Langsung ke konten utama

Sebuah Analogi dari Sepotong Omlette

Kemarin saya membuat sebuah omlette, tapi disini saya bukan mau cerita resep bagaimana cara membuat omlette yang enak dengan bumbu rahasia. Bukan. 

“We can’t make an omelette without breaking eggs”

Kata-kata itu yang terpikirkan oleh saya kemarin. Seseorang tidak bisa membuat sebuah omlette tanpa memecahkan sebuah telur. Lalu saya mendefinisikan dimana 'jika kita ingin menjadi seseorang yang baru, kita harus keluar dari zona nyaman kita atau istilah kerennya 'comfort zone'. Disisi lain juga saya mendefinisikannya bahwa kadang-kadang kita perlu kehilangan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu. Iya kan?

Seorang teman pernah berdiskusi panjang dengan saya disuatu sore. Dia bilang, there is no growth in comfort zone, and there is no comfort in growth zone. 'Nggak ada pertumbuhan di zona nyaman, dan nggak ada kenyamanan dalam zona pertumbuhan'. Dan pertumbuhan identik dengan growing up, ya?

Saya tidak menyanggah ataupun membenarkan, karena saya juga punya pembenaran sendiri akan hal ini. Tapi secara garis besar saya pun mengamini. Iya, setuju. 

Lagi, hidup cuma soal pilihan, pilihan dan pilihan. Dan kehidupan adalah serangkaian panjang pilihan, hasil juga konsekuensi.

Life offers no guarantee to you, kalau saya bilang sih. Nggak ada jaminan kalaupun kita memilih melakukan hal-hal yang benar sepanjang waktu lalu akan menjadikan kita selalu bahagia kan? Apalagi sebaliknya. Nggak ada jaminan seperti apa hidup kita kemudian, apakah besok lusa kita masih hidup atau hanya nama tak beraga. Who's know?

Seperti yang di awal saya katakan tadi,“We can’t make an omelette without breaking eggs”. Kita nggak tau setelahnya apakah omlette yang kita buat akan jadi enak. Kita nggak tahu apa omlette yang kita buat akan terlalu asin, terlalu hambar atau bahkan hangus terbakar..

Tapi setidaknya makan omlette lebih baik daripada makan telur mentah, kan?

kecuali kita mencobanya, meramu resepnya, memberikan bumbu agar enak rasanya.

Pada akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa apapun yang terjadi itu tergantung pada diri kita sendiri. Kita mau mencoba membuat perubahan atau mau diam dalam kenyamanan dan berharap untuk tidak ada perubahan.

Anggi, kamu mau makan omlette atau telur mentah?


#NoteTomySelf
 

Komentar

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …