Langsung ke konten utama

[DIY] Let it flow(er) !

Yak, belakangan ini saya memang lagi suka bikin bros dari bahan-bahan sisa yang gak lagi terpakai, entah itu flanel, kain felt, baju bekas, apapun. Nah, kebetulan saya punya segulungan pita warna coklat yang gak pernah saya pakai lagi dan kececer gitu aja dirumah. Lalu saya pikir karena sayang kalau cuma jadi penghuni tempat sampah, saya nyoba buat bros. Oke, bisa dibilang ini gak begitu keren apalagi kece kayak bros-bros lain, tapi setidaknya saya buat ini sendiri hahahaaa.

Harta Karun

Beberapa minggu lalu saya buat lagi satu aksesoris dari pita. Ini bukan kali pertama saya membuat aksesoris dari bahan selain flanel sebetulnya, tapi ya gitu deh.. jahitan dan ini-itunya masih mencong-mencong gak beraturan.

Pita sisa

Nah, selain pita, saya juga pakai hiasan-hiasan kecil, peniti bros dan potongan kain flanel yang digunting membentuk lingkaran untuk alasnya. Sebetulnya kain apapun bisa sih, tapi berhubung bahan yang ada cuma itu, ya jadilah saya pakai. Oya, untuk menempelkannya, saya pakai lem lilin. Bisa juga sih pakai lem tembak atau lem UHU.

Benang sulam


Step 1; Jahit

Step 2; Gulung, dan kasih aksesoris tengah

Finish!


Berhubung satu dan lain hal, cerita Do It Yourselfnya cukup sekian dan terima kasih.


xx,
agistianggi

Komentar

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …