Langsung ke konten utama

Hallo, Tanjung Lesung!

Hmmm.. kalau bicara soal obyek wisata pantai di Provinsi Banten, pasti tidak akan jauh jauh dari Pantai Anyer dan Pantai Carita. Setidaknya bagi saya yang merupakan warga Bandung seringkali mendengarnya begitu, hehe. Saya sendiripun saat itu belum pernah berwisata ke pantai-pantai tersebut, karena keluarga dan teman-teman saya cenderung lebih menyukai wisata alam ke daerah selatan. Tapi ternyata lain ceritanya ketika saya harus tinggal di kota ini dan akhirnya bisa berwisata ke tempat tempat yang orang lain ceritakan itu.
Yap, Pantai Anyer dan Carita memang yang paling sering saya dengar dijadikan tujuan wisata. Namun, ternyata terdapat satu pantai lagi yang jauh lebih indah dan eksotis jika dibandingkan dengan kedua pantai tersebut, yaitu Pantai Tanjung Lesung. Saya mengetahui pantai ini setelah mempunyai hobi baru, jalan-jalan! Sebenarnya sih bukan hobi baru juga, sebelumnya saya juga sering travelling kesana kemari ..tapi bedanya sekarang saya lebih suka mengabadikan setiap momen tersebut dalam bentuk gambar mati dan tulisan...

Nah, minggu lalu saya dan beberapa teman pergi kesana (14/7). Setelah berulang kali rencana mengunjungi Pantai Tanjung Lesung ini hanya menjadi wacana semata, akhirnya rencana itu terealisasi juga walaupun personil yang ikut tidak banyak. But, that's no problem. I'm so happy! Thanks, hey..

Dan, ini diaaaaa................ 

Pantai Tanjung Lesung

Pantai Tanjung Lesung. Hmm.. dinamakan Pantai Tanjung Lesung karena lokasinya berupa daratan yang menjorok ke laut mirip ujung lesung, yaitu salah satu alat yang digunakan masyarakat tradisional Nusantara untuk menumbuk padi. Adapun dalam bahasa sunda, lesung itu identik dengan lekukan di pipi (lesung pipit) sesuai dengan pantainya yang menjorok. Sebelum mendatangi tempat ini, saya seringkali mencari tau informasi-informasi terkait dengan berselancar di internet, Ha! Dari sinilah sebetulnya ketertarikan saya untuk mendatangi tempat ini muncul, melihat keindahan-keindahan gambar dari internet.. dilanjutkan dengan aksi blogwalking membaca cerita orang-orang yang sudah pernah kemari. Dan, ah! Ternyata mereka benar, pantai ini sangat sangat indah.

Akan tetapi ada satu hal yang perlu saya klarifikasi barangkali.. berdasarkan hasil blogwalking, banyak yang menyebutkan bahwa wisata ke tempat ini membutuhkan budget yang cukup tinggi. Hmm.. iya sih memang, saya setuju, tapi itu kalau kamu berlibur kemari lalu menginap di hotel atau villa dalam kawasan Tanjung Lesungnya. Buktinya, saat kemari kami pertama kali memasuki kawasan dikenakan tarif hanya 5ribu rupiah untuk memasuki kawasan, setelah itu kami mengikuti arah jalan sampai ke ujung.. disana ada satu pos lagi yang memungut biaya masuk pantai, biayanya perorangnya hanya 15ribu kok. Murah kan?! Dan jika ingin menginap untuk menikmati kawasan ini, kita bisa menyewa cottage atau rumah milik penduduk sekitar yang harganya jauh lebih murah dari biaya sewa hotel. Jadi, siapa bilang wisata kesini butuh biaya super? Come on!
 
Pantai Tanjung Lesung terletak di Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Indonesia. Atau lebih tepatnya berada di daerah Labuan, dekat PLTU Labuan. Kami sendiri kemari menggunakan sepeda motor. Perjalanan itu dimulai dari kota Serang, lalu melewati daerah pandeglang. Di sepanjang jalan itu banyak traffic sign yang menginfokan kemana arah untuk menuju ke Tanjung Lesung, jadi jangan khawatir akan kebingungan saat menuju kemari. Sayangnya, saat kami kesana perbaikan jalan masih sama seperti terakhir kali saya melewati jalan ini untuk menuju ke Taman Nasional Ujung Kulon dan Pantai Ciputih, masih banyak perbaikan infrastruktur jalan disana sini. Terhitung perjalanan kami menggunakan sepeda motor menghabiskan waktu hampir kurang lebih 3 jam, entahlah berapa lama waktu yang harus kami habiskan diperjalanan jika kami kemari menggunakan mobil. Duh.



Pantai ini memiliki panorama pantai yang alami dan indah ..masih memiliki pantai berpasir putih serta karang-karang yang cantik. Hamparan pasir pantainya yang landai memberi cukup ruang kepada para pengunjung  untuk melakukan berbagai macam kegiatan, seperti misalnya bermain pasir, berjemur, berolahraga (sepak bola pantai dan voli pantai), dan lain sebagainya. Oya, saat bermain disini kami juga berkesempatan untuk main banana boat loh, lumayan seruuuu! Hanya dengan biaya 25 ribu rupiah, itung-itung penglaris katanya. 


Dibandingkan dengan Pantai Anyer dan Carita, Tanjung Lesung memang memiliki citra yang berbeda. Jika Anyer dan Carita lebih identik dengan wisata semua kalangan, Tanjung Lesung, yang entah sengaja atau tidak, dicitrakan sebagai tempat wisata kelas menengah atas. Kehadiran resort-resort mewah memperkuat citra tersebut. Kawasan pantai Tanjung Lesung juga terlihat lebih terorganisasi sebagai tempat wisata berkelas. Lagi pula, menurut saya lokasinya ini memang sangat menjanjikan karena terdiri dari pantai putih, air laut yang jernih dengan pesona bawah laut yang masih asri, serta dukungan lingkungan sekitar yang memadai. Bentuk sebagian pantai yang menjorok ke dalam seperti teluk dan sebagian lagi justru menjorok ke laut, menghasilkan efek pemandangan yang unik serta indah.


Pantai Tanjung Lesung: Pesona Bawah Laut



How to get there?!

Dari Jakarta, terdapat dua alternatif rute menuju Pantai Tanjung Lesung. Pertama, mengambil rute jalan tol Jakarta-Merak, lalu keluar melalui pintu gerbang tol Serang Timur. Setelah melewati Kota Serang, perjalanan dilanjutkan ke arah Kota Pandeglang dan Labuan, dan berakhir di Pantai Tanjung Lesung.

Kedua, mengambil rute jalan tol Jakarta-Merak, lalu keluar melalui gerbang tol Cilegon. Kemudian, perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri pesisir Anyer-Carita, lalu ke arah Labuan, dan berakhir di Pantai Tanjung Lesung. Jakarta-Pantai Tanjung Lesung berjarak sekitar 160 km dengan waktu tempuh sekitar 2,5-3 jam perjalanan dengan menggunakan bus atau kendaraan pribadi.

Happy Holidayyyyy!

Komentar

  1. bagus banget mbak tulisan nya, saya kemaren juga ke pandeglang, teman saya asli sana, sayang krn waktu yang sempit kami ga sempat ke tanjung lesung, dan masih menjadi PR, untuk kesana
    sidikmuhammad14.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, tanjung lesung memang bagus. Ayo masukin list travelling tahun ini :D

      Hapus
  2. Kalo lewat tol Tangerang Merak, keluarnya di mana yah ?

    BalasHapus
  3. terimakasih infonya...jadi pingin ke sana..tapi kalau naik motor rutenya dari jakarta bagaimana yah??

    BalasHapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …