Langsung ke konten utama

dan Bangka Belitung.. Aku Datang!


Dan akhirnya 'satu-satunya' hal yang kami tunggu hari itu terjadi juga.. Pengumuman penempatan di Wilayah Kerja Indonesia Bagian mana akhirnya kami ditugaskan. Time flies sooooooo fast, they said. Setelah melewatkan banyak kegiatan bersamaan dari akhir tahun lalu, ini, saat ini lah, yang sebenarnya kita nanti dan sekaligus ditakutkan.

Satu persatu nama muncul di layar besar hadapan kami. Dari mulai ujung barat hingga ujung bagian timur Indonesia, dari Aceh hingga Papua, di seluruh Penjuru Nusantara. Kami tersebar, atau lebih tepatnya disebar. Awal pengumuman semua dihebohkan dengan penempatan beberapa teman di Distribusi Jawa Timur, sebutlah beberapa mereka yang beruntung, karena mungkin hampir setengah dari kami mengidamkan nama kami tertera di wilayah kerja Pulau Jawa.

Ya, Pulau Jawa. Pulau idaman, kami rasa. Beruntung sekali rasanya melihat satu persatu nama teman kami berada dibawahnya, ada yang ditempatkan di Wilayah kerja Jakarta, Unit Pembangkitan Jawa Bali (UPJB) di Surabaya, Bekasi, Distribusi Jawa Tengah, Distribusi Jawa Timur dan bahkan Distribusi Jawa Barat & Banten alias Bandung! Sayangnya takdir belum mengijinkan saya berada pada salah satunya, mungkin dua atau tiga tahun lagi, kita lihat saja nanti..

Lain halnya ketika satu persatu wilayah kerja bagian Timur disebutkan, ada yang bersorak senang, ada pula yang langsung menangis karena sedih. Mulai dari Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah & Gorontalo (Sulutenggo), Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara & Sulawesi Barat, Maluku & Maluku Utara, hingga akhirnya Papua muncul jadi akhir yang mengharukan seisi ruangan.

Keberuntungan lain ada pada teman-teman yang kembali ke daerah asalnya, ya, beberapa teman memang berasal dari daerah Sumatera Barat dan sekitarnya, tanpa disangka entah kebetulan ataupun tidak mereka kembali kesana. Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu, Lampung, Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan, pun memunculkan sekelompok teman yang ditempatkan dalam satu wilayah. Dan saya? WILAYAH BANGKA BELITUNG. dan sendiri! Hahaha.


Ketika hampir setiap teman lain ditempatkan secara berkelompok, jadi satu tanda tanya besar sampai sekarang kenapa saya ditempatkan disebuah kepulauan sendirian? Sedih? Ya, awalnya. Tapi kembali lagi sih Allah pasti punya rencana yang lebih indah buat saya, buat semua teman lainnya juga. Sebagian besar teman menyambut dengan suka cita dan bergurau mengingatkan saya agar disana fokus bekerja, bukan jalan-jalan semata. Mereka kebanyakan tau hobi dan beberapa tulisan saya yang sempat dimuat serta memenangkan kompetisi menulis soal wisata dalam media. Sebagian besar lainnya menghibur, menguatkan. 'Wah, sampai kantor aja tau kamu hobi jalan-jalan jadi ditempatkan di Bangka Belitung ya', beberapa lainnya bilang, 'Mereka aja tau kamu wanita tangguh yang nggak manja, makanya kamu dibikin sendiri' dan beberapa kata yang membuat saya terhibur lantas tertawa.


Jarak Bandung - Bangka Belitung dapat ditempuh dengan dua cara; 1) Melewati jalur laut menggunakan kapal selama kurang lebih 40 jam lamanya, 2) Menuju Jakarta dan terbang menuju Kepulauan Bangka Belitung. Dan saya rasa pilihan pertama bukan pilihan yang cerdas untuk dilewati, hehe.

Beruntungnya, walau diawal saya sempat panik karena benar-benar tidak ada teman dekat, sanak sodara atau siapapun disana, Allah benar-benar Maha Baik, setelah menelpon Kantor Wilayah saya dapat pengarahan dari Ibu Ati untuk teknis nanti disana. Belum lagi seorang teman asal Bangka yang mengenalkan temannya untuk membantu saya selama awal kedatangan disana, daaaan juga memberi tumpangan tinggal sementara waktu. Really countless blessing and happiness. Then, what else? Can't thank you enough, My Dearest Allah.

Dan akhirnya, saya pastikan saya siap. Diluar entah bagaimana nanti saya disana, dimana saya nanti tinggal, dengan siapa saya nanti berteman, di wilayah atau area bagian mana saya ditugaskan, apapun tugas yang kelak diembankan, insha Allah saya siap.


.............................Bangka Belitung, halloooooo!



Bandung, awal Juli 2014
Dua Minggu Libur sebelum Pergi ke Lokasi Penempatan.


Note: And, yes. Standing alone doesn't mean I am alone. But it means I'm strong enough to handle things all by myself.

Komentar

  1. Waah, Babel. Bikin film di sana juga kak, biar nyaingin laskar pelangi :P

    BalasHapus
  2. Nanti malah dapat banyak pengalaman baru ya, Gis.

    Semoga diberi kemudahan dalam menjalankan tugas, ya. . .

    BalasHapus
  3. yang kuat disana ya mbak anggi, moga bisa ketemu lagi suatu saat nanti :)

    BalasHapus
  4. yang kuat disana ya mbak anggi, semoga suatu saat kita bisa ketemu lagi :)

    BalasHapus
  5. Bisa sering main ke pantai sama makan martabak nih. :D
    Selamat bertugas.

    BalasHapus
  6. Saya mengucapkan minal aidin walfaidin mohon maaf lahir dan batin, salam

    BalasHapus
  7. berkunjung, minal aidin walfaidin mohon maaf lahir batin, jangan lupa kunbalnya ya ^_^

    BalasHapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …