Langsung ke konten utama

Belanja Pemandangan di Dusun Bambu Family Leisure Park


Setelah puas berkeliling di Floating Market juga tepat dengan waktu berhentinya hujan, kami bergegas membawa kendaraan masing-masing untuk menuju destinasi kedua, Dusun Bambu Family Leisure Park yang juga masih berada disekitaran Lembang.

Sesampainya disana kami memarkirkan kendaraan dulu dan kemudian berjalan ke arah semacam tempat untuk menunggu mobil angkutan menuju spot utama di Dusun Bambu ini. Eh tapi selain bisa menggunakan kendaraan menuju kesana, pengunjung juga bisa berjalan kaki melewati areal pesawahan yang cantik. Sejenis hiasan dari tumpukan bambu seolah jadi tanda 'Selamat datang' bagi para pengunjung yang berkunjung kemari. 



Semakin banyaknya orang yang menjadikan Bandung sebagai tempat untuk menghabiskan akhir pekan, long weekend, terutama libur panjang.. maka nggak heran kan kalau semakin banyak pula tempat-tempat 'wisata' yang dibangun. Dusun Bambu sendiri sebenarnya restaurant yang punya konsep wisata keluarga. Berlokasi di Jalan Kolonel Masturi.


Untuk akses kemari bisa menggunakan dua alternatif jalan, yang pertama melalui jalan Sersan Bajuri di seberang Terminal Ledeng terus lanjut nanti melalui Villa Istana Bunga, Ciwangun Indah Camp dan beberapa tempat kayak Sapu Lidi dll. Atau bisa juga melalui alternatif kedua ambil arah dari Cimahi. Nggak sulit sih kalau mau kemari, toh sepanjang jalan tersedia petunjuk arahnya.

Berhubung Dusun Bambu ini masih soft opening, jadi ternyata masih banyak tempat yang belum dibuka. Cottage dan tempat semacam sarang burung ini juga salah satu yang masih belum bisa dinikmati oleh pengunjung. Tapi kalau untuk sekedar foto-foto dari luarnya aja sih bisa.









Sayangnya saat kami kemari selepas hujan, kabut dan dingin menyelimuti Dusun Bambu jadi pemandangan juga terhalang. Nah, setelah puas berkeliling dan foto-foto di sekitar area sekitar, kami masuk kedalam restaurant dan pasar khatulistiwa.














Masih di Lembang, 
edisi liburan sebelum 'berperang'

Komentar

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …