Langsung ke konten utama

Perihal 'Untung'



Untung..

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), untung artinya suatu keadaan yang telah digariskan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa bagi perjalanan hidup seseorang; singkatnya nasib. Sedangkan dalam bahasa Inggris, untung itu disebutnya 'lucky' .

Kata dasar dari ber-untung yang artinya kita mendapatkan suatu hal yang baik. Mendapatkan suatu kesempatan baik.

Entah kenapa setiap kali mendengar seseorang berkata ‘untung’ rasanya seringkali ada yang janggal, sedikit menggelitik dan tak jarang membuat bibir saya langsung tersenyum tak terkendali.


Untung.. 






‘Aku kemarin jadwal sidang pagi terus jalanan macet hampir-hampir telat, untung Pak Dosen ban mobilnya bocor dijalan’

‘Aku kemarin kecopetan, untung cuma hp jelek yang ke ambil, coba kalau dompetnya.. wah berabe harus urus surat ini-itu ke Kepolisian’

‘Aku kemarin jatuh dari motor, untung cuma spion yang patah’

Atau..

‘Kemarin sodaraku tabrakan sama mobil, untung cuma patah tulang sama jahit beberapa luka’


Untung.. 

Iya, tanpa sadar mungkin kita sering dengar kata-kata sejenis itu meluncur dari mulut seseorang, atau bahkan mulut kita sendiri. Kalau saya bilang sih, ‘Untung’ itu Indonesia banget. Entah apapun hal buruk yang terjadi pada diri kita, akan selalu ada hal-hal yang ‘di-untung-kan’. Iya, masih untung, kan?

Untung, sebuah kata yang baru belakangan ini saya sadari sebagai salah satu bentuk ungkapan rasa syukur. Semacam Alhamdulillah, kalau dalam agama Islam.

Bersyukur. Dari sebuah kata ‘untung’ ada sebuah makna tersirat untuk bersyukur atas setiap hal baik yang terjadi diatas hal-hal buruk.

Jadi, sekali lagi bersyukurlah..
 

#NoteForMySelf

Komentar

  1. kaya orang sunda aja ya, untung itu selalu di bawa-bawa, yang patah tulang di sebut untung, yang kecopetan di bilang untung ...
    padahal itu musibah lho, ga ada untung nya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itumah bukan sunda aja teh, tapi udah virus orang Indonesia rasanya. Kebetulan soalnya saya juga orang sunda teteh :P

      Hapus
    2. wahahaha bisa bahasa sunda dong ? saya dari garut teh .. tos dulu dong

      Hapus
    3. muhun atuh tiasa nyarios sunda mah, hihiy. *tossss*

      Hapus
  2. hidup itu sebab akibat, jadi apapun yang kita dapat itu sudah diatur.
    aku setuju dengan kata syukur, karena hal itu yang akan buat kita bahagia. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena dengan bersyukur kita juga akan mendapatkan lebih ya, mba ayu :)

      Hapus
  3. oh itu ya..terus gimana kalo nama orangnya untung..

    masa jadi gini " untung ada untung" hehe

    BalasHapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …