29 Juli 2015

Confession of Broken Heart

​This girl is waiting for something, she doesn't know this is gonna be her last or just gonna be temporary. But she's lock her heart, and don't let anyone come in. She's believing even she just fell down for a thousand times, crying all night long, get some problem, she's believing, she's waiting for something that she doesn't know what's gonna happen in​ the​ future. Because she trust him so much, love him that much.

She like to think that they drew a map to a better place. But on that road she took a fall. She was there for him in the darkest times. And they're just holding each other hand along the road.

Like he said, something beautiful will coming if they're waiting and be patient. She trust him so much. Then, she's​ just still waiting.​

She lock her heart for almost 6 years. ​And now, it's just broke into pieces.

Fall apart...



12 Juli 2015

Pernikahan Sesama Jenis? Yay or Nay?

Semenjak berita soal pernikahan sesama jenis yang sudah sah dilegalkan beberapa waktu yang lalu ini.. Sempat ada perdebatan panjang dengan beberapa teman soal pernikahan sesama jenis yang saat ini sudah dilegalkan di Negara Amerika sana. Well, everybody have their own reason...

Memperdebatkan hal ini juga nggak akan ada ujungnya. Setiap pihak yang pro maupun yang kontra pasti mempunyai pemikirannya tersendiri. Dan saya sudah bosan melihat perbedaan pendapat sebagai ajang pembuktian siapa yang paling benar dan siapa yang kurang benar, mana yang hitam mana yang putih. Seiring berjalannya waktu saya rasa makna benar dan salah kian memburam. Sebuah bipolar yang tidak memliki titik temu.

Beberapa yang pro pasti menyatakan bahwa legalisasi pernikahan sesama jenis ini membuktikan kekuatan cinta, Love wins katanya. Berdasarkan kacamata pandang dari Segi Amerika Serikat yang notabene sebagai negara yang menjunjung tinggi kebebasan, bagaimanapun, hak dasar akan penyatuan cinta ini wajib untuk dijamin oleh negara. Dan setelah hal ini terjadi, pelangi ada dimana-mana sebagai simbol kemenangan cinta, avatar media-media sosial penuh garis warna merah, jingga, kuning, hijau, biru tua, dan ungu. Anehnya kenapa baru saat ini ya heboh sekali dengan pelegalan pernikahan sesama jenis, padahal hampir 15 tahun yang lalu Belanda sudah melegalkan jenis pernikahan ini. Mungkin banyak yang lupa. Mungkin.

Bagi saya pribadi pernikahan sesama jenis dengan alasan apapun tidak bisa dibenarkan, terutama ditilik dari segi agama. Tidak hanya Islam saya rasa, agama manapun akan menentang pernikahan sesama jenis. Kalau secara kehidupan sosial dan tanpa mengindahkan diskriminasi juga diluar aturan agama, setiap orang memang mempunyai hak untuk memilih, untuk menentukan keputusan, untuk hidup. Mungkin saat ini hanya di US sana yang diperbolehkan, orang Indonesia biasanya latah, salah-salah nggak lama lagi bakal ada 'komunitas' atau hal sejenis yang menuntut hal yang sama di Indonesia. Biasanya sih gitu. Entahlah, jangan sampai ya, Naudzubillahhimindzalik.

Sederhananya, saya meyakini bahwa hal ini adalah sesuatu yang melampaui batas dan apapun itu, sesuatu yang melampaui batas bukanlah sesuatu yang akan berujung baik. Saya percaya ada batas-batas yang tidak bisa bahkan tidak boleh dilampaui bahkan dengan alasan cinta sekalipun.

Dari perbincangan dengan beberapa teman kemarin sih walaupun pembahasannya berputar pada hal-hal itulah saja, setidaknya menambah ilmu, pengetahuan dan perspektif baru bagi saya sendiri. Pendapat sudah semestinya memang disertai dengan proses penyampaian yang baik pula. Dalam diskusi kita memang harus berhati-hati, banyak membaca dan pandai-pandai memilih kata serta cara yang tepat untuk menyampaikan maksud kita. Bukan sampai akhirnya ngotot-ngototan cari pembenaran untuk jadi yang paling benar, bukan.

Jadi, saya rasa mungkin kita perlu untuk merefleksi ulang sebenarnya apa makna hakiki dari cinta itu sendiri.. #LoveWins? Hmmm..



Bangka, Juli, Minggu Kedua..




1 Juli 2015

Dear Earth...




Dear Earth,

With every breath I take, I breath your air. With every blink of my eyes, I see your beauty. You has music for those who listen.


Thank you for being our home, everyday.



Sincerely,

Anggi Agistia

29 Juni 2015

Apalah Arti 'Sebutan'

Segan rasanya ketika ada yang menyebut dengan sebutan 'Traveler', karena memang masih kelewat jauuuuuh dari kata itu. Saya hanya orang hobi menulis yang gemar jalan-jalan, gitu sih kurang lebih tepatnya. Lebih suka menelusuri tempat-tempat berbau alam dibandingkan harus berkeliling mall atau duduk di kursi bioskop berjam-jam. Lebih suka menjelajah kota dari satu tempat ke tempat lainnya. Lebih suka memasuki museum. Lebih suka menuliskan cerita perjalanan dari sekedar update foto di media sosial. 

Saat kemarin diminta interview dari redaksi detik untuk ditampilkan profile sebagai #dNewGeneration-nya detikTravel, rasanya masih segan dan kikuk aja sih. Diluar sana banyak sekali para pejalan yang keren luar biasa, udah menjelajahi Indonesia dari Sabang sampai Marauke-nya, dari Asia sampai pelosok-pelosok Benua lainnya. Saya? Masih nol kecil rasanya. Walaupun sempet kaget hasilnya jauh dari bayangan karena judulnya yang kelewat kontroversial 'Kisah Anggi, Hijab Traveler dari Bangka!' dari Bangka banget, sist? haha ini juga sih yang bikin tiba-tiba sosmed dipenuhi capture-an temen-temen yang nyindirin, sampai bos dan orang kantor pada tau soal ini duluan pas beritanya dimuat. Glek. Saya asli Bandung kok, serius!




20 Juni 2015

Stone Garden, Pemandangan Cantik Dibalik Tambang Batu Kapur











Nggak perlu jauh-jauh untuk melihat pemandangan indah bukit bebatuan. Di Padalarang, daerah Bandung Barat, ada sebuah tempat wisata baru bernama Stone Garden atau Bukit Batu yang bisa menjadi referensi tempat liburan di akhir pekan.

Jadi, seminggu sebelum pulang untuk kedua kalinya dalam satu bulan di akhir Mei lalu ke Bandung, udah janjian mau jalan-jalan sama dua sahabat dahsyat dari jaman SMA (ini lagi! hahaha), Fauzul sama Wishnu. Berhubung Fauzul kerja jadi kami berdua bingung mau kemana sambil nunggu dia ijin pulang kerja nantinya. Sebelumnya sempat pergi ke kantor Garuda Indonesia untuk mengambil hadiah tiket penerbangan PP Bandung - Bali sebagai hadiah lomba menulis dari Jabartoday.com akhir Mei lalu hihi alhamdulillah.

Berhubung bingung juga mau kemana sempat sebentar browsing tempat wisata yang lagi nge-hits ala ala instagram gitu, lalu kami putuskan buat jalan-jalan ke Stone Garden, Padalarang. Sebetulnya agak ragu awalnya berhubung saya pakai heels, sedangkan kesana agak naik-naik bukit berbatu gitu. Tapi ya akhirnya pergi juga kesana.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...