Langsung ke konten utama

Floating Market Lembang Sebelum ke Palembang

Jadi dalam rangka setengah reuni, kemarin teman-teman yang tinggal di Bandung, beberapa dari Jakarta dan juga bahkan ada dari Yogyakarta datang ke Bandung untuk sekedar main-main. Pengumuman kumpul di depan Gedung Sate jam 8 pagi, dan saya datang tepat 10 menit sebelum jam 8. Padahal sebetulnya saya sudah mengira kalau teman-teman semuanya pasti telat setelat telanya. Tada! dan betul kan, jangankan teman yang di Jakarta, yang emang orang Bandung asli aja pada telat datangnya. ck. 

Karena nggak mau buang waktu, akhirnya berangkatlah kami berempat puluh satu orang menuju lembang. Dengan 4 mobil dan entah-berapa-jumlah sepeda motor.






Sesampainya di Floating Market Lembang, tiap orang langsung sibuk berburu makanan di kios-kios penjual yang terapung diatas perahu. Mulai dari makanan-makanan ringan, snack, makanan khas dari daerah-daerah hingga makanan berat tersedia disini. Uniknya, untuk membeli makanan disini kita tidak menggunakan uang tunai, melainkan menggunakan koin-koin yang tersedia di pos penukaran sebagai alat sah transaksi disini.

Nggak lama berselang, hujan deras mengguyur Lembang yang membuat kami akhirnya terjebak disana cukup lama sebelum pergi ke destinasi selanjutnya. Dan seperti biasa waktu-waktu luang dihabiskan dengan menghabiskan sisa memory, entah kamera ataupun handphone, untuk foto-foto~



Oya, tiket masuk per orang itu seharga 10 ribu rupiah dan ketika masuk ke lokasi ini dapat ditukarkan dengan welcome drink berupa kopi, teh, dan milo. 






Secara keseluruhan sih tempatnya nyaman dan banyak banget spot-spot yang bisa dijadikan objek foto. Untuk makanan sendiri bervariasi dengan harga yang cukup wajar menurut saya.



Bandung, Persiapan menuju Palembang

Komentar

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …