Langsung ke konten utama

Menjamurnya Salon Internasional; Tantangan atau Peluang? [#10daysforASEAN-1]

Seperti yang diketahui bersama bahwa ASEAN Community (Komunitas ASEAN) kini sudah didepan mata, siap mewujud menjadi nyata dalam 2 tahun pada 2015 mendatang. Ya, Komunitas ASEAN merupakan sebuah organisasi internasional di kawasan Asia Tenggara yang mempunyai tujuan menyatukan seluruh warga didalam kawasannya dimana terdapat aliran bebas barang, jasa, investasi, dan tenaga kerja terampil, serta aliran modal yang lebih bebas menjadi satu komunitas. Sesuai semboyan ASEAN,  yakni One Vision, One Identity, One Community.



Adapun prinsip yang menjadi landasan Komunitas ASEAN, yakni people to people interaction, dimana kebebasan interaksi menjadi landasan utama yang mencakup berbagai bidang seperti bidang teknologi, perdagangan dan kerjasama disegala bidang. Nah, ternyata hal ini juga membuat para warga di negara ASEAN bebas bekerja di kawasan Asia Tenggara, termasuk mendirikan usaha atau pelayanan jasa mereka di negara ASEAN.

Tidak terbatas pada usaha besar saja tentunya, usaha atau jasa kecil pun tidak tertutup kemungkinan bisa dikembangkan oleh para warga ASEAN. Sebagai contoh kecil, bukan hal yang mustahil kelak mulai bermunculannya cabang salon-salon kecantikan dari Thailand atau negara tetangga pada tiap kota di Indonesia. Nah, selain melihat dari sisi persaingan yang semakin berat, tentu kita juga harus melihat peluang dan tantangan yang besar atas terjadinya perubahan-perubahan.

Salon-salon lokal Indonesia memang sudah cukup banyak, mulai dari salon pinggir jalan sampai salon kelas atas yang menawarkan harga tinggi. Jika melihat tantangan dari persaingan masuknya salon-salon bertaraf Internasional, tidak tertutup kemungkinan salon lokal akan kalah saingan jika tidak menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Kabar baiknya adalah bahwa Indonesia mempunyai begitu banyak potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang luar biasa. Sebut sajalah aneka jenis perawatan atau produk lokal yang berasal dari ramuan tradisional diberbagai penjuru Negri. Tugas selanjutnya adalah agar terus dapat mengembangkan dan memanfaatkan potensi yang ada, meningkatkan kompetensi sumber daya manusianya dan tentunya tingkat pelayanan pelanggannya.

sumber gambar

Persaingan bukanlah lagi hal yang perlu ditakutkan, justru dengan ini masyarakat Indonesia harus dengan pintar mencari satu demi satu peluang yang dapat dikembangkan. Selanjutnya, Pemerintah pun turut serta dalam pembangunan dan melakukan sosialisasi gencar serta pelatihan sebagai salah satu upaya menyambut Komunitas ASEAN 2015. Bayangkan, jika semua lapisan masyarakat dan pemerintah seiring sejalan, akan banyak sekali manfaat dari segi ekonomi yang ditimbulkan setelah terciptanya Komunitas ASEAN.



Komentar

  1. salon luar negeripun sampe disini? tukang cukur rambut yg pasti tetep exis hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, setelah KEA nanti diberlakukan bukan hal yang mustahil kalau ada orang thailand bikin salon atau restoran khas negaranya :D

      Hapus
    2. kalo resto mah korea udah masuk wkwk..
      korea ga termasuk KEA yee hehe

      Hapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …