Langsung ke konten utama

Menyusuri Kegelapan di Goa Lalay, Sawarna!


Hari kedua berlibur di Sawarna. Pagi itu setelah selesai sarapan, saya dan teman-teman bergegas untuk berkeliling kawasan Sawarna lagi, tepatnya pergi ke Goa Lalay. Menurut pentunjuk jalan, arah dari penginapan menuju Goa Lalay kurang lebih sekitar 2 KM. Nah berhubung kami kesana dengan menggunakan mobil dan nggak mau ribet cari parkir nantinya, setelah mengetahui bahwa disana nggak ada penyewaan sepeda dan menimbang-nimbang menggunakan ojeg, akhirnya jalan kaki menjadi pilihan paling bijaksana, halahh.

Menyusuri jalan menuju Goa Lalay ternyata banyak juga homestay yang disewakan, mungkin ini jadi pilihan terakhir para wisatawan karena kehabisan penginapan di dalam kawasan. Lalu setelah berjalan hampir 10 menit kami dipanggil oleh warga sekitar yang memberi tahu kami jalan alternatif menuju Goa Lalay. Menyusuri pematang sawah dan aliran sungai berair jernih..



Menyusuri jalan setapak diantara areal pesawahan disamping aliran sungai jernih mungkin juga bukan hal yang biasa dirasakan kebanyakan orang, terutama di kota-kota besar. Jadilah nggak heran kalau orang-orang kota nemu tempat beginian pasti narsis foto-foto. uhuk!

Diujung jalan kami lagi-lagi disambut oleh sebuah jembatan kayu, tapi bedanya jembatan ini terlihat jauh lebih kokoh daripada jembatan untuk masuk kawasan sawarna. Sebelum jembatan juga terdapat sebuah gambar dan petunjuk mengenai Goa Lalay.



Selepas dari jembatan kami berjalan melewati pemakaman, hihi, sedikit serem memang. Lalu kemudian terlihat sekumpulan orang yang menjaga pintu masuk ke dalam lokasi goa, hmm bisa dibilang loket kali ya. Dengan membayar biaya retribusi sebesar 5ribu rupiah per orang, kita bisa menikmati kegelapan di Goa Lalay. Iya kegelapan, karena begitu masuk benar-benar seperti nggak ada cahaya, maka dari itu di pos penjaga tiket tadi terdapat penyewaan senter sebagai sarana penerangan didalam.

Medan tanah goa terbilang cukup licin, perlu kehati-hatian ekstra untuk berjalan masuk, salah-salah malah jatuh bisa bahaya. Goa Lalay ini termasuk ke daerah Kampung Cipanas, dari petunjuk yang saya baca sih. Sedangkan Lalay sendiri dalam bahasa sunda artinya kelelawar, karena katanya disana dulu menjadi tempat tinggal kelelawar. 


Di mulut goa lain yang digunakan sebagai pintu keluar, panjangnya cukup lebar tetapi atapnya rendah. Saat keluar saya lebih memilih untuk menyusuri batu pinggir dibandingkan harus masuk ke dalam aliran sungai yang dalamnya hingga lutut.

Tanpa ada bantuan penerangan dari senter, rasanya gua ini benar-benar gelap karena sumber cahaya hanya dari mulut goa tadi. Untungnya saat kemari sedang tidak hujan, sehingga debit air tidak terlalu tinggi.

Setelah puas berkeliling kawasan Goa Lalay dan beristirahat kami pun berniat untu pergi, tapi bukan pulang ke penginapan. Lagoon pari atau yang lebih sering disebut dengan legon pari menjadi destinasi selanjutnya. Wohoooooo!

Eh, oya ada oleh-oleh sedikit pemandangan lucu saat hendak menuju Lagoon Pari dari Goa Lalay... Kwekwekwekkkk! Duckyyyyyy!



Happy Holiday!
agistianggi

Komentar

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …