Langsung ke konten utama

Perjalanan Panjang Menuju Desa Sawarna

Holidaaaaaaaay! Mungkin itu juga yang ada di pikiran setiap orang pada minggu lalu. Ya, libur akhir pekan dari jumat itu banyak dimanfaatkan orang-orang untuk berlibur.. untuk sejenak melepas penat, untuk terlepas dari rutinitas sehari-hari, dari setumpuk pekerjaan, dari hingar bingar ibu kota juga dari gemerlap lampu dan polusi udara.

Ready to go! Yeiyy!
Nah, setelah merencanakan liburan kali ini dari jauh hari sebelumnya, akhirnya rencana ini nggak cuma jadi wacana semata, akhirnya. Dari sekitar bulan Januari, setelah kami pergi berlibur ke Sungai Ciberang untuk rafting, rencana untuk pergi ke Pantai Sawarna inipun dibuat dan Maret jadi bulan pilihannya. Maret, ada dua long weekend sebetulnya yang bisa dimanfaatkan untuk berlibur panjang, lalu tanggal 29 akhirnya yang dipilih jadi tanggal keberangkatan kami untuk berlibur.

Memulai perjalanan dari kota Serang sekitar pukul 09.30, kami melaju melewati daerah Petir, sawah gunung, gunung kencana dan beberapa daerah yang tidak saya hapal semua namanya. Hujan juga sempat mengiringi perjalanan kami menuju Sawarna siang hari itu. Berhubung hari jumat, perjalanan juga terpotong karena para lelaki harus shalat jumat dimana akhirnya kami berhenti disalah satu mesjid daerah Cileles.







Setelah selesai shalat, perjalanan kami lanjutkan kembali. Perjalanan kali ini memang bisa dibilang nggak biasa rasanya.. jalanan terjal dan berliku, juga beberapa titik jalanan yang berlubang juga memacu adrenalin selama perjalanan. Kalau boleh memilih ya, rasanya saya akan lebih suka melewati perjalanan ini dengan menggunakan sepeda motor daripada naik mobil. Oya, kami juga melewati jalan ini karena katanya jalan ini lebih baik dibandingkan melewati daerah saketi ataupun pandeglang.

Tapiiiiiiii ternyata dibalik jalanan yang agak 'menyeramkan' ini juga menyimpan pemandangan bukit dan persawahan yang indah. Di satu daerah kami juga melewati pohon karet dan pohon kelapa sawit, hmm kalau malam-malam lewat sini sih bisa lain ya ceritanya.. soalnya selain jalanan yang berliku tadi, penerangan disini juga belum ada, jadi akan lebih baik kalau hendak melewati daerah ini menghindari saat awan mulai gelap.

Saat memasuki kawasan Malimping, dari arah pasar kami berbelok ke sebelah kiri. Kurang lebih dari situ menuju Desa Sawarna kurang lebih masih sekitar 1 jam lagi menuju terminal bayah. Lalu, dari terminal bayah ada pertigaan jalan yang menunjukkan tiga arah, setelah hampir terlewat kamipun menanyakan pada warga setempat arah menuju Sawarna. Dari situ baru kami tahu kalau jalan menuju sawarna sama dengan jalur menuju pelabuhan ratu, hanya saja pelabuhan ratu letaknya masih lebih jauh lagi.

Eits, perjalanan belum selesai rupanya dari situ.. dari terminal kami harus menghabiskan waktu sekitar 20 menit untuk sampai di pertigaan yang bertuliskan papan 'Selamat Datang di Sawarna'. Tapi tenang sepanjang perjalanan ini kita akan disuguhkan dengan pemandangan pesisir pantai berkarang yang menakjubkan, ditambah lagi hamparan persawahan hijau yang berbukit-bukit loh. Kemudian untuk sampai di penginapan sendiri masih membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit, hehehe. Oya, serunya lagi untuk mencapai penginapan para wisatawan yang datang harus melewati sebuah jembatan gantung. Kenapa seru? Karena dijamin saat menaikinya kita akan pusing dan sedikit merasa was-was. Melihat bentuk jembatan gantung yang berbanding terbalik dengan jumlah penduduk serta kendaraan bermotor yang hendak melintas. Rasanya? Luar biasaaaa!


Oya, ngomong-ngomong soal penginapan. Kalau boleh saya sarankan sih lebih baik menelpon dari 2 minggu atau 1 bulan sebelumnya. Kawasan wisata Sawarna ini memang mempunyai banyak penginapan dengan rating harga tertentu tergantung fasilitas yang diberikan. Fyi, penginapan disini hampir semuanya menggunakan sistem pembayaran per satu orang, bukan per villa atau per penginapan. Harga penginapan sendiri per orang paling murah dikenakan biaya 120ribu sudah termasuk makan 3 kali. Sedangkan untuk penginapan tanpa makan dikenakan biaya 60ribu per orang. Saya sendiri baru mencari penginapan saat H-5 berlibur, jadilah kami kehabisan tempat menginap. Udah kelimpungan sih dan hampir putus asa (halahh) untungnya salah satu penyewa homestay menawarkan saya untuk dicarikan rumah warga sekitar untuk menginap. Lumayannn.




Perjalanan panjang yang menghabiskan waktu sekitar hampir 8 jam itu terbayar lunas. Dan selamat datang di Desa Sawarna! \o/

to be continue...


xx,
agistianggi

Komentar

  1. Hooo. Seru juga ya Nggi perjalanan ke Sawarna nya. Beeerapa kaki baca di update status temen dan juga upload foto facebooknya tempatnya emang worth it. Semogaaa bisa ke sana suatu saat.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi, iya sebanding sama perjalanan panjangnya mas. Ayo kesana! :)

      Hapus
  2. Wooow sawarna... Kebetulan saya juga sudah pernah ke sana naik motor bareng temen2 dari bekasi di oktober 2012, jalannya memacu adrenalin sang pengemudi


    Salam kenal
    - www.backpackeralone.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh lebih seru touring ya, jalanannya 'wow'.
      Salam kenal juga, btw :D

      Hapus
  3. Pantai sawarna dimana ya mba? bisa dijadiin list ngebolang selanjutnya.

    salam kenal mba Anggi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. di Bayah, daerah lebak Banten titis. Salam kenal juga ;)

      Hapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …