Langsung ke konten utama

One Day Trip to Pulau Pahawang, Lampung!

Liburan singkat bermodal nekat! itu sih rasanya kata yang pas buat menggambarkan liburan ke Bandar Lampung minggu lalu. Setelah 'mengantongi' ijin berlibur dari Bapak Manager, akhirnya kami mulai berburu tiket kereta api tujuan Tanjung Karang Bandar Lampung dari Prabumulih yang ternyata membutuhkan waktu kurang lebih 9 jam perjalanan. Dibilang nekat juga karena dari 8 orang cowo ditempat kami, nggak satupun yang mau ikut liburan, jadilah kami berempat nekat berkelana di tanah Sumatera! Hooo~ Tapi ternyata ada seorang teman kami, Mas Andri, dari Martapura yang juga ingin ikut berlibur setelah melihat status kami yang hendak pergi ke Lampung.


Perjalanan malam menurut saya memang yang paling menyenangkan, karena waktu dijalan bisa dihabiskan dengan tidur semalaman. Bahkan sewaktu Mas Andri naik kereta sekitar pukul 2 pagi kami terlupa. Dari pengalaman kemarin sih, jadwal kereta api di Sumatera ini memang sedikit berantakan, dari mulai jadwal keberangkatan yang molor 1 jam hingga waktu tiba di Stasiun Tanjung Karang yang dijadwalkan jam 4.25 kenyataannya baru tiba jam 7 lewat.



Sesampainya di Stasiun kami menelpon travel yang sudah kami booking sehari sebelumnya. Teluk Kiluan jadi tujuan kami berlibur pada awalnya, tapi melihat keadaan yang tidak memungkinkan antara waktu dan jarak tempuh yang pasti akan lebih banyak menghabiskan waktu dijalan daripada bersenang-senang. Jadilah kami pergi ke Pulau Pahawang sebagai salah satu alternatifnya. Mas Taufik, driver kami hari itu, melajukan mobil ke Kawasan dermaga menuju Pahawang setelah sebelumnya menjemput kedua teman kami bidang Pembangkitan yang menjalankan OJT di PLTU Tarahan.

Perjalanan menuju pantai kami tempuh kurang dari satu jam rasanya. Disana kami sudah disambut oleh Bapak pemilik perahu lengkap dengan peralatan snorkeling untuk menjelajah 4 spot keindahan bawah lautnya Pahawang. Yuhuuuuuu!


Sedikit rasa mual menyerang dari awal perjalanan karena speedboat yang membawa kami ini melaju kencang di lautan selama 30 menit. Dan spot pertama kami di Tanjung Putus!



Berhubung kami tidak membawa kamera underwater juga travel yang katanya sedang kehabisan stock kamera, saya diberi sebuah case underwater untuk handphone. Awalnya sih sempat ragu, kan berabe juga kalau sampai handphone satu-satunya ini nyemplung air lalu assalamualaikum~ Tapi setelah diyakinkan berkali-kali kalau ini aman oleh teman lain akhirnya cuma bisa bilang 'bismillah' aja hehe. Ada insiden juga sih kamera Mas Bayu kemasukan air sampai akhirnya harus di opname ditempat service.

Pemandangan bawah laut disini bagus, air yang biru jernih ditambah karang yang cukup dangkal membuat kami bisa menyaksikan keindahannya dengan lebih jelas. Puas menikmati keindahan Tanjung Putus, kami melanjutkan perjalanan menuju Pulau Pahawang Kecil. Lucunya, dari kejauhan sebelum tiba di Pulau ini kami sudah histeris melihat keindahan pasir putihnya disini. Keren!


Dibawah pohon, pasir putih, air laut yang biru, dan teman-teman yang menyenangkan, nasi box padang yang disajikan pun kian terasa nggak ada dua nikmatnya hahaha luar biasa. Foto, snorkeling, makan, ngemil, foto lagi, berenang lagi, jalan-jalan, foto lagi, snorkeling lagi ituuuuu kegiatan hari itu rasanya.








Perjalanan belum selesai, Keindahan Bawah laut Pahawang Besar masih menunggu kami. Disini mata kami masih disajikan dengan keindahan karang dan ikan-ikan kecil yang malu-malu keluar masuk karang. Saat kami menaburkan picisan kue ke laut, ikan-ikan kecil menyerbu dan berada antara kaki-kaki kami. Aaaah, lucunya!





Waktu yang semakin sore akhirnya membuat kami harus cepat-cepat menuju tempat selanjutnya. Kali ini Batu Mandi menjadi tujuannya. Jadi, Batu Mandi ini semacam Batu yang berada ditengah laut dikarenakan air laut yang surut membuat tempat ini terlihat. Adapun dikatakan Batu Mandi karena saat air laut naik batu ini terendam dan tidak terlihat, nah itulah asal muasal kenapa lokasi ini disebut demikian katanya. Katanya. Di sekitaran Batu Mandi ini juga terdapat spot snorkeling yang tidak kalah bagusnya.


Langit yang kian meredup, akhirnya mau tidak mau membuat kami harus bergegas untuk segera pulang ke dermaga dan bersiap pulang.


Selanjutnya kami melakukan city tour di Kota Bandar Lampung. Pertama kami pergi ke tempat pusat pembelian oleh-oleh khas Lampung untuk orang-orang di kantor juga teman-teman dirumah. Selanjutnya berkeliling kota, melihat stadion, melihat rumah adat Lampung, lalu tadinya mau foto-foto di tugu Gajah area Car Free Night tapi sayang sedang terjadi pemadaman listrik haha. Akhirnya setelah puas berkeliling, kami berhenti di depan kantor walikota Bandar Lampung untuk mencari makan malam.



Satu hal sih yang dirasa, setelah berbulan-bulan 'terpenjara' di Bogor, Jakarta, Pandaan, Surabaya, walaupun sempat diberi libur sebentar, saya senang berada disini. Diluar pencapaian target yang masih sangat jauh dari harapan, 'bersenang-senang' tetap harus diselipkan, bukan? ;)

Bandar Lampung itu Bandung rasa Sumatera.

Liburan hari itu cukup sekian dan pegal-pegal sekujur badan, akhirnya kami pun diantar pulang menuju rumah kontrakan teman-teman pembangkit untuk beristirahat sebelum jam 9 pagi melanjutkan perjalanan pulang.

Terima kasih atas liburan singkat yang menyenangkan. Terima kasih juga untuk tumpangannya. Terima kasih, terima kasih kaliaaaaaan luar biasa~






Bandar Lampung, 04 Mei 2014
Kalau nggak bermodal nekat, kapan lagi kita bisa berangkat? ;)

Komentar

  1. Kenapa pas di Batu Mandi gak Snorkeling, Gis?
    Bagus bgtt Lampung. Kek masih perawan Pantainya. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Soalnya udah kesorean mbak idah, jadi sebentar doang kelilingan disananya hehe

      Hapus
  2. seru liurannya, sesekali aku harus liburan nekat juga nih kayanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya harus bun sesekali bawa bocah-bocah hihi :D

      Hapus
  3. wihhh liburannya seruu tuhhh... btw kasih estimasi biayanya dong... biar tau perkiraan kalo mau maen maen di sana.. makasih...

    BalasHapus
  4. Mb, perkiraan biayanya berapa? ada kontak travelnya ngga?

    BalasHapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …