Langsung ke konten utama

Secepat Kilat; Waktu

Pohon yang ditanam akan menghasilkan beberapa ranting yang tumbuh bersama, seiring waktu berlalu jarak mereka akan semakin berjauhan walaupun masih dalam pohon yang sama. Begitu pun dengan teman-teman..

Beberapa teman yang kita temui saat jaman sekolah dulu, teman kampus, teman rumah, teman les, atau bahkan teman-nya-teman, mungkin beberapa diantaranya masih ada yang kerap menjalin hubungan baik, tapi tak jarang juga sisanya banyak yang kehilangan kontak sama sekali. Selepas SMA atau selepas kuliah, beberapa dari kami masih ada yang sering berkumpul, sisanya hilang entah kemana. Dengan setiap kegiatan dari kehidupan masing-masing yang berbeda, menjadikan frekuensi bertemu juga semakin jarang.

pic from here
Saya baru sadar, kalau ibarat pohon, ranting-ranting itu semakin membesar, menjauh, menghasilkan ranting-ranting kecil lainnya. Tidak, ini bukan hanya soal beberapa teman yang sudah mempunyai anak. Menghasilkan ranting bisa jadi berarti dia sudah berhasil mendapatkan 'sesuatu' entah dalam bentuk materi maupun non-materi. Ada yang sudah menikah, lulus, melanjutkan kuliah, pindah ke kota lain, punya anak dan lain sebagainya. Beberapa ranting yang dulu makan berdua sepiring, sekarang banyak yang terasa asing. 

Ya gitu deh, time goes on and so does life. Waktu terus berjalan maju, ada yang tinggal, ada juga yang pergi, orang-orang yang berada disekeliling kita juga banyak yang berganti. Ya mau gimana lagi, suka tidak suka, mau tidak mau, toh tetap terjadi. Kadang lucu rasanya seperti kehilangan banyak teman, tapi nggak juga sih, mungkin sudah punya prioritas yang nggak sama lagi.

Saat terakhir berkumpul bersama teman-teman, saya mendengarkan.. ada yang bercerita soal kesibukan pekerjaannya, tentang pacar barunya, ada juga tentang rencana pernikahnnya bahkan cerita tentang perkembangan anak pertamanya. Ya, time goes on and so does life. Ada yang berjalan secepat kilat; waktu. Sampai seorang teman bertanya, 'Lalu bagaimana dengan kamu?'


Aku?

Komentar

  1. Tapi kadang sehari rasa sewindu mbak... :(((

    BalasHapus
    Balasan
    1. sometimes, we hope the days come easy and the moments pass slow gitu kali ya? hihi

      Hapus
    2. Iyaa.... Betul3x, begitu mbak!! Wkwk :D

      Hapus
  2. Terkadang perasaan secepat kilat waktu itu muncul ketika sadar belum melakukan apa-apa yang bermanfaat, atau membuang-buang waktu yang merugikan diri sendiri, dan kemudian berharap waktu bisa diputar kembali.

    Sedangkan mereka yang membuat sesuatu yang bermanfaat atau sedang dalam proses punya perasaan yang berbeda yaitu ingin segera waktu berputar cepat, agar bisa segera melihat GOAL-nya, dan menikmatinya.

    Hanya beda sudut pandang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pak, sebenarnya hanya perbedaan sudut pandang dari tiap-tiap orang tadi ya, seperti yang saya bilang diatas bahwa seiring berjalannya waktu prioritas seseorang juga berbeda-beda.

      Hapus
  3. bagaimana dengan kak anggi? :p
    aq juga gitu teman2 paling biasanya hanya saling sapa di group FB ato pas lebaran baru bisa kumpul ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku? haha, masih mencoba berjalan perlahan menuju tujuan pik ;)

      Hapus
  4. Teman sejati hanyalah amal. Sedangkan teman-teman, kerabat dll, akan menjauhi kita nantinya. Atau bahkan kita yang akan menjauh dari mereka.

    BalasHapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …