masyarakat Tionghoa tidak pernah sepi dengan aneka pagelaran dan acara hiburan.

Berbeda dengan tahun lalu, dimana saat itu Bangka sedang berduka karena banjir besar yang terjadi setelah katanya hampir 30 tahun lalu kembali terulang. Dua tahun lalu acara serupa juga dilakukan dan di tempat yang sama pula. Dan kali ini penyelenggaranya pun sama, Neptune Club di Pantai Pasir Padi. Bedanya event pelepasan lampion kali ini juga dilakukan sebagai salah satu bentuk kepedulian dan penggalangan dana untuk korban banjir yang terjadi di Bangka Barat.

22 Januari 2017

JADI, BAGAIMANA KAMI BERTEMU?



Adalah Hallo, kata pertama yang saya dengar dari dia untuk saya. 

Hari itu adalah kali pertama saya bertemu dia. Kali pertama dari kali sekian dia mengajak saya bertegur sapa. Kali pertama saya iya-kan permintaannya untuk menjemput sepulang saya berkumpul dengan sahabat-sahabat dekat saya.

Hari itu adalah pertama kali kami berbincang-bincang.

Maja House, tempat pertama kami menghabiskan waktu dengan bercerita.

Sejujurnya, saya gugup.

Tumben.

***

Dalam cuti panjang saya saat itu, dia beberapa kali menyempatkan waktunya untuk sekedar untuk bertemu. Hingga akhirnya saya bawa kerumah karena dia kerap memaksa untuk bertemu mama papa, pertama karena memang kondisi saya yang berada diluar pulau dan kesempatan itu jarang ada, haha. Padahal saya berkali-kali sudah menegaskan tidak lagi akan mengenalkan kepada keduanya kecuali sudah saya yakini akan menjadi suami saya nantinya.

Dan dipertemuan terakhir sebelum saya pergi merantau lagi, dia lagi-lagi menanyakan saya soal niatannya untuk berkunjung kerumah beserta kedua orangtuanya.

Kali ini saya diam.

Berulang kali berusaha untuk mengubah topik pembicaraan.

***

25 Desember 2016

CERITA SORE

pic

Here I am..

Sipping my afternoon coffee..

Feeling refreshed and recharged..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...