Langsung ke konten utama

Mari Bahagia Dengan Sederhana

Ada beberapa hal yang saya selalu suka. Sederhana. Tapi akan membuat saya merasa sangat bahagia.


Jalan-jalan sendirian, berbelanja, atau duduk di pojok kafe, mengopi dan melamun.

Ini hal sederhana yang biasanya saya lakukan sendirian ketika sedang kesal. Haha! Kebiasaan. Tapi kadang kesendirian juga kerap lebih menyenangkan. Mungkin akan terasa lebih bahagia ya jika saat duduk di pojok kafe, mengopi dan melamun, lalu tanpa sengaja bertemu cowok ganteng, keren dan super perhatian. Haha! Sayangnya hidup nggak seindah jalan cerita FTV, jadi mari untuk yang satu ini dilupakan.


Membuat handicraft dari barang-barang bekas.


Orang bilang saya kreatif, tapi menurut saya sendiri sih lebih ke arah nggak ada kerjaan. Kalau lagi stuck nulis cari inspirasi, saya lebih senang bergumul dengan tumpukan kain, gunting, jarum dan benang. Voila! 


Membicarakan hobi dan tulisan.


Rasanya kedua hal ini yang jadi pencair suasana ketika saya berhadapan dengan orang, terutama dengan orang yang baru dikenal. Biasanya beberapa orang sudah pernah berkunjung ke blog ini atau secara nggak sengaja buka website yang ada nama sayanya disana. Beberapa orang juga pernah tanpa sengaja lihat nama saya tercantum jadi salah satu pemenang lomba tulisan. Dan biasanya setelah ini akan ada pembicaraan yang berkepanjangan hingga bergelas kopi hingga tengah malam. Biasanya.

Menulis dan menulis.

Ada malam-malam dimana saya akan menyelesaikan waktunya dengan menulis dan menulis. Karena kata-kata di dalam kepala rasanya bergelantungan. Dan seolah saling berlompatan. Tapi saya menikmatinya. Dan sekarang merindukannya.


Memutar film dari seseorang yang dengan sengaja membuatnya atau mencarikannya untuk saya..


Menonton film yang sama berulang-ulang, bukan soal filmnya, bukan.. Tapi setiap kali membuka foldernya, mengingat atau membayangkan bagaimana orang itu memberikan 'hadiah' ini untuk saya bisa membuat saya tersenyum seharian.


Memakai sendal jepit setiap jalan-jalan.


Haha!


Titik-titik hujan kecil diantara lampu-lampu malam.


Ketika melihat titik hujan setiap apel malam, saya bahagia. Terkadang saya berpikir bagaimana caranya agar saya terus semangat diantara semua hal yang memusingkan. Ternyata saya hanya butuh sebuah hal yang indah. Sederhana. Yang membuat saya bahagia. Ketika yang lain mendengarkan pembina berbicara, saat hujan gerimis saya menikmatinya. Hal ini juga yang membuat saya berdoa setiap habis sembahyang agar hujan terus hujan sepanjang malam di Pandaan. Ha!


***


Saya percaya bahwa ditengah-tengah hiruk pikuk hidup yang terkadang terasa sulit dan memusingkan ini saya masih bisa bahagia. Saya masih bisa tertawa dengan kencang. Dan saya mau melakukannya sesering mungkin. Dan saya akan terus mencari satu demi satu hal yang bisa membuat saya senang, hal yang membuat saya tertawa ..hal yang membuat saya bahagia dengan sederhana.




Pandaan, pada Februari pertengahan bulan
...dan selamat malam!

Komentar

  1. jalan-jalan sendiri aku belum pernah, paling kalau belanja ke Mall juga beli yang di maksud langsung pulang

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku sering jalan sendiri sih bun, apalagi waktu masih tinggal di Banten sama Jakarta sendirian :D

      Hapus
  2. Bahagia itu menulis... menulis skripsi dengan sepenuh hati #tapiSusah -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menulis yang satu itu mah harus pake secangkir niat, mas :D

      Hapus
  3. Kalau baca postingan ini, jujur saja aku jadi teringat kepada diriku sendiri yang juga lebih nyaman kesendirian. Alasannya, waktu bersama orang lain bila berlebihan hanya akan menghabiskan banyak waktu, lebih baik waktu digunakan untuk membaca dan menulis. Namun, tetap bersosialisasi dong!!

    Tulisannya keren, kalau boleh tanya. Maaf kalau sedikit lancang, benarkah semua wanita ingin diperhatikan dibanding ingin memperhatikan? Bila iya, berarti benar hipotesisku bahwa wanita cenderung ingin diperhatikan dibanding memerhatikan: lelaki ingin memerhatikan dibanding ingin diperhatikan.. sekedar wawasan saja... ngga ada *modus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha mas agha ini bisa aja. Kalau soal hipotesis sih aku nggak tau menau mas, coba dibikin survey aja supaya hasilnya lebih akurat dan terpercaya *halahhhh

      Hapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …