Langsung ke konten utama

TERIMA KASIH; Perihal terima, lalu kasih


“To get what you want, you have to give.”  Its mean that ‘give’ is one of the best ways to ‘get’ what you want.
Terima kasih..
Bukan hal yang asing rasanya ditelinga saat mendengar seseorang atau bahkan lidah kita sendiri mengucap kedua kata ini. Terima dan kasih. Terima kasih. Saat orang lain melakukan sesuatu hal untuk kita, terima kasih adalah salah satu ungkapan tulus yang bisa kita ucapkan sebagai salah satu bentuk penghargaan atas bantuan mereka. Atau, saat kita melakukan sesuatu untuk orang lain, disadari ataupun tidak, kita juga mengharapkan kata ‘terima kasih’ sebagai bukti atas apa yang kita lakukan telah mereka hargai.
Terima kasih..


Dalam ajaran agama bahkan kata terima kasih dijadikan suatu perumpamaan untuk bersedekah, dimana setelah kita ‘terima’ (menerima) lalu kita wajib untuk ‘kasih’ (memberi). Sebuah buku yang pernah saya baca, The Secret, mengulas perihal dimana jika kita memberi lebih banyak maka kelak kita akan menerima lebih banyak. The Secret sendiri seperti yang banyak orang tau, merupakan sebuah buku yang menggambarkan hubungan antara kekuatan pikiran manusia dan alam semesta. Hukum tarik-menarik, katanya.
Rumusnya gampang. Kalau menurut orang padang, 2 + 2 = 7 karena 3 sisanya adalah keuntungan. Untuk memberi (dalam hal ini sedekah) katanya rumusnya adalah 2 + 2 = 40. Kenapa? Karena setiap satu hal yang kita beri akan dikalikan 10.
Tidak hanya itu, dalam soal rasa, lebih banyak cinta yang kita beri maka akan lebih banyak juga kasih yang kita terima.
Jadi, mari kita berjanji pada sendiri jika kita banyak ‘terima’, maka akan banyak juga ‘kasih’ yang kita beri.
#notetoself

Komentar

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …