Langsung ke konten utama

Main di Waterpark Kota Badak!

Minggu lalu saya dan teman-teman pergi ke sebuah waterpark di Kota Pandeglang, Banten. Sebetulnya ini diluar rencana, karena sebelumnya kami tadinya mau pergi ke sebuah pemandian di kaki gunung, tapi karena satu dan lain hal ternyata teman-teman lain merubah agenda acara jadi ke CAS Waterpark.



Lokasi CAS Waterpark ini sendiri berada di pusat kota Pandeglang, paling hanya sekitar 1 jam perjalanan dari arah Serang. Untuk tiket masuk setiap orang dikenai biaya 15ribu rupiah. Eits, tapi ini belum termasuk jika kita menaiki wahana-wahana permainan yang ada disana.

Begitu sampai, kami membeli tiket dan berjalan-jalan, walaupun hari sabtu lokasi terlihat tidak terlalu ramai oleh pengunjung. Mini zoo menjadi tempat pertama yang kami datangi. Ternyata selain menawarkan permainan air dan wahana-wahana permainan, tempat ini juga dilengkapi dengan mini zoo/ taman satwa mini yang bisa jadi hiburan bagi anak-anak. Sayangnya saat saya kemari sedang ada renovasi dan sepenglihatan saya hanya sedikit hewan-hewan yang berada disana.


Sambil berkeliling melihat-lihat lokasi, saya dan teman-teman juga sempat berfoto-foto gila haha! Disini memang banyak patung-patung yang bisa dijadikan objek photo shoot alias narsis-narsisan. Dari brosur yang saya dapatkan ketika membeli tiket, ada banyak wahana yang terdapat di CAS Waterpark ini. Beberapa diantaranya ada mini train, perahu petualang, perahu pinisi, sepeda layang, motor-motoran buat anak-anak, becak mini, alap-alap baduy, motor ATV & cross mini, dan rumah hantu. Lagi-lagi sayangnya wahana arung jeram dan rumah hantu juga saat itu entah kenapa ditutup, walaupun kalau buka saya harus berpikir puluhan kali untuk mau masuk hihi.






Setelah puas berkeliling lokasi, kolam renang jadi destinasi terakhir di lokasi wisata ini. Eh tapi sebelum ke kolam, kami juga mencoba menaiki wahana sepeda layang. Jadi kita naik sepeda diatas wahana dengan cara di gowes. Awalnya sih saya nggak merasa takut sama sekali, tapi ternyata setelah sepeda mulai menjauh dari point masuk ketinggian ini juga bikin deg-degan, duh.


Lalu, byuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuur!




Udah kayak anak kecil nemu mainan baru rasanya. Main air, lari kesana kemari, haha! Kalau inget umur bakal malu sendiri rasanya, tapi nggak apa-apa sih yang penting seru. Kolam disini juga ada beberapa jenis, ada kolam ombak, kolam bola, dan kolam karang kitri. 

Oya, tempat ini juga banyak tersedia saung-saung untuk makan. Dari informasi yang saya baca, saung-saung ini bisa menampung 300-400 orang. Lokasi wisata CAS Waterpark ini juga ternyata sering dikunjungi oleh rombongan-rombongan wisata para siswa, mulai dari SD, SMP, sampai SMA. Seperti saat saya kemari, ada sebuah rombongan yang berasal dari salah satu SMP Negeri dari Jakarta Utara. Yang nggak kalah penting, untuk fasilitas toilet umum dan mushola ju tersedia dengan kondisi yang dapat dibilang terawat.

Hari menjelang sore, mau tidak mau kami harus segera bergegas untuk pulang. Tapi sebelum pulang kami pergi ke sebuah resto di daerah alun-alun kota Pandeglang, Dapoer Iboe, dimana menurut saya tempatnya lumayan asik ala cafe-cafe di Bandung yang suasananya hommy. Pokoknya menurut saya nasi goreng ati ampela disini enaaaaaak. 


Selamat berlibur!

Komentar

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …