Langsung ke konten utama

Damn, I Love Bandung!

Home to hundreds of thousands of people, Bandung is the capital hub that reflects the other influences in town. Major shopping malls, business hotels, caf├ęs and a multitude of mobile phone retail or electronic outlets thread the main thoroughfares mainly road. 



There are periods of relative calm but you’ll find the place most lively in the early morning, when the farmers bring harvests into the city, flower growers spread baskets of blooms and freshly picked petals across the entrance at lembang , and the fruit sellers beckon you towards their teetering displays of tropical produce ..in Bandung.

The streets alongside the markets are equally appealing for determined shopper. Jalan Riau is adorned with a lot of a ready-to-wear clothing or people usually called ‘factory outlet’, and the ease at which one can bargain for beautiful fashion items and table linen in happy conversation is all part of the experience. Here you always reach a compromise with a smile. Only in Bandung.

Yet Bandung is not just about shopping – it is also very much a cultural centre and historical places, both as the guardian of Bandung history and the cradle of its contemporary talents. At Supratman Road, all the remains of the royal palace is a Gedung Sate, while the Pos Museums its next to it. 

Jalan Asia-Afrika and Jalan Braga are a glorious tree-lined avenue that houses dozens of head offices, government agencies, bank headquarters and some other cultural-hotels. On pretty side streets there are the building of Asian-Africa Conferences and Meja Bundar Conferences.

There are really a lot of fun places, actually. But I wouldn't go back, if I could. Not yet. 

Later, maybe.. 



Someday.. 

One day!

Komentar

  1. Sayang sekali, Bandung udah begitu padat. :( Macet gak terhindarkan di beberapa ruas jalan. Udah gitu jalan banyak yang rusak. Traffic Light sering mati di beberapa titik. Pembangunan gedung tinggi seperti hotel dan apartemen baru terus2an aja berlangsung. Heran deh, kok izinnya bisa dikasih ama Pemda.... :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bandungku dulu memang tak begini :( Tapi mau gimana juga aku tetep cinta sama Bandung atuda ih :(

      Hapus
  2. yap padahal gue newcomer di bandung..tapi langung cinta bandung juga hehe

    BalasHapus
  3. damn, kendala bahasa euy bacanya inih :3 nyeret kamus dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. aduh iye teh malah disodorin kamus janda (jawa-sunda) abdi mah teu ngarti atuh eneng

      Hapus
  4. ahhh bandungggggggg... pengen kesana (lagi)

    BalasHapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …