Langsung ke konten utama

Fathimahkan dirimu, Ali-lah kekasihmu..


Entah berasal dari buku apa dan buku siapa, saya mendapat capture tulisan ini beberapa waktu lalu dari twitter.

“Ketika kita mengharap dipertemukan dengan jodoh yang mulia, berusahalah mulai sekarang untuk memuliakan diri”

Siapa sih orang yang nggak berharap dipertemukan dengan jodoh terbaik? Rasanya nggak ada satu manusia pun yang ingin mempunyai teman hidup yang ‘buruk’, bahkan seorang berandalan atau orang paling jahat didunia pun rasanya ingin berjodoh dengan yang baik, setidaknya menurut pemikiran mereka sendiri. Dalam sebuah ta’lim yang biasanya saya datangi setiap minggu sore, Ustadz bilang kelak jodoh kita adalah gambaran diri kita sendiri. Untuk itu, jika mengharap dipertemukan jodoh yang mulia, kita sendiri yang harus berusaha untuk memuliakan diri, memperbaiki dulu kualitas pribadi.

“Karena inilah janji Allah; Orang baik akan dipertemukan dengan orang baik

Di salah satu arti ayat surat Al-Qur’an saya memang pernah membaca, bahwa orang baik akan dipertemukan dengan jodoh yang baik pula. Pun begitu sebaliknya. Bukan hal yang mudah kelihatannya memang, tidak ada suatu standar akan tingkat ‘kebaikan’ atau iman seseorang, tapi setidaknya secara pribadi kita bisa menilai nilai akan diri sendiri.

Muhammad-kan dirimu, agar Allah meng-Khadijahkan jodohmu. Fathimahkan dirimu, agar Allah meng-Alikan kekasihmu.



Memperbaiki diri, memantaskan diri, agar kelak Yang Maha Punya memberi kita jodoh yang pantas pula. Insya Allah..
 
 
 
 
#EdisiGalau eh #EdisiReligi

Komentar

  1. iya kak, maka nya sy selalu tanamkan utk tidak tidur setelah subuh biar punya suami yg juga gk tidur habis subuh. wkwk *apasih

    semoga dapat yg kayak ali mskipun bukan fatimah. wkwkw

    BalasHapus
  2. Lah hubungannya apa, lucky? haha :|
    Iya iya, nama saya emang anggi bukan fatimah :))

    BalasHapus
  3. amin moga2 dapet calon terbaik nggeh

    BalasHapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …