25 Desember 2016

CERITA SORE

pic

Here I am..

Sipping my afternoon coffee..

Feeling refreshed and recharged..

5 Desember 2016

PERIHAL AKSI #212

Adalah sebuah tulisan yang konon ditulis oleh seorang Arsitek juga Urban planer lulusan sebuah Universitas ternama di Bandung Tahun 93 silam, yang seiring dengan riuhnya pemberitaan di berbagai media masa begitu viral digemakan, termasuk sosial media.


***


Saya anggap dunia adalah soal bagaimana hidup dan cari kehidupan.. bagaimana menikmati dan lebih baik dari manusia lain, bagaimana bisa punya status baik, dihargai dengan apayangdipunya dan sedikit jalan-jalan menikmati dunia..

Saya anggap orangyangmaju dalam agama itu adalah yang berfikiran luas dan penuh toleransi, saya anggap tak perlulah terlalu fanatis akan sesuatu, tak perlu reaktif akan sesuatu, keep calm, be cool... Janganlah sesekali dan ikutan jadi orang norak... ikut kelompok jingkrang-jingkrak dan entah apalah itu namanya.

Saya tak ikut aksi bela agama ini itu kalian jangan usil, jangan dengan kalian ikut saya tidak, artinya kalian masuk syurga saya tidak! Saya ini beragama lho, saya ikut berpuasa, saya bersedekah dan beramal.. Saya bantu orang-orang, bantu saudara-saudara saya juga,, jangan kalian tanya-tanya soal peran saya ke lingkungan, kalian lihat orang-orang respek pada saya, temanpun saya banyak...tiap kotak sumbangan saya isi.

Saya masih heran, apa sih salah seorang ahok? Dia sudah bantu banyak orang, dia memang rada kasar tapi hatinya baik kok, saya hargai apa yang sudah dia buat bagi Jakarta... Saya anggap aksi ini itu hanya soal politis karena kebetulan ada pilkada, saya tak mau terbawa arus seperti teman-teman kantor yang tiba-tiba juga mau ikut aksi, saya anggap itu berlebihan dan terlalu cari sensasi... paling juga mau selfie-selfie.



27 November 2016

Jadi, kenapa?

Random Thought.

_________________________________________________________________________________

Membaca buku adalah salah satu pekerjaan paling sulit yang saya tahu — dan itulah alasan kenapa banyak orang tidak suka membaca buku. Bagi saya, dibandingkan menonton film, saya lebih suka membaca bukunya dulu. Ada proses menyenangkan saat membayangkan tokoh-tokoh dalam buku itu seolah menjelma nyata dalam imajinasi kita. Maka dari itu banyak sekali orang yang kerap kecewa ketika menonton film layar lebar yang diangkat dari buku yang sudah mereka baca.

Hanya saja, sayangnya tidak banyak dari kita yang mau merelakan sedikit waktu lebih lama untuk berproses. Kita cenderung lebih suka segala sesuatu yang cepat, singkat dan instan.

Good thing takes time.

Semacam itulah katanya kira-kira.

Klasik, ya?

Iya.

Hingga saat saya menulis ini, definisi bahagia versi saya masih sama.. Bahagia adalah saat saya berhasil meraih cita-cita, mengerjakan hal-hal yang saya suka, tanpa harus mengorbankan waktu saya dengan keluarga.

​Kembali lagi, semua cuma soal waktu. 

Keluar dari zona nyaman itu sulit, memang. Untuk berpindah dari satu pijakan ke pijakan lain yang terasa begitu asing itu pun sama.  

Allah kalau ngasih kejutan memang nggak tanggung-tanggung. Serius.

Everything still feels surreal.

Kadang sering ada selintasan pertanyaan 'Kenapa harus, Anggi?'. ​

Mungkin itu juga sebabnya kebanyakan dari kita kadang asal bicara tanpa memikirkan ada perasaan lain yang juga perlu kita jaga. Jaga tutur kata, eliminasi pemikiran yang tidak baik. Yang seharusnya tidak diucapkan, ya jangan diucapkan. Gitu.

​Dan semua hal yang tidak saya sebutkan di sepanjang tulisan ini sudah cukup untuk membuat kita — atau setidaknya saya — percaya bahwa setiap kata bisa mewujud jadi doa yang nyata. 


Jadi, kenapa harus Anggi?

Karena bukan Angga.



Life should be that simple, right?



*random.
**sorry.


19 November 2016

HIJAB; BEHIND THE SCENE

pic source

There is always a first time for everything. 

Begitu, kan?

Beberapa tahun lalu ketika saya akhirnya mengambil keputusan untuk menggunakan hijab rasanya butuh waktu dan pertimbangan yang matang, walaupun sebetulnya tidak perlu pertimbangan khusus pun bagi setiap wanita yang sudah baligh hukumnya wajib. Nah, biasanya sebelum memutuskan untuk berhijab, perempuan pasti harus mempersiapkan banyak hal, termasuk untuk urusan pakaian. Biasanya kita harus menyisihkan pakaian-pakaian lama yang tidak cocok dipadukan dengan hijab.

Pemikiran semacam 'Wah sayang banget nanti dress lucu aku nggak bisa terpakai lagi kalau pakai hijab' atau 'Nanti baju lama banyak kebuang' dan aneka pemikiran dangkal lainnya kadang-kadang terbersit muncul dipikiran. Atau pikiran jeleknya lagi 'Pipi aku tambah tembem kalau pake jilbab' dan bla bla blaaa. Okay, that's me. Ha!

Intinya sih segala sesuatu itu ujung-ujungnya kembali lagi perihal niat sih ya. Dulu awalnya saya pun karena 'dipaksa' lingkungan pekerjaan yang memang bisa dibilang cukup concern soal ini. Justru berawal dari paksaan ini akhirnya tidak lagi pernah ada terpikirkan untuk buka tutup. Awalnya panas, merasa belum biasa, tapi rasanya nyaman. Nyaman. Semacam ada perasaan lebih terjaga, perasaan lebih aman. Bagi saya pribadi.

Nah jadi ingat beberapa hal yang saya lakukan saat akhirnya memutuskan benar-benar menegenakan hijab!

↷Meluangkan Waktu untuk Memeriksa Isi Lemari
Ini penting! Keputusan untuk berhijab memang harus diiringi dengan kesungguhan niat dari hati. Jadi, saat itu saya mencari waktu luang untuk memeriksa isi lemari. Dimulai dari memilah dan menyisihkan pakaian-pakaian yang saya rasa sudah tidak sesuai dengan gaya berhijab. Untungnya kebanyakan baju saya memang berlengan panjang, kalaupun pendek bisa dipadu padankan dengan cardigan atau outer panjang. Nah, kalaupun sudah dipisahkan kamu tidak harus membuang pakaian-pakaian tersebut kok, pakaian yang masih layak pakai bisa diberikan untuk mereka yang mungkin membutuhkan.

↷Memulai dengan Gaya Hijab yang Simpel
Dulu saat sebutan Hijaber belum berjaya pada masanya, gaya hijab simpel menggunakan kerudung model paris segi empat saja mudah sekali. Mulailah berhijab dengan gaya yang simpel. Tanpa membuang-buang waktu untuk menentukan gaya hijab, sebetulnya banyak yang terlihat lebih cantik jika memilih gaya yang sederhana. 

↷Berburu Busana Muslim di Toko Online
Berhubung saya bukan tipikal orang yang betah tawaf berjam-jam di Mall, bagi kamu yang mungkin juga tidak punya banyak waktu untuk membeli busana muslim langsung, kita bisa beli busana muslim online di MatahariMall loh. Toko online terpercaya ini menyiapkan ragam busana muslim terbaik untuk wanita dari semua kalangan usia. Kita pun tidak perlu repot-repot membeli busana muslim secara terpisah. Karena semua pilihannya tersedia secara lengkap di MatahariMall.

↷Pelajari Pula Bahan-Bahan Hijab dan Busana Muslim yang Nyaman
Kita pasti tidak ingin menggunakan hijab dan busana muslim yang membuat kita merasa gerah. Demi menghindari hal ini, maka kita pun bisa mempelajari aneka jenis bahan hijab dan busana muslim. Lain kali kita pasti tidak akan salah memilih bahan busana muslim. Sehingga kita leluasa bergerak dan tetap kelihatan nyaman dengan jenis hijab yang digunakan. Untuk bahan, saya cenderung menghindari bahan yang licin, karena ujungnya susah diatur dan kesel sendiri hehe.

Niat yang baik pasti akan mendapatkan jalan yang mudah, saya percaya. Oh satu rahasia lagi, dulu saya belum mau berjilbab karena pernah dengar selentingan akan susah mendapatkan pekerjaan loh. And, that's a big NO! Jadi, kita tidak perlu khawatir dengan hari-hari yang akan kita jalani selanjutnya. Mari bulatkan tekad dan menjadi manusia yang lebih baik lagi dan lagi dari hari ke hari. Insha Allah.


Assalamualaikum, Beijing. Eh, Ukhti... ☺



Bumi Serumpun Sebalai, Hujan Badai seharian.
.....dan, hai!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...