Langsung ke konten utama

Berburu Sunset Cantik diantara Karang Tanjung Layar..

Sore itu langit perlahan-lahan tidak lagi membiru, hampir keabuan.. menjelang malam. Senja segera datang, bahasa lebih populernya. Setelah berjalan-jalan sejenak di Pantai Ciantir, kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Tanjung Layar, lokasi yang paling kesohor diantara tempat lainnya di kawasan wisata Sawarna. Membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit berjalan kemari, atau jika menggunakan sepeda motor paling hanya menghabiskan waktu kurang dari 5 menit. Sepanjang perjalanan menuju Tanjung Layar, di sebelah kiri jalan terdapat beberapa warung-warung penjual makanan. Oya, ada juga kumpulan orang yang sedang mendirikan tenda untuk beristirahat.

Begitu sampai, terlihat dua buah batu karang berbentuk seperti layar yang seolah seperti kapal yang siap berlayar. Hmm, mungkin ini ya filosofi diambil nama Tanjung Layar. Lokasi ini juga nggak kalah ramainya ternyata dengan pantai Ciantir, malah bisa dibilang jauh lebih ramai.

Pantai-pantai di daerah Bayah ini memang merupakan salah satu dari sekian banyak objek wisata di Indonesia yang diberi label 'Hidden Paradise' atau disebut-sebut sebagai surga tersembunyi yang jauh dari industri dan keramaian.
 

Di Tanjung Layar ini hampir seluruh lokasi dipenuhi oleh karang-karang cantik hasil pahatan alam. Ditambah lagi genangan air laut yang ada diantara karang yang seolah membentuk kolam-kolam kecil berisi ikan kecil dan bintang laut, wahhhh. Pemandangan menakjubkan juga belum berakhir sampai disitu, dibelakang dua karang berbentuk layar ini siap-siap juga untuk terpesona dengan pemandangan hempasan air laut yang terbentuk dari deburan ombak yang membentur karang setinggi tiga meter. Menakjubkan.





Kawasan wisata Sawarna memang dikelilingi oleh lautan, pegunungan, dan persawahan.. mungkin inilah yang menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan domestik dan mancanegara. Bagi para pecinta surfing Pantai di Sawarna ini juga merupakan tempat yang cocok, banyak pelancong dari mancanegara datang hanya untuk menikmati surfing dengan ombak yang luar biasa besarnya ini loh.
 




Happy Holiday!
agistianggi

Komentar

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …