8 Januari 2021

Go Online; Growing Bersama Menuju Sukses via Internet

Bagi saya, 2020 itu luar biasa. Hampir segala aspek kehidupan terdampak semenjak pandemi ini mulai tersohor di awal tahun 2020 lalu. Artinya, sudah hampir setahun kita semua berjuang melalui ini bersama-sama..

Semenjak pandemi, kita dipaksa untuk mengalihkan sebagian besar kegiatan diluar dengan berdiam diri dirumah atau selama ini lebih kita kenal dengan istilah #DirumahAja.

Peliburan Sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan dan pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, para pekerja yang mulai dipekerjakan dari rumah (Work From Home), anak-anak sekolah yang diharuskan melalui pembelajaran jarak jauh (School From Home), serta berbagai aktivitas offline yang kemudian terpaksa dialihkan menjadi online menjadi salah satu upaya pemerintah guna memutus rantai penyebaran Corona Virus Disesase (Covid-19). Semua ini bukan hal yang biasa, butuh perjuangan serta penyesuaian untuk dapat menjalankan proses ini bagi setiap orang saya rasa, terutama dalam menggunakan teknologi informasi.

Disisi lain segala hal yang berhubungan dengan teknologi informasi, dalam hal ini khususnya internet, secara tidak langsung memberikan kesempatan setiap orang untuk dapat belajar dan menyesuaikan diri. Mungkin awalnya terasa cukup berat, ribet, memakan banyak waktu bahkan hingga mempengaruhi mental dan fisik, tapi ternyata kita bisa melewati ini semua ini, sampai sejauh ini.  

Hal terpenting yang harus disiapkan adalah menyiapkan mental dan meningkatkan kemauan dalam menghadapi tantangan kedepannya. Jika mau berpikir kebelakang, di jaman dahulu kala, pendidikan menjadi salah satu hal yang sangat perjuangkan untuk bisa dinikmati pada era penjajahan demi melawan penjajahan.

Saat ini tidak asing rasanya ditelinga saat mendengar anak-anak yang berada di daerah atau desa-desa yang belum memiliki infrastruktur yang dapat dikatakan layak dan memadai, atau yang harus berjuang melewati sungai mengalir juga jembatan penyebrangan yang tidak layak, pun jarak tempun yang jauh rela mereka tempuh hanya demi untuk dapat mendapatkan ilmu pengetahuan dengan mengenyam bangku pendidikan.

Nampaknya saat ini hal yang sama sedang terjadi namun dengan kondisi yang berbeda. Para anak bangsa harus berjuang lebih keras lagi untuk mendapatkan pendidikan ditengah aneka jenis permasalahan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk mengejar ketertinggalan. 

Metode pembelajaran Jarak Jauh rasanya memang kurang memihak pada anak-anak bangsa yang khususnya tinggal di wilayah Tiga T –tertinggal, terluar dan terdepan- di wilayah Indonesia. Mahalnya pembelian kuota sampai ketidakmerataan akses internet di Indonesia merupakan satu dua hal diantara sekian banyak hal yang menjadi kendala dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh ini. Dan semoga pemerintah segera dapat memberikan solusi untuk dapat mengatasi permasalahan-permasalahan ini agar semua anak Bangsa bisa mendapatkan pendidikan yang layak demi Indonesia yang lebih baik dimasa depan.

Seiring perkembangan jaman tentu kita tidak pernah bisa lepas dari perubahan. Manusia memang dituntut untuk selalu dapat berubah, kan? Apapun alasannya, bagaimanapun kondisinya, perubahan akan selalu terjadi dan tidak bisa terelakkan.

Perubahan paling kecil bisa dimulai dari diri kita sendiri, dari pikiran yang lebih inovatif karena tuntutan keadaan, pembelajaran online yang membuat kita harus lebih fokus dan pintar melawan jemu dan jenuh, penyelesaian pekerjaan jarak jauh yang mungkin terkendala koneksi. Covid-19 sungguh banyak membuat perubahan, saat ini banyak perusahaan besar yang berubah haluan dengan menjalankan bisnis-bisnis kecil diluar core bisnisnya, banyak juga muncul para entrepreneur-entrepreneur yang terlahir di era pandemi karena melakukan bisnis yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Covid-19 juga banyak membuat orang-orang mempunyai life-skill baru, ada yang jadi hobi berkebun, ada juga yang jadi hobi memasak, ada yang jadi punya keahlian baru menjahit pakaian dan begitu banyak keahlian lain yang didapatkan selama pandemic ini. Sungguh saya senang melihat begitu banyak orang dikeliling saya khususnya, yang sukses memanfaatkan waktu luangnya selama masa Covid-19 ini untuk mempelajari hal-hal baru yang bermanfaat bagi dirinya sendiri apalagi untuk masyarakat umum.

Pun saat pandemi ini saya juga melahirkan suatu usaha yang sekaligus juga satu hobi yang membuat saya agar merasa lebih ‘hidup’, membuat usaha hantaran atau seserahan pernikahan. Di tengah pandemi, jika saat awal pandemi dulu banyak sekali pesta pernikahan atau lamaran yang terpaksa dibatalkan, saat ini mulai banyak dilaksanakan pesta pernikahan yang bersifat lebih private atau terbatas.

Alhamdulillah ada peluang yang bisa dimanfaatkan agar kegiatan usaha tetap berjalan bahkan berkembang. Pola pikir yang eksploratif saya rasa bisa menjadi kunci agar kegiatan usaha apapun dapat tetap bertahan di tengah krisis.

Metode pemasaran pun dilakukan dengan berbagai cara, melalui instagram, facebook, aneka jenis market place dan yang sedang saya pelajari sekarang adalah untuk dapat segera membuat website untuk usaha saya. Sedang senang membaca-baca aneka artikel tentang Hosting Indonesia dan juga mencari berbagai referensi Hosting Murah yang bisa saya percayai untuk dapat membangun website @abriella.project. Mudah-mudahan dengan cara ini usaha saya ini mejadi salah satu upaya saya menuju definisi sukses versi saya. Mudah-mudahan.

Ada satu hal yang saya rasa menjadi hikmah positif lain dari pandemi ini, Covid-19 telah membuat semua orang fokus pada hal yang sama dan pentingnya koordinasi dan juga kerjasama. Serta bagaimanapun tanpa disadari telah menyatukan seluruh umat manusia melawan ancaman nyata, saling bahu membahu menolong sesama tanpa melihat suku, ras, atau kepercayaan.

Semoga anak-anak Bangka sukses melalui PJJ dengan baik..

Semoga para pekerja sukses melalui aneka rintangan WFH dengan baik..

Semoga para pengusaha sukses menemukan kunci go online dan semakin growing..

Semoga kita semua diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menghadapi pandemi ini.. 

Semoga setiap kita bisa memaknai 2020 dengan jalan kita sendiri, serta menyongsong 2021 dengan semangat dan optimisme menuju kesuksesan versi kita.


Aamiin.

 

 

7 Desember 2020

Adaptasi Kebiasaan Baru? Hmm.

Nggak berasa udah mulai masuk di awal bulan desember. Tahun 2020 ini rasanya kayak semacam set-saaat-set banget super nggak berasa, semacam skip tiba-tiba sudah desember aja. 

Beberapa hari lalu saya dapat invoice untuk perpanjangan domain web ini, baru terpikir juga ya sayang sekali kalau dipikir-pikir blog ini mungkin diibaratkan sudah berjamur atau ada sarang laba-labanya. Blog-nya udah lama banget nggak diupdate atau digunakan untuk kerjaan. Bukannya males, tapi dari awal tahun lalu kok ya rasanya tiap dapat tawaran email untuk sponsored post kayaknya nggak dapet moment-nya aja. Padahal kalau dihitung lumayan buat nambah-nambah beli popok wk.

Sekarang, walaupun nggak terlalu ngoyo mulai mau menyempatkan nulis aja walau mungkin nanti akan se-random-itu. Nggak apa-apa. Yang penting bisa meluapkan isi pikiran aja.

Desember ini seperti biasa, dimulai dengan hujan setiap hari yang tiada henti, kadang dari siang cerah tiba-tiba hujan besar. Atau lebih seringnya sih dari pagi udah mendung seharian dan berakhir dengan hujan sepanjang malam. Alhamdulillah, rezeki.

Kalau dulu, moment-moment menuju pergantian tahun itu pasti seneng karena libur panjang dan bisa merencanakan liburan walaupun sekedar staycation. Tahun ini kan memang beda. 

New normal, ceunah katanya. 

6 Desember 2020

KEHIDUPAN SEMASA PANDEMI COVID-19

Been long time nggak menulis lagi, kangen. Sungguh. 

2020 ini kayanya jadi salah satu fase paling menantang dalam hidup saya: postpartum, covid-19 dan mental-health, saya rasa.

Gimana nggak, hormon yang berantakan, masa pemulihan serta mobilitas fisik yang serba terbatas karena melahirkan pas mulai ramai sekali Covid-19 di bulan Maret lalu. Selain itu juga saya harus menjaga asupan nutrisi dan adaptasi masa menyusui, lagi. Semua harus dijalani selagi belajar untuk mengajari kakaknya, yang saya rasa belum paham dan masih kaget, ada manusia kecil lain yang saya sayangi selain dia.

Bahkan beberapa waktu yang random saya ingat, tiba-tiba saya bisa aja nangis sesegukan tanpa ada alasan ataupun marah karena hal yang begitu sepele, se-random itu. Bener-bener ga ada sebabnya. Cuma kayak rasanya sedih aja. Seolah kehilangan sesuatu dalam diri saya yang saya sendiri nggak tahu itu apa. Aneh kan? :)

Dan betul sih, support system yang baik itu sangat sangat berpengaruh dalam hidup kita. This too shall pass, alhamdulillah. Sekarang sih kalau denger hal-hal yang nggak ingin didenger cukup senyumin aja. Ambil yang baiknya, kalau yang jeleknya dibilang A I U E O sampe Z pun yaudah deh. Prinsipnya sekarang, no mater what people around you say.. you're good enough, and you're enough. you trying your best and that's really enough ❤

Btw, bicara soal Covid, hal ini betul-betul merubah segalanya kalau bisa dibilang. Mulai dari habit, cara dan gaya hidup, interaksi sosial, keseharian, segalanya. 

Kalau boleh jujur sih sesungguhnya cukup sangat lelah. Seolah-olah tiap hari dihantui kecemasan dan rasa takut. Oke agak throwback sedikit, jadi awal-awal pandemi ini kita dihebohkan media dengan pemberitaan ekstrim banyak orang-orang yang terkena Covid ini berjatuhan dijalanan-lah, pemberitaan ini dan itulah yang bikin kok ini serem banget. Dan yang lebih serem itu karena jika ada yang kena penyakit ini justru sanksi sosial masyarakat yang malah bikin lebih serem, dijauhi, awalnya. Terbayang nggak sih sebelumnya hidup dalam ketakutan kesana kemari, berkumpul dan bahkan bertemu orang baru juga bahwaannya worry. Semoga lekas berakhir ya.

Saya nggak bilang Covid itu ngga berbahaya, nggak. Saya percaya Covid betul-betul ada. Hanya saya percaya, bahwa penyakit ini tidak se-ekstrim yang diberitakan di media-media. Beberapa orang di sekitar saya pun terkena, bahkan sampai anaknya yang masih balita, seumuran dengan Ghya. Saya percaya tenaga medis kewalahan menangani kasus masyarakat yang terinfeksi dan kapasitas rumah sakit yang kian hari kian melampaui kapasitasnya. 

Semoga segera ada kabar baik agar semua per-covid-an ini lekas berakhir.. semoga Allah senantiasa melindungi kita, memberikan kita semua kekuatan dan kemampuan untuk berikhtiar dan terhindar dari penyakit ini. Saya percaya, semua penyakit pasti ada obatnya.. Kalaupun manusia belum menemukan obat medisnya.. Maka semoga Allah menguji kita dengan menjadikan sabar dan tawakal sebagai obat nya dulu. 

Insya Allah.


8 Januari 2020

#30HARIBERCERITA : HOBI, BIKIN HIDUP YANG LEBIH HIDUP



Siapa yang dulu ngerasa punya banyak hobi, yang akhirnya sekarang ditinggalkan karena 'kemajuan jaman'? Saya tunjuk tangan hehehe

Dulu, waktu belum nikah dan belum terpapar medsos kayak sekarang ini, selain nulis, baca, dan merajut saya juga hobi banget masak. Bukan dalam artian jago ya, tapi seneng aja coba-coba berbagai jenis resep, entah itu dari web, youtube atau buku. Ya walaupun seringnya sih rasanya meleset dari harapan haha, tapi urusan enak gak enak kan bisa belakangan soalnya pasti ga enak pun dimakan kan sayang kalo dibuang haha.

Nah sekarang itu kadang kayak ngerasa bosen aja gitu. Setiap hari perasaan gitu-gitu aja. Berangkat kantor, istirahat, pulang, jemput anak, ke rumah, terus sedikit ngerjain ini-itu, dan tidur. Ya kadang kalo bangun pagi dan ga kesiangan nyempetin masak buat sarapan dan bekal makan siang, walau seringnya ke skip karena takut telat masuk hehe. Besoknya, repeat. 

Lagi ingin punya motivasi tersendiri untuk bisa menghidupkan hobi yang dulu bikin semangat. Jujur aja, saat ini saya ngerasa bosan, dan jadi orang yang membosankan. Kadang sering beralasan nggak punya waktu luang rasanya, padahal bisa sampai berjam-jam main handphone buat sekedar scrolling feed instagram.

Gimana pun bener kata orang, Laziness is a disease, and it's really hard to cure, especially when you have no purpose, no meaningful goals to set upon.

Jadi kira-kira apa yang bisa bikin hidup lebih hidup? Hm.

6 Januari 2020

#30HARIBERCERITA : SURAT CINTA UNTUK ANAK(ANAK)KU..


Alhamdulillah, masyaAllah tabarakallah. Puji syukur selalu dan nggak pernah bosen Ibun panjatkan ke Allah SWT karena udah memberikan rezeki yang indah banget, punya ghya dan sekarang adek yang masih akan terus bertumbuh di dalam perut Ibun. 

Kadang kalau liat ghya lagi tidur suka terharu sendiri, masyaAllah bayik kecil yang dulu masih dirahim sekarang sudah mulai besar. Udah bisa protes, banyak mau, udah bisa marah dan ini itu lainnya. 

Pun sama ketika tiba-tiba adek bergerak-gerak, entah itu nendang, entah itu gelitikin Ibun dari dalam perut. Terima kasih ya adek pengertiannya.. sudah melewati proses bersama sejauh ini tanpa ngerepotin Ibun..

Dalam setiap solat Ibun cuma bisa berdoa semoga Allah menjaga anakku dan adek yang masih ada dalam rahimku, sehatkan mereka berdua. Semoga ditetapkan hatinya keimanan hanya padaNya dan Rasul-Nya, Nabi Besar Muhammad SAW. Semoga Allah menjadikan kalian anak-anak yang shalehah, yang bisa membawa kami, kedua orangtuamu ke Surganya Allah. Semoga Allah menjadikan kalian utuh, sempurna, berakal cerdas. Dan semoga Allah melimpahkan kalian kesehatan jasadnya, panjang umurnya, dibaguskan rupanya, serta difasihkan lisannya untuk dapat berkata baik dan membaca hadits dan Al-Quran. 

Dan untuk adek, semoga Allah ridho hingga saat kelahiranmu secara mudah, sehat dan selamat tanpa kekurangan satu hal apapun ya..

Aamiin Allahuma Aamiin..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...