Langsung ke konten utama

Ilmu dari Talkshow dan Nongkrong #AntiMiras

Acara pada malam hari itu dimulai tepat pada pukul 7 di Steakology, Kawasan Tebet Jakarta. Dihadiri oleh para penggerak #GerakanAntiMiras, beberapa juri diantaranya ada Uni @fahiraidris, Ibu @ajengkol, Bapak @eshape, Bapak @amriltg, dan Bapak @emcivic. Acara yang juga dihadiri oleh Wakil Ketua MPR, Bapak Lukman Saifuddin, Bapak Iqrak Sulhin (Kepala Pusat Kajian Kriminologi FISIP Universitas Indonesia), Bapak Hamdi (Dosen Psikologi Universitas Indonesia) dan juga beberapa narasumber lain yang turut membagi ilmu dan sharing seputaran permasalahan ini.

Rasanya, alkohol bukan lagi hal yang tabu untuk dibicarakan oleh anak muda jaman sekarang. Image 'keren' atau 'gaul' yang sengaja dilekatkan kepada peminum seolah sudah menjadi sebuah tolak ukur. Miris. 'Nggak keren kalo nggak mabok. Atau, boleh minum kok asal nggak sampai mabok', adalah mantra sakti perusak moral anak bangsa. Padahal satu teguk alkohol yang diteguk seseorang, konon sudah menghilangkan tingkat kesadaran sebesar 20%.



Bapak Iqrak Sulhin dalam sambutannya menyebutkan beberapa kaitan antara alkohol dan determinan residivisme. Pertama, adalah bahwa tingkat pendidikan, pekerjaan dan tingkat ekonomi tidak mempengaruhi seseorang menjadi peminum minuman keras. Kedua, faktanya peristiwa kejahatan berhubungan secara signifikan terhadap pemakaian alkohol dan narkoba. Lantas apa yang jadi pemicunya? Salah satu faktor utamanya, lingkungan. Dalam hal ini memang tidak bisa dipungkiri lagi bahwa lingkungan lah yang bisa mempengaruhi perilaku serta kebiasaan seseorang, termasuk hal mencoba mengkonsumsi minuman keras dan beralkohol.

Adapun para peminum yang digolongkan mempunyai tingkat ekonomi menengah ke atas sudah termasuk ke dalam 'Youth Culture' alias Budaya Anak Muda. See?  Sangat disesalkan memang jika tempat nongkrong anak muda kini, termasuk cafe, resto, bahkan minimarket retail, menjajakan miras dengan sangat bebas tanpa pengawasan. Hal ini sebetulnya sudah mendapat tanggapan dari Pemerintah, Kementrian Perdagangan dalam pemberitaan media sudah mengungkapkan akan menertibkan retail yang menyimpang dari peraturan.

Diperlukan adanya suatu sinergi besar untuk bisa mengatasi permasalahan satu ini memang. Pemantauan pendirian waralaba berada dibawah wewenang pemda, yakni Bupati dan Gubernur. Selanjutnya tugas para pemerintah daerah dan instansi berwenang terkait yang harus melakukan pengawasan ketat akan pelaksanaan peraturan oleh retail-retail bersangkutan. Pun diperlukan adanya suatu sanksi tegas bagi para retail yang melanggar aturan, entah itu ditutup sementara atau dicabut ijin dagangnya.




Bapak Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Ketua MPR RI yang juga merupakan Wakil Ketua Umum DPP PPP, mengatakan bahwa saat ini sudah ada dua fraksi di DPR yang mendukung untuk segera diterbitkannya UU Miras. Beliau juga mengungkapkan harapannya agar kelak peraturan terkait dapat segera di godok secara serius. "Selain Pemerintah, peranan Pers dan masyarakat secara umum pun turut ambil andil dalam upaya membatasi peredaran dan konsumsi miras dikalangan anak muda', tuturnya.

Seorang narasumber lain, Bapak Akmal Syafril Dosen Universitas Ibnu Khaldun, menegaskan bahwa dalam sudut pandang mana pun terlebih dalam kajian agama Islam, meminum minuman keras baik sampai mabuk maupun tidak tetap saja haram dan berbahaya. Lebih banyak keburukan daripada manfaatnya.

Adapun dalam waktu dekat ini Gerakan Anti Miras akan dideklarasikan sebagai sebuah gerakan Nasional hingga ke seluruh Indonesia. Selanjutnya akan diadakan sejumlah diklat dan penyuluhan kepada sekolah-sekolah bagi pelajar maupun mahasiswa terkait dengan bahayanya miras.

Ya, harapannya adalah semoga dengan adanya gerakan serta tindakan nyata untuk menekan tingkat peredaran minuman keras di masyarakat dengan akses yang sangat mudah ini sebagai suatu bentuk kontrol sosial, kelak peredaran minuman ini dapat dikontrol baik dari sisi penjual maupun pembelinya. Semoga.



***


Oke, setelah hampir 2 minggu Pengumuman Lomba Blog dan Talkshow #AntiMiras 21 Juni 2013 lalu, hampir aja kelupaan kalau saya belum tulis isi talkshow waktu itu.. Eng.. lupa, seperti biasa.

Komentar

  1. rasanya miras juga gak enak

    BalasHapus
  2. Nggak enak tapi tetep banyak yang konsumsi ya, heran :(

    BalasHapus
  3. itulah mbak anggi faktor halusinasi suggesti, atas nama persahabatan, keren n gaul, daripada naikin harga BBM mending naikin harga miras n rokok jadi selangit, biar saya masih betah ngerokok, pasti saya dukung deh

    BalasHapus
  4. iya sik, harga rokok juga harusnya dinaikin jadi 50ribu per bungkus gitu ya :(

    BalasHapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …