Langsung ke konten utama

Sushi Tei, Tempatnya Para Sushi Lovers!

Kali ini mau storytelling ah soal nggak jadi nonton konser Tworism di bazzar 2 awal bulan lalu yang berujung wisata kuliner membabibuta dan menghabiskan sabtu malam liat bintang di bukit bintang, aihhhh~ haha kelupaan terus rasanya. Jadi si udin, teman saya, ngasih informasi kalau weekend itu ada bazzar yang diisi beberapa band besar maupun band lokal. Hmm, ada Sheila on 7, Raisa, Maliq & D'Essentials, Pure Saturday dan sederet nama-nama yang mungkin nggak asing lagi buat para pecinta musik Indonesia, cieee~

Nah, dari jauh-jauh hari saya bilang sama partner saya untuk membeli tiket pre-sale, karena selain jelas lebih murah juga kemungkinan untuk dapet tiket on the spot sangat kecil. Dia sendiri udah mulai cari tiket presale dari hari kamis, tapi ternyata habis karena kuota yang terbatas. Untungnya dihari jumat dia dapet tiket, cuma satu.. Jreng jreng~ masa iya mau nonton konser sendirian? Krik. :|



Lalu terbuktilah di hari-H setelah semangat menggebu pergi dari rumah yang bahkan bawa si uwen, yang super rewel hari itu, kita akhirnya nggak dapet tiket buat nonton. Kita datang sekitar jam10an, kuota pertama terlewatkan karena terbatas dan kuota kedua dibuka jam 1 siang, krikrikkk. Akhirnya saya memutuskan pergi ke Rumah Buku buat cari buku, yaiyalahhh.


Nah, sayangnya di Rumah Buku dan juga di Togamas, buku yang saya cari hari itu nggak ada, sedang proses cetak ulang sih katanya mah. Alhasil disana si uwen yang super rewel ini minta beli buku juga. Tadaa! Buku Aktivitas Seru Dunia Peri yang dia pilih. Kenapa? Karena didalemnya banyak stiker-stiker lucu. Dasar bocah. :|
 


Singkat cerita kami kembali ke Sabuga buat ngantri tiket kuota kedua. Nahasnya setelah partner saya antri dibawah terik panasnya sinar mentari, lagi-lagi tiket habis dan tepat didepan mata. Udah mah hari itu si uwen rewel kebangetan, panasnya juga kebangetan hikssss. Sedih? Kalau boleh jujur, iya :cry: Udah lama banget rasanya saya nggak nonton pertunjukan live gitu.. Tapi kemudian sushi membayar semuanyaaaa~ hahahaha

Seperti biasa kalau saya marah, bete atau sejenisnya, partner saya yang satu ini paling bisa banget ngerayu pake iming-iming makanan, apalagi sushi! Dan semarah apapun saya kalau udah denger kata sushi pasti deh diem kayak anak kucing minta makan, hih anggi! And here we go! Sushi Tei, I'm coming! :cool:

Ini kali kesekian saya ke Sushi Tei yang letaknya di Jalan Sumatra, Bandung. tapi rasanya nggak pernah bosen deh, selain tempatnya yang comfy kalau dibandingkan gerai Sushi Tei yang lain, disini juga saya rasa sih lebih 'enakeun' aja pokonya mah. Nah, sesampainya disana kami langsung dikasih buku menu. Setelah melakukan rapat dengan hasil sesuai musyawarah dan mufakat berdasarkan pertimbangan isi dompet serta kemaslahatan umat *halahh okesip* akhirnya kami memesan 2 menu, Sashimi Salad dan Fushion Sushi -yang-entah-apa-namanya- juga 2 gelas ocha dingin. Oya, dan beberapa piring tambahan sushi dari meja berjalan. Yippiee! Intinya, rakus. :P









Sushi yang berjalan dimeja harganya sesuai dengan warna piring-piring kecil itu. Saya nggak hapal semua sih, tapi kalau ga salah piring putih yang paling murah harganya 12.000 sedangkan yang paling mahal piring hitam yang harganya sekitaran 50.000. Tapi ya seperti kita tau, ada kualitas ada kuantitas, harga sushi berbanding lurus dengan rasanya ..dan harga yang mahal ininih yang bikin ngiler hehe. Nah, kalau fusion sushi yang saya pesan ini modelnya paketan, aduh bahasanya paketan, harganya sekitar 120.000, keitung lebih murah sih daripada ambil satu-satu dari meja berjalan itu. Kalau soal rasa udah nggak perlu diragukan lagi kali ya. Cuma saya baru nyoba saladnya disini, ternyata enak dan gak bikin enek. Nagihlah intinya mah.

Sehabis mabok sushi sore hari itu kami pergi ke bukit bintang, seperti biasa cuma diem, ngopi dimobil, udah. Titik. Ah, semakin nggak jelas tujuan tulisannya. Intinya sih postingan ini dibuat dan didedikasikan untuk orang yang lagi ngidam sushi sengidam-ngidamnya. Semoga baca dan ngiler! Selamat! Muaah :D 


xoxo,
agistianggi

Komentar

  1. wah gak tau rasanya makan sushi, dijogja juga banyak sih restoran ala jepang yang nyediain sushi, cuma saya masih takut nyoba, ndak keloloden hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. ndak keloloden opo toh mas? ndak paham iki aku haha.
      aku malah kangen jogja, kangen kopi joss sama angkringannya :D

      Hapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …