6 Oktober 2013

Entah mau diberi judul apa..


Jet lag, mungkin istilah yang sedikit kurang tepat jika harus dibandingkan dengan apa yang terjadi dalam 2 minggu kebelakang. Mulai dari urusan keluarga, orang tua, soal kerjaan, masalah dengan teman, perkuliahan dan berapa hal-hal kecil yang juga ikut campur bikin mood saya berantakan. Kalau udah gini, BAM! udah deh suka lupa segalanya, mendadak migrain, sakit, moody, segala yang jelek-jelek keluar. Dan, yang lebih menyebalkan, suka mulai banding-bandingin kondisi masa lalu sama masa sekarang.

Ya, awalnya terpaksa sih atau secara nggak sengaja aja karena segala sesuatu tentang masa kini kan nggak bisa lepas dari masa lalu. Hmm, bukannya nggak bisa move on, cuma bercermin pada masa lalu juga terkadang memang harus.. siapa tahu ada hal buruk yang harus diperbaiki atau barangkali ada hal baik yang mesti diteruskan. Sesekali menoleh ke belakang boleh kok. yang nggak boleh itu nelpon mantan, apalagi minta balikan… *halahhh* *krikrikkk*


Jadi inti ceritanya lagi galau segalau galaunya. Udah sih gitu aja. Titik. Bawaannya segala males, mendadak was-was, jadi moody, imbasnya? ya ke orang-orang sekitar.. juga kerjaan banyak yang terbengkalai, tugas kuliah banyak yang terlupakan sampai akhirnya disindir dosen karena ketauan nyontek sebelum masuk kelas, ck! memalukan memang.

Minggu ini juga dihadapkan (lagi) pada satu pilihan besar, dimana nanti keputusannya bakal berimbas besar pada hidup saya keseluruhan. Tapi kemarin malam… sejenak saya diam, bertanya pada diri sendiri, berdialog dengan pikiran sendiri, "Sebetulnya, apa sih yang kamu mau?” dan saya tidak bisa menjawab. Atau belum bisa. Atau sebenarnya bisa tapi terlalu banyak hal yang memenuhi pikiran dan membuat saya tidak mau melihat, mendengar dan menerima kenyataan. Bisa juga saya-nya yang masih belum berani pergi ke mana-mana, meskipun sudah banyak hal yang saya tinggalkan, lupakan dan saya kubur jauh-jauh.

Kemudian sekarang sebetulnya saya sedang berpura-pura untuk lupa, saya buka folder musik di tab, pasang satu album depapepe di playlist winamp. Hampir lima lagu berlalu, tulisan ini hampir mencapai titik akhir, dan saya masih belum punya jawaban apa-apa..

Kalau diluar sana saya masih belum bisa merasa nyaman dengan lingkungan sekitar yang terasa begitu asing, paling tidak di tempat ini, di ruangan kurang dari 4 meter ini saya tahu apa yang saya lakukan, apa yang saya makan. Tempat saya merasa aman. Oh ya, tapi sejauh ini ada dua tempat lagi yang menurut saya paling nyaman. Di atas sepeda motor. Saat dalam perjalanan-kemanapun-itu, dengan seseorang yang bisa saya peluk erat dari belakang tanpa satu pun kata. Hanya diam, memegang tangan, mencoba menenangkan. Atau, di depan laptop. Saat saya berada dikamar sendirian atau diam dipojok sebuah warung kopi sambil menatap senyum seseorang di layar video call. Wajah seseorang yang selalu yakin bahwa saya bisa melewati entah apapun ini, dan meyakinkan saya untuk tidak perlu lagi takut menghadapi semuanya.


ah, sudahlah, tulisan ini nggak jelas arah tujuannya, abaikan saja. semangat ya, nggi!



Sekian!

2 komentar:

  1. itu bonceng tukang ojek yaa maksunya yg dipeluk erat dari belakang hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. atuhlah pik masa iya tukang ojek (.____.)

      Hapus


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...