23 September 2013

Secepat Kilat; Waktu

Pohon yang ditanam akan menghasilkan beberapa ranting yang tumbuh bersama, seiring waktu berlalu jarak mereka akan semakin berjauhan walaupun masih dalam pohon yang sama. Begitu pun dengan teman-teman..

Beberapa teman yang kita temui saat jaman sekolah dulu, teman kampus, teman rumah, teman les, atau bahkan teman-nya-teman, mungkin beberapa diantaranya masih ada yang kerap menjalin hubungan baik, tapi tak jarang juga sisanya banyak yang kehilangan kontak sama sekali. Selepas SMA atau selepas kuliah, beberapa dari kami masih ada yang sering berkumpul, sisanya hilang entah kemana. Dengan setiap kegiatan dari kehidupan masing-masing yang berbeda, menjadikan frekuensi bertemu juga semakin jarang.

pic from here
Saya baru sadar, kalau ibarat pohon, ranting-ranting itu semakin membesar, menjauh, menghasilkan ranting-ranting kecil lainnya. Tidak, ini bukan hanya soal beberapa teman yang sudah mempunyai anak. Menghasilkan ranting bisa jadi berarti dia sudah berhasil mendapatkan 'sesuatu' entah dalam bentuk materi maupun non-materi. Ada yang sudah menikah, lulus, melanjutkan kuliah, pindah ke kota lain, punya anak dan lain sebagainya. Beberapa ranting yang dulu makan berdua sepiring, sekarang banyak yang terasa asing. 

Ya gitu deh, time goes on and so does life. Waktu terus berjalan maju, ada yang tinggal, ada juga yang pergi, orang-orang yang berada disekeliling kita juga banyak yang berganti. Ya mau gimana lagi, suka tidak suka, mau tidak mau, toh tetap terjadi. Kadang lucu rasanya seperti kehilangan banyak teman, tapi nggak juga sih, mungkin sudah punya prioritas yang nggak sama lagi.

Saat terakhir berkumpul bersama teman-teman, saya mendengarkan.. ada yang bercerita soal kesibukan pekerjaannya, tentang pacar barunya, ada juga tentang rencana pernikahnnya bahkan cerita tentang perkembangan anak pertamanya. Ya, time goes on and so does life. Ada yang berjalan secepat kilat; waktu. Sampai seorang teman bertanya, 'Lalu bagaimana dengan kamu?'


Aku?

9 komentar:

  1. Tapi kadang sehari rasa sewindu mbak... :(((

    BalasHapus
    Balasan
    1. sometimes, we hope the days come easy and the moments pass slow gitu kali ya? hihi

      Hapus
    2. Iyaa.... Betul3x, begitu mbak!! Wkwk :D

      Hapus
  2. Terkadang perasaan secepat kilat waktu itu muncul ketika sadar belum melakukan apa-apa yang bermanfaat, atau membuang-buang waktu yang merugikan diri sendiri, dan kemudian berharap waktu bisa diputar kembali.

    Sedangkan mereka yang membuat sesuatu yang bermanfaat atau sedang dalam proses punya perasaan yang berbeda yaitu ingin segera waktu berputar cepat, agar bisa segera melihat GOAL-nya, dan menikmatinya.

    Hanya beda sudut pandang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pak, sebenarnya hanya perbedaan sudut pandang dari tiap-tiap orang tadi ya, seperti yang saya bilang diatas bahwa seiring berjalannya waktu prioritas seseorang juga berbeda-beda.

      Hapus
  3. bagaimana dengan kak anggi? :p
    aq juga gitu teman2 paling biasanya hanya saling sapa di group FB ato pas lebaran baru bisa kumpul ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku? haha, masih mencoba berjalan perlahan menuju tujuan pik ;)

      Hapus
  4. Teman sejati hanyalah amal. Sedangkan teman-teman, kerabat dll, akan menjauhi kita nantinya. Atau bahkan kita yang akan menjauh dari mereka.

    BalasHapus


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...