Langsung ke konten utama

Objek Wisata Banten Lama

Hai hai hai.

Akhirnya bisa ngumpulin niat buat posting cerita jalan-jalan sabtu kemarin nih, hiiiii. Jadi pas tanggal 14 April kemarin saya jalan-jalan ke Objek Wisata Banten Lama sama temen kantor.

Hari itu matahari sebenernya lagi nggak bisa diajak kompromi, tapi panas terik sama sekali nggak mengurangi niat saya buat jalan-jalan. Saya sendiripun nggak tau-menau lokasi tempat tujuan kali ini, tapi yasudahlah ngikut pak komandan saja. Daaan ternyata lokasinya itu nggak terlalu jauh, daerah keramat, sebelum masuk kota serang ..hmm sekitar 10 km dari pusat kota. Kenapa saya bilang nggak terlalu jauh mungkin karena memang pada dasarnya jalanan di kota ini cuma segaris doang jadinya kemana-mana juga berasa deket hihi. Jadi ternyata si Objek Wisata Banten Lama ini terletak di kecamatan Kasemen, Serang.

Perjalanan dari kosan menuju Objek Wisata Banten Lama ini ternyata cuma memakan waktu kurang lebih 20 menit lohh~

Lalu, sampailah kami ditempat tujuan..

..ini dia, OBJEK WISATA BANTEN LAMA

Memasuki gerbang selamat datang, hamparan sawah yang hijau menyambut kedatangan kami, kami disuguhi pemandangan persawahan di sepanjang perjalanan. Hijau. Subhanallah, indahnya~ Jalannya juga agak berliku-liku dan sempit sih tapi masih bisa dikatakan terawat. Diperjalanan juga saya melewati semacam danau yang saya sendiri lupa apa namanya, kondisinya memprihatinkan kalau saya bilang ..kotor dan tidak terurus.



Jadi ternyata Objek Wisata Banten Lama ini merupakan salah satu objek wisata kerajaan banten tempo dulu yang bernuansa islami dimana selain berkunjung untuk berwisata kita juga bisa berziarah ke makam-makam para sultan Banten beserta keluarganya. Begitu sampai di lokasi, kami melihat tembok-tembok yang terbuat dari tumpukan bata merah, katanya tempat itu bekas kediaman para sultan Banten, dikenal dengan keraton Surosowan. Namun sayangnya yang sampai saat ini bisa kita nikmati hanyalah sisa-sisa bangunan dengan benteng-benteng kokoh disekitarnya dan sayangnya lagi kita nggak bisa memasuki tempat itu, harus ada perijinan ini-itu untuk diperbolehkan masuk.

Akhirnya kita memilih masuk ke Museum Situs Kepubakalaan Banten Lama..

Didalam museum kami melihat-lihat berbagai mancam peninggalan sejarah, mulai dari gambar-gambar para pahlawan sampai para sultan Banten. Selain itu juga ada peninggalan-peninggalan berupa mata uang kuno, guci-guci, pedang, lukisan, baju adat dan banyak peninggalan lainnya sebagai suatu ciri bahwa peradaban kesultanan itu pernah ada..




Salah satu bangunan lain yang masih berdiri kokoh adalah Masjid Agung Banten Lama, berikut menara setinggi 23 meter. Masjid inilah yang paling terkenal di Situs Banten Lama dan selalu penuh sesak oleh para peziarah, terutama pada peringatan hari-hari besar Islam.
Gambar Masjid diambil dari atas menara

Bangunan bersejarah lain yang bisa dinikmati di lokasi ini adalah Jembatan Rante, yang terletak di depan Keraton Surosowan, tepatnya di sebelah utara Masjid Agung Banten Lama. Tapi saat itu kami tidak kesana berhubung adzan Dzuhur sudah berkumandang. Ada juga nih beberapa gambar yang saya ambil saat naik ke menara itu..






Reruntuhan bangunan keraton juga terlihat di bagian selatan Keraton Surosowan. Pada bagian depan terpancang papan bertuliskan ”Situs Keraton Kaibon”. Kami juga sempet kesini sih, sekalian aja masden mumpung disini, alasan saya. hihi. Kebetulan kita sama-sama suka cari objek buat foto-foto~

Aslinya bagus!







Daaaaan, sempet-sempetnya narsis juga nih mihihihi..


Rerflection~

Dari Keraton Kaibon, kami pergi lagi menuju Pelabuhan Karangantu. Katanya masden, disana itu kita bisa liat para nelayan yang masih pada pake alat-alat tradisional buat melaut. Daaaan ..ini diaaaaa!



Oh iya, sebelum sampai ke Pelabuhan Karangantu juga kami sempet berkunjung ke sebuah wihara, namanya Wihara Avalokitesvara. Jadi bukan hanya bangunan masjid, Kesultanan Islam Banten juga menyisakan bangunan wihara Buddha atau klenteng China. Konon katanya, wihara ini merupakan salah satu wihara tertua di Indonesia. Berhubung saat kami berkunjung sedang diadakan renovasi, jadi kondisi wihara saat itu lumayan berantakan, tapi tetap bersih! 




Hmmm.. sekian deh cerita jalan-jalan di Objek Wisata Banten Lama, tadinya sih masden ngajakin main ke sebuah danau di daerah sekitaran Kota Serang juga ..tapi berhubung waktu yang semakin sore sedangkan jarak ke tempat itu lumayan lama akhirnya kita putuskan buat pulang. Toh lagian malamnya kami mau Ke Hotel Permata Krakatau, nonton Stand Up Comedy. Hap!




Next time! See you! Bye.

Komentar

  1. di Banten ada candi nggak mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang aku tau sih baru objek wisata banten lama, banyak peninggalan keraton-keraton gitu mas wijna :D

      Hapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …