Langsung ke konten utama

Juara I Kompetisi Menulis #GerakanAntiMiras


Sekitar 2 bulan yang lalu saya mengikuti kompetisi menulis yang diadakan oleh Organisasi #GerakanAntiMiras, dimana tema isi tulisan yang diusung harus bisa menjawab dengan baik dan jelas  2 (dua) pertanyaan umum, yakni:
  • Sejauh mana pemahaman masyarakat akan bahaya miras bagi diri sendiri dan lingkungannya
  • Bagaimana peran masyarakat dalam pernyebaran akan bahaya miras dan harapannya kepada pemerintah dalam mengkampanyekan serta menyikapi bahaya miras

Lalu, dengan berbagai bermodal referensi yang berisi informasi terkait, saya membuat sebuah artikel berjudul Lifestyle, Setenggak Miras dan Sehelai Nyawa. Nah, ternyata setelah hampir sebulan dan mendekati batas dateline yang semula ditentukan, melihat antusiasme peserta yang banyak maka lomba diperpanjang hingga 10 Juni lalu. 

Singkat cerita, pada Kamis pagi hari itu tiba-tiba notifikasi handphone saya berbunyi, ada sebuah mention di twitter. Ternyata tulisan saya menjadi satu dari sepuluh tulisan terbaik, dari keseluruhan peserta yang mencapai 132 tulisan. Waw!




Kemudian melalui akun twitter, panitia meminta para finalis untuk dapat hadir pada acara talkshow #AntiMiras yang akan dilakukan pada hari Jum'at, 21 Juni lalu di Steakologi, daerah Tebet Jakarta. Adapun pemenang dan penyerahan hadiah akan diumumkan pada hari yang sama.

Di Jum'at siang, setelah sempat ragu untuk menghadiri kantor berhubung hari itu saya juga kurang enak badan, lagi-lagi sebuah mention dari Ibu Ajeng @ajengkol membuat saya girang tak terkira. Lalu pergilah saya ke Ibu Kota..

Setelah melewati perjalanan padat merayap dari Serang-Tangerang-Jakarta, saya turun di daerah Pancoran untuk bertemu teman saya, Maulana Al Idrus. Ah, thank you so much! :')

Setibanya disana, tepat sekitar jam 7 malam, Steakologi mulai diramaikan dengan orang-orang yang mau mengikuti Talkshow #AntiMiras. Acara yang juga dihadiri oleh Wakil Ketua MPR, Bapak Lukman Saifuddin, Bapak Iqrak Sulhin Kepala Pusat Kajian Kriminologi FISIP UI, Bapak Hamdi Seorang Dosen Psikologi Universitas Indonesia dan juga beberapa narasumber lain memenuhi arena lantai 2 Steakology malam hari itu.

Acara dibuka oleh salah seorang juri @emcivic yang diawali dengan pembukaan dan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan pemenang penulisan blog.

Juara Tiga dengan judul tulisan...

Miras, Biang Keladi Penyakit Fisik dan Penyakit Masyarakat (Nia Haryanto)

Deg.


Bukan tulisan gue..

Juara Dua dengan judul tulisan...

Bagaimana pengaruh alkohol dalam miras bisa membuat seseorang saling membunuh satu sama lain (Ade Anita)



Deg.


Bukan tulisan gue..


Tangan saya mulai gemeteran..


Daaaan..

Juara pertama....

 Lifestyle, Setenggak Miras dan Sehelai Nyawa (Anggi Agistia)


Alhamdulillah :')

Dari awal diumumkan menjadi salah satu dalam kategori 3 besar aja rasanya udah seneng luar biasa, lalu kemudian dinobatkan jadi juara pertama rasanya luar biasa. Sedikit kikuk dan nggak nyangka. Kenapa? Soalnya banyak sekali tulisan-tulisan teman blogger lain yang bagus banget sampai ada yang bikin survey lewat kuesioner saat saya baca.

Ya, apapun hasilnya, saya bersyukur dan membawa pulang sebuah tablet Acer sebagai hadiahnya.





Terima kasih.

agistianggi

Komentar

  1. Selamat mbak! Saya tunggu tulisan berikutnya. Kalau bisa tentang rokok karena rokok sudah menjadi "penyakit" yang tak semua orang mau menyembuhkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mas mawi. Wah, soal rokok ya, mesti banyak referensinya nih. InsyaAllah kedepannya :)

      Hapus
  2. Selamat, ya! Semoga jadi makin semangat membuat tulisan yang bermanfaat :)

    BalasHapus
  3. Selamat buat Blogger Sejati yang selain rajin menulis juga punya passion positif.

    Salam Anti Miras!

    BalasHapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …