Langsung ke konten utama

Kenangan 7 Bulan Bersama Angkatan 39

Hari yang ditunggu itu akhirnya datang juga.. Hari dimana akhirnya kami menyelesaikan pendidikan selama hampir 7 bulan terhitung dari Desember hingga akhir Juni kemarin. Hari penentuan dimana, di kota Indonesia bagian mana, kelak kami akan ditugaskan. Hari yang membahagiakan juga membuat sedih secara bersamaan. Hari dimana isak tangis, sedih, haru, tawa, canda dan kecewa terdengar jadi satu suara. Satu irama.

7 bulan bukan waktu yang lama, tapi juga bukan waktu yang sebentar bagi kami. Proses yang kami lewati merupakan serangkaian awal proses sebelum kami akhirnya terjun langsung ke dunia nyata, dunia kerja sebenarnya. Serangkaian proses yang terkadang 'menjengkelkan' tapi suatu hari nanti akan sangat kami rindukan. 

Pembinaan karakter dan Pendidikan Bela Negara (Kesamaptaan) jadi awal mula pertemuan kami di Pusat Pendidikan Zeni (Pusdizi) TNI AD Bogor. Pertemuan antara 3 kota, Bandung, Jakarta dan Surabaya. Teman baru, lingkungan baru, tapi sama-sama dengan tujuan satu. Berbaris, makan bersama, berdoa bersama, berlari bersama, dan serangkaian kegiatan lain yang harus dilalui bersama-sama. Setelah itu dilanjutkan dengan Pengenalan Perusahaan, pendidikan paling melelahkan perjalanan Bogor-Jakarta dan tugas yang harus diselesaikan sepulangnya.

Lalu kami dipisahkan berdasarkan bidang masing-masing. Bidang Pembangkitan pergi menuju Suralaya, Banten. Bidang Transmisi menuju Semarang. Dan Bidang Distribusi dan Niaga menuju Pandaan, Jawa Timur. Pendidikan dikelas selama lebih dari 2 bulan, bosan, ngantuk, online, sampai kisah ujian akhir yang akan selalu terkenang rasanya.

Hingga akhirnya, pertengahan April kami serentak pergi ke Palembang, Wilayah Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu, untuk memulai OJT sebagai proses akhir dari pendidikan ini. Pembagian kelompok hingga langsung praktek langsung bekerja di lapangan jadi suatu pelajaran dan pengalaman nyata yang tidak akan terlupa.

Sekarang setiap orang sudah tahu proyeksi di Indonesia bagian mana mereka ditugaskan.. Dari Aceh hingga Papua kami semua disebar ke seluruh penjuru Nusantara. Tapi ini bukan akhir, ini justru awal perjalanan kami yang baru saja akan dimulai. Dan Bangka Belitung, aku datang! Wohoooo!





Jika nanti kita kan berpisah, jangan lupakan kita pernah bersama..
Bersama disini.. Berlatih disini..
Di tempat ini. di Pusdikzi.
Bangun pagi pagi.. Lari-lari lagi.
Tertawa lagi dibuat sendiri.
Setiap hari, tak pernah bersedih.
Walau hati ini ingin segera pergi.
Oh Pusdikzi.. oh Pusdikzi..
Kapan kami akan segera kembali.
Oh Pusdikzi.. oh Pusdikzi.
Salam dari kami siswa PLN sejati..
Salam dari kami siswa PLN sejati..



I have no idea, i love them so much. They're too good to be true, they're lovely and always make me so happy. I called them, second family :)



Palembang, 27 Juni 2014
Selepas End Program dan Pengumuman Penempatan
Go, Fight, Win 39

Komentar

  1. Selamat bertugas di Bangka, Nggi. Semoga siberi kemudahan dan sehat selalu, ya.

    BalasHapus
  2. ditugaskan di Bangka Belitung. Indah tempatnya katanya, ya. Semoga betah disana.

    Btw, ikutan GA saya, yuk! :)
    http://www.kekenaima.com/2014/06/4th-giveaway-honestly-tunjukkan-lumia-mu.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Katanya sih demikian. Semoga bun :)

      Hapus
  3. wah asyik ya di tugaskan di Bangka :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah-mudahan awal yang baik buuuun :)

      Hapus
  4. 7 bulan yg berkesan banget, ya....

    Selamat menikmati keindahan Bangka Belitung! :)

    BalasHapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …