Langsung ke konten utama

Pelatihan Perahu Bandung Angkatan I!



Sempet kelupaan mau bikin post ini dari senin kemarin rasanya, duh. Jadi tanggal 16 Desember, hari minggu lalu, saya mengikuti Pelatihan 'Perahu Bandung', Pelatihan Pengusaha Baru Kota Bandung Batch I. Dengan slogan 'Bandung City of Young Entrepreneur' acara yang diadakan di Hotel Banana Inn Setiabudhi ini diisi oleh banyak narasumber terkemuka seantero Indonesia. Pesertanya sendiri mayoritas adalah 200 mahasiswa-mahasiswi Kota Bandung yang sedang atau bahkan baru ingin menjadi seorang pengusaha, entrepreneur.

Dengan yel-yel 'Mari Berlayar' acara pada pagi hari itupun siap dimulai...

Pagi itu, sekitar pukul 07.30, panitia sudah membuka open registration untuk mengikuti acara yang akan berlangsung seharian penuh. Lalu sekitar pukul 8 lewat barulah acara dimulai.. MC membuka acara dan meminta perwakilan Bapak Edi Siswandi selaku Sekda Kota Bandung untuk memberikan sambutannya, berhubung beliau belum bisa hadir pagi itu dan dialihkan menjadi siang hari. Kemudian acara diisi oleh Kang Rendy, Grand Master Muda Mulia. Kang Rendy ini merupakan seorang pebisnis dalam bidang konsultan pendidikan. Bagi saya sendiri ini kali kedua pertemuan saya dengan Kang Rendy, sebelumnya saya dan teman-teman kampus pernah membuat sebuah seminar entrepreneur yang mendatangkan beliau sebagai pembicara.

Setelah berbicara sekitar lebih dari 1 jam dan melakukan sesi tanya jawab dengan para peserta, Kang Rendy pamit dan menutup sesi-nya dipagi hari itu. Selanjutnya mungkin karena keterbatasan waktu sedangkan para pembicara jumlahnya cukup banyak, para pembicara diatur dalam 1 sesi menjadi 2 orang. Ada Bapak Deden Y. Hidayat., SE., MM selaku Ketua Kadin Kota Bandung, Bapak Dindin Sulaeman., Dipl. Ing., MBA yang merupakan Kepala Unit Inkubator Bisnis Politeknik Manufaktur Negeri Bandung, lalu ada juga Bapak Deicky N. Manalif yang merupakan seorang Analisis Investasi Emas dan Trading Global, Bapak Darto AP., MM dari Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Bandung. Mereka semua memberikan banyak ilmu dan manfaat dari materi dan talkshow yang mereka lakukan, baik itu mengenai apa itu entrepreneur, bagaimana membangun rencana usaha, analisa pasar mekanisme perijinan usaha, bagaimana mengenai investasi emas dan lain sebagainya.

Oya, ada Bapak maryadi Suwondo., SE., MM juga yang merupakan Dosen Unpar sekaligus juga sebagai Account Executive Danareksa yang memberikan penjelasan singkat mengenai investasi saham dan pasar modal. Secara keseluruhan, semua ilmu yang diberikan oleh semua pemateri sungguh-sungguh sangat bermanfaat, terutama bagi saya yang awam dan tertarik dengan perekonomian global.




Pukul 11.30 acara diberhentikan untuk istirahat, solat dan makan siang. Bertempat di Resto Banana Inn, kami semua, para peserta, dipersilakan untuk makan siang yang telah disediakan. Sampai pada pukul 13.00, kami diminta untuk kembali memasuki ruangan untuk melanjutkan acara..

Nah, ini yang menarik! Pembicara selanjutnya adalah Kang Kiki Gumelar, ituloh si pembuat coklat dodol yang penomenal dari Garut, Chocodot! Chocolate with Dodol Garut. Serunya disini Kang Kiki menceritakan kisal awal mulanya dia mendirikan perusahaan coklat lokal asli Indonesia ini, bagaimana Ia memulai inovasi, pemasaran, bahkan sampai cerita dia jatuh-bangun di bisnis ini. Kerennya, ternyata Chocodot ini sudah mendapatkan begitu banyak penghargaan baik di dalam maupun dari luar negeri. Pelajaran yang saya ambil dari Kang Kiki adalah bahwa kalau kita mau jadi wirausaha, mau bisnis yang kita rintis sukses ...kita harus bisa terus berinovasi, menyajikan sesuatu yang baru dan terbarukan.

 

Lalu setelah itu, barulah Bapak Edi Siswandi, Sekda Kota Bandung, datang. Ternyata beliau merupakan seorang Sekda Termuda loh, di umur 42 tahun 6 bulan beliau pertama kali diangkat. Beliau membagikan banyak ilmu, cerita, pengalaman bagi kami para peserta.. Nah, diakhir acara beliau memberikan kuis via twitter yang mengharuskan para peserta menjawab 4 pertanyaan.. Seru sih, siapa juga yang nggak tergiur sama blackberry sebagai hadiahnya.


Setelah diselingi oleh beberapa narasumber, di akhir acara Hendy Setiono yang merupakan Founder dari Kebab Turki Baba Rafi memberikan banyak pengetahuan baru mengenai dunia bisnis. Secara keseluruhan acara ini sungguh sangat banyak manfaatnya. Acara yang bertujuan untuk membangkitkan semangat dan melatih para pengusaha muda Kota Bandung, terutama mahasiswa, untuk berwirausaha.

Nah, selanjutnya.. Apakah kamu mahasiswa? Wirausaha juga? Atau baru tertarik dan ingin belajar membuat usaha? Ayo ikuti Pelatihan Perahu Bandung Batch II yang rencananya akan diselenggarakan di bulan Februari nanti. Untuk info, silakan follow @mwBDG

Semangat Pagi!


Salam,
agistianggi


Note: Foto diambil dari twitpic @mwBDG berhubung saat itu saya gak bawa kamera digital.

Komentar

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …