Langsung ke konten utama

Entah mau diberi judul apa..

Minggu. Entah mengapa, ketakutan tiba-tiba menghantui. Ini jawaban doa-doa yang saya sampaikan kepada Tuhan dalam sujud dan sholat saya. Ini jawaban yang tiba-tiba hadir di depan mata dan tinggal selangkah lagi diwujudkan. Saya sedikit merasa tidak tidak siap. Saya takut ini... Saya takut itu...

Jadi beberapa hari ini rasanya saya merasa kosong. Badan saya ada, tapi pikiran saya hilang entah kemana. Rasa rindu, senang, takut, khawatir, menghinggapi diri saya bercampur jadi satu. Rasanya detak jantung saya berdegup semakin kencang. Pikiran juga semakin melayang-layang. Hidup serasa tak tenang. Ah, sepertinya saya mengenal perasaan ini. Ya, sebuah perasaan kehilangan.

Apa saja yang harus saya lakukan kelak? Bagaimana nanti kehidupan saya di sana? Bagaimana kalau begini? Bagaimana kalau begitu? Bagaimana Bagaimana Bagaimana? Pertanyaan demi pertanyaan itu terus berkecamuk.

Tapi saya sadar kenyataan dan takdir berkata lain. Saya memang harus terus berjalan ke depan. Banyak hal yang harus saya lakukan. Banyak hal yang harus saya perjuangkan. Ada banyak pengalaman yang harus saya jadikan pelajaran. Ada tangis dan tawa yang akan selalu jadi kenangan. Ada misi yang belum dan harus segera saya selesaikan. Terlebih, ada keluarga yang wajib saya utamakan.

Lebih dari itu, disini, di tempat ini saya mendapat pengalaman hidup yang sangat berharga. Saya belajar menghargai adanya perbedaan. Saya belajar untuk memahami perasaan dan menjaga pandangan orang. Saya belajar memahami bahwa setiap orang memiliki pola pikir yang berbeda. Pembelajaran yang membuat pikiran saya juga lebih terbuka karenanya.

Dari dulu, tidak ada yang berubah dengan diri saya rasanya. Saya tetap orang yang sama. Hanya saja tempat ini sedikit merubah saya, ambil yang positif, lalu buang yang negatifnya. Tempat ini memberikan saya motivasi besar untuk terus berkembang, untuk terus belajar dan bersabar.

I didn’t say goodbye. Saya cuma bilang, I’ll see you soon!
 
 
 
Kota Baja, 11 Desember 2013
diperjalanan pulang ke kosan bersama hujan..

Komentar

  1. Kemanapun menuju semoga sukses ya nggi. Ternyata di kota baja to? Sekota kita. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masdan disini juga toh? Tak kira masih di Jakarta dong.
      aamiin masdan, terima kasih :)

      Hapus
  2. Nice,.. Kita sendirilah motivator no 1 dalam diri kita,
    mari terus berjuang menggapai mimpi

    salam, :)

    BalasHapus
  3. Step by step perbaikan diri ya... dan sampai jumpa di puncak kesuksesan ... mardhatillah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. selangkah pun yang penting melangkah ya pak.
      aamiin pak aamiin :')

      Hapus
  4. aq juga berada di tempat "ini" Kak Anggi...

    yaah kejadian2 yang dilalui semoga menambah kedewasaan diri

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin mas topikkkk, semangat selalu ya berkelana di Kota Baja! :)

      Hapus
  5. hal2 paling menakutkan dan mengkhawatirkan manusia biasanya cuma ada di dalam pikirannya mb anggi, bergeraklah hal2 itu tak pernah mampu keluar dari pikiran kita kok :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. InsyaAllah mas, sedang berusaha selalu menerapkan pada diri sendiri untuk berhenti menghawatirkan hal-hal yang nggak pasti ;)

      Hapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …