Langsung ke konten utama

Peri..

Kebanyakan anak kecil pasti percaya akan adanya sosok peri. Ada yang membayangkan peri itu cantik, berambut panjang, bersayap, menggunakan mahkota, membawa sebuah tongkat ajaib ataupun aneka imajinasi lainnya. 

Kata Putri, Peri itu berkulit putih dan tinggi, ia mengenakan gaun panjang berwarna pink dengan mahkota dan tak lupa tongkat pink yang menyala ketika kita mengucapkan permohonan.

Kata Icha, Peri itu cantik juga baik hati. Selalu mewujudkan apapun keinginan kita. Selalu setiap saat datang dan menemani kita jika memanggil namanya.

Tapi anehnya ada satu anak yang selalu mengatakan bahwa Peri itu tidak pernah ada. Ia tidak pernah percaya kisah Peri baik hati yang diceritakan Ibu guru dari buku-buku cerita. Di sekolah ia selalu berdebat jika ada temannya yang menceritakan kisah tentang Peri menebar bahagia ataupun suka cita.

Pic source
 ***

Ketika berumur 5 tahun, Ayahnya pernah bertanya, 'Nak, kamu percaya Ibu Peri itu ada?'

'Iya yah, kata guruku Ibu Peri itu cantik dan baik hati.'

'Nanti Ayah bawakan Ibu Peri untukmu ya. Ia akan menjaga kamu, menggantikan Mama yang sekarang berada di surga', kata Ayah.

'Asyikkkkkkk! Aku akan bercerita pada semua temanku kalau aku punya Ibu Peri, Ayah!' jawab anak itu berbinar.

*** 

Ya, anak itu percaya akan adanya Peri. Tapi itu dulu, dulu, sebelum Ibu Peri (yang katanya baik hati) membuat kulitnya biru lebam-lebam disekujur badan.

*** 

Terlintas dari kian maraknya kasus penyiksaan anak oleh orang tuanya sendiri. Be wise, people..

Komentar

  1. ibu tiri cua sayang kepada ayah ku saja :(((

    BalasHapus
  2. wah aendingnya malah biru lebam :(

    BalasHapus
  3. Endingnya mengenaskan :(
    Mari selamatkan anak-anak Indonesia dari kekerasan orangtua-nya.

    Alhamdulillah.. anakku sudah yakin bahwa peri itu hanya ada di film Barbie, sehingga ia tidak mengidolakan tokoh hayalan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, anak-anak sering menonton film fantasi ya pak yang jadi tokoh idolanya.

      Hapus
  4. bermula dari kesalahan ayah memberikan pemahaman rupanya.
    tapi klo menurut orang jawa, peri itu = kuntilanak :3

    BalasHapus
  5. Hehe, waah ada enaknya juga tu. Kesabaran si anak diuji, pahalanya tanpa batas katanya. Hehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sayangnya banyak anak yang nggak berdosa kehilangan nyawa, ck.

      Hapus
  6. duh, dpt ibu peri yg jahat :(
    semoga nanti anak itu dpt jodoh seorang pangeran seperti pd akhir cerita di negeri dongeng..

    BalasHapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …