Langsung ke konten utama

Desa Wisata Tembi, Kampung Seni yang Kreatif di Yogyakarta

Yogyakarta identik dengan keraton, gudeg dan Malioboro dan candi-candinya. Selain belanja dan berwisata kuliner, turis juga bisa berwisata budaya di Desa Tembi. Inilah wajah lain Daerah Istimewa Yogyakarta.
 
Daerah Istimewa Yogyakarta tak henti menyuguhkan lokasi yang ingin dikunjungi, salah satunya Desa Wisata Tembi. Desa ini berlokasi di sebelah selatan Yogyakarta, tepatnya di Dusun Tembi, Desa Timbulharjo, Kabupaten Bantul. Jika hendak pergi ke Pantai Parangtritis sebetulnya kita melewati jalan untuk masuk ke kawasan ini lho!





Desa Wisata Tembi sendiri merupakan nama yang diadaptasi menjadi sebuah lembaga kebudayaan Rumah Budaya Tembi. Di desa ini kita bisa menginap di cottage maupun rumah-rumah warga. Dengan membayar Rp 50-100 ribu per orang, kita sudah bisa menginap semalam dan juga diberi sarapan pagi. 

Di Tembi ada banyak tempat yang bisa dikunjungi, ada galeri batik, sebuah cottage cantik, sebuah restoran yang unik dan sebuah galeri lukisan. Oh iya, di sini kita juga bisa melihat pembuatan aneka kerajinan khas Yogyakarta, seperti keranjang anyaman dan aneka dompet. 



Selain itu juga ada Museum Rumah Budaya Tembi, yang memiliki koleksi yang cukup variatif seperti peralatan tradisional masyarakat Jawa, keris, tombak, peralatan bertani, peralatan seni membatik, gamelan dan lain sebagainya.

Setelah berkeliling desa, saya menyempatkan diri mengobrol dengan penduduk setempat. Katanya, pembangunan desa ini sebetulnya belum rampung semuanya, semenjak bencana meletusnya Gunung Merapi beberapa tahun silam. Pendanaan yang alot dari pemerintah serta bantuan lainnya bagi masyarakat setempat cukup lama datangnya. Sehingga sebagian besar pembangunan desa baru selesai.
 
Suasananya yang sejuk, penduduknya yang ramah dan suasana pedesaan yang membuat tak ingin pulang. Tertarik? Yuk, kemari!
 

Komentar

  1. tertarik banget mbak apalagi anakku juga pingin kesana

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayooo bun, lokasinya emang asyik buat wisata keluarga

      Hapus
  2. Jadi kengan dengan suasana Tembi... hehehe :)

    *SaHaTaGo [Salam Hangat Tanpa Gosong] Pojok Bumi Kalibayem - Yogyakarta
    Keluyuran | Makan | Jalan-Jalan

    BalasHapus
    Balasan
    1. kangen mas kangen, typo itu hihihi

      Hapus
    2. same ane kangen nggak ?? hahaha :D ngarep.com

      Hapus
  3. jogja lageee yaa Neng....

    *menikmati lewat DuMay lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jogja nya kakak jogjanyaaaa... Yuk mariiiiii~ hihihi

      Hapus
  4. itu yang di tumpuk2 apaan nggi, tempat tissue ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hiasan gitu mas, entah apa aku juga nggak nanya pas disana hehe

      Hapus
  5. sayang bingit ane ga bisa ngikut kemarih, tp gpp bisa main2 kesana sendiri :)))

    BalasHapus
  6. sayang aku g bisa ngikutin mb anggi kesana, padahal aku ya urung tau neng tembi, cuma lewat2 doang :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas priyo pake acara pulang sih di Jogja kemarin, tapi tak apalah sebagai warga pribumi bisa main kapan pun kan yaaa..

      Hapus
  7. Emang mantep tempat wisata ekososiologis kaya gini, ngasih kerjaan buat warganya soalnya.

    BalasHapus
  8. Emang mantep tempat wisata ekososiologis kaya gini, ngasih kerjaan buat warganya soalnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mantep tep tep! seru lagian wisata kayak gini, murah meriah pulaaaa

      Hapus
  9. JOgja memang istimewa, ga ada matinya dgn kreativitas,..

    itulah OK nya Jogja,...

    salam kenal :)

    BalasHapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …