Langsung ke konten utama

Entah mau diberi judul apa..


Jet lag, mungkin istilah yang sedikit kurang tepat jika harus dibandingkan dengan apa yang terjadi dalam 2 minggu kebelakang. Mulai dari urusan keluarga, orang tua, soal kerjaan, masalah dengan teman, perkuliahan dan berapa hal-hal kecil yang juga ikut campur bikin mood saya berantakan. Kalau udah gini, BAM! udah deh suka lupa segalanya, mendadak migrain, sakit, moody, segala yang jelek-jelek keluar. Dan, yang lebih menyebalkan, suka mulai banding-bandingin kondisi masa lalu sama masa sekarang.

Ya, awalnya terpaksa sih atau secara nggak sengaja aja karena segala sesuatu tentang masa kini kan nggak bisa lepas dari masa lalu. Hmm, bukannya nggak bisa move on, cuma bercermin pada masa lalu juga terkadang memang harus.. siapa tahu ada hal buruk yang harus diperbaiki atau barangkali ada hal baik yang mesti diteruskan. Sesekali menoleh ke belakang boleh kok. yang nggak boleh itu nelpon mantan, apalagi minta balikan… *halahhh* *krikrikkk*


Jadi inti ceritanya lagi galau segalau galaunya. Udah sih gitu aja. Titik. Bawaannya segala males, mendadak was-was, jadi moody, imbasnya? ya ke orang-orang sekitar.. juga kerjaan banyak yang terbengkalai, tugas kuliah banyak yang terlupakan sampai akhirnya disindir dosen karena ketauan nyontek sebelum masuk kelas, ck! memalukan memang.

Minggu ini juga dihadapkan (lagi) pada satu pilihan besar, dimana nanti keputusannya bakal berimbas besar pada hidup saya keseluruhan. Tapi kemarin malam… sejenak saya diam, bertanya pada diri sendiri, berdialog dengan pikiran sendiri, "Sebetulnya, apa sih yang kamu mau?” dan saya tidak bisa menjawab. Atau belum bisa. Atau sebenarnya bisa tapi terlalu banyak hal yang memenuhi pikiran dan membuat saya tidak mau melihat, mendengar dan menerima kenyataan. Bisa juga saya-nya yang masih belum berani pergi ke mana-mana, meskipun sudah banyak hal yang saya tinggalkan, lupakan dan saya kubur jauh-jauh.

Kemudian sekarang sebetulnya saya sedang berpura-pura untuk lupa, saya buka folder musik di tab, pasang satu album depapepe di playlist winamp. Hampir lima lagu berlalu, tulisan ini hampir mencapai titik akhir, dan saya masih belum punya jawaban apa-apa..

Kalau diluar sana saya masih belum bisa merasa nyaman dengan lingkungan sekitar yang terasa begitu asing, paling tidak di tempat ini, di ruangan kurang dari 4 meter ini saya tahu apa yang saya lakukan, apa yang saya makan. Tempat saya merasa aman. Oh ya, tapi sejauh ini ada dua tempat lagi yang menurut saya paling nyaman. Di atas sepeda motor. Saat dalam perjalanan-kemanapun-itu, dengan seseorang yang bisa saya peluk erat dari belakang tanpa satu pun kata. Hanya diam, memegang tangan, mencoba menenangkan. Atau, di depan laptop. Saat saya berada dikamar sendirian atau diam dipojok sebuah warung kopi sambil menatap senyum seseorang di layar video call. Wajah seseorang yang selalu yakin bahwa saya bisa melewati entah apapun ini, dan meyakinkan saya untuk tidak perlu lagi takut menghadapi semuanya.


ah, sudahlah, tulisan ini nggak jelas arah tujuannya, abaikan saja. semangat ya, nggi!



Sekian!

Komentar

  1. itu bonceng tukang ojek yaa maksunya yg dipeluk erat dari belakang hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. atuhlah pik masa iya tukang ojek (.____.)

      Hapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …