Langsung ke konten utama

Tips Bagi Wanita yang Sering Bepergian Sendirian

Berangkat dari pengalaman beberapa hari yang lalu dimana handphone saya hampir saja berpindah tangan saat menaiki bis malam dari Bandung menuju Merak. Dari awal pulang dari Bandung entah kenapa memang bawaannya nggak enak hati. Di bis pun penumpang nggak seperti weekend biasa saya pulang selalu ramai. Sebelum bis berangkat, seperti biasa, saya membaca doa agar sampai tujuan dengan selamat. Disamping saya pun duduk seorang bapak, ini juga karena saat awal datang saya memilih duduk dekat jendela jadi sebelah saya kosong. Setelah membayar ongkos bis, saya pun tertidur.

Saat ditengah perjalanan, sekitar tol cikupa, saya sempat terbangun dan menyadari kalau orang sebelah saya sudah berganti. Deg. Rasa was-was itu mulai muncul lagi, deg-degan sepanjang jalan. Gerak-gerik orang ini mencurigakan, dia duduk bergeser-geser ke arah saya padahal tempat duduknya cukup luas kan untuk sendiri. Saya takut orang ini hendak berbuat 'senonoh' atau sejenisnya. Karena merasa nggak aman, akhirnya ditengah perjalanan saya berpindah ke depan, persis dibelakang supir. Salahnya, saya sempat mengecek handphone yang saya simpan di celana, lalu menyimpannya di tas.

Entah bagaimana ceritanya, pokoknya saya tertidur lagi. Sampai suatu daerah dekat Grogol, ada penumpang turun lalu seorang bapak di kursi sebrang membangunkan saya untuk mengecek dompet atau handphone dalam tas. Setengah sadar saya panik menyadari kalau hp nggak ada di tas. Untungnya, si bapak itu sudah curiga dari awal karena penumpang yang dibelakang ikut pindah ke belakang saya dan memperhatikan terus. Si kernet bis juga cekatan dan mengejar si pencuri tadi. Lagi lagi entah gimana ceritanya, saya masih pingak-pinguk dalam bis, setengah sadar sampai baru ngeh si hp dicuri, saya turun dari bis. Si kernet balik ke arah saya sambil bawa handphone saya sambil teriak-teriak ke arah si pencuri mengeluarkan bahasa 'kebun binatang' dan menyuruh saya naik lagi ke dalam bis. Alhamdulillah, handphone saya kembali. Alhamdulillah masih rezeki. Alhamdulillah masih dilindungi sama yang diatas. Alhamdulillah.

Nih, coba deh simak bagi para wanita yang kerap bepergian sendiri menggunakan berbagai jenis transportasi umum, angkutan kota, metromini, khususnya bis agar kejadian seperti yang saya alami tidak terjadi dan lebih berhati-hati kelak. 

  1. Jika menaiki bis, usahakan duduk tidak jauh dari supir. Kalaupun tidak dapat dan harus duduk dibelakang, carilah tempat duduk bersama wanita/ ibu-ibu yang juga sendirian. Jika masih tidak dapat juga dan memungkinkan, tunggulah hingga ada bis selanjutnya yang akan berangkat. Hal ini untuk memastikan kita aman kelak diperjalanan hingga sampai tempat tujuan.
  2. Jika ditengah perjalanan merasa ada gerak-gerik aneh dari pengunjung lain yang dirasa memperhatikan, segera waspada untuk berpindah tempat duduk atau turun bila perlu. Atau jika kita duduk sendiri lalu tiba-tiba ada yang berpindah duduk disamping kita, usahakan untuk mencari bangku lain atau duduk disebelah bangku supir saja.
  3. Walaupun mengantuk, usahakan untuk terus terjaga selama perjalanan. Hal ini bisa kita siasati dengan memasang alarm 10-15 menit sekali sekedar untuk memastikan barang-barang kita aman.
  4. Selalu menyimpan 'uang jaga-jaga' di saku celana, jaket ataupun tas, disamping menyimpannya dalam dompet. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi jika ternyata kita lalai dan tiba-tiba menyadari dompet sudah berpindah tangan.
  5. Jangan mencolok atau menampilkan barang-barang berharga didepan umum, seperti misalnya perhiasan, terutama barang-baraang elektronik, handphone, tab, laptop yang jelas akan menarik perhatian tangan-tangan tidak bertanggung jawab.
  6. Gunakan tas yang tertutup. Biasanya perempuan menggunakan jenis tas yang terbuka, dimana ada lubang kecil yang terbuka. Nah, sebagian ada yang mempunyai kebiasaan buruk menyimpan dompet atau handphone pada celah tersebut. Ini jelas sangat memudahkan para pencuri untuk mengambil barang milik kita. Usahakan untuk menyimpan handphone di saku celana atau saku jaket yang bersleting.


Terakhir dan yang paling penting, sebelum berangkat berdoalah dan minta restu orang tua agar selamat sampai tempat tujuan. Nah, buat kalian yang suka bepergian sendiri, harus selalu berhati-hati ya!

Komentar

  1. ini tips untuk wanita ajah yaa?

    wah perlu hati2 nih.. aq juga kadang2 maen ke bandung nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. buat cowok juga sih, tapi kebanyakan yang diincar para perempuan sih, terutama yang sendirian :(

      Hapus
  2. Nambahin, bawa persenjataan yang tidak melanggar hukum, seperti penyemprot merica, setruman kejut listrik, etc... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh iya, bisa juga bawa raket nyamuk ya, supaya sebelum melakukan kejahatan mereka mikir dua kali hehe

      Hapus
  3. Saya juga pernah kemalaman di bis dari Bandung menuju Merak. memang seram juga, apalagi kalau terakhir-terakhir.. penumpangnya semakin sepi dan kebanyakan bapak-bapak. Duh. rasanya ingin cepat-cepat turun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kalau ke arah Merak makin malam makin sepi, kebanyakan turunnya di daerah Serang ya. Hati-hati..

      Hapus
  4. Benar mba, trus kata ibu saya, gunakan dompet kecil (dompet pasar) untuk uang receh, uang yang nilainya kecil. Biar pas dibuka, gak keliatan lembaran uang kita yang gede nilainya...

    Kejahatan tak selalu ada karena niat dari si pelakunya, tapi terkadang karena terbukanya kesempatan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betuuuuuul! Pokoknya harus spare uang dimana pun terpisah dari dompet sekedar untuk jaga-jaga ya, nis..

      Hapus
  5. Makasih mbak Anggi sudah share tipsnya, saya banget ini sudah kelayapan sendirian hehe.

    BalasHapus
  6. oh iya sih, namanya juga cewek banyak barangnya, beda dengan cowok yang simple :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya harus ikut model-model cowok gitu ya simple, tapi gak bisa, bawaannya segudang kalo cewek hehe

      Hapus
  7. Artikel ini tentu sangat berguna
    Bagi para perempuan yang suka bepergian sendirian
    Untungnya kalau istri saya nggak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kang, sbg informasi saja supaya nggak terulang :)

      Hapus
  8. harus lebih waspada ya mbak kalau wanita bepergian sendiri

    BalasHapus
  9. syukurnya masih balik lagi hapenya ya mb..

    BalasHapus
  10. alhamdulillah hapenya balik, hati2 ya mbak anggi

    BalasHapus
  11. Alhamdulillah, mbak Anggi selalu dalam penjagaan-Nya, sehingga hapenya tidak jadi lenyap.
    Kalau dalam perjalanan usahakan tidak terlelap tidur, bahaya, kecuali tidurnya dikelilingi saudara, jadi ada yang awas.

    BalasHapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …